Selasa, 04 Agustus 2026

Warna Cerita #1

                             IMAJINASI

https://www.hasanjufri.com/2023/06/apa-sih-imajinasi-itu.html


Sepanjang jalan menuju sekolah, Farhan berjalan cepat cenderung berlari karena tahu dia akan tiba terlambat di depan gernang sekolah dan itu artinya dia akan dapat peringatan “lagi” dari Satpam dan guru piket yang berjaga di depan sekolah. Farhan sendiri tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Akhirnya, Farhan bisa masuk ke sekolahnya setelah pak Satpam memberi lampu hijau. Dia berlari ke arah kelas yang terletak di ujung gedung. Kelas 7.9 adalah kelas urutan terakhir di rombongan belajarnya. Walaupun dia berada di kelompok terakhir tetapi dia memiliki mimpi untuk mendapatkan nilai 9 di semua mata pelajaran. Semoga impiannya itu menjadi nyata. 


Farhan menjadi salah satu siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri. Dia juga mendapat kesempatan beasiswa atau KJP sebagai bantuan pendidikan dari pemerintah. Bundanya senantiasa mengingatkan jika dana bantuan itu harus dimanfaatkan dengan prestasi akademik. Farhan pun sadar walau dia memiliki keterbatasan akses informasi, tetapi dia memiliki cara untuk memperolehnya. Ditambah, kebanyakan tugas sekolah terbantu dengan sumber informasi digital. Lagi-lagi Farhan harus berusaha keras menekan keinginannya untuk bermain-main melalui aplikasi dan meredamnya dengan berdiam diri di perpustakaan sekolah yang memiliki fasilitas digital informasi. ABG-Anak baru Gede- adalah julukan untuk remaja seusia Farhan yang senang berkelompok dan berkumpul dengan minat yang sama. Farhan sendiri senang bermain game online seperti yang sedang viral saat ini dan kelemahannya adalah gawai yang ada di rumahnya ternyata digunakan bersama, bundanya untuk berdagang, adiknya yang bersekolah kelas 4 serta adik bungsunya yang berada di kelas 1. Kelemahan inilah yang memaksa semua anggota keluarganya membatasi penggunaan gawai hanya untuk informasi pesan singkat. Selebihnya, hanya digunakan untuk keperluan utama; menelpon, mengisi form atau memberi kabar berita. Bunda yang menjadi pimpinan keluarga menanamkan sikap kebersamaan dan senantiasa menempatkan sesuatu sesuai prioritas penggunaannya. Farhan pun, sebagai anak sulung, diberi amanah menjadi contoh baik untuk kedua adiknya. Situasi inilah yang membuat Farhan rela memutus rantai bermain game aplikasi dan merubah haluan memilih membaca untuk menghabiskan waktu.


Farhan menghadapi kesulitan di awal niatnya memilih melipir ke perpustakaan untuk membaca, karena tempatnya yang sepi dan minim siswa yang mampir ke tempat itu menambah rasa malas untuk melangkahkan kakinya ke sana. Di sisi lain, dia pun kesulitan mengajak teman-temanya bergabung untuk sekedar datang dan membaca buku sesuai kesukaan mereka. Sehari, dua hari dan lanjut seminggu sampai minggu keempat Farhan menemukan rasa nyaman di perpustakaan. Selain tempatnya yang tenang, sejuk dengan fasilitas pendingin ruangan, di sana pun tersedia air minum untuk sekedar mengurangi haus saat berinteraksi di perpustakaan. Yang membuatnya mantap dan betah di tempat itu adalah kemudahan penggunaan komputer meja yang sudah dipasangkan dengan koneksi internet. Farhan mendapatkan keleluasaan menggunakan jejaring internet untuk mencari sumber untuk PR atau tugas sekolah juga membaca informasi ringan, berita sampai tontonan film pendek via kanal Youtube. Yang membuatnya bersyukur adalah semua fasilitas yang dinikmati tidak berbayar atau gratis, sehingga dia pulang dengan rasa puas, tenang dan nyaman. Pustakawan yang bertugas pun memberinya ilmu sederhana tentang merancang sesuatu melaui Canva. Dia pun semakin asyik mengulik dan berguru pada sang pustakawan - pak Tama. Farhan berimajinasi lagi tentang keinginannya memiliki cara mendapatkan masukan berupa uang dari fasilitas internet. Dia yang banyak bertanya tentang bagaimana cara menghasilkan uang lewat karya atau kerja sampingan mendapat dukungan dari pak Tama. “Pelan-pelan Farhan. Semua bisa menjadi uang bila kamu tahu caranya dan benar cara memperolehnya”. Semakin berbinar dan bersemangat remaja itu yang kemudian dia secara sukarela menjadi murid pak Tama. 


