Sabtu, 07 Februari 2026

Kesehatan #1 Terapi Toxic

TERAPI  AL FASHDU

Fashdu_08022026

Sehat itu mahal. Mulai dari biaya konsultasi, pembelian obat atau cek darah. Belum lagi bila penyakit itu nyaman bersarang dalam tubuh kita.Tidak terasa bibit-bibit itu tumbuh, berkembang menjadi esuatu yang menakutkan, menyakitkan dan bisa jadi membunuh. Obat-obatan kimia mungkin mempercepat peredaan nyeri dan meredakan sakit, tetapi menjaga tubuh tetap sehat adalah pilihan wajib bagi siapapun yang tidak ingin merasakan penderitaannya. Banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk menjaga kesehatan. Olahraga, menjaga keseimbangan hidup, makan dan minum yang sehat serta mengkonsumsi suplemen bila perlu. Banyak juga yang memilih jalur tradisional untuk menjaga kebugaran dan ketahanan imunitas, seperti terapi bekam, totok punggung, akupuntur, akupressure dan Fashdu.

Salah satu terapi kesehatan adalah mengeluarkan racun dalam tubuh. Saya sudah mengikuti secara rutin terapi ini untuk mengecek kondisi tubuh saya seperti Tekanan Darah (TD), asa urat, gula darah sewaktu dan kolesterol. Setiap bulannya saya bisa memantau gejala apa yang harus saya waspadai agar penanganannya cepat dan tepat. Fashdu adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara mengeluarkan sebagai darah dari dalam tubuh manusia. Praktisi pengobatan ini percaya bahwa mengeluarkan darah "kotor" atau darah yang mengandung racun dapat membantu mengatasi berbagai penyakit. Selanjutnya, tata cara ini umumnya dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kulit, kemudian darah dibiarkan keluar dengan sendirinya atau dibantu dengan alat khusus. Sedangkan manfaat terapi Fashdu antara lain mengatasi kolesterol tinggi, asam urat  dan menurunkan tekanan darah tinggi. (https://www.halodoc.com/artikel/terapi-fashdu-manfaat-prosedur-dan-risiko-yang-perlu-diketahui)

Bila ditanya apa manfaat bagi saya mengikuti terapi Fashdu rutin, maka jawabannya adalah rasa aman dan nyaman. Alasannya sederhana. Pertama saya ingin memastikan kodisi tubuh secaraumum dengan memeriksa darah untuk mengetahui jumlah kadar darah dalam kolesterol, asam urat dan gula darah sewaktu. Sayapun dapat memastikan apa saja yang harus saya waspadai terutama memasuki usia setengah abad, di mana kondisi tubuh mulai berbeda seiring usia dan akan mempengaruhi semua organ vital yang bekerja secara dinamis. Saya pun masih mengkonsumsi obat kolesterol untuk menurunkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, saya juga masih mengkonsumsi herbal dari HNI-HPAI lebih dari 12 tahun. Hasilnya? Alhamdulillah saya merasakan manfaatnya, walau prosesnya menanhun tetapi saya yang menjalankan kesehariannya pun lebih baik. Kalau ada rasa pegal dan lelah, itu hal yang wajar karena usia juga yang membuat saya harus sanggup menjaga ritme kerja tubuh dengan tuntutan realitas hidup. Semoga ikhtiar hidup sehat ini menjadi bekal untuk beramal, bermuamalah berbagi dan melayani. Sehat itu nikmat. Sehat itu mahal dan sehat itu membuka kreatifitas luar biasa.





Jumat, 06 Februari 2026

Cerita Pendek #12 Tenang

 MELENGGANG TENANG

https://www.sendyyunika.com/2024/04/pekerjaan-ibu-rumah-tangga.html

Perempuan adalah makhluk yang  harus serba bisa. Begitulah pemokiran sederhana Hanna, ketika dia merenenungi kondisinya saat ini. Hanna yang sudah menikah dan memiliki dua anak berusia remaja, 11 dan 9 tahun merasakan hiruk pikuknya menjadi ibu rumah tangga. Dia suka membayangkan pengalamannya menjadi ibu rymah tangga yang memiliki dua anak kecil dan juga bekerja di ranah publik. Keseruan menjadi istri dan ibu diwarnai dengan naik turunnya tegangan hidup yang dilalui bersama suami dan  anak anaknya. Keluarga kecil yang harus berjuang menata diri, pasangan dan keluarga. Walaupun sang suami memberi izin bekerja di ranah publik tetapi Hanna memilah dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kondisinya saat itu.

