Rabu, 08 April 2026

Peristiwa #10 Pengakuan

 MELEWATI LITA:  BANGGA MENJADI LANSIA

SDIT BHIS_February 2026

Melangkah memang harus maju ke depan bila labgkahnya mundur namanya berbalik arah. Membersamai semua peristiwa dalam keadaan sadar dan memahami bila mulai tahun ini, semua tidak lagi sama. Belajar dan berkembang sudah melewati fasenya. Maka yang harus disusun dan dirangkai mulai awal tahun ini adalah kesiapan menerima diri dan kesanggupan untuk konsisten berjalan meraih masa depan yang nyata walau baru sebatas fiksi. Bangga menjadi bagian dari rentang usia melebihi angka limapuluh bukan berarti rendah diri apalagi bertahan dan akhirnya malah menyerah dan jatuh tidak berdaya karena pihak lain melihat penurunan kinerja seseorang. Saatnya menunjukkan diri seperti ilmu padi. Semakin berisi semakin berkualitas. Usia boleh lanjut tetapi berkarya dan memberi manfaat bagi yang lain adalah pilihan terbaik dilandasi keikhlasan dan bekal pengalaman hidup serta prestasi dalam menunjukkan hasil kerja cukup untuk melangkah percaya diri bertahan, bersaing dan berdampak.

 Di tengah perasaan gelisah yang semakin hari semakin menumpuk, serta turunnya tingkat kepercayaan diri karena kehadiran fisik tidak menjamin adanya interaksi profesional maka jalan tengahnya adalah tetap berpikir positive, terus menggali ide untuk membantu menyusun, mengembangkan modul pembelajaran dan terus mencari cara mempersiapkan presentasi di kelas untuk tingkat dewasa. Isi kepala yang berisik dan ramai timbul-tenggelam kejadian kejadian yang di sana mengarahkan diri untuk mereka reka arah mana jalur

peristiwa #9 Penerimaan

 IKHLAS MENJAGAKU TETAP WARAS                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       

Selasa, 31 Maret 2026

Peristiwa #8 Menunduk

 SELALU ADA JALAN

Fizzzo_kuli hina jadi Arsitek Dunia

Hari pertama kerja setelah dua minggu libur hari raya Idul Fitri terasa kembali dalam pusaran kesibukan yang terus merangkak. Kembali ke 

Sabtu, 07 Maret 2026

Ramadhan #12 Badai

 NOMADEN

Tampak depan Rumah TF 12 C/7




Rasanya baru saja menyesuaikan diri dengan lingkungan dan suasana baru, tetiba ada kabar kurang sreg tentang pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan bendungan. 

Kamis, 05 Maret 2026

Rhamadan #11 Rezeki

 KARENA IKHLAS REZEKI DATANG

Hadiah Ramadhan 1447H_Al Four 10032026

Notifikasi pesan singkat dari aplikasi Whatsapp muncul di web Nanda, dan dia pun segera bertahmid berkali-kali. Benar adanya, bila Allah SWT memberikan rezeki yang tidak pernah dia sangka-sangka. Teringat beberapa waktu lalu di awal bulan Ramadhan, Nanda beberapa kali menengadahkan tangannya dan menyampaikan curahan hatinya serta berucap, "Ya Allah yang Maha Pemurah, aku ikhlas menerima peran dan kondisiku saat ini. Berikanlah kepadaku kesabaran dan kemudahan jalan untuk menjalankan hidupku bersama keluargaku. Aamiin."

Siang ini Nanda sudah bersiap di depan laptop untuk mengajar kelas privat. Kelas yang khusus memenuhi permintaan klien sesuai dengan target belajarnya. Kebetulan peserta belajar yang mengikuti kelas tersebut adalah mahasiswi semester 4 jurusan bisnis. sebelum Nanda membuka kelas, secara tidak sengaja dia melihat nama klien yang familiar di matanya. Dia pikir akan ada undangan mengisi pelatihan bahasa Inggris, ternyata isi pesannyadi luar dugaannya. Ada sebuah gambar yang pesannya tentang pembagian sembako. Sesaat kemudian, matanya membola dan senyum terukir di bibirnya. "Masya Allah, Alhamdulillah dapat rezeki", gumamnya diiringi tahmid beberapa kali karena begitu bahagia. Nanda menerawang pada keresahannya tentang hadiah lebaran tahun lalu. Pada minggu pertama puasa, Nanda membayangkan jika tidak ada tugas mengisi pelatihan bahasa Inggris di dua tempat berbeda, maka hilang kesempatan mendapatkan hadiah paket hari raya seperti tahun lalu. "Seketika, dia menghela nafas panjang dan beristighfar, diapun mengingat jika kita berharap pada manusia berlebihan maka bersiaplah kecewa.

