Selasa, 03 Maret 2026

Ramadhan #10 Janji

 KOMITMEN 

KLIP _03032026

Diingatkan oleh koordinator KLIP, teh Shanty Dewi Arifin, tentang aturan main menulis di Ibu Profesional - KLIP. Sedikitnya ada lima bagian penting

Senin, 02 Maret 2026

Ramadhan #9 Tetap waras

 TEMPAT SAMPAH

https://pngtree.com/freepng/trash-can-icon-lgo-vector-illustration-design-template_8247982.html

"Kak, tolong antar tas jinjing ibu yang warna biru yang ada logo perusahaannya. Ibu tunggu di pos satpam". Nada cepat dan terkesan terburu-buru terlontar dari sambungan telepon antara ibu dan Ayana. Dia dengan cepat mengubah panggilan ke mode video. "Tas ibu yang mana? yang ini atau bukan? "Bukan kak, itu kan biru muda. Masa kamu gak hapal tas jinjing ibu yang berlogo itu?" Sahut ibu masih dengan nada terburu buru karena sambil menelepon sambil mengecek apakah pak driver motor sudah datang menjemput. "Gak ada bu," respon Ayana sambil berjalan mengelilingi bagian ruang tamu, lanjut ke kamar dan ke lemari pakaian."Bisa jadi jatuh ya tasnya tadi waktu ikut ayah kamu dan ibu terburu-buru turun untuk pulang ke rumah." Sesal ibu karena ada buku kerja yang berharga dalam tas jinjing itu. "Ya udah, bu diikhlaskan saja". Tanggapan Ayana sambil menutup pembicarannya di telpon.

Ibu seketika terdiam dengan pikiran kosong, tak lama pak driver datang dan ibu naik motor ojol tersebut menuju tempat pemberhentian bus Trans jakarta. Spenjang perjalanan, ibu menangis dalam diam karena potongan-potongan kalimat yang tidak nyaman didengar telinga satu persatu hadir kembali. Ibu merasa tertekan karena kesalahannya membuat kejadian lain terjadi di luar kendalinya. Sang suami marah dan menumpahkan kekesalannya pada istrinya dengan penekanan bila dia akan menghadapi macet sepanjang jalan menuju kantor dan itu akan berimbas pada keterlambatan di kantor. Yang terbayang oleh ibu adalah tatapan marah serta bahasa keras yang menusuk tajam tertuju pada dirinya. Ditambah, sang anak pun memberikan ucapan kasar yang menamba sedih hati ibu. Apakah karena kesalahan kecil ini suami dan anaknya menumpahkan kekesalan mereka padanya dan semuanya salah ibu?. Ibarat pepatah, "karena nila setitik rusak susu sebelanga". Ibu pun merasa menjadi tempat pembuangan amarah tanpa bisa membela diri.

Masalah utamanya adalah ibu memberikan seragam yang salah. Seharusnya seragam hari ini adalah putih, biru plus dasi dan topi tetapi ibu malah menyiapkan seragam pramuka. Ibu sendiri benar benar lupa dan menganggap bila hari ini adalah hari rabu dan seragamnya adalah pakaian khas kemeja dan celana panjang coklat. Kalau saja ibu bisa berteriak, "Hello, jangan karena ibu lupa kamu bisa memaki-maki seenaknya. Baru kali ini ibu berbuat salah". Sayang semua untaian kata itu hanya tersekat di trnggorokan tanpa bisa dikeluarkan dari bibirnya. Seburuk itukah kesalahan ibu yang berimbas pada keterlambatan mengantarkan anak lelakinya ke sekolah, memaksa ibu memilih ojol dan kendaraan umum dan  ayah memilih segera pergi untuk mengejar waktu. Ibu hanya bisa menarik nafas, beristigfhar dan mengikhlaskan tas jinjingnya hilang. Padahal dalam tas jinjing itu ada buku kerja berharga yang belum sempat ibu pindahkan ke komputer. Wara, kata itulah yang akhirnya keluar dari lisan ibu. Tetaplah jaga kewarasan, karena dirinya tidak mampu menghalau salah dan memperkirakan akan kejadian yang membuat dirinya merasa buruk dan dijadikan tempat membuang kemarahan dengan kata-kata tidak baik. Ibarat tempat sampah yang memiliki fungsi menampung sisa-sisa makanan atau barang yang usang, rusak dan mungkin sudah berbau atau jelek. 