Bekerja dan berperan di dua ranah yang berbeda menuntut konsentrasi yang tidak sama. Yang  pertama, Hanna mencurahkan perhatiannya untuk mengawal kehidupan rumah tangga, dan membagi peran bersama suami untuk menjaga keseimbangan siklus kehidupan keluarga agar tetap berjalan baik dan dinamikanya berjalan harmonis. Hannapun menyadari bila dalam proses kebersamaannya selama 12 tahun terakhir menghadi pasang surut yang melatihnya untuk mengelola emosi  dan merespon masalah dengan cara positif. Hanna memiliki tugas lain di luar rumah, sebagai karyawan paruh waktu yang membutuhkan strategi jitu agar pengaturan perannya dapat selaras satu sama lain. Bila tiga hari kerja yang dia ambil untuk bekerja di kantor maka, empat hari lainnya dia akan mengerjakan pekerjaan rumahnya bersama anggota keluarga. Siasat yang harus diterapkan Hanna melingkupi pengelolaan pekerjaan domestik rutin dan mendampingi rutinitas suami serta anak-anak. Seperti hari ini, yang akan Hanna lalui sejalan dengan perannya di dua ranah; ranah domestik dan lanjut ke ranah publik.

Seperti hari-hari sebelumnya, setiap dua kewajiban datang bersamaan, maka Hanna hanya akan membuat prioritas secara berurutan. Pertama menyelesaikan urusan rumah tangga. Urusan yang harus tuntas sebelum dia keluar rumah dan memastikan setiap anggota keluarga mendapat layanan sempurna. Pag hari ini, contohnya, Hanna sudah bangkit dari tidurnya pada pukul 03.30 wib. Artinya, dia akan melaksanakan serangkaian amanah rumah tangga. Dimulai dengan mencuci pakaian dan meninggalkannya di mesin cuci. Berikutnya, dia akan sibuk dengan persiapan sarapan, bekal makan siang dan mencuci perabot dapur. Setelah selesai pada bagian pertama, Hanna menunaikan kewajibannya sebagai muslimah sementara suami dan anak lelakinya berangkat ke Masjid depan komplek perumahan mereka. Selesai dengan urusan mencuci baju, Hanna akan menjemurnya di belakang rumah dan memastikan semua cuciannya berada dibawah pelindung kanopi yang bila hujan datang, pakaian-pakaiannya aman. Beralih ke dapur, Hanna menyiapkan bekal makan siang mereka sesuai pesanan masing-masing. Menu bekal makan hari ini adalah  nasi, ayam kecap dan capcai. Sedangkan permintaan kedua anaknya adalah roti isi daging asap dan susu kotak serta buah melon. Hana sendiri membuat bekal sama dengan sang suami. Anak-anak dibangunkan oleh sang ayah dan mereka bersiap untuk berangkat, sedangkan Hanna segera membersekan semua perangkat yang masih terserak didapur dan bergegas menyiapkan diri untuk berangkat kerja. 

Semua berjalan seperti biasa. Yang tidak baisa adalah peran setiap anggota keluarga yang memiliki tanggun jawab sesuai porsi masing-masing. Hanna sendiri bersyukur bila suami dan anak-anaknya tidak menunjukkan "masa;lah" yang terkait perlengkapan pakaian atau buku-buku sekolah. Mereka pun berangkat pukul 06.30 wib untuk mengantar si sulung dan adiknya di sekolah yang sama. Sedangkan Hanna dan suami selanjutnya meneruskan langkah mereka ke tempat kerja masing-masing. Hari yang sibuk karena sang manager rumah tangga memiliki tanggung jawab di luar rumah dengan tetap mendapat izin dari suami tercinta. Hanna akan kembali ke dunianya bersama keluarga kecilnya dan menapaki setiap harinya dengan warna cerah yang membahagiakan.

