Senin, 23 Februari 2026

Ramadhan #6 Lagkah maju

 KESEMPATAN ITU PASTI DATANG

Pengumuman seleksi calon pengurus IPM SMAM 12-23022026

Notifikasi masuk via aplikasi Whatsapp kemarin Senin, 23 Pebruari 2026 pada pukul 14.16 wib,  membuat hati saya sebagai ibu tergetar sesaat dan merasakan kebahagiaan tersendiri karena kabar itu membuat hati saya melambung tinggi, seperti sedang terbang mengelilingi tempat yang indah. Kabar tentang lolos seleksi pemilihan pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) tahap 1 merupakan kabar lain yang tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya sebagai orang tua. Harapan saya diawal mendaftarkannya di sekolah berbasis keagamaan adalah membantunya berada di lingkungan yang akan senantiasa menggerakkan amalan ibadah dan kebaikan lain. Tetapi kemarin, membuktikan bila 


Minggu, 22 Februari 2026

Ramadhan #5 Bila Tiba

LEWAT MESIN WAKTU

Baginda Siregar


Bila tiba-Ungu

Padamu Kubersujud - Afgan

Ramadhan #4 Target

 BIARKAN BUKU ITU MATI

NGS_Foundation English for Nurse, Midwife and Medical profession

Judul tulisan ini bukan bermaksud memberikan kesan negatif pada para penerima manfaatnya. Ungkapan "Biarkan buku itu mati" adalah kiasan yang disampaikan penyusun materi untuk memberikan ruang terbuka pada para fasilitator (pengajar) untuk mengembangkan topik-topik di setiap babnya. Kalaupun pihak lain ingin menyalin dan menggunakan untuk kepentingan mereka sendiri pun sepertinya akan menemui kesulitan karena memang modul-modul yang tersusun sengaja dibuat dalam template yang sama dan bahsan yang tidak rinci. Para pengajar diberikan pelatihan, pendampingan dan pengawasan dalam pelaksanaannya sehari-hari di kelas. Jika mereka menemui kesulitan tentang topik bahasan tertentu maka ruang diskusi terbuka untuk mereka. Salah satu program tersebut masuk dalam kelompok English for Occupational Purposes. Walaupun, kritik, saran serta masukan tetap datang silih berganti dan saya pun menerimanya sebagai umpan balik yang produktif tetap saja betuk dan tampilan serta isinya tidak berubah. 

Kalau mengingat kembali masa lalu, selalu ada saja ungkapan kata yang terlintas dalam benak, dan itu membekas hingga hari ini. Hari di mana motivasi kerja semakin menurun bukan karena tidak ada yang bisa dikerjakan malahan banyak ide yang berseliweran di kepala tetapi karena posisi saat ini yang berbatas dengan kontrak kerja baru. Terngiang-ngiang masukan, kritik,saran hingga rencana revisi besar-besaran agar program pelatihan menjadi dinamis dan berkualitas yang naik level hingga komposisinya dapat besaing dan dipertangung jawabkan hingga para pengguna mendapatkan manfaat nyata. Ungkapan yanag masih berbekas dan tertanam di alam bawah sadar saya adalah kalimat ajakan sederhana yang sebenarnya memiliki simpanan harta karun di dalamnya yang bila kita mampu mengelolanya maka kita akan melalui prosesnya dengan berujung pada kesuksesan di dunia kerja dan dunia usaha serta pendidikan. 

Seiring waktu berjalan, maka penyusunan bahan ajar bahasa Inggris untuk dunia kerjapun terlaksana lebih dari enam belas tahun. Berawal dari pemenuhan paket pembelajaran bahasa Inggris untik para tenaga medis - perawat - yang harus memiliki daya saing      internasional baik dalam keterampilan medis pun keterampilan lunak seperti interaksi komunikasi dan melek teknologi. Karena hubungan interaksi antara pekerja -Nakes- dan kliennya maka bahasa menjadi ketrerampilan yang harus dikuasai dengan baik. Modul-modul yang tersusun pun disesuaikan dengan kebutuhan dasar berbahasa terutama pada kemampuan berbicara, kemudian menyimak, membaca dan menulis. Dari target yang sudah ditentukan di setiap levelnya maka materi ajar yang dirampungkan ada pada enam level.