Minggu, 01 Maret 2026

Ramadhan #8 Menjaga seimbang

 HARUS SANGGUP


Sudah lebih dari 10 hari, uamt Islam menjalankan rangkaian ibadah di bulan penuh berkah. Alhamdulilah, saya pun bersyukur karena sepanjang sepuluh hari pertama kemarin, saya dan keluarga berhasil melampauinya

Sabtu, 28 Februari 2026

Ramadhan #7 Bagian Pertama

 SEPULUH HARI PERTAMA: BERLETIH-LETIH 

https://www.sonora.id/read/423737154/6-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-ramadhan-umat-muslim-wajib-tahu

Kemarin, 28 Februari 2026 masuk 10 Ramadhan pertama yang sebagian besar umat iIslam di Indonesia melaksanakan shaum bersama- sekeluarga, sekampung ,senegara. Kebersamaan ini mendukung semua yang berpuasa untuk menjalankannya dengan tenang dan nyaman. Sebaliknya, jauh di belahan dunia yang lain, suara ledakan menjadi bagian sehari-hari karena kesombongan dan ingin menyakiti masyarakat dunia lain sedangkan di sana hanya ada segelintir negara yang berani melawan kejahatan sang penguasa dunia. Saya sendiri pribadi yang memiliki peran ganda, baik sebagai istri, ibu, karyawan serta tetangga mendorong saya menempatkan diri sesuai porsinya dengan tetap memperhatikan kapasitas saya sendiri. bagian pertama puasa sepuluh hari melatih saya untuk menanamkan mindset "Letih". Letih karena memiliki motivasi untuk memperbaiki diri melalui ibadah-ibadah yang akan mendatangkan ridha Allah SWT.

Karakter Konsisten yang pernah saya terapkan beberapa tahun lalu menjadikan saya sebagai karyawan yang disiplin, memenuhi target kerja dan tetap memiliki kemampuan mengelola organisasi yang saya pimpin. Saat ini pun, saya juga seharusnya menjejaki  karakter tersebut sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai hamba Allah SWT. Berbagai gelombang hidup yang saya hadapi setiap hari adalah bagian dari tantangan-tantangan hidup yang harus saya lalui dengan usaha dan do'a. Hanya do'a dan usaha terbaik dibungkus kesabaran membuat saya tetap merasa waras dan menjaga agar langkah kaki tidak oleng. Di rumah saya melakukan kerja ganda; sebagai ibu rumah tangga yang mengurus semua urusan rumah sekaligus sebagai karyawan yang bekerja dari rumah (WFH). Kewarasan dan keseimbangan berpikir dan bekerja menjadi makanan sehari-hari.

Ramadhan adalah bulan di mana saya menetapkan target ibadah. Ibadah sholat lima waktu bersama sholat sunah rawatib, sholat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid terdekat, tilawah qur'an satu hari satu juz dan berinfaq. Walaupun target target itu belum maksimal, tetapi konsistensi menjalankannya dipengaruhi oleh suasana fisik dan hati serta pikiran sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai harapan. Saya merasa berjalan sendiri seolah-olah saya sedang mengejar semuanya dengan berjuang sendiri. Mohon ampun ya Allah yang maha penerima taubat, mohon berikan padaku kemudahan hidup baik untuk diri sendiri, suami, anak-anak. Ungkapan, " Jangan berharap pada manusia" benar adanya, karena aku harus yakin rezeki itu sudah diatur Allah SWT terukur dan tertakar. Ya maha Pemurah, aku ikhlas menjalankan hidup ku hari ini dan seterusnya. Aku padaMu ya Rahman.