Cerita pendek #11 Amanah

PINJAM SEBENTAR SAJA 

https://www.istockphoto.com/id/foto/tampilan-atas-barang-barang-kantor-dengan-laptop-wireless-mouse-kalkulator-cangkir-gm647123118-117383375

Pesan masuk di hari jum'at pagi ini pukul 08.34 wib via Whatsapp personal yang isinya peminjaman perangkat keras yang bernama komputer jinjing membuat indera penglihatan Rida memebesar sesaat dan bergumam, "Akhirnya bisa juga memanfaatkan fasilitas perusahaan", tetapi sedetik kemudian, netranya menangkap kata kata kunci yang membuatnya berpikir keras, "hanya sampai dia ada laptop". "Ehmmm, kapan ya aku bisa beli laptop bekas? Kalau pinjam uang, rasanya gak bisa bayar cicilannya. Tapi paling gak aku gak minder kalau harus presentasi produk ke calon calon klien." Semoga rezeki ini akan memberi kemudahan aku dalam bekerja. Mendapat kebaikan seperti ini mernurutnya tidak boleh disia-siakan, ini adalah amanah yang harus dijaga fisiknya dan digunakan sesuai kepentingannya. 

Rida pun bersiap memulai kerja hari jum'at ini dengan megikuti pengajian pagi diiringi dengan memyimak ceramah seorang ustadz yang diundang HRD. Rida pun mendapat pencerahan dari isi pesan yang disampaikan penceramah. Intinya, siapapun kita bila pekerjaan itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan maka jadikanlah dia amanah, apalagi kita diberikan kepercayaan menggunakan fasilitas perusahaan. Mari kita biasakan berperilaku Ikhsan. Artinya, di manapun kita berada maka yang akan melihat kita adalah Allah SWT bukan atasan atau kata lainnya manusia. Karena di sanalah kita diuji, baik kejujurannya, dan kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan. Dalam benak Rida, apa yang disampaikan pak ustadz memang yang seharusnya dia lakukan.

Bekerja, menyelesaikan rangkaian tugas adalah keseharian pegawai. Begitupun dengan Rida. Walau dia hanya pegawai biasa, tetapi perannya juga dihitung sebagai kinerja profesional yang balasannya diberikan dalam bentuk gaji bulanan dan bonus.  Sementara fasilitas yang dia dapatkan di tahun keduanya bekerja adalah "buah" dari kerja kerasnya dan pembuktian profesinya sebagai pegawai bagian akuntansi. Hari beranjak siang dan Rida sudah menyiapkan alat tempur untuk dibawa pada pertemuan klien. Dia mendapat tugas mendampingi ibu manager yang akan mempresentasikan produk serta kerja sama layanan masyarakat dengan kementrian Perindustrian. Rida ditugaskan sebagai notulen dan itu membutuhkan perangkat teknologi yang memadai.

 

Selasa, 03 Februari 2026

Kuliner #1 Sugeng Rawuh

 AYAM KREMES MBOK KENCUR


Ayam Kremes Mbok Kencur PGC_04022026

Dari nama dan tampilan brandnya ini adalah khas tempat kuliner jawa; Ayam kremes Mbok Kencur yang cita rasanya pasti berbau kencur. Kukira ada seblak ternyata gagal fokus. Tidak semua makanan yang berbau kencur itu juga harus seblak. Padahal jelas jelas nama makanannya Ayam Kremes. 


2026 #6 Moment

FALSE CELEBRATION

BHIS 04022026

Pagi yang kuawali hari ini adalah pagi yang akan menuntunku menjelajahi petualangan hidup nyata. Bangun pagi dan tugas domestik bagian pertama terlewati dengan hiruk pikuk mempersiapkan anggota keluarga yang akan beraktifitas baik ke lembaga pendidikan juga ke tempat kerja. Sukses bagian pertama mengantarkan anak-anak sekolah dengan selamat membuat aku kembali bersiap untuk menyelesaikan perjalanan transportasi menuju lokasi klien yang berjarak sekitar 20 km. Agenda hari ini adalah menyelaraskan tujuan pembelajaran bersama agar kami dapat beriringan dan saling memberi dukungan untuk mencapai akhir yang baik. 

Tiba di lokasi yang dituju, aku langsung membuka aplikasi note dan mencatat poin-poin penting agar info disajikan dapat sampai dengan utuh dan jelas.  Di sisi lain, aku pun memutuskan untuk mengadakan "False Celebration" selama 10 menit untuk memberikan ruang peserta menyampaikan pencapaian mereka, megakui kekurangan dan menghargai proses serta usaha yang telah dilewati setelah enam bulan. Setiap peserta mendapat porsi waktu untuk mencurahkan apa yang mereka rasa dan raih serta apa saja yang mereka usahakan untuk rentang waktu enam bulan ke depan. Dari sisi aku sebagai fasilitator pun, aku menyampaikan evaluasi umum terhadap pencapaian mereka dan mengingatkan kembali apa yang telah tersampaikan terkait capaian semester satu. Reorientasi target pembelajaran ini akan dilanjutkan ke dalam bahasan bahasan lain yang fokusnya adalah CL, CI dan CM.