Ingatan itu kembali berkelebat dalam benak Nanda dan diapun kembali menyampaikan iisi hatinya. Pesan yang dia dapatkan memberikan kesempatan padanya tentang sesuatu. Bila kita ikhlas dan percaya jika rezeki itu sudah Allah SWT tentukan, terukur dan tertakar. Tinggal bagaimana kita mensyukurinya dan memanfaatkannya. Selain kabar yang datang dari pesan singkat, suaminya pun mendapat hadiah lebaran berupa sembilan bahan pokok plus kue kemasan yang menambah rasa syukur Nanda. "Inilah jawaban do'a Allah SWT, ketika dirinya mengikhlaskan sesuatu maka Allah memberikan rezeki yang tidak pernah dia duga. Maka berprasangkalah yang baik kepada Allah SWT karena Dia lebih paham kebutuhan hamba-hambaNya. Tali silaturahim yang terjalin baik akan mendatangkan rezeki lain yang halal, insya Allah berkah. Nanda yakin ketika manusia hanya menggantungkan diri pada penciptanya maka kebahagiaanpun menyertai.


Selasa, 03 Maret 2026

Ramadhan #10 Janji

 KOMITMEN 

KLIP _03032026

Diingatkan oleh koordinator KLIP, teh Shanty Dewi Arifin, tentang aturan main menulis di Ibu Profesional - KLIP. Sedikitnya ada lima bagian penting

Senin, 02 Maret 2026

Ramadhan #9 Tetap waras

 TEMPAT SAMPAH

https://pngtree.com/freepng/trash-can-icon-lgo-vector-illustration-design-template_8247982.html

"Kak, tolong antar tas jinjing ibu yang warna biru yang ada logo perusahaannya. Ibu tunggu di pos satpam". Nada cepat dan terkesan terburu-buru terlontar dari sambungan telepon antara ibu dan Ayana. Dia dengan cepat mengubah panggilan ke mode video. "Tas ibu yang mana? yang ini atau bukan? "Bukan kak, itu kan biru muda. Masa kamu gak hapal tas jinjing ibu yang berlogo itu?" Sahut ibu masih dengan nada terburu buru karena sambil menelepon sambil mengecek apakah pak driver motor sudah datang menjemput. "Gak ada bu," respon Ayana sambil berjalan mengelilingi bagian ruang tamu, lanjut ke kamar dan ke lemari pakaian."Bisa jadi jatuh ya tasnya tadi waktu ikut ayah kamu dan ibu terburu-buru turun untuk pulang ke rumah." Sesal ibu karena ada buku kerja yang berharga dalam tas jinjing itu. "Ya udah, bu diikhlaskan saja". Tanggapan Ayana sambil menutup pembicarannya di telpon.

Ibu seketika terdiam dengan pikiran kosong, tak lama pak driver datang dan ibu naik motor ojol tersebut menuju tempat pemberhentian bus Trans jakarta. Spenjang perjalanan, ibu menangis dalam diam karena potongan-potongan kalimat yang tidak nyaman didengar telinga satu persatu hadir kembali. Ibu merasa tertekan karena kesalahannya membuat kejadian lain terjadi di luar kendalinya. Sang suami marah dan menumpahkan kekesalannya pada istrinya dengan penekanan bila dia akan menghadapi macet sepanjang jalan menuju kantor dan itu akan berimbas pada keterlambatan di kantor. Yang terbayang oleh ibu adalah tatapan marah serta bahasa keras yang menusuk tajam tertuju pada dirinya. Ditambah, sang anak pun memberikan ucapan kasar yang menamba sedih hati ibu. Apakah karena kesalahan kecil ini suami dan anaknya menumpahkan kekesalan mereka padanya dan semuanya salah ibu?. Ibarat pepatah, "karena nila setitik rusak susu sebelanga". Ibu pun merasa menjadi tempat pembuangan amarah tanpa bisa membela diri.

Masalah utamanya adalah ibu memberikan seragam yang salah. Seharusnya seragam hari ini adalah putih, biru plus dasi dan topi tetapi ibu malah menyiapkan seragam pramuka. Ibu sendiri benar benar lupa dan menganggap bila hari ini adalah hari rabu dan seragamnya adalah pakaian khas kemeja dan celana panjang coklat. Kalau saja ibu bisa berteriak, "Hello, jangan karena ibu lupa kamu bisa memaki-maki seenaknya. Baru kali ini ibu berbuat salah". Sayang semua untaian kata itu hanya tersekat di trnggorokan tanpa bisa dikeluarkan dari bibirnya. Seburuk itukah kesalahan ibu yang berimbas pada keterlambatan mengantarkan anak lelakinya ke sekolah, memaksa ibu memilih ojol dan kendaraan umum dan  ayah memilih segera pergi untuk mengejar waktu. Ibu hanya bisa menarik nafas, beristigfhar dan mengikhlaskan tas jinjingnya hilang. Padahal dalam tas jinjing itu ada buku kerja berharga yang belum sempat ibu pindahkan ke komputer. Wara, kata itulah yang akhirnya keluar dari lisan ibu. Tetaplah jaga kewarasan, karena dirinya tidak mampu menghalau salah dan memperkirakan akan kejadian yang membuat dirinya merasa buruk dan dijadikan tempat membuang kemarahan dengan kata-kata tidak baik. Ibarat tempat sampah yang memiliki fungsi menampung sisa-sisa makanan atau barang yang usang, rusak dan mungkin sudah berbau atau jelek. 


Peristiwa #10 Pengakuan

 MELEWATI LITA:  BANGGA MENJADI LANSIA SDIT BHIS_February 2026 Melangkah memang harus maju ke depan bila labgkahnya mundur namanya berbalik ...