Level Foundation dan Basic adalah dua Kelompok belajar utama yang harus diikuti oleh para peserta didik.  Keduanya bermuara pada terlatihnya kepercayaan diri dan lancarnya berhasa Inggris sederhana dalam topik bahasan sehari-hari. Sedangkan level Pre-Intermediate membahas topik-topik prosedur medis (keperawatan/kebidanan) yang dilaksanakan sehari-hari. Kemudian level Intermediate memperdalam kemampuan berbicara dalam lingkup interview atau tanya jawab sesuai dengan topik bahasan di setiap bab. Di akhir  Untuk Level Pre Advanced diarahkan untuk kemampuan menulis dokumentasi Keperawatan (Nursing proses) dan juga mengadakan penelitian sederhana dengan mengangkat sebuah kasus kesehatan di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar. Pengalaman ini akan memberikan sedikit bekal bagi mereka ketika menyusun tugas akhir. Dan level pamungkas yang ada pada program HELP (Healthcare Language Program) ini adalah melatih peserta didik untuk langsung menerapkan bahasa Inggris dan keterampilan keperawatan mereka di kehidupan medis baik situasinya di klinik atau Rumah sakit.                     

Kekuatan pengajaran baik metoddan teknik penyampaian adalah poin kunci keberhasilan program EOP tersebut. Pelatihan berjenjang, Peer mentoring, supervisi dan evaluasi menjadi paket terpadu untuk memberikan jaminan baik terhadap proses belajar dan mengajar. Kesan diawal memang terlihat sulit dan menantang karena kosa kata yang kental dengan kata-kata akademik medis, tetapi bila diintegrasikan dengan pelatihan, pengajaran serta rangkaian monitoring dan evaluasi, setiap  hambatan dapat teratasi karena kerja tim dan kesuksesan sebuah program berdasarkan kesuksesan kelompok yang dinamis. Buku itu menjadi mati tetapi bagi para fasilitator yang terlibat di dalamnya akan dipandu dan berjalan bersama hingga mencapai dampak yang diharapkan diakhir; terserapnya tenaga lulusan medis yang memiliki kemampuan ilmu terapan serta keterampilan lunak seperti bahasa Inggris, mampu bersaing dalam dunia internasional. Semoga Tercapai.

Sabtu, 21 Februari 2026

Ramadhan #3 Kenangan

 WAJAH ITU

Alm Fithra Ramadhan_27071980

Bila waktu tlah memanggil.....teman sejati hanyalah amal. Bila waktu tlah terhenti...teman sejati tinggallah....sepi.... Opik-Bila Waktu Tlah Berakhir

"Dri, kok kamu di sini? Kamu kan udah meninggal! Kenapa muncul di rumah ini?" "Gue ke sini mau nengok rumah aja". "Kamu baik baik aja kan di sana? (alam kubur-red), Tanyaku membuat dia tersenyum seperti memperlihatkan kebahagiaan wajahnya yang memang putih serta matanya yang sipit menunjukkan berseri-seri. "Sekarang gue udah jadi orang baik", pungkasnya seraya pergi meninggalkan rumah orang tua kami.

Satu penggalan mimpi yang terjadi beberapa tahun lalu mengusikku ketika secara tidak sengaja aku menemukan satu tempat ijazah SD yang di dalamnya berisi beberapa dokumen penting almarhum. Mulai dari Ijazah SD, Raportnya, Ijazah SMP beserta raportnya juga beberapa lembar piagam dari kegiatan-kegiatan sekolahnya dahulu. Pertama kali aku lihat dan ambil adalah buku laporan belajar yang kudapati sebuah photo di halaman pertamanya. Photo anak laki-laki kecil yang imut dan memberikan kesan lain saat bersamanya. 