Senin, 23 Februari 2026

Ramadhan #6 Langkah maju

 KESEMPATAN ITU PASTI DATANG

Pengumuman seleksi calon pengurus IPM SMAM 12-23022026

Notifikasi masuk via aplikasi Whatsapp kemarin Senin, 23 Pebruari 2026 pada pukul 14.16 wib,  membuat hati saya sebagai ibu tergetar sesaat dan merasakan kebahagiaan tersendiri karena kabar itu membuat hati saya melambung tinggi, seperti sedang terbang mengelilingi tempat yang indah. Kabar tentang lolos seleksi pemilihan pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) tahap 1 merupakan kabar lain yang tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya sebagai orang tua. Harapan saya diawal mendaftarkannya di sekolah berbasis keagamaan adalah membantunya berada di lingkungan yang akan senantiasa menggerakkan amalan ibadah dan kebaikan lain. Tetapi kemarin, membuktikan bila anak keduaku memiliki keinginan untuk mencoba hal baru yang positif. Walaupun lingkupannya seputar organisasi sekolah tetapi kemauannya untuk ikut seleksi dan mengikuti semua tahapannya semoga memberikan dia kesempatan untuk belajar sambil memaknai ilmu di dalamnya. Walaupun ada nada pesimis dalam ungkapannya kemarin terkesan bila ada hambatan yang harus membuatnya sadar bila persaingan bukan karena adanya hubungan dekat tetapi keterampilan diri sebagai modal awal sebagai calon pengurus.

Beberapa poin dasar selama percakapan berlangsung via pesan singkat saya gunakan sebak-baiknya. Semangat dan motivasi saya untuk anak laki-laki pertama dalam keluarga dan harapan terbesar saya padanya adalah semoga dia menemukan jalan sukses sesuai passion dan versinya. Terlebih lagi keinginan terbesar saya sebaia seorang ibu adalah memiliki anak-anak salih dan saliha yang akan menjadi penyelamat keluarga kelak di akhirat. Di sisi lain, saya tidak ingin menargetkan tinggi untuknya. Bila menjadi bagian dari pengurus organisasi sekolah adalah salah satu cara Allah SWT menunjukkan jalan kebaikan, maka syukur saya luar biasa. Tetapi, bila dia tidak dapat tiket menjadi salah satu pengurus, saya berharap dia tidak kecewa dan memiliki pengalaman berarti untuk jalan panjang di masa depan.

Satu hal yang saya syukuri sampai hari keenam puasa adalah Allah SWT memberi kemudahan saya dan keluarga. Berkah ikhlas dan terus menerus melantunkan dzikir dan do'a untuk kebaikan saya, suami serta anak-anak. Satu lagi, harapan itu memang sejatinya harus digantungkan kepada Allah SWT karena ketika kita ikhlas menerima rezeki dan tetap terus berharap kebaikanNya maka di sanalah Allah memberi semua rezeki yang kita butuhkan. Semoga Hari ini, anak kedua saya akan menemukan gaya belajarnya dan semoga Allah SWT melindunginya dan memberikan petunjuk kebaikan-kebaikan untuk masa depannya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk membolak-balikkan hati manusia. Ya Allah, maha Pemberi rezeki, berikanlah kami dan keluarga kami kemudahan hidup, mohon ampuni kami dan berikan kami keberkahan hidup di dunia dan kelak di akhirat. Aamiin.


Minggu, 22 Februari 2026

Ramadhan #5 Bila Tiba

LEWAT MESIN WAKTU

Baginda Siregar


Bila tiba-Ungu

Padamu Kubersujud - Afgan

Ramadhan #4 Target

 BIARKAN BUKU ITU MATI

NGS_Foundation English for Nurse, Midwife and Medical profession

Judul tulisan ini bukan bermaksud memberikan kesan negatif pada para penerima manfaatnya. Ungkapan "Biarkan buku itu mati" adalah kiasan yang disampaikan penyusun materi untuk memberikan ruang terbuka pada para fasilitator (pengajar) untuk mengembangkan topik-topik di setiap babnya. Kalaupun pihak lain ingin menyalin dan menggunakan untuk kepentingan mereka sendiri pun sepertinya akan menemui kesulitan karena memang modul-modul yang tersusun sengaja dibuat dalam template yang sama dan bahsan yang tidak rinci. Para pengajar diberikan pelatihan, pendampingan dan pengawasan dalam pelaksanaannya sehari-hari di kelas. Jika mereka menemui kesulitan tentang topik bahasan tertentu maka ruang diskusi terbuka untuk mereka. Salah satu program tersebut masuk dalam kelompok English for Occupational Purposes. Walaupun, kritik, saran serta masukan tetap datang silih berganti dan saya pun menerimanya sebagai umpan balik yang produktif tetap saja betuk dan tampilan serta isinya tidak berubah. 

