Kamis, 12 Februari 2026

Peristiwa #4 Kembali ke titik 0

 APRESIASI TERTINGGI PELANGGAN: BUKAN DARI YANG LAIN

Latest News_13022026

"Hanya ada satu cara untuk bertahan: Memberi bukti dalam bentuk karya nyata yang dibutuhkan penerima manfaat."

Baru satu jam berita itu terpajang pada status salah satu media sosial tetapi rasa hati bergejolak sesaat setelah membaca beberapa kata yang menguras emosional. Walau hanya sebentar tetapi bayangan usaha keras menyelesaikan target kerja selama rentang dua tahun terakhir plus menjaga nama baik lembaga serta memberikan layanan terbaik agar klien nyaman bukan menjadi indikator prioritas sebuah penghargaan diberikan. Paling tidak, hari ini saya harus membulatkan tekad kembali mumpung di awal tahun 2026 dan memperbaiki niat serta motivasi diri untuk tetap profesional sesuai dengan kapasitas diri. Saya masih ingat curahan hati saya tentang Sadar diri, sadar posisi dan sadar batas yang membingkai hati, pikiran dan gerak agar terjaga dan tetap mampu berjalan sesuai instruksi kerja. 

Masih hangat dalam ingatan saya ketika keinginan terkuat saat itu adalah bagaimana menyusun satu rangkaian modul ajar yang mengawal sebuah program pelatihan agar hasilnya dapat dirasakan dan diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Masih juga terbayang bagaimana interaksi kami dalam tim menyiasati kebutuhan klien dan bagaimana saya berusaha sekeras gunung batu untuk merangkai kepingan-kepingan kecil topik-topik bahasan 

Tidak perlu mengharapkan penghargaan untuk diakui sebagai prestasi kebanggan diri. Saat ini, saya harus memastikan kembali peta kerja saya ke depan. Saya butuh materi dan memiliki ketergantungan pada sebuah lembaga. Di sisi lain posisi saya yang berada di luar jangkauanpun memiliki perlakuan yang berbeda. Saya harus menerimanya sebagai bagian dari sistem kerja. Yang saya kuatkan adalah asahan kemampuan dan keterampilan lain yang akan menjadi representasi dan eksistensi saya dihadapan publik. Walaupun mungkin dianggap kecil dan menjadi pelengkap saja tetap saya harus bangga pada kemampuan mengaktualisasikan diri sendiri membawa self-branding dengan cara memantaskan diri dan memperbarui gaya presentasi sekaligus memberikan warna warni yang menjadi pelengkap performa saya dihadapan publik.

Yang kemarin adalah masa lalu, tidak perlu mengingat ingat hasil kerja dan manfaat bagi penerimanya. Saatnya untuk mandiri melatih, mengasah, mengeksekusi dan diakhir mengevaluasi setiap ide, rencana dan gerak yang tertata baik dan menyeluruh agar yang ditinggalkan nanti akan menjadi jejak kebaikan serta bekal amalan untuk mendapat tiket ridho Allah SWT serta menumpuk amal jariah yang akan diteruskan sampai penerima manfaat kesekian. Salah satu pean seorang sahabat, "Jika kamu ikhlas memberikan banyak kebaikan kepada yang lain, maka jangan pernah mengingatnya kembali". 

Dibalik kejadian hari ini, saya masih memiliki bahagia sendiri. Senang bila peserta mampu unjuk diri, bahagia bila mereka memberikan penghargaan dalam bentuk verbal, bukan sekadar kata terima kasih tetapi ungkapan lain yang menjadi penyemangat diri untuk lanjutkan kerjamu, tingkatkan kemampuanmu dan perbarui cara membuat mereka paham tentang materi yang sudah disajikan. Kata kata indah, istimewa dari mereka adalah penghargaan tertinggi yang saya sanjung sebagai hadiah kepuasan diri karena proses yang dilalui sesuai dengan harapan peserta, cocok dengan yang mereka butuhkan karena tepat saran dan pastinya mereka bisa langsung terapkan di ruang kerja mereka setiap hari. Itulah yang saya sebut penghargaan abadi, penghargaan tanpa tertulis tetapi impactnya terlihat nyata. SHOW THE BEST, YOU WILL BE INSYA ALLAH THE BEST



