Jumat, 20 Februari 2026

Ramadhan #2 Kurikulum Keluarga Al-Qur'an

 

HARAPAN RAMADHAN 1447H
https://quran.nu.or.id/ali-imran/17

Memasuki puasa di hari kedua, Jum'at, 20 Pebruari 2026 terasa berbeda bagi saya dan anak karena malam Jum'at lalu adalah malam kedua Ramadhan bagi saya dan kami sepakat memilih Masjid Baiturrahman sebagai tempat melaksanakan sholat Isya dan Tarawih. Rasanya luar biasa malam itu saya kembali menikmati ibadah sholat berjamaah di bulan yang mulia. Kenangan malam kemarin yang berkesan itu pun mengingatkan saya pada masa-masa muda sekolah yang saat itu ada kegiatan lain yang harus ditunaikan demi mendapat nilai baik untuk kepentingan pendidikan.

Ramadhan #1 Bersama Keluarga

 RAMADHAN DAN KELUARGA

https://id.pngtree.com/freepng/ramadan-sahur-and-iftar-doa-with-family-or-berdoa-sebelum-buka-dan-bersama-keluarga_7362240.html

Ramadhan 1447H adalah Ramadhan kesekian kalinya untuk saya dan keluarga. Selama lebih dari 20 tahun pernikahan, kami menjalankannya bersama. Semua tinggal dan berkumpul bersama; sahur dan berbuka bersama. Sejatinya, kebersamaan itu juga diwarnai dengan amalan-amalan yang produktif yang ujungnya adalah keridhaan Allah SWT. Anak adalah ibadah, momentum mendekatkan semua anggota keluarga untuk menggapai seperti yang disamp[aikan dalam Q.S. Al-Baqoroh:183; semoga kalian menjadi orang-orand beriman. Inilah peluang emas yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin, menggumpulkan kepingan-kepingan ibadah yang dikerjakan bersama. Akhirnya kita bisa dipertemukan  kembali dalam syurga bersama keluarga-keluarga muslim sedunia.

Walaupun ada perbedaan kapan mulainya hari pertama, Alhamdulillah kedua anak saya memilih memulainya di tanggal 18 Februari 2026. Saya sebagai ibu, tetap mendukung motivasi mereka untuk mendahului kami yang akan berpuasa pertama di hari berikutnya. Semangat serta motivasi mereka, anak kedua dan bungsu, mendorong saya untuk memberikan fasilitas terbaik dengan membangun kondisi yang mendukung, menghidangkan suguhan sahur dan berbuka sesuai permintaan mereka dan mengunfatkan mereka untuk tetap mengerjakan sholat lima waktu. 

Lain ladang, lain belalang. Lain lagi cerita Ramadhan yang kami jalani di hari pertama. Semua rencana sudah saya sematkan dalam pikiran dan disusun secaral verbal. Target mengkhatamkan membca qur'an sebanyak dua kali, puasa penuh waktu selama satu bulan, berangkat sholat tarawih ke masjid Baiturrahman Jati Asih serta berinfaq dalam bentuk materi ataupun makanan. Semuanya memang rencana yang akan saya dan anak saya yang bungsu kerjakan. Dia yang paling besar motivasinya untuk sholat tarawih di masjid dan memilih masjid Baiturrahman sebagai tempat untuk kami beribadah karena suasana yang nyaman dan tenang selama menjalankannya dan plusnya adalah siraman rohani atau ilmu ilmu islam yang cocok dengan kondisi saya saat ini. 

Semoga niat, rencana dan langkah yang sudah saya susun dapat dikerjakan satu persatu dengan menjaga hati untuk menjalankannya sepenuh hati. Walaupun secara ekonimi, saya pun harus mampu mengatur keuangan selama memnuhi kebutuhan pangan keluarga, semoga Allah memberi jalan kemudahan rezeki tambahan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat karena ingin mengukir prestasi Ramadhan tahun ini dengan lebih baik. Aamiin.

Minggu, 15 Februari 2026

Peristiwa #7 Matang

I'M NO LONGER A SPRING CHICKEN
www.facebook.com


Ternyata menjadi tua itu mulai menemukan ketidaknyamanan. Sebagai seorang tenaga kerja di bidang pendidikan, Karmila mencoba memposisikan dirinya sebagai seorang yang bersungguh-sungguh menjadi profesional dan mengukir prestasi yang membuat bangga peserta didiknya. Usia tidak memudarkan pesonanya untuk membagikan ilmunya dan tetap berkibar sebanding dengan rentang jam terbangnya yang tinggi

Peristiwa #6 Tersembunyi

 MELANGKAH DI AWAN

https://share.google/5xRIQhpQ1fJHMic2A

"Mba, aku.mau ke ruang rapat dulu ya, ada yang memanggìl untuk rapat jam 10.00 pagi ini. Uhm.. itu lanjutan rapat minggu kemarin ya bu yang tentang....,"iyyyyup, mba".