Minggu, 02 Agustus 2026

Peristiwa #13

 KABAR TIM

Menunggu bagi sebagian pekerja memiliki arti berbeda. Bagi yang terbiasa dengan kesibukan dan batas waktu penyelesaian projek mungkin akan terbiasa dengan dinamika naik turunnya motivasi untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya karena yang sasarannya adalah target kepuasan klien. Sebaliknya, bagi yang terbiasa menerima pesan maka akan mengikuti alur yang telah ditentukan. Yang pasti, bagi Niera, pekerjaan yang ditekuni selama lebih dari lima tahun sudah membawanya pada titik persiapan awal bahkan menentukan seperti apa projek yang akan berproses selama periode waktu tertentu. Ironisnya, saat ini kabar yang dia terima bukan untuk digarap sesuai bagian wewenangnya tetapi menunggu kabar tim yang harus dia ikuti dengan baik sebagai bagian dari prosedur operasional kerja. Akhirnya jalan tengah yang Neira ambil adalah berputar haluan dengan menjadikan client oriented sebagai fokusnya saat ini karena beberapa alasan.

Bertahun-tahun yang lalu, Neira memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan sebuah program dan di situlah dia mengembangkan kemampuannya dengan bermodalkan mesin pencarian melalui internet yang mampu memfasilitasi kebutuhannya untuk memenuhi target pembelajaran baik yang sesuai program maupun sesuai keinginan konsumen. Hal tersebut menjadi tantangan terbesarnya karena ciri khas atau kekhususan materi permibtaan klien menjadi tanggung jawab besar untuk direalisasikan. Metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) menjadi jalan keluar strategis yang mempermudah penyelesaian paket modul belajar. Neira sendiri menyadari bila dirinya siap mempertanggung jawabkan kinerja nya dalam bentuk evaluasi klien pengguna dan penerima manfaat. Kondisi tersebut menjadi ritme yang penuh dinamika serta menjadi asahan keterampilan yang meningkatkan kapasitas dirinya dalam menyelesaikan target target kerja. Sampai pada satu titik semua yang dia lakoni berhenti dan berubah menjadi pihak "asing" yang tugasnya menunggu, menerima, menyampaikan dan melaporkan rutinitas saja. Peran yang Jauh berbeds dari rutinitas sebelumnya. Neira yang sudah terbiasa menganalisis kebutuhan klien, menurunkannya dalam perencanaan dan merampungkan materi dari A sampai Z. 

 Kondisi yang bertolak belakang dengan passionnya, membuat Neira mencari cara untuk tetap sama dan tidak terjungkal karena posisinya yang jauh di bawah. Sayangnya, dia hanya bisa menarik nafas dan inginnya tetap dilibatkan karena dia yakin dengan kemampuan menyusun materi pelatihan. Di sisi lain, dia tetap menyusun sesuai permintaan klien sesuai versinya dan langsung diaplikasikan di lapangan untuk melihat dan mengukur materi materi yang dia sampaikan diterima baik oleh peserta. Walau saat ini posisi nya jauh di luar jangkauan area, Neira memutuskan tetap menyusun materi dan mengembangkannya bukan untuk menjadi saingan dari tim yang ada tetapi untuk merawat dan mempertahankan kinerjanya dan terus mengasah kemampuannya karena klien akan menilai dari sisi kepuasan selama pelatihan. Satu hal yang Neira fokuskan saat ini, menjadi bagian sukses itu bukan hanya tentang peran besar yang diamanahkan tetapi bagaimana dirinya berbagi dan melayani klien dalam bingkai profesional.