Nama adikku yang kelima itu adalah Andri Fithra Ramadhan, hanya saja bapakku lupa mencantumkan nama pertamanya di akte kelahiran. Jadilah nama resmi di raport, pun ijazah "Fithra Ramadhan". Adikku lahir di bulan Ramadhan, saat itu bulan Juli tanggal 27 1980. Lahir normal dan memiliki ciri khas sendiri yaitu berkulit putih serta bermata sipit seperti keturunan orang Cina. Saat masuk sekolah dasarpun, teman-temannya lebih suka memanggilnya acong, walaupun awalnya dia marah tidak terima namanya Andri jadi Acong. Tetapi seiring berjalannya waktu dia menikmatinya. 

Walaupun, perjalanan hidupnya di dunia saat itu penuh liku dan tersandung beberapa kali masalah di sekolah, tetapi bapakku tidak pernah menjadikan dia anak terburuk. Beliau selalu mengawal putranya ketika masalah datang satu persatu. Ketika di bangku kelas 7, Ibu Teo-Walas SMPN 97 pernah memanggil bapakku, ibu walas sempat berkomentar, "Saya pikir orang tua Fithra adalah seorang pemulung karena Fithra sendiri penampilannya jauh dari kata rapi dan bersih. Tetapi ayahnya malah sebaliknya; rapi, sopan dan terlihat sebagai pegawai kantoran", kami yang mendengarnyapun hanya bisa menahan nafas dan memandang jika adikku  ini memang berbeda dari yang lain. 

Selain kenangan itu, ada kenangan lain tentang almarhum. Tetangga kontrakanku dahulu senantiasa bercerita bila Acong itu anak baik, ramah, suka menolong dan suka berbagi. Aku sendiri sempat termenung, karena tetanggaku menyampaikan bila adikku adalah orang yang mudah dimintai tolong, terutama bila teman-temnannya membutuhkan pinjaman uang. Sedangkan menurutku selama kami dulu berinteraksi, dia lebih banyak diam dan memilih mengajak keponakan-keponakannya jalan-jalan dan membelikan mereka es Campina. Baik menurut sebagian orang bisa jadi tidfak sama persepsinya dengan sebagian yang lain. Paling tidak ada bagian kenangan yang aku dapatkan sebuah kebaikan dari dirinya saat itu.

Satu potongan kalimat yang dia pernah lontarkan ketika balita,"Ma, katanya kita orang kaya. Kita punya telpon rumah, trus kita bisa teleponan ke orang lain. Tapi kita kok gak punya jam yang di atas dinding?" Pernyataan di luar perkiraan mamaku saat itu adalah kejeliannya menyampaikan apa yang dia rasakan. Jam dinding adalah penanda waktu yang biasanya ada di setiap rumah, di pajang di dinding. Kebetulan kami memang tidak memilikinya, karena bukan menjadi prioritas. Biasanya mama akan memeriksa waktu lewat jam tangan bapak yang disimpan di laci pakaian. 

Dialah almarhum adikku yang meninggal 15 tahun yang lalu pada saat hari keenam idul Fitri-1432H. Di saat terakhir hidupnya, almarhum meminta bapak menuntun sholat dhuhur dalam  satu ruangan IGD RS Cipto MangunKusumo saat menunggu kamar. Tidak disangka, bapak yang telah menuntunnya sholat sambil berbarig mengira dia istirahat tertidur karena lelah. Tetapi saat tim medis menghampirinya untuk memeriksa kondisinya, takdir berkata lain. Allah SWT sayang padanya dan memanggilnya untuk kembali kepangkuanNya. Semoga Allah SWT memberikan kasih sayangNya untuk adikku tercinta. 