Peristiwa #3 Alasan

BUKAN KATA TERLAMBAT

Jam sudah menunjukkan 14.42 wib ketika Rinda mendesah pelan. "Sepertinya rapat di dalam ruangan itu belum selesai juga" Rinda suah menduga bila pertemuan hari ini tidak tepat waktu lagi. Sama seperti pertemuan pertemuan ya lalu yang sudah biasa dimulai terlambat dan itu bisa memakan waktu 15 -25 menit. Padahal bila sesuai kontrak belajar,  pelatiham dimulai pukul 14.30 wib. Serba dilematis, jika mereka ditekan untuk disiplin atau tepat waktu maka akan timbul kontra kepentingan karena merekapun harus menyelesaikan kewajiban mereka terlebih dahulu. Di sisi lain, Rinda pun harus menepati waktu kepada klien untuk setiap pertemuannya. "Serba salah, keluh Rinda. "Kita dituntut tepat waktu atau harus sudah berada di area pelatihan 10 menit sebelum kelas mulai. Tapi di sisi lain, mereka yang kita harapkan hadir tepat waktu ternyata senantiasa terlambat karena ada kegiatan lain  yang berurusan dengan pekerjaan." Yang bisa Rinda lakukan hanya menunggu salah satu peserta datang pertama kali untuk membantunya masuk ke ruangan rapat.

Sebagai seorang pengajar atau instruktur bahasa Inggris yang bekerja pada sebuah LPK, Rinda harus mentaati kontraķ yang sudah dia sepakati dan apapu yang terjadi di lapangan, tugas adalah menyampaikan materi selebihnya adalah menjadi perantara kabar atau informasi kepada tim bukan memutuskan sendiri kejadian yang dikeluhkan klien. Fokus sebagai pengampu materi dan melaksanaka6n semua poin penyertanya sudah cukup menandakan dia sudah berada dalam sistem. Walau ada saja yang janggal dan ingin mempertanyakan alasannya, tetapi jawabannya adalah semua sudah diputuskan. Berjalan sendiri sebagai eksekutor dan memastikan bila yang dikerjakan adalah layanan terbaik yang mewakili lembaga. Seperti ada bagian yang kurang, menghilang dari lingkaran kerja Rinda. Satu hal yang harus diembannya saat ini adalah tetap pada kinerja profesional dan mengikuti alur dalam sistem.

Terlambat, kata yang sangat Rinda hindari, karena kata itu yang akan mempengaruhi kinerja seorang karyawan, mempengaruhi proses dan pastinya hasilnya akan berbeda. Sebagai karyawan level baah, jangan pernah ada kata terlambat; ter,ambat datang, terlambat menyelesaikan target atau menyerahkanlaporan kerja. Intinya adalah taat pada aturan kerja dan mengikuti sistem perusahaan, maka paling tidak kita berada di j alur yang benar agar  perstasi kerja dapat terlihatdari kedisiplinan karyawan-karyawannya yang konsisten.

Rabu, 11 Februari 2026

Peristiwa #2 Asahan

CELAH LAIN

Teacher's training_11022026

Bagi mereka yang memiliki jam terbang tinggi biasanya terlihat dari caranya yang sibuk mencari terobosan untuk mengulik materi yang disajikan agar terasa berbeda. Apalagi yang dihadapi adalah peserta yang sibuk dan jadwalnya padat merayap. Ditambah waktu pelatihan yang digelar berada pada saat jam lelah diujung hari di mana posisi santai yang dicari karena lebih nyaman untuk beristirahat, menenangkan diri sebelum menutup pekerjaan dan kembali ke rumah dengan  HIgh -energy ending. Bukan karena mereka berada pada kondisi letih tetapi atmosfir selama pelatihan terkadang menjadi pemicu bertambahnya rasa tertekan atau stressful karena kegiatan wajib yang harus diikuti setiap peserta. Di sisi lain, siapapun instrukturnya, maka hal yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana menyajikan materi yang menarik tanpa menghilangkan bagian tujuan yang menjadi sasaran pelatihan.