Sekelebat pembicaraan singkat yang Rida tangkap sedikit menggugah rasa ingin tahunya karena dia merasa ada yang disembunyikan dari cara menjawab ibu koordinator ruangan produksi kepada salah satu dari mereka. Memotong ucapan Aura -Salah satu staff- yang tidak tuntas menambah buah pikiran Rida. Apa yang akan mereka bicarakan hingga dia pun merasa seperti ditinggalkan. "Rahasiakah itu?, rasanya aku bertambah jauh semakin berjarak dan mulai merasa sesak hingga harus megap-megap menarik nafas panjang agar oksigen dapat masuk ke ruang paru-parunya agar ada sedikit ruang untuk mencari celah tentang apa saja yang sedang berjalan. "Perasaan, makin ke sini makin jauh aja "jaraknya", seperti rahasia yang di jaga rapat dan hanya segelintir orang yang paham dengan kode-kode tertentu.Rasanya percuma mencuri dengar jika akhirnya kembali mereka-reka apa yang sebenarnya sedang terjadi". Rida kembali ke layar laptop di depannya dan menggunakan earphone untuk sekedar mengalihkan perhatian yang lain agar rasa penasarannya tidak tertebak oleh tim lain. 

Sabtu, 14 Februari 2026

Peristiwa #5 Fokus

 KEBAIKAN PASTI AKAN BERMUARA

Ketika Pria Dingin Jatuh Cinta_Fizzo_Bab 8

Potongan isi cerita itu meyadarkan aku pada satu titik yang selama ini yang kucari; tetaplah bekerja profesional sesuai kapasitasmu walau terkadang aku juga bingung mau dibawa ke arah mana jalanku saat ini. Seperti anak yang kehilangan ibunya, seperti penumpang bus yang bingung di mana harus turun. Di sisi lain keinginan untuk terus mengasah keahlian serta mewujudkanya dalam bentuk presentasi publik semakin kuat, karena saya yakin klien akan melihat, mameantau serta mengalami prosesnya dan merekalah yang akan memberikan u,pan balik baik dalam bentuk penghargaan atau evaluasi yang akan menjadi masukan positif seburuk apapun yang mereka sampaiakna,.  

Kamis, 12 Februari 2026

Peristiwa #4 Kembali ke titik 0

 APRESIASI TERTINGGI PELANGGAN: BUKAN DARI YANG LAIN

Latest News_13022026

"Hanya ada satu cara untuk bertahan: Memberi bukti dalam bentuk karya nyata yang dibutuhkan penerima manfaat."

Baru satu jam berita itu terpajang pada status salah satu media sosial tetapi rasa hati bergejolak sesaat setelah membaca beberapa kata yang menguras emosional. Walau hanya sebentar tetapi bayangan usaha keras menyelesaikan target kerja selama rentang dua tahun terakhir plus menjaga nama baik lembaga serta memberikan layanan terbaik agar klien nyaman bukan menjadi indikator prioritas sebuah penghargaan diberikan. Paling tidak, hari ini saya harus membulatkan tekad kembali mumpung di awal tahun 2026 dan memperbaiki niat serta motivasi diri untuk tetap profesional sesuai dengan kapasitas diri. Saya masih ingat curahan hati saya tentang Sadar diri, sadar posisi dan sadar batas yang membingkai hati, pikiran dan gerak agar terjaga dan tetap mampu berjalan sesuai instruksi kerja. 

Masih hangat dalam ingatan saya ketika keinginan terkuat saat itu adalah bagaimana menyusun satu rangkaian modul ajar yang mengawal sebuah program pelatihan agar hasilnya dapat dirasakan dan diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Masih juga terbayang bagaimana interaksi kami dalam tim menyiasati kebutuhan klien dan bagaimana saya berusaha sekeras gunung batu untuk merangkai kepingan-kepingan kecil topik-topik bahasan 

Tidak perlu mengharapkan penghargaan untuk diakui sebagai prestasi kebanggan diri. Saat ini, saya harus memastikan kembali peta kerja saya ke depan. Saya butuh materi dan memiliki ketergantungan pada sebuah lembaga. Di sisi lain posisi saya yang berada di luar jangkauanpun memiliki perlakuan yang berbeda. Saya harus menerimanya sebagai bagian dari sistem kerja. Yang saya kuatkan adalah asahan kemampuan dan keterampilan lain yang akan menjadi representasi dan eksistensi saya dihadapan publik. Walaupun mungkin dianggap kecil dan menjadi pelengkap saja tetap saya harus bangga pada kemampuan mengaktualisasikan diri sendiri membawa self-branding dengan cara memantaskan diri dan memperbarui gaya presentasi sekaligus memberikan warna warni yang menjadi pelengkap performa saya dihadapan publik.

