PENGALAMAN PERTAMA FARHAN
Jam di dinding menunjukan angka 2:00 dini hari, dan
CLIENT ORIENTATION: TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN ANDA
Penggalan kalimat itu masih terngiang di telinga Ms. Kamila setelah dia menutup kelas pelatihan guru pada Jum'at sore itu. Kalimat itu seperti sebuah undangan kembali untuk mengisi pelatihan serupa di bulan berikutnya. Seperti mendapat hawa sejuk pegunungan, Kamila merasakan sensasi lain. Dirinya merasa tersanjung dan seperti mendapat sebuah penghargaan karena klien memilihnya kembali dengan sebuah permintaan. Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat pak kepala sekolah memintanya untuk hadie kembali. Bagi Kamila, permintaan berulang menjadi indikator kesuksesan klien terhadap tampilan presentasinya. Entah apa saja yang dilihat, diamati atau dievalusi hingga kalimat itu meluncur lancar dari beberapa peserta, bagi Kamila hal tersebut sebagai prestasi tersendiri yang hanya dia rasakan sendiri tanpa memiliki bukti fisik dalam bentuk tertulis, audio atau video. Ini bukan pertama baginya. Tetapi fakta yang juga terjadi di beberapa klien yang lain.
Semenjak Kamila menyatakan dirinya akan menerapkan client-based-oriented, dia merubah tujuannya mengisi pelatihan yang menitikberatkan pada pelayanan klien. Karena dia merasa dihargai di kalangan klien maka di sanalah kebanggaan yang dia rawat untuk menjadi tempat belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Dia buat 5B tersebut seperti nilai yang ada pada komunitas Ibu Profesional. Di hadapannya berdiri para klien dari latar belakang lingkungan pendidikan formal dan unit yang berbeda, dan dia sudah mendapatkan "repeated order" dari klien klien yang berbeda. Kamila tidak merasa membumbung karena dia telah memberi klien kepuasan di setiap pertemuannya. Dia justru melihatnya sebagai peluang untuk terus mengasah diri, mempertajam pengetahuan dan memperkaya aneka kegiatan yang memicu peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Prmintaan berluang itu pun membangkitkan Kamila untuk meningkatkan terus kualitas pengajaran.
Terpana dan tidak menyangka akan mendapat apresiasi positif dari para peserta pelatihan terrkam baik dalam catatan kerja Kamila dan responnya pun harus disusun seramah mungkin agar tidak ada pihak yang terganggu kenyamanannya. Beberapa model kalimat dari para klien yang bernada beda tapi memiliki maksud yang sama tersampaikan. Contoh paling jelas adalah penyampaian langsung seorang peserta, "Ms. Mila, kok gak megisi pelatihan lagi? Ms. Mila gak mau ya mengajar kami lagi?" Lain halnya dengan permintaan mereka untuk kelas umum pun terlontar, "Ms. bisakah mengisi pelatihannya untuk kel;as besar?", Atau pertanyaannya, "Ms. apakah kami harus menyampaikan "request" jika kami menunjuk Ms. Mila yang memfasilitasi kami kembali di pertemuan berikutnya? Pertanyaan sederhana yang jawabannya yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menyinggung pihak lain membuatnya merespon dengan cara santai seperti, "Insya Allah saya bisa mengisi pelatihan jika tida bentrok dengan jadwal saya yang lain, mam". Atau jawaban yang singkat namun elegan pun sejatinya menunjukkan keselarasan hubungan tim, "Bisa pak, bu. Jika saya yang masuk kembali, saya bersedia. Hanya saja mungkin bapak menyampaikan alasannya agar tim memahami keinginan klien". Yang menarik adalah pengumumam koordinator klien yang memberikan info diawal pelatihan, "Kita akan belajar kembali bersama trainer the one and only Ms. Kamila." Selain itu ada juga respon baik dari anggota tim lapangan, dengan kalimat, "Senang sekali Ms. bisa kembali mengisi pelatihan di sini."
Semua kalimat itu membumbungkan harapan tinggi dari Ms. Kamila. Karena di satu sisi, tugasnya yang terbaru adalah memfasilitasi peserta pelatihan dengan topik dan materi belajar. Sedangkan di sisi lain semua penghargaan itu bukan jadi akhir kemenangan seorang trainer yang berpuas hati dengan semua masukan dan tanggapan yang sangat baik. Bisa jadi semuanya adallah remah-remah bongkahan potensi yang akan memberi ledakan kekecewaan bila dianggap memberlakukahnnya sebagai sebuah label kebangaan yang cenderung menjadi kesombongan diri yang beracun.