Ibarat mengolah makanan yang bahan bakunya sama maka proses dan penyajiannya dibuat berbeda tanpa mengurangi cita rasanya. Walaupun topik bahasan sama di setiap  level yang diampu maka kreatifitas menjadi indikator suksesnya keberlangsungan pertemuan tersebut. Olahan makanan yang sudah disiapkan akan memiliki nilai lebih dalam penataannya dalam wadah. Maka dalam presentasi bahasan topik yang  diangkat juga akan berdampak pada penerimaan dan daya serap peserta-pesertanya. Maka pengalaman saya berikut ini membuat kelas yang saya masuki menjadi berwarna, karena ada satu bagian yang saya coba agar proses di kelas berjalan mulus dan dinamis. Yang saya praktekkan adalah kali ketiga dan diterapkan di klien-klien yang berbeda juga.

Pengalaman menjadi instruktur bahasa Inggris memberikan saya banyak pengalaman dan banyak menerapkan kegiatan pemanasan dalam berbagai cara; seperti cheat-chat, word games, movement games, read aloud, story telling atau diskusi kelompok yang penyajian nya dibuat sesederhana mungkin agar dapat menarik perhatian para peserta pelatihan mengingat waktu mulai di sore hari dan dengan tenaga yang tersisa, maka ada dua bagian yang saya sisipi selama mengajar. Selain model-model kegiatan di atas, saya merasa perlu membagikan ungkapa-ungkapn bahasa lain yang memiliki variasi agar peserta memiliki gaya lain ketika menerapkannya. Salah satu contohnya adalah memberikan contoh-contoh idiom; yaitu frasa atau gabungan beberapa kata dengan arti tersendiri yang berbeda, jika diartikan secara harfiah. Tujuannya adalah memperkaya kosa kata peserta pelatihan untuk menyampaikannya dalam bentuk lain. 

Hasil yang saya terapkan berhasil menarik perhatian mereka dan kami mengulangnya dalam model kalimat sesuai denga kondisi. Saya akan memberikan umpan, kemudian memberikan balikan dalam bentuk ungkapan yang berbeda. Contohnya, "You are a busy bee, Mr. Dafit". You work all day long, five days a week" atau contoh lain, "Mr Davit is very busy and work as a teacher. It's his bread and butter". Dua contoh ungkapan idiom itu membantu peserta untuk menggunakannya kembali dan memahaminya bukan perkata, tetapi memiliki arti sendiri. Hasil yang sesuai harapan dan harapan yang diperhitungan dalam perencanaan materi menjadi "Celah" saya untuk mengasah kemampuan sebagai instruktur yang memiliki tujuan yang jelas, meyakinkan peserta bila mereka mampu berbahasa Inggris dengan menggunakan frasa-frasa dalam bentuk idiom. Itu membuat saya hidup dan merasakan hasil yang baik dalam model relasi yang terikat, rasa aman dan nyaman para peserta selama kelas berlangsung dan mereka dapat mengaplikasikan materi pokok pada tahap produksi (production). 

Senin, 09 Februari 2026

Peristiwa #1 Berharap

 KURSYI IDAMANKU, ITU

PR_10022026

"Ini kursi yang dipesan untuk kita kan?" Rida yang menengok ke arah telunjuk Alin memyipit dan berkomentar singkat, "Sepertinya memang untuk di lantai ini." Sambil melanjutkan pekerjaannya, Alin kembali berkomentar, kalau memang benar ya kita bakal dapat duduk nyaman, mba. Seperti di lantai atas, kursinya juga modelan begini". Rida tersenyum dan diapun memiliki pikiran yang sama. Kursi empuk untuk kerja yang nyaman. "Paling gak aku bisa menikmati duduk santai", gumam rida selaras dengan lirikan kembali kedua netranya yang menghububgkan otaknya dengan kenangan sebelumnya.

Baru terpisah kurang lebih 3 tahun, rasanya masih hangat ingatan tentang suasana di lantai atas. Kenyamanan dan fasilitas lengkap membuat hati dan pikiran berlabuh mapan di tempatnya dengan fokus kerja yang penuh energi karena yang Rida butuhkan ada di sana. Ruangan berpendinging dengan suhu ruangan yang bisa diatur, membuat tubuh nyaman. Jika haus dan ingin membuat minuman dingin, maka ada lemari pendingin dan beberapa  jenis minuman dalam bentuk sachet yang bisa dijadikan pilihan. Jika lapar dan butuh makanan cepat saji maka ada microwave yang setia menunggu untuk digunakan. Atau bila terasa lelah, sekedar bersandar di kursi sendiripun bisa langsung eksekusi. Kalaupun mau bertanya, mengkonfirmasi sesuatu, kursi yang dia duduki bisa seputar 360 derajat tanpa perlu berdiri dan berjalan ke teman kerja. Di euangan itu pun ada sepeda statis yang membantu karyawan untuk berolah raga kaki dan tangan sejenak atau sekedar merenggangkan otot-otot yang pegal.  Pengalaman yang melenakan karena menokmati semua fasilitas tersedia  membuat kinerja karyawan melonjak. Semua itu saat ini jauh seperti jauh api dari panggang. 