Yang kemarin adalah masa lalu, tidak perlu mengingat ingat hasil kerja dan manfaat bagi penerimanya. Saatnya untuk mandiri melatih, mengasah, mengeksekusi dan diakhir mengevaluasi setiap ide, rencana dan gerak yang tertata baik dan menyeluruh agar yang ditinggalkan nanti akan menjadi jejak kebaikan serta bekal amalan untuk mendapat tiket ridho Allah SWT serta menumpuk amal jariah yang akan diteruskan sampai penerima manfaat kesekian. Salah satu pean seorang sahabat, "Jika kamu ikhlas memberikan banyak kebaikan kepada yang lain, maka jangan pernah mengingatnya kembali". 

Dibalik kejadian hari ini, saya masih memiliki bahagia sendiri. Senang bila peserta mampu unjuk diri, bahagia bila mereka memberikan penghargaan dalam bentuk verbal, bukan sekadar kata terima kasih tetapi ungkapan lain yang menjadi penyemangat diri untuk lanjutkan kerjamu, tingkatkan kemampuanmu dan perbarui cara membuat mereka paham tentang materi yang sudah disajikan. Kata kata indah, istimewa dari mereka adalah penghargaan tertinggi yang saya sanjung sebagai hadiah kepuasan diri karena proses yang dilalui sesuai dengan harapan peserta, cocok dengan yang mereka butuhkan karena tepat saran dan pastinya mereka bisa langsung terapkan di ruang kerja mereka setiap hari. Itulah yang saya sebut penghargaan abadi, penghargaan tanpa tertulis tetapi impactnya terlihat nyata. SHOW THE BEST, YOU WILL BE INSYA ALLAH THE BEST



Peristiwa #3 Alasan

BUKAN KATA TERLAMBAT

Jam sudah menunjukkan 14.42 wib ketika Rinda mendesah pelan. "Sepertinya rapat di dalam ruangan itu belum selesai juga" Rinda suah menduga bila pertemuan hari ini tidak tepat waktu lagi. Sama seperti pertemuan pertemuan ya lalu yang sudah biasa dimulai terlambat dan itu bisa memakan waktu 15 -25 menit. Padahal bila sesuai kontrak belajar,  pelatiham dimulai pukul 14.30 wib. Serba dilematis, jika mereka ditekan untuk disiplin atau tepat waktu maka akan timbul kontra kepentingan karena merekapun harus menyelesaikan kewajiban mereka terlebih dahulu. Di sisi lain, Rinda pun harus menepati waktu kepada klien untuk setiap pertemuannya. "Serba salah, keluh Rinda. "Kita dituntut tepat waktu atau harus sudah berada di area pelatihan 10 menit sebelum kelas mulai. Tapi di sisi lain, mereka yang kita harapkan hadir tepat waktu ternyata senantiasa terlambat karena ada kegiatan lain  yang berurusan dengan pekerjaan." Yang bisa Rinda lakukan hanya menunggu salah satu peserta datang pertama kali untuk membantunya masuk ke ruangan rapat.

Sebagai seorang pengajar atau instruktur bahasa Inggris yang bekerja pada sebuah LPK, Rinda harus mentaati kontraķ yang sudah dia sepakati dan apapu yang terjadi di lapangan, tugas adalah menyampaikan materi selebihnya adalah menjadi perantara kabar atau informasi kepada tim bukan memutuskan sendiri kejadian yang dikeluhkan klien. Fokus sebagai pengampu materi dan melaksanaka6n semua poin penyertanya sudah cukup menandakan dia sudah berada dalam sistem. Walau ada saja yang janggal dan ingin mempertanyakan alasannya, tetapi jawabannya adalah semua sudah diputuskan. Berjalan sendiri sebagai eksekutor dan memastikan bila yang dikerjakan adalah layanan terbaik yang mewakili lembaga. Seperti ada bagian yang kurang, menghilang dari lingkaran kerja Rinda. Satu hal yang harus diembannya saat ini adalah tetap pada kinerja profesional dan mengikuti alur dalam sistem.

Terlambat, kata yang sangat Rinda hindari, karena kata itu yang akan mempengaruhi kinerja seorang karyawan, mempengaruhi proses dan pastinya hasilnya akan berbeda. Sebagai karyawan level baah, jangan pernah ada kata terlambat; ter,ambat datang, terlambat menyelesaikan target atau menyerahkanlaporan kerja. Intinya adalah taat pada aturan kerja dan mengikuti sistem perusahaan, maka paling tidak kita berada di j alur yang benar agar  perstasi kerja dapat terlihatdari kedisiplinan karyawan-karyawannya yang konsisten.

Ramadhan #2 Kurikulum Keluarga Al-Qur'an

  HARAPAN RAMADHAN 1447H https://quran.nu.or.id/ali-imran/17 Memasuki puasa di hari kedua, Jum'at, 20 Pebruari 2026 terasa berbeda bagi ...