AWAL YANG BAIK
| https://insightusaha.com/cara-mulai-bisnis-dari-nol-tanpa-bingung-di-tahun-2026/ |
Makan malam bersama keluarga keci Ifa sudah selesai, anak-anak sedang mengulang pelajaran dan Ifa pun melakukan hal yang sama memeriksa apa saja yang dia punya di lemari makanannya. Yang terlintas di kepalanyabadalah bagaimana memutar uang takziyah mendiang suaminya agar memanjang dan dapat mengatasi kebutuhan sehari-hari. Uang takziyah yang terkumpul sampai hari ke-8 berjumlah lima juta rupiah. Uang tersebut akan Ifa gunakan untuk modal kerja. Ifa ingin sekali membeli sebuah motor bekas kisaran harga empat juta yang akan dia jadikan alat transportasi bisnis yang akan dia jalankan. Keperluan membeli motor tidak hanya sekedar mengantar dan menjemput anak anak sekolah, tetapi juga untuk tujuan berdagang. Berbelanja bahan-bahan makanannya, kemudian mengirimkannya ke warung warung terdekat atau mengantar pesanan. Sebelum dia eksekusi semua inginnya, Ifa mulai membuat coretan dan menuliskan apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai jalan ikhtiarnya mengumpulkan pundi-pundi halal yang juga akan mendatangkan keberbekahan.
Fokus Ifa saat ini adalah berdagang. Barang dagangan yang akan dia jual adalah makanan dan minuman. Selama menjadi istri dan ibu, Ifa sudah terbiasa membuat cemilan gurih, manis, bakar atau panggang juga kukus. Selain itu, Ifa juga sering diminta bantuan bu RT atau bu RW membuat beberapa snack dan minuman untuk acara-acara lingkungan RT, RW atau kelurahan. Modal inilah yang menjadi poin utama dan menjadi keputusan pasti setelah melihat dan mendapatkan respon positif masyarakat tentang rasa, dan tampilan snack dan minumannya yang baik. Ifa pun mencentang poin tersebut sebagai komoditi dagangannya. Kemudian, Ifa pun mendata tempat-tempat penjualan bahan-bahan makanan dan minuman yang murah tetapi tetap memiliki kualita baik. Berikutnya, cara memasarkannya. Ifa sudah memiliki pengalaman mendapat pesanan via pesan WA, karena mereka yang memsan mendapatkan infonya dari status Ifa yang rajin menunjukkan aneka cemilan yang tayangnya setiap hari, tiga kali sehari. Ifa juga sudah memikirkan cara lain dengan memanfaatkan sosial media; instagram, tik tok, facebook selain status WA dan group komunikasi. Ifa merasa sudah saatnya dia melaksanakan rencananya dan besok dia akan menjual makanan sarapan dan gorengan gurih serta manis.
Farhan yang sudah selesai belajar, menghampiri bundanya yang sedang sibuk mengumpulkan dan menyiapkan bahan-bahan yang akan diolah menjadi makanan yang akan dijualnya besok.
"Bunda, besok jadi mulai jualan srapan pagi dan gorengan?"
"Insya Allah jadi bang." "Abang mau bekal yang sama besok?"
"Aku mau bantu jual sarapan dan gorengannya, bunda. boleh kan?"
Bunda terkejut dengan permintaan Farhan, dengan senyum lembutnya, bunda menjawab dengan lembut.
"Abang gak malukah menjual makanan dan gorengan besok?" "Bunda seneng kalau Farhan mau coba jadi bisnisman".
"Abang gak malu. bunda. Bunda gak usah khawatir, abang jualnya di kelas aja. Nanti abang yang minta teman-teman untuk kasih info dari mulut ke mulut ke kelas-kelas lain". Bangganya Farhan meyakinkan bundanya bila dia bisa membantu bundanya.
"SIap bos. Besok bunda siapkan 15 bungkus sarapan nasi yang lauknya bihun goreng dan tempe orek dan kerupuk. Bunda juga bawakan 20 gorengan ya, 10 lontong isi sayur, 10 tahu isi dan 10 dadar gulung ya. Harganya di buat 5 ribu dapat tiga ya. Mereka boleh pilih." Bunda menjelaskan dengan semangat.