Jumat, 20 Februari 2026

Ramadhan #2 Kurikulum Keluarga Al-Qur'an

 

HARAPAN RAMADHAN 1447H
https://quran.nu.or.id/ali-imran/17

Memasuki puasa di hari kedua, Jum'at, 20 Pebruari 2026 terasa berbeda bagi saya dan anak karena malam Jum'at lalu adalah malam kedua Ramadhan bagi saya dan kami sepakat memilih Masjid Baiturrahman sebagai tempat melaksanakan sholat Isya dan Tarawih. Rasanya luar biasa malam itu saya kembali menikmati ibadah sholat berjamaah di bulan yang mulia. Kenangan malam kemarin yang berkesan itu pun mengingatkan saya pada masa-masa muda sekolah yang saat itu ada kegiatan lain yang harus ditunaikan demi mendapat nilai baik untuk kepentingan pendidikan.

Pengalaman lain yang membekas dalam pikiran saya adalah ceramah yang disampaikna oleh Ust. Dr. Ahmad Zain Sartono MA tentang Kurikulum Keluarga di bulan Ramadhan. "Semoga kalian menjadi orang-orang bertaqwa", Taqwa yang dibangun dalam keluarga harmonis. Seperti yang beliau jelaskan dalam Qur'an Surat Ali Imran: 17 Ramadahn ibaratnya bulan latihan yang memberikan lima mata ajar yaitu  kesabaran, kejujuran, komitmen, kemauan berbagi dan keinsyafan pada Allah SWT atau Istighfar. Kelima ini adalah modal orang tua dan para pendidik menjadi mata ajar karakter kita sebagai muslim. Dari lima tema diatas, Allah  hadirkan untuk kita latihkan selama Ramadhan yang nanti akan melahirkan lima karekter lainnya dalam keluarga harmonis seperti tertera dalam Ali Imran 134-135.

Belajar dari Ramadhan, dalam keluarga itu yang pertama adalah  mau berbagi di kala lapang dan sempit. seperti berbagi cerita, berbagi nasehat di antara sesama anggota keluarga. Kedua, mampu menahan emosi. Menahan emosi seperti marah, kecewa, sedih, bahagia. Ketiga, berusaha memaafkan orang lain. Jika bila memiliki masalah, maka hilangkan dendam, maka kata kunci dendam adalah sefera beristighfar kemudian tidak terpancing emosi, tidak ada dendam dan memaafkan adalah yang terbaik. Keempat, memperbanyak berdzikr kepada Allah SWT. Pencitraan suasana Ramadhan adalah tempat kondusif dan yang kelima adalah berusaha perbanyak Istighar di waktu waktu diijabahnya do'a.

Kesimpulannya, ada 5K yang tertera pada surat 3:17 dan terimplementasi membangun keluarga harmonis dengan lima hal juga atau 6M pada surat 3:134-35. Mudah-mudahan kita sukses menjalankannya dengan baik dan menjadikan keluarga kita  ketaqwaan Sakinah Mawaddah wa Rahmah. 

Ramadhan #1 Bersama Keluarga

 RAMADHAN DAN KELUARGA

https://id.pngtree.com/freepng/ramadan-sahur-and-iftar-doa-with-family-or-berdoa-sebelum-buka-dan-bersama-keluarga_7362240.html

Ramadhan 1447H adalah Ramadhan kesekian kalinya untuk saya dan keluarga. Selama lebih dari 20 tahun pernikahan, kami menjalankannya bersama. Semua tinggal dan berkumpul bersama; sahur dan berbuka bersama. Sejatinya, kebersamaan itu juga diwarnai dengan amalan-amalan yang produktif yang ujungnya adalah keridhaan Allah SWT. Anak adalah ibadah, momentum mendekatkan semua anggota keluarga untuk menggapai seperti yang disamp[aikan dalam Q.S. Al-Baqoroh:183; semoga kalian menjadi orang-orand beriman. Inilah peluang emas yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin, menggumpulkan kepingan-kepingan ibadah yang dikerjakan bersama. Akhirnya kita bisa dipertemukan  kembali dalam syurga bersama keluarga-keluarga muslim sedunia.