 

Riung SDG 2026 Ibu Pembaharu #2

 SUCCESS FOR CHANGE: MY MOMENT

https://griyawistara.blogspot.com/2021/06/makna-logo-ibu-pembaharu.html

Sukses untuk saya adalah ukuran pencapaian prestasi dan bentuk penghargaan yang tinggi karena semua proses kerja yang dikerjakan pada akhirnya selesai dengan baik, mendapat respon baik serta penilaian positif dari pihak lain sebagai pengakuan formalitas dari keberhasilan suatu  projek atau program. Sebagai individu yang memiliki keinginan untuk terus memperbaiki diri serta memberi manfaat untuk yang lain, maka langkah-langkah itu pun menjadi jejak nyata sebagai proses menemukan gaya belajar dan minat apa yang ingin ditebar di kalangan khalayak sesuai versi yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas saya sebagai anggota masyarakat yang ingin ikut berperan memberi manfaat dari ilmu, pengalaman yang saya miliki. Maka melalui jalur ibu Profesional, saya masuk ke dalam sebuah rumah besar yang kemudian saya terlibat aktif dan terus meningkatkan keterampilan diri hingga akhirnya bermuara di akhir kelas Bunda Saliha. Lulus di kelas tersebut tidak membuat saya dan para lulusan selesai menimba ilmu. Di sanalah kami memulai menerapkan semua ilmu dalam bingkai gerakan sosial berbasis bekal ilmu dan passion, maka saya memantapkan diri untuk terjun mengembangkan passion saya di bidang keterampilan soft-skills yaitu pelatihan bahasa Inggris DUDI dan pendidikan yang berharap semua  kemampuan saya dapat tersalurkan melalui kanal tatap maya. Gerakan itu saya beri nama "Veztifal Show" yang merupakan singkatan dari "Virtual English Zone to improve your language-Show your hidden Talent". 

Berawal dari hasil obrolan dengan pimpinan saat itu yang menginginkan kerja sosial, mencurahkan ilmu dan pengalamannya untuk tujuan sosial, maka saya pun tergelitik untuk memiliki keinginan yang sama. Sama-sama ingin berbagi dan melayani kepada masyarakat tanpa mmeberi beban materi  kepada mereka. Saya yang sesungguhnya adalah ibu rumah tangga yang juga aktif di ranah publik, pun berimajinasi tentang bagaimana menebar manfaat tanpa harus bepergian jauh dari keluarga. Imajinasi saat itu yang terbayang adalah memberikan pelatihan atau pembelajaran jarak  jauh yang juga menjangkau seluruh Indonesia. Tingginya mimpi saya itu akhirnya menemukan jalannya. Di saat Pandemic Covid-19 merebak dan memaksa semua pihak menjalankan kerja terbatas dan teralihkan sebagiannya dengan tatap maya, maka di sanalah WOW moment yang saya dapatkan. Bertepatan dengan keikutsertaan saya di kelas bunda Saliha, bertemu dengan situasi pandemik dan selaras dengan imajinasi saya maka saat itu pun "gong" saya canangkan. Dengan hati yang mantap saya mendeklarasikan sebuah projek passion yang sesuai dengan ilmu, pengalaman juga minat saya di dunia pendidikan bahasa Inggris. Dengan memanfaatkan kondisi yang ada, saya bersyukur karena dengan cara tatap maya tersebut saya dapat melangkahkan kaki saya pertama kali di dunia maya. Kata "Virtual" saya pilih sebagai kata pertama yang memberi ciri dari gerakan saya. Kemudian kata kedua dan ketiga "English Zone" mewakili cara saya memberikan manfaat kepada masyarakat. Sedangkan kata "Show" sendiri adalah bentuk kata motivasi untuk penerima manfaat. Puas untuk pertama kalinya saat itu karena saya pun mampu membuat imajinasi saya terwujud karena situasinya yang sangat mendukung. 