Sama seperti beberapa karyawan lain yang ditempatkan di lantai ini, maka pengalaman yang Rida alami berbeda dalam beberapa hal. Kondisi ruangan yang sempit karena berada di lorong, pendingin udara dalam bentuk kipaa angin, kursi kayu, dan tempat minum listrik. Minggu lalu Rida tersenyum penuh harapan jika di antara kursi kursi baru yang masih terbungkus rapi itu akan jadi miliknya. Tetapi pagi ini setelah dia masuk dan berbelok menuju ke mejanya, maka yang dia dapati masih kursi kayu yang sama. Sama kerasnya dan kaku serta tidak bisa dijadikan aandaran leher atau kepala karena ukurannya yang tinggi. "Ya, kembalikan ke niat awal; bekerja dan bersungguh-sungguh menjaga amanah. Tapi, jangan juga berharap pada manusia karena itu bisa jadi menyakitkan." Penggalan kalimat itu pun meredakan keresahan Rida dan menetralisir rasa tidak nyaman.






Sabtu, 07 Februari 2026

Kesehatan #1 Terapi Toxic

TERAPI  AL FASHDU

Fashdu_08022026

Sehat itu mahal. Mulai dari biaya konsultasi, pembelian obat atau cek darah. Belum lagi bila penyakit itu nyaman bersarang dalam tubuh kita.Tidak terasa bibit-bibit itu tumbuh, berkembang menjadi esuatu yang menakutkan, menyakitkan dan bisa jadi membunuh. Obat-obatan kimia mungkin mempercepat peredaan nyeri dan meredakan sakit, tetapi menjaga tubuh tetap sehat adalah pilihan wajib bagi siapapun yang tidak ingin merasakan penderitaannya. Banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk menjaga kesehatan. Olahraga, menjaga keseimbangan hidup, makan dan minum yang sehat serta mengkonsumsi suplemen bila perlu. Banyak juga yang memilih jalur tradisional untuk menjaga kebugaran dan ketahanan imunitas, seperti terapi bekam, totok punggung, akupuntur, akupressure dan Fashdu.

Salah satu terapi kesehatan adalah mengeluarkan racun dalam tubuh. Saya sudah mengikuti secara rutin terapi ini untuk mengecek kondisi tubuh saya seperti Tekanan Darah (TD), asa urat, gula darah sewaktu dan kolesterol. Setiap bulannya saya bisa memantau gejala apa yang harus saya waspadai agar penanganannya cepat dan tepat. Fashdu adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara mengeluarkan sebagai darah dari dalam tubuh manusia. Praktisi pengobatan ini percaya bahwa mengeluarkan darah "kotor" atau darah yang mengandung racun dapat membantu mengatasi berbagai penyakit. Selanjutnya, tata cara ini umumnya dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kulit, kemudian darah dibiarkan keluar dengan sendirinya atau dibantu dengan alat khusus. Sedangkan manfaat terapi Fashdu antara lain mengatasi kolesterol tinggi, asam urat  dan menurunkan tekanan darah tinggi. (https://www.halodoc.com/artikel/terapi-fashdu-manfaat-prosedur-dan-risiko-yang-perlu-diketahui)