Walaupun ada perbedaan kapan mulainya hari pertama, Alhamdulillah kedua anak saya memilih memulainya di tanggal 18 Februari 2026. Saya sebagai ibu, tetap mendukung motivasi mereka untuk mendahului kami yang akan berpuasa pertama di hari berikutnya. Semangat serta motivasi mereka, anak kedua dan bungsu, mendorong saya untuk memberikan fasilitas terbaik dengan membangun kondisi yang mendukung, menghidangkan suguhan sahur dan berbuka sesuai permintaan mereka dan mengunfatkan mereka untuk tetap mengerjakan sholat lima waktu. 

Lain ladang, lain belalang. Lain lagi cerita Ramadhan yang kami jalani di hari pertama. Semua rencana sudah saya sematkan dalam pikiran dan disusun secaral verbal. Target mengkhatamkan membca qur'an sebanyak dua kali, puasa penuh waktu selama satu bulan, berangkat sholat tarawih ke masjid Baiturrahman Jati Asih serta berinfaq dalam bentuk materi ataupun makanan. Semuanya memang rencana yang akan saya dan anak saya yang bungsu kerjakan. Dia yang paling besar motivasinya untuk sholat tarawih di masjid dan memilih masjid Baiturrahman sebagai tempat untuk kami beribadah karena suasana yang nyaman dan tenang selama menjalankannya dan plusnya adalah siraman rohani atau ilmu ilmu islam yang cocok dengan kondisi saya saat ini. 

Semoga niat, rencana dan langkah yang sudah saya susun dapat dikerjakan satu persatu dengan menjaga hati untuk menjalankannya sepenuh hati. Walaupun secara ekonimi, saya pun harus mampu mengatur keuangan selama memnuhi kebutuhan pangan keluarga, semoga Allah memberi jalan kemudahan rezeki tambahan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat karena ingin mengukir prestasi Ramadhan tahun ini dengan lebih baik. Aamiin.

Minggu, 15 Februari 2026

Peristiwa #7 Matang

I MAY NOT BE A SPRING CHICKEN, BUT AT LEAST I'M STILL KICKING

https://www.lovethispic.com/image/246157/i-may-not-be-a-spring-chicken-but-i-am-still-kickin


Ternyata menjadi MATANG dalam hal usia itu mulai menemukan ketidaknyamanan. Sebagai seorang tenaga kerja di bidang pendidikan, saya senantiasa memposisikan dirinya sebagai seorang yang bersungguh-sungguh menjadi profesional dan mengukir prestasi yang membuat bangga peserta didiknya. Bertambahnya usia sejatinya tidak memudarkan semangat serta motivasi untuk terus bekerja dan berkarya untuk membagikan ilmunya dan tetap berkibar sebanding dengan rentang jam terbangnya yang tinggi. Semenjak masa sekolah tingkat atas dianjut masa menimba ilmu di perguruan tinggi memupuk rasa cinta pada dunia pendidikan dan meniti karir mulai dari level anak, remaja, dewasa sampai pada pelatihan keterampilan bebrbahasa asing secara khusus (ESP). Dalam rangkaian gerbong kereta, ada kalanya menuntut saya untuk bekerja sambil berlari seperti "Argo Bromo" yang harus sampai pada tujuannya dalam waktu singkat dengan tetap memenuhi standar baku yang telah disepakati diawal.