Debut saya di awal gerakan adalah mengikuti alur kegiatan kelas bunda Saliha dan kemudian merencanakan perjalanan Veztifal show berikutnya. Di sisi lain serangkaian keterampilan lain yang mendukung gerakan saya secara maya pun saya ikuti. Beberapa pelatihan berjenjang saya ambil; Canva dan Quiziz dan mendapatkan sertifikat. Itulah modal awal saya untuk mempublikasikan informasi tentang pendidikan dan bahasa Inggris melalui kanal media sosial yang bernama Instagram. Asahan disain sederhana untuk merancang info singkat berhasil saya laksanakan. Pun dengan kelas tatap maya saya buka perdana dengan nama FEE-Pro (Fun English for Employees and Professional). Langkah perdana dengan kelas bahasa Inggris untuk karyawan berjalan lancar hingga tingkat tiga. Sedangkan kerja sama yang lain pecah telur setelah saya menggandeng teman-teman mahasiswa dari USU dan menyelenggarakan kelas percakapan dasar untuk pemula. Kalangan yang menjadi klien Veztifal show adalah kalangan dari dunia usaha, industri serta pendidikan. Walaupun langkah gerakan ini sederhana, tetapi saya merasa imipian saya kedua tercapai. Kelas dan pelatihan terselenggara dengan baik dan pesertanya berasal dari beberapa daerah berbeda yang disatukan dalam bingkai Pertemuan Zoom. Harapan di awal pemikiran saya tidak setinggi hasil yang kami dapatkan dari beberapa kerja sama dengan pihak lain. Inilah mungkin yang memberikan berkah tersendiri bagi kami dan tim saat itu jika berbagi dan melayani itu bisa di tebarkan tanpa mendatangi lokasinya. Kelas-kelas tatap maya lainnya berhasil diselenggarakan untuk kebutuhan pendidikan dan tes internasional seperti TOEFL dan IELTS serta B2 Level (Cambridge Assessment).

Perjalanan setelah tahun ketiga adalah perjalanan kolaborasi. Veztifal Show bangga menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terhubung di program inovasi Ibu Profesional, yaitu Ibu Pembaharu. Program kerjasama tersebut sebenarnya "menyelamatkan" tim yang personilnya satu persatu pamit karena kesibukan lainnya. Sisi positif dari kolaborasi tim Veztifal dengan Sitarasmi, misalnya, kerjasama mutualisme yang memberikan manfaat bagi teman teman remaja dalam bidang pelatihan bahasa Inggris untuk tes (TOEFL prep Class) dan percakapan umum untuk remaja (EFFORT: English Fluency for Teenagers). Saling menguntungkan karena kedua tim berkerja bersama sebelum- saat - sesudah program selesai. Selain itu, kedua tim belajar bagaimana melaksanakan program bersama (Joined program) secara terbuka dan saling mengisi sehingga perjalanan program berakhir dengan kesan yang baik dan berulang. Saya sendiri pun merasa bangga mengikuti kolaborasi rutin yang diselenggarakan oleh ibu Pembaharu. Program Riung SDG adalah program rutin tahunan yang megelompokkan tim tim gerakan sesuai SDG nya. Dari tiga kali kegiatan, Saya, wakil Veztifal show, selalu mengambil peran untuk ikut terlibat aktif bersama tim leader lain. Dinamika kelompok yang naik turun, kekompakan para leader untuk mengambil perannya serta dukungan satu sama lain yang membuat acara yang digelar sukses. Keterlibatan saya di program riung SDG itulah yang banyak mendapatkan pengalaman terutama dalam komunikasi kelompok dan alur kerja sama yang baik dan saling terbuka. "Battle of Qur'an #1" dan "Battle of Qur'an #2" sukses terlaksana dengan baik karena semua pihak terlibat aktif dan saling membantu. Sedangkan gelaran Riung SDG tahun ini saya siasati dengan tetap konsisten menyelesaikan projek bersama; "FlashCard literasi pendidikan keluarga" dengan dinamika yang berbeda dari sebelumnya.