Bila ditanya apa manfaat bagi saya mengikuti terapi Fashdu rutin, maka jawabannya adalah rasa aman dan nyaman. Alasannya sederhana. Pertama saya ingin memastikan kodisi tubuh secaraumum dengan memeriksa darah untuk mengetahui jumlah kadar darah dalam kolesterol, asam urat dan gula darah sewaktu. Sayapun dapat memastikan apa saja yang harus saya waspadai terutama memasuki usia setengah abad, di mana kondisi tubuh mulai berbeda seiring usia dan akan mempengaruhi semua organ vital yang bekerja secara dinamis. Saya pun masih mengkonsumsi obat kolesterol untuk menurunkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, saya juga masih mengkonsumsi herbal dari HNI-HPAI lebih dari 12 tahun. Hasilnya? Alhamdulillah saya merasakan manfaatnya, walau prosesnya menanhun tetapi saya yang menjalankan kesehariannya pun lebih baik. Kalau ada rasa pegal dan lelah, itu hal yang wajar karena usia juga yang membuat saya harus sanggup menjaga ritme kerja tubuh dengan tuntutan realitas hidup. Semoga ikhtiar hidup sehat ini menjadi bekal untuk beramal, bermuamalah berbagi dan melayani. Sehat itu nikmat. Sehat itu mahal dan sehat itu membuka kreatifitas luar biasa.





Jumat, 06 Februari 2026

Cerita Pendek #12 Tenang

 MELENGGANG TENANG

https://www.sendyyunika.com/2024/04/pekerjaan-ibu-rumah-tangga.html

Perempuan adalah makhluk yang  harus serba bisa. Begitulah pemokiran sederhana Hanna, ketika dia merenenungi kondisinya saat ini. Hanna yang sudah menikah dan memiliki dua anak berusia remaja, 11 dan 9 tahun merasakan hiruk pikuknya menjadi ibu rumah tangga. Dia suka membayangkan pengalamannya menjadi ibu rymah tangga yang memiliki dua anak kecil dan juga bekerja di ranah publik. Keseruan menjadi istri dan ibu diwarnai dengan naik turunnya tegangan hidup yang dilalui bersama suami dan  anak anaknya. Keluarga kecil yang harus berjuang menata diri, pasangan dan keluarga. Walaupun sang suami memberi izin bekerja di ranah publik tetapi Hanna memilah dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kondisinya saat itu.

Bekerja dan berperan di dua ranah yang berbeda menuntut konsentrasi yang tidak sama. Yang  pertama, Hanna mencurahkan perhatiannya untuk mengawal kehidupan rumah tangga, dan membagi peran bersama suami untuk menjaga keseimbangan siklus kehidupan keluarga agar tetap berjalan baik dan dinamikanya berjalan harmonis. Hannapun menyadari bila dalam proses kebersamaannya selama 12 tahun terakhir menghadi pasang surut yang melatihnya untuk mengelola emosi  dan merespon masalah dengan cara positif. Hanna memiliki tugas lain di luar rumah, sebagai karyawan paruh waktu yang membutuhkan strategi jitu agar pengaturan perannya dapat selaras satu sama lain. Bila tiga hari kerja yang dia ambil untuk bekerja di kantor maka, empat hari lainnya dia akan mengerjakan pekerjaan rumahnya bersama anggota keluarga. Siasat yang harus diterapkan Hanna melingkupi pengelolaan pekerjaan domestik rutin dan mendampingi rutinitas suami serta anak-anak. Seperti hari ini, yang akan Hanna lalui sejalan dengan perannya di dua ranah; ranah domestik dan lanjut ke ranah publik.

Seperti hari-hari sebelumnya, setiap dua kewajiban datang bersamaan, maka Hanna hanya akan membuat prioritas secara berurutan. Pertama menyelesaikan urusan rumah tangga. Urusan yang harus tuntas sebelum dia keluar rumah dan memastikan setiap anggota keluarga mendapat layanan sempurna. Pag hari ini, contohnya, Hanna sudah bangkit dari tidurnya pada pukul 03.30 wib. Artinya, dia akan melaksanakan serangkaian amanah rumah tangga. Dimulai dengan mencuci pakaian dan meninggalkannya di mesin cuci. Berikutnya, dia akan sibuk dengan persiapan sarapan, bekal makan siang dan mencuci perabot dapur. Setelah selesai pada bagian pertama, Hanna menunaikan kewajibannya sebagai muslimah sementara suami dan anak lelakinya berangkat ke Masjid depan komplek perumahan mereka. Selesai dengan urusan mencuci baju, Hanna akan menjemurnya di belakang rumah dan memastikan semua cuciannya berada dibawah pelindung kanopi yang bila hujan datang, pakaian-pakaiannya aman. Beralih ke dapur, Hanna menyiapkan bekal makan siang mereka sesuai pesanan masing-masing. Menu bekal makan hari ini adalah  nasi, ayam kecap dan capcai. Sedangkan permintaan kedua anaknya adalah roti isi daging asap dan susu kotak serta buah melon. Hana sendiri membuat bekal sama dengan sang suami. Anak-anak dibangunkan oleh sang ayah dan mereka bersiap untuk berangkat, sedangkan Hanna segera membersekan semua perangkat yang masih terserak didapur dan bergegas menyiapkan diri untuk berangkat kerja. 