"Paham bunda. Kalau ada temen yang cuma mau beli satu atau dua. Berapa harga satuannya bunda?"
"Itu mudah, bang. Harga satuannya dua ribu. kalau temen abang mau beli dua, harganya empat ribu. Tapi kalau mereka ambil tiga jenis maka harganya cuma lima ribu."
"OK bunda. Deal!" Farhan menyodorkan tangannya menunjukkan dia sepakat dengan penjelasan bundanya.
"Farhan bis abantu apa malam ini bunda?"
"Farhan bisa cuci beras yang ada di panci itu ya. Ada 2 liter ya bang. Kalau udah bersih masukkan ke magic com. Nanti bunda yang memasaknya. Setelah itu, abang tidur ya karena besok kamu sekolah". Farhan pun segera mengerjakan instruksi bundanya. dan setelah itu dia beristirahat.
Ifa tersenyum melihat semangat si sulung yang ingin membantu. Ifa pun tetap akan membatasi Farhan. Ifa ingin Si sulung fokus belajar dan berprestasi dei masa depan. Ifa akan bangun jam dua pagi dan akan memulai bisnisnya dengan ucapan basmallah sebagai awal perjalanan yang baik.
MIMPI DAPAT DURIAN RUNTUH:
RAHASIA REZEKI ALLAH
| https://resipurnama95.blogspot.com/2017/09/rezeki-itu-diikhtiarkan.html |
BERAWAL DARI NIAT BAIK
| https://umma.id/post/niat-yang-baik-pasti-hasilnya-terbaik-1326676?lang=id |
"Bunda," colek Farhan. "Bunda melamun lagi?", Farhan memperhatikan raut wajah bundanya yang terlihat lelah.
"Gak, bang. Bunda teringat pesan mama Desi tentang KJP kamu bang."
" O, iya bunda." Farhan tersenyum lebar.
"Kata pak Tama, pencairan KJP aku bulan Oktober, bunda. Insya Allah bunda gak bingung lagi untuk kebutuhan dekolah abang".
"Alhamdulillah, kita mendapat kabar baik lagi ya bang. Masya Allah, semoga KJP ade Diva juga cair ya bang".
"Insya Allah, bunda. Ade kan juga udah daftar ulang KJP bareng abang bulan Juli kemarin".
"Nanti kita buat syukuran ya bang, kalau KJP kamu dan ade cair. Bunda mau bikin nasi kotak dan es teh manis di hari Jum'atnya"
"Siap bunda. Abang juga mau bantu belanja barang barang nya."
"Ade juga, bunda. Aku ma bantu bunda nyiapin kotak-kotak nasi nya ya". Divapun ikut ambil suara.
"Terima kasih anak-anaknya bunda, kita akan berbagi karena niat kita diawal jika kita punya rezeki lebih, kita akan berbagi." Ifa memeluk kedua anaknya dengan penuh kehangatan.
"Bang, ade siapkan buku buku pelajaran untuk besok ya. Kalau ada tugas selesaikan dulu"
"Siap bunda! Bunda mau kemana?"
"Bunda mau siapkan makan malam. Menu kita malam ini nasi, sayur sop, telor ceplok dan kerupuk." Ifa berjalan menuju dapur yang jaraknya hanya disekat dengan triplek tipis.
"Ayo dek, kita beresin perlengkapan buat besok. Termasuk baju seragam, sepatu, kaos kaki dan topi juga dasi". Farhan menarik tangan adiknya menuju ruang depan. "Let's go bang!" Seru Diva bersemangat.
Ifa yang menyimak celoteh kedua anaknya pun bersyukur. Dia yang saat ini mengambilnperan ganda, berusaha untuk tetap menjaga hati dan pikirannya agar kehidupan yang dijalaninya berjalan lancar. Setelah makan malam selesai, Ifa berencana membuat daftar pengeluaran⁰ bulanan dan dijabarkan ke dalam rencana mingguan dan nanti rinciannya akan dijabarkan dalam laporan belanja harian. Ifa yakin niat yang diawali dengan tujuan dan cara yang baik, insya Allah menjadi mudah dan diberi kemudahan jalan. Ifa sadar, waktu yang akan mengujinya apakah dia sanggup menjalani amanah sebagai tulang punggu keluarga. Dia juga berjanji untuk tidak mengeluh atau meminta-minta toling kepada keluarga atau tetangganya. Seberat apapun proses hidup nanti yang dia hadapi, tekadnya untuk bertahan dan menjaga nama baik mendiang suaminya akan dia lakoni.