Di tahun kelima ini, Saya pribadi menjadi bagian dari kesuksesan kegiatan Ibu Pembaharu untuk program E-FoRM (English for Mom) yang mendapatkan perhatian luar biasa. Kelas besar yang berisi para ibu yang termmotivasi untuk melatih keterampilan bahasa Inggris percakapan. Di sini lah saya sebagai wakil Veztifal Show tertantang untuk memberikan fasilitas, materi dan layanan terbaik selama program berlangsung. Walaupun banyak sisi yang harus diperbaiki, tetapi satu hal yang saya dapatka dari kolaborasi besar ini adalah, apresiasi tinggi dari tim violcester yang memberi kepercayaan penuh pada veztifal show untuk mengisi program bahasa Inggris dan dukungan serta kerjasama timbal balik yang berjalan lancar akhirnya program tersebut rampung dan mendapat kesan yang baik dari para pesertanya. Beberapa kata yang saya dapatkan dari hasil kerja tim sendiri dan kolaborasi pihak lain yang terkait adalah ambil peran aktif-keterbukaan-konsistensi  menjaga kepercayaan satu sama lain. Saya menyadari betul kondisi tim tidak lengkap dan selanjutnya saya yakin ketiga poin tersebut yang membuat saya bersama Veztifal show melangkah setahap demi setahap dan tetap berada di jalur gerakan bersama Ibu Pembaharu. Keberlanjutan gerakan Veztifal show senantiasa berubah ke arah yang lebih baik; baik dengan cara memantaskan gerakan dalam hal program-program seusai kebutuhan pasar. Pun dengan strategi gerakan yang harus direncanakan lebih baik ke depannya.

Dari pengalaman lima tahun saya dan tim bergerak, Veztival show perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk memulai perjalanan di lima tahun kedua. Ada tiga bagian yang akan direncanakan dan semoga dapat terlaksana dengan baik dalam bingkai Start-Stop-Continue.  Perencanaan kerja atau program atau projek yang diagendakan menjadi program "Keroyokan" yang nantinya akan menggandeng tim-tim lain di lingkungan ekosistem ibu pembaharu, komunitas ibu profesional dan program-program inovasi lain. Program kolaborasi ini akan masuk kelompok "Start" karena Veztifal show akan memulai kembali kolaborasi mutualisme dengan melibatkan kedua belah pihak atau lebih yang turut membantu gerakan Veztifal show. Saya sudah membuktikan sendiri bila program kerjasama akan membuat proses pengerjaannya berjalan lebih baik karena adanya hubungan komitmen dan konsisten yang saling mendukung. Jangkauan keterlibatannya akan lebih luas dan lebih dinamis. Sementara itu, ada program yang perlu dihentikan sementara, "STOP", karena beberapa poin terkait sumber daya manusia atau anggota tim. Program informasi via artikel yang dipublikasikan melalui platform blog. Selanjutnya program video presentation tentang "Language Skills Corner"  yang dihentikan sementara sampai ada tambahan anggota tim yang akan membantu di bagian proses digital untuk disain tampilan layar. Berikutnya, program-program seperti FEE-Pro, EFFORT, TEST prep Class, atau E-Form, FEET (Fun English for Enthusistic Teachers) bisa menjadi bekal untuk melanjutkan program ke tahap berikutnya. Semua program tersebut bisa dimasukkan dalam kelompok "Continue". Keberlanjutannya terletak pada kenaikan kelas atau level berikutnya atau pembukaan kelas pelatihan yang baru. Kalangan yang menjadi sasarannya adalah kalangan siswa, mahasiswa, pegawai/karyawan, ibu rumah tangga, serta masyarakat umum.   