Semua berjalan seperti biasa. Yang tidak baisa adalah peran setiap anggota keluarga yang memiliki tanggun jawab sesuai porsi masing-masing. Hanna sendiri bersyukur bila suami dan anak-anaknya tidak menunjukkan "masa;lah" yang terkait perlengkapan pakaian atau buku-buku sekolah. Mereka pun berangkat pukul 06.30 wib untuk mengantar si sulung dan adiknya di sekolah yang sama. Sedangkan Hanna dan suami selanjutnya meneruskan langkah mereka ke tempat kerja masing-masing. Hari yang sibuk karena sang manager rumah tangga memiliki tanggung jawab di luar rumah dengan tetap mendapat izin dari suami tercinta. Hanna akan kembali ke dunianya bersama keluarga kecilnya dan menapaki setiap harinya dengan warna cerah yang membahagiakan.

Cerita pendek #11 Amanah

PINJAM SEBENTAR SAJA 

https://www.istockphoto.com/id/foto/tampilan-atas-barang-barang-kantor-dengan-laptop-wireless-mouse-kalkulator-cangkir-gm647123118-117383375

Pesan masuk di hari jum'at pagi ini pukul 08.34 wib via Whatsapp personal yang isinya peminjaman perangkat keras yang bernama komputer jinjing membuat indera penglihatan Rida memebesar sesaat dan bergumam, "Akhirnya bisa juga memanfaatkan fasilitas perusahaan", tetapi sedetik kemudian, netranya menangkap kata kata kunci yang membuatnya berpikir keras, "hanya sampai dia ada laptop". "Ehmmm, kapan ya aku bisa beli laptop bekas? Kalau pinjam uang, rasanya gak bisa bayar cicilannya. Tapi paling gak aku gak minder kalau harus presentasi produk ke calon calon klien." Semoga rezeki ini akan memberi kemudahan aku dalam bekerja. Mendapat kebaikan seperti ini mernurutnya tidak boleh disia-siakan, ini adalah amanah yang harus dijaga fisiknya dan digunakan sesuai kepentingannya. 

Rida pun bersiap memulai kerja hari jum'at ini dengan megikuti pengajian pagi diiringi dengan memyimak ceramah seorang ustadz yang diundang HRD. Rida pun mendapat pencerahan dari isi pesan yang disampaikan penceramah. Intinya, siapapun kita bila pekerjaan itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan maka jadikanlah dia amanah, apalagi kita diberikan kepercayaan menggunakan fasilitas perusahaan. Mari kita biasakan berperilaku Ikhsan. Artinya, di manapun kita berada maka yang akan melihat kita adalah Allah SWT bukan atasan atau kata lainnya manusia. Karena di sanalah kita diuji, baik kejujurannya, dan kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan. Dalam benak Rida, apa yang disampaikan pak ustadz memang yang seharusnya dia lakukan.

Bekerja, menyelesaikan rangkaian tugas adalah keseharian pegawai. Begitupun dengan Rida. Walau dia hanya pegawai biasa, tetapi perannya juga dihitung sebagai kinerja profesional yang balasannya diberikan dalam bentuk gaji bulanan dan bonus.  Sementara fasilitas yang dia dapatkan di tahun keduanya bekerja adalah "buah" dari kerja kerasnya dan pembuktian profesinya sebagai pegawai bagian akuntansi. Hari beranjak siang dan Rida sudah menyiapkan alat tempur untuk dibawa pada pertemuan klien. Dia mendapat tugas mendampingi ibu manager yang akan mempresentasikan produk serta kerja sama layanan masyarakat dengan kementrian Perindustrian. Rida ditugaskan sebagai notulen dan itu membutuhkan perangkat teknologi yang memadai.

 

Peristiwa #4 Kembali ke titik 0

  APRESIASI TERTINGGI PELANGGAN: BUKAN DARI YANG LAIN Latest News_13022026 "Hanya ada satu cara untuk bertahan: Memberi bukti dalam ben...