| https://pe.linkedin.com/company/pasti-ada-jalan |
CERMIN HIDUP
https://www.kompasiana.com/budiamin/66c4688ec925c42552460572/belajar-hidup-dari-pengalaman-orang-lain-cermin-untuk-menjadi-bijaksana#goog_rewarded
Hari beranjak petang, rumah tinggal Ifa dan kedua anaknya mulai sepi. Ruang tamu sudah rapi seperti semula. Yang tertinggal hanya keheningan suasana rumah yang merebak saat adzan Magrib berkumandang. Desi dan tetangga yang masih tinggal mengajak mereka sholat berjamaah dan mendo'akan mediang suami Ifa. Di sisi lain, kedua anak Ifa masih betah berdiam diri. Keceriaan yang biasanya mewarnai malam-malam mereka berubah seperti ruang ujian, hening. Desi menggenggam tangan Ifa dan memberikan dukungan moral, "Mba Ifa, jangan khawatir ya. Mba tak sendiri, kami para tetangga siap membantu. Kita akan menyediakan makan dan minum untuk tujuh hari ke depan. Mba Ifa istirahat dan tenangkan diri ya. Insya Allah ada jalan untuk terus mendampingi putra-putri mba." "Terima kasih mba Desi. Aku sangat berayukur punya teman baik seperti kamu. Untuk bantuan kerja di laundry pun sudah selesai besok lusa. Aku akan mulai masuk kembali mba, bair periuk nasi kami tetap ngebul". Senyum tulus yang terlihat dari raut wajah Ifa menandakan kesiapannya menjalani hidup sebagai ruang tua tunggal.
Desi yang sampai di rumah malam hari, menemui keluarganya di ruang makan. "Assalamu'alaikum semua, maaf ya bunda pulang larut hari ini. Ayah dan anak anak sedang makan apa? Sepertinya enak". Si sulung menjawab, " Ini masakan ayah, bunda. Rasanya yummy" sambil menunjukkan jempol nya ke atas. "Wah, bunda mau dong ikutan makan bareng kalian." "Tenang bunda, ini ada bagian bunda. Ayah udah misahin lauk nya buat bunda. Pokoknya ayah is the best!" Si bontot memberikan dua jempolnya ke atas. Desi tersenyum bahagia, melihat keluarga nya berkumpul utuh di ruang makan saat ini. Suami dan ketiga anaknya lengkap dan sehat serta sedang menikmati rezeki makan malam yang nikmat. Sejenak dia teringat keluarga teman baiknya, Ifa. Seperti cermin yang sedang ada dihadapannya, Desi dapat mereka-reka seperti apa suasana hati Ifa dan kedua anaknya setelah kepergian orang terkasih mereka. Hanya ada kata-kata syukur yang terucap dari lisan Desi karena dia dan keluarganya berada dalam kondisi sehat, dan berkumpul dalam rumah yang hangat. "Semoga mba Ifa dan anak-anaknya dapat melalui hidup dengan lancar dan mudah", hembusan nafas Desi menutup hari beratnya malam ini.
Hari baru menyapa, hidup keluarga Ifa berjalan dalam suasana baru. Hidupnya yang sempat bahagia bersama suami yang membersamainya telah pergi dan yang dia hadapi mulai hari ini adalah tantangan hidup menafkahi keluarganya dengan segenap jiwa dan raganya agar tetap lancar. Tidak ada yang menyangka bila hidupnya saat ini menjadi bagian terberat terutama tentang bagaimana mencukupi kebutuhan keluarga dengan pekerjaannya sebagai tukang cuci di laundry kucek-in. Meminta bantuan kepada keluarga suaminya tidak mungkin Ifa lakukan mengingat hubungan yang kurang baik dengan mertua dan saudar-saudara kandung mendiang suaminya. Ifa mengandalkan ilmu diploma nya di bidang akutansi yang sayangnya belum bisa dia manfaatkan karena dia memilih bekerja di tempat lain yang upahnya harian, sebagai asisten rumah tangga di komplek perumahan seberang kampung tempat tinggal nya saat ini.
PENGALAMAN PERTAMA FARHAN Jam di dinding menunjukan angka 2:00 dini hari, dan