Veztifal Show ada setelah saya terlibat di institut Ibu Profesional dalam kelas Bunda Saliha. Perjalanan panjang yang sudah saya selesaikan rampung dan bermuara pada satu bidang gerakan komunitas dan saya sudah memastikan diri jika projek passion saya yang sudah ditanam mulai dari kelas bunda produktif, di pupuk di kelas bunda Saliha dan di kembanngkan bersama di ekosistem ibu Pembaharu adalah rangkaian peta perjalanan saya menunjukkan bagian terbaik versi saya sebagai seorang perempuan, istri, ibu dan anggota masyarakat. Terlepas dari aneka hambatan yang menjadi tantangan besar untuk diselesaikan, maka melalui projek passion ini saya mencurahkan ilmu dan pengalaman serta kesempatan berbagi dalam ekosistem ibu Pembaharu. Di sinilah saya dahulu memulai perjalanan meningkatkan kapasitas diri dan pada perjalanannya saya merasa ada bagian kuat dari komunitas inu Profesional yang memberikan saya peluang untuk naik kelas sesuai dengan kemampuan saya. Inilah perjalanan saya bersama veztifal show yang mendapatkan penghargaan terbaik dalam lingkungan ibu Pembaharu. Sukses perjalanan saya ini bukan menjadi kebanggaan diri, bukan juga untuk memamerkan prestasi, tetapi melalui perjalanan ini saya yakin sukses itu adalah ketika saya mampu merespon setiap tantangan, mengolahnya dan mencari solusi untuk menyelesaikan baik yang terjadi dalam gerakan sendiri (Veztifal show), gerakan bersama ibu profesional-ibu pembaharu bahkan yang datang dari lingkungan sekitar rumah hingga dunia internasional. 

Riung SDG 2026_Tim 12

FLASHCARD FOR LEADER LIBRARY

Project SDG IbuPembaharu 2026_Tim 12

Bagian yang paling seru ketika ikut terlibat aktif di event ibu pembaharu adalah ketika program Riung SDG digelar. Kumpulan para leader tim yang berada di ekosistem ibu pembaharu bekerja bersama seauai dengan SDG nya. Kebetulan saya masuk di Kelompok Pendidikan bermutu. Di sinilah saya mendapatkan pengalaman tersendiri karena bisa berbagi dan melayani bersama tim lain dengan suasana yang dinamis.

Ibu pembaharu adalah program inovasi dari induk ibu Profesional. Dalam wadah ini, semua leader tim bersama para anggotanya bersinergi untuk bergerak bersama dari rumah untuk dunia. Keragaman gerakan yang ada di sini disesuaikan dengan ranah Sustainable Development Group - PBB. Ketika riung SDG ini diselenggarakan, maka terbukalah kesempatan berbagi ilmu, pengalaman serta berkolaborasi agar gerakan masing masing tim bisa berjalan lancar. Kami berada diekosistem ini sudah melalui masa-masa pelatihan dan projek-projek yang digelar adalah hasil dari tempaan belajar di kelas kelas bunda yang berada si bawah naungan Institut Ibu Profesional (yang saat ini penyebutannya menjadi HIMA). Saya pribadi senantiasa merasa senang masuk bergabung bersama tim untuk mensukseskan gelaran tersebut.