Selama pelatihan berlangsung, aku bisa menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan masukan peserta tentang materi, mengingatkan kembali target sebelumnya dan menyampaikan ulang bahasan umum semua topik di semester ini. Setelah sesi False Celebration rampung, aku menerima special guest yang memantau, mengamatiku menjelaskan dua topik bahasan yang aku selaraskan dengan kegiatan memicu peserta untuk memberikan contoh-contoh berdasarkan pengalaman di kelas mereka. Aku sendiri merasa percaya diri diamato oleh beliau dan sepertinya semua yang hadir tidak terganggu. Apalagi, beliau mendokumentasikan apa yang aku sampaikan sepanjang pelatihan. Rasanya tidak berbebani ketika beliau memperhatikan apa yang kubicarakan dan menuliskannya secara daring via teknologi, sehingga peserta dapat melihat kembali ungkapan-ungkapan bahasa yang aku contohkan di layar TV. Yang menarik dan berkesan dari pertemuan "istimewa" ini adalah pemaran beliau yang menarik untuk kegiatan- kegiatan berikutnya.

Salah satu bagian yang menarik adalah masukan untuk guru dan juga untuk aku sebagai fasilitator. Peserta diarahkan untuk menjawab pertanyaan seputar  topik yang sedang dibahas, atau fasilitator memberikan beberapa situasi dan setiap orang memberikan model jawaban. Di sisi lain, fasilitator bisa meminta peserta untuk menulis jawaban atau respon atau ungkapan bahasa dari situasi atau pertanyaan yang diberikan. Selanjutnya hasil yang mereka buat ditempelkan pada topik dalam modul masing-masing. Masukan positif beliau aku tangkap sebagai umpan berkelas karena setelah hari ini, aku akan merancang seperti apa yang bisa dilakukan di pertemuan berikutnya. Tidak ada perasan tersinggung apalagi marah, yang ada ungkapan bahagia karena yang tersampaikan buka sekedar masukan tetapi kesempatan lain untuk mencapai tujuan yang sama. Terlebih lagi, cara beliau mengungkapkan semua hal di atas adalah profesionalisme sebagai bagian dari monitoring checklist yang elegan dan santun sehingga aku yang menerimanya pun senang dan menjadikannya motivasi untuk berbagi lebih baik di waktu yang akan datang.

Bersyukur dan yakin bila Allah SWT, memberikan warna hidup seperti pelangi dengan ciri khasnya masing-masing. Sehari sebelumnya aku tersentil karena sesuatu yang kupikir bisa disajikan dengan cara yang lebih baik, tetapi hari ini aku mendapatkan sesuatu di luar kendali "out of the box"; kehadiran staf management tidak terencana dan memberikan saran saran baik untuk pelatihan ke depannya. There's always a silver lining", ikhlas menerima sandungan dan yakin bila kuta memiliki niat baik, bersungguh sungguh memperbaikinya dan terus menerus meningkatkan mutunya maka Allah SWT pasti memberi jalan kebaikan yang lain. "Trust me it works!"


 

 

Legowo #3 Nama Pilihan

 DIA YANG TERPILIH

https://ecentral.my/nama-anak-perempuan-dalam-islam/

"Bang, aku mau usul nama buat anak kita, boleh ya?


2026 #5 Warisan

 JEJAK ITU KEBAIKAN

https://red-joss.com/jejak-kebaikan/

Hidup yang kita jalani hari ini adalah tumpukan cerita berangkai yang akan menjadi bekal kebaikan di akhirat kelak. Syukur jika jejak itu memberi dampak, baik secara langsung atau tidak langsung oleh penerima manfaat. 

"Tugas ibu adalah mengajar saja ya, kalau ada pertanyaan, permintaan atau hal yang lain nanti bisa disesuaikan. Ibu bisa hubung Risdebang jika berhubungan dgn materi dan ke PJ program kalau berkaitan dengan administrasi" (30 Sept. 2025)

Hari ini, 3 Pebruari 2026 di sore yang bertabur hujan terjadi lagi sesuatu ya membuat hati *Freeze* sesaat setelah pesan WA dari salah satu ST yang terbaca. Mungkin cara beliau yang mengoreksi materi yang harus diberikan dan informasi *lama* yang aku pegang.