Kalau mengingat kembali masa lalu, selalu ada saja ungkapan kata yang terlintas dalam benak, dan itu membekas hingga hari ini. Hari di mana motivasi kerja semakin menurun bukan karena tidak ada yang bisa dikerjakan malahan banyak ide yang berseliweran di kepala tetapi karena posisi saat ini yang berbatas dengan kontrak kerja baru. Terngiang-ngiang masukan, kritik,saran hingga rencana revisi besar-besaran agar program pelatihan menjadi dinamis dan berkualitas yang naik level hingga komposisinya dapat besaing dan dipertangung jawabkan hingga para pengguna mendapatkan manfaat nyata. Ungkapan yanag masih berbekas dan tertanam di alam bawah sadar saya adalah kalimat ajakan sederhana yang sebenarnya memiliki simpanan harta karun di dalamnya yang bila kita mampu mengelolanya maka kita akan melalui prosesnya dengan berujung pada kesuksesan di dunia kerja dan dunia usaha serta pendidikan. 

Seiring waktu berjalan, maka penyusunan bahan ajar bahasa Inggris untuk dunia kerjapun terlaksana lebih dari enam belas tahun. Berawal dari pemenuhan paket pembelajaran bahasa Inggris untik para tenaga medis - perawat - yang harus memiliki daya saing      internasional baik dalam keterampilan medis pun keterampilan lunak seperti interaksi komunikasi dan melek teknologi. Karena hubungan interaksi antara pekerja -Nakes- dan kliennya maka bahasa menjadi ketrerampilan yang harus dikuasai dengan baik. Modul-modul yang tersusun pun disesuaikan dengan kebutuhan dasar berbahasa terutama pada kemampuan berbicara, kemudian menyimak, membaca dan menulis. Dari target yang sudah ditentukan di setiap levelnya maka materi ajar yang dirampungkan ada pada enam level.

Level Foundation dan Basic adalah dua Kelompok belajar utama yang harus diikuti oleh para peserta didik.  Keduanya bermuara pada terlatihnya kepercayaan diri dan lancarnya berhasa Inggris sederhana dalam topik bahasan sehari-hari. Sedangkan level Pre-Intermediate membahas topik-topik prosedur medis (keperawatan/kebidanan) yang dilaksanakan sehari-hari. Kemudian level Intermediate memperdalam kemampuan berbicara dalam lingkup interview atau tanya jawab sesuai dengan topik bahasan di setiap bab. Di akhir  Untuk Level Pre Advanced diarahkan untuk kemampuan menulis dokumentasi Keperawatan (Nursing proses) dan juga mengadakan penelitian sederhana dengan mengangkat sebuah kasus kesehatan di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar. Pengalaman ini akan memberikan sedikit bekal bagi mereka ketika menyusun tugas akhir. Dan level pamungkas yang ada pada program HELP (Healthcare Language Program) ini adalah melatih peserta didik untuk langsung menerapkan bahasa Inggris dan keterampilan keperawatan mereka di kehidupan medis baik situasinya di klinik atau Rumah sakit.                     

Kekuatan pengajaran baik metoddan teknik penyampaian adalah poin kunci keberhasilan program EOP tersebut. Pelatihan berjenjang, Peer mentoring, supervisi dan evaluasi menjadi paket terpadu untuk memberikan jaminan baik terhadap proses belajar dan mengajar. Kesan diawal memang terlihat sulit dan menantang karena kosa kata yang kental dengan kata-kata akademik medis, tetapi bila diintegrasikan dengan pelatihan, pengajaran serta rangkaian monitoring dan evaluasi, setiap  hambatan dapat teratasi karena kerja tim dan kesuksesan sebuah program berdasarkan kesuksesan kelompok yang dinamis. Buku itu menjadi mati tetapi bagi para fasilitator yang terlibat di dalamnya akan dipandu dan berjalan bersama hingga mencapai dampak yang diharapkan diakhir; terserapnya tenaga lulusan medis yang memiliki kemampuan ilmu terapan serta keterampilan lunak seperti bahasa Inggris, mampu bersaing dalam dunia internasional. Semoga Tercapai.

Ramadhan #10 Janji

 KOMITMEN  KLIP _03032026 Diingatkan oleh koordinator KLIP, teh Shanty Dewi Arifin, tentang aturan main menulis di Ibu Profesional - KLIP. S...