Saya merasakan pengalaman menarik dan dinamis ketika mengikuti program tersebut dua kali berturut-turut. Kebetulan semua tim yang berada saat itu adalah tim tim yang sama. Intinya, saya lanhsung mengambil peran aktif dengan turut berpartisipasi dari mulai mencari event apa yang bisa memayungi semua anggota tim, membuat perencanaan, menjalankannya bersama sama sesuai peran yang diambil, menikmati prosesnya pada saat eksekusi atau pelaksanaan acara dan yang terpenting merampungkannya dengan baik. High energy endinglah yang saya dapatkan saat semuanya selesai. Saya pun berharap di event berikutnya akan mendapatkan pengalaman yang sama.

Harapan tidak seindah impian. Bayangan seru yang terlintas sebelum nama-nama grup didengungkan, menari nari dalam benak terbayang di depan mata dan tingginya pencapaian pada event tahun ini menghanyutkan diri dan tentunya bersiap mencurahkan diri untuk mendukung event kelompok dan menambah jam terbang berinteraksi dengan para ketua tim yang pastinya memiliki pengalaman sosial di beda tempat dan wilayah. Sampai pada waktu pengumuman disematkan di grup ekosistem, perjuangan pun dimulai. Lain belalang lain ilalang, di event tahun ini semuanya serba terbalik. Mungkin karena kesibukan para leader ditamba kurang memeriksa info grup ditambah ada hal yang lebih dipilih untuk dikerjakan maka, di sanalah letak tantangan terberatnya. Menghubungi satu persatu, mengundang ke group, mengundang diskusi, membuka pembicaraan, sampai mencoba menarik perhatian pun ternyata membutuhkan kesabaran yang lebih banyak, mengejar produk sesuai target sampai akhir batas pengumpulan karya pun penuh rasa kurang tenang. Seperti melangkah di awan, mencoba menginjak dasar tapi hambatan untuk menapakinya senantiasa terhalang batu-batu kecil tajam yang jika kurang waspada akan tegelincir dan jatuh. Kunci dari even bersama tahun ini di awal adalah komitmen akan menjadikan kerja sama sebagai bentuk kekompakan dan hasil dari kesepatan setiap leader bukan hanya menyajikan karya yang hanya tergarap oleh satu atau dua personil yang aktif menyelesaikan seluruh projeknya. Konsisten untuk tetap merampungkan hasil kerja yang ujungnya terlaksana dan terkirim di jam cinderella. Bukan maksud hati untuk mengucilkan kolaborasi tim tahun ini, tetapi rasa kebersamaan, kesepakapan, kekompakkan dan saling bergandeng tangan jauh lebih indah di dua event sebelumnya. 

Tidak ada kata menyesal untuk menunjukkan kesedihan dan ketidakpuasan kinerja tim taun ini. Sisi penting yang bisa diambil hikmahnya adalah bagaimana menjalani prosesnya dan merespon kondisi yang berkembang dengan tetap mengacu pada kerangka alur yang sudah diarahkan. Tidak ada gading yang tidak retak. Bagaimanapun kondisi saat menggarap projek dalam kelompok tahun ini, bersama dinamika yang tidak terduga, tetap saja berpikir positif dan konsisten pada tujuan awal menjadi jalan tengah agar tidak saling menumpahkan kesalahan atau merasa berjalan sendiri. Membawa dan menjaga nama baik kelompok lah yang mengantar semua personil menyelesaikan projek bersama sampai garis "Finish".



Riung SDG 2026_Ibu Pembaharu #1

 STORY FOR SUCCESS:

WHERE THERE'S A WILL, THERE IS ALWAYS A WAY



Perjalanan selama lima tahun sebagai bagian dari ekosistem ibu pembaharu, selama itu pula naik turun semangat, motivasi bergerak menjadi warna lain dari tim Veztifal show 21. Awal pergerakan, semangat berkobar, motivasi skala sepuluh memenuhi ruang karya. Banyak impian dan harapan terhampar dalam peta perjalanan tim, walaupun sadar bagaimana beratnya memikul amanah untuk terus konsisten berbagi dan melayani.