Dihitung-hitung, sepertinya perjalanan kerja saya sudah berada di tiitk dua puluh lima tahun. Angka puluhan yang selayaknya menunjukkan indikator prestasi nyata dan berdampak positif bagi penerima manfaatnya. Motivasi dan semangat untuk naik tingkat menjadi teman sejati. Jika dulu diawal kerja tujuan pertamanya adalah "Yang penting ada materinya" dan disusun bertahap dan bentuknya "hands-out" yang diperbanyak sebelum kelas dimulai. Kenangan itu masih terus terpatri dalam ingatan saya di mana pengalaman tersebut menjadi bagian dari hari-hari kami mengejar target materi setiap minggu. Tim yang terkait saat itu adalah Mr. Hanri Basel sebagai Penanggung jawab Akedemik, serta Mr. Wiyono sebagai Peanggung jawab setting atau layout materi yangtelah saya susun. Bisa dibayangkan bila kelas yang berjalan satu minggu sekali maka tiga hari sebelum pertemuan kelas, saya harus menyerahkan tulisan dalam bentuk MS Word untuk di setting beserta ilustrasinya kepada Mr. Wiyono dan siang hari sebelum mahasiswa masuk kelas, sang OB akan cepat memperbanyak lembaran materi tersebut di tempat Photo Copy terdekat. Semangat 45 kami yang sedang ditantang dalam kerja tim membungkus kesuksesan program pelatihan bahasa Inggris dengan lika liku hambatan yang mengikuti.

Beberapa waktu berselang, satu demi satu level belajar di program yang saya geluti selesai dengan bahan ajar  dan disertai dengan meningkatnya jumlah siswa yang terdaftar memicu tim untuk segera mencetak semuanya dalam bentuk module dan pastinya baik peserta didik maupun fasilitator nyaman memanfaatkannya dan kamipun bangga bila program kami memiliki buku paket. Kritikan serta saran terus datang secara bergelombang baik terkait penulisan, template penyajian materi serta isi pembahasan. Tidak kurang dari para profesional di bidang kesehatan yang memberikan banyak masukan, seperti Almarhum Mr. Alwi, dr. Asroruddin, Ners Fergus, dr. Nugroho serta Ners Nugi dan Ners Syamsul, Inu Dian dan para dosen yang mendukung terselenggaranya program bahasa Inggris kesehatan dengan memberikan ide-ide dan permintaan materi yang sesuai kekhasan kampus masing masing.  Semakin rinci permintaan para klien semakin besar tantangan saya menaklukkannya. Sampai akhir tahun 2023, saya sudah mampu membantu menyusun materi beserta silabus dan alat evaluasinya. Berlepas banyaknya kekurangan yang harus diperbaiki, paling tidak semua request materi sudah tersedia. 

Saat ini di tahun 2026, usia paruh baya, angka lima puluh tahun sebagai angka "matang" dan jelang lansia, saya harus segera menyadari bila kondisi saya bukan seperti usia muda. Berbagai keluhan fisik mulai menyertai perjalanan kerja sehari-hari. Respon tubuhpun lebih cepat mengalami kelelahan. Ritme kerja yang dulu senang diajak "berlari", saat ini harus disesuaikan kembali agar kinerjanya tetap penuh dan usia matang bisa menjadi indikator bila pengalaman dan jam terbang tinggi memberikan jaminan bila kualitas tetap terjaga. Saya menyadari sepenuhnya bila tahun ini adalah tahun pondasi kedua kerja besar saya untuk mulai lebih banyak berbagi dan melayani serta berani memberikan dan membagikan ilmu secara percuma agar tabungan akhirat saya terkumpul sedikit demi sedikit. Saatnya untuk terus mengasah kemampuan diri dan keterampilan kerja dengan tetap menjaga hati untuk berada di jalur profesional dan tujuan akhirnya adalah Ridha Allah SWT. Usia boleh Matang alias sepuh tetapi Prestasi tetap terukur dan terus mengikuti langkah dalam jejak kebaikan dunia - Janji Saya

Ramadhan #6 Lagkah maju

 KESEMPATAN ITU PASTI DATANG Pengumuman seleksi calon pengurus IPM SMAM 12-23022026 Notifikasi masuk via aplikasi Whatsapp kemarin Senin, 23...