Sebagai pribadi yang mengaku profesional, jujur, aku tersentil dengan ungkapan dengan nada tinggi,  "Ms. Ikuti materi yang sudah dilampirkan di link saja."  Sementara itu aku bertanya dalam hati, beliau ini tahu gak sih jika yang buat materinya itu aku. Lanjut, beliaupun menginfokan bila materinya berputar di bagian bagian yang serupa sehingga para peserta pelatihan merasa mereka tidak mengalami kemajuan dalam hal kemampuan berkomunikasi ketika mengajar. Sememtara, Aku sendiri masih berpatokan pada dua hal: Pertama hasil pengamatan sehari sebelumnya  dan materi yang kupahami harus sesuai dengan arahan sebelumnya" aku memutuskan utk mendiskusikan keduanya karena ada bagian yang bisa dibicarakan didiskusikan dan kemudian akan dipandu di sesi praktek. 

Sedikit terkejut karena sepertinya aku dianggap "tidak mengikuti alur" dan memang sepertinya aku yang melakukan kesalahan. Kesalahan ku karena tidak mengikuti jadwal tayang bahasan dalam link. Setelah aku klarifikasi alasannya, akupun segera menyatakan akan mengikuti alur yang sudah *diperbarui* tanpa mengusik keinginan terbeasrku untuk menjelaskan sejarah di belakangnya. Aku harus memahami kembaĺi bila posisi aku terbatas sebagai penyampai materi bukan mengatur alur yang sudah diputuskan tim walau sejujurnya, ada "missing info" di sana. 

Apapun yang aku terima hari ini dan bagaimanapun situasi yang terjadi di lapangan, masukan atau kritikan para peserta menjadi hal positif yang menurut "Ibu Septi Peni" adalah bagian untuk terus mengasah keterampilan mengajar dan menjadi peluang kebaikan untuk memperbaikinya. 

Awalnya berat karena permintaan itu bersasarkan keluhan yang tersampaikan. Tetapi sesungguhnya yang terjadi adalah bagaimana merespon peristiwa tersebut dengan cara profesional. Kejutan yang rasanya langsung masuk ke hati dan kesadaran diri bila apa yang diamanahkan itulah yang harus diselesaikan sedangkan isinya silakan mengaturnya sendiri. Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, dan kejadian sore ini cukup mengingatkan ku untuk kembali pada Sadar diri, sadar posisi dan sadar batasan. Bisa jadi yang beliau alami berat karena masukan itu datang sebagai kritikan pedas.

Aku sendiri sebagai fasilitator berusaha menempatkan diri dan terus menggali potensi mana yang dapat dijadikan kajian atau diskusi yang merambah ke bagian unjuk kerja sehingga hasilnya dapat  terlihat dalam jangka waktu singkat. Keinginan kuat untuk membantu melengkapi bagian yang kurang lima tahun yang lalu sudah terpenuhi 80%. Bukan untuk dipamerkan sebagai keberhasilan pribadi dan bukan pula untuk diakui sebagai sebuah daya ungkit yang mendatangkan sanjungan. Apa yang sudah terpenuhi adalah bagian perjuanganku untuk memberikan layanan pelatihan standar. Karena sependek pemahamanku, satu program pelatihan harus dilengkapi dengan materi ajar dalam bentuk cetak. Bila nanti isi materi tersebut dilengkapi, direvisi, atau malah diganti tentunya aku pasrahkan pada tim. Yang kuinginkan adalah adanya jejak langkah yang jelas bila program yang baik akan memberikan bekas jejak kaki yang baik pula.

Bila yang sudah aku rampungkan ini memberi manfaat, semoga menjadi bekal kebaikanku di akhirat kelak. Betapa bahagiannya jika mereka yang sudah mengikuti proses pelatihan sudah mampu mengaplikasikannya di kelas. Kesimpulannya, tidak ada yang perlu disalahkan, aku sendiri berusaha menguasai hati agar terjaga emosiku dan tetap tenang ketika menanggapi kejadian hari ini. Sepeeti peoatah, Practice makes perfect itu memang benar adanya, karena dengan aneka lika liku kejutan serta pengalaman di lapangan akan menunjukan seberapa kokoh seseorang bertahan menyelami realitas kerja sesungguhnya. 

Kesehatan #1 Terapi Toxic

TERAPI   AL FASHDU Fashdu_08022026 Sehat itu mahal. Mulai dari biaya konsultasi, pembelian obat atau cek darah. Belum lagi bila penyakit itu...