 Untuk target seperti jargon ibu pembaharu dari rumah untuk dunia, sepertinya masih jauh tetapi untuk menapaki value ibu profesional sendiri sebenarnya sudah bisa dikategorikan "berbagi" dalam lingkup kecil dan manfaat bagi penerimanya masih terbatas pada kelompok-kelompok kecil. Di awal perjalanan tim, target yang tertulis tidak besar apalagi mengawang. Cukup menekankan poin berbagi; berbagi ilmu dan pengalaman dalam lingkup pendidikan bermutu yang berhubungan dengan keterampilan lunak; bahasa Inggris.

Panjangnya rentang kinerja tim di tahun pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima belum dapat dikatakan maksimal dalam hasil atau output. Kolaborasi bersama tim dilingkup ekosistem, regional atau pihak lain di luar ibu profesional masih dihitung sedikit. Salah satu alasannya, adalah personil yang berkurang satu persatu, hingga kesibukan tim leader lainnya yang menurunkan jumlah program dan kerjasama. Tersendatnya kegiatan-kegiatan tidak membuat program berhenti, setiap tahun ada dua program yang berjalan dalam bentuk kelas pelatihan. Pelatihan bahasa Inggris untuk percalapan umum, untuk persiapan tes internasional dan program kerja sama. 

Selama lima tahun

https://www.success.com/what-does-success-really-mean-to-you

Minggu, 17 Mei 2026

Peristiwa #12

 SANDAL JEPIT

shopee.co.id

Sudah dua minggu berlalu semenjak Senin 4 Juni 2026 suasana lantai satu serasa senyap, bukan karena jumlah pekerja yang sedikit tetapi suara khas yang membuat heboh ruangan yang menghilang. Terlebih lagi, aku tidak mendapati sandal jepit yang warna dan motifnya lucu pun tidak terlihat di rak. "Kemana sandal itu?, apakah dibawa pulang? Gak mungkin dia bawa ke rumah, alas kaki itu kan memang untuk dipakai di sini", gumam ku sambil mencerna kira-kira apa yang sedang terjadi. Aku sendiri mengambil alas kakiku dan memulai hari kerjaku hari itu. Rasa penasaran semakin membumbung ketika kulirik jam dinding yang menunjukka angka sembilan lewat lima menit. Tidak ada satupun yang datang padahal jam kerja harus sudah mulai pukul sembilan tepat. Perasaan tidak nyaman mulai merambat dan aku tambah gelisah saat waktu terus berlalu di sembilan tiga puluh menit. Aku hanya menghela nafas panjang dan aku putuskan mengirim pesan pendek padanya. Semoga ada jawaban dari ketiadaan sandal jepit itu.

Seperti biasanya aku akan mengawali pesan pendek dengan menilis sapaan salam dan menanyakan kabar. Tidak lama setelah ku kirim pesan pertama, dia menjawab salamku dan menyampaikan bila dia  baik baik saja. Firasat hati yang menguasai pikiran mendorong ku untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah menunggu beberapa saat, jawaban pun muncul dan di sanalah aku menutup 



Kamis, 16 April 2026

Peristiwa #11 Bergerak

 WELCOME TO E-FORM (ENGLISH FOR MOMS)

Ibu Prmbaharu Project #1

Akhirnya, jadi juga program yang sebenarnya sudah hampir tiga atau empat tahun lalu didengungkan. Hanya saja saat itu ada beda nama. FEE-Pro (Fun English for Emak-emak) Profesional. Bila dicolek dari nama programnya pasti sudah jelas yaitu para ibu rumah tangga yang membutuhkan pelatihan bahasa Inggrid untuk lebutuhan pribadi, kerja, keluarga dan juga anak.


 

Peristiwa #20

  HARI BARU: TIDAK MENYERAH Keidupan berjalan seperti roda. Dia berputar ke atas lanjut ke bawah. Seperti aku yang sudah resmi berubah statu...