KOMITMEN
![]() |
| KLIP _03032026 |
Diingatkan oleh koordinator KLIP, teh Shanty Dewi Arifin, tentang aturan main menulis di Ibu Profesional - KLIP. Sedikitnya ada lima bagian penting
TEMPAT SAMPAH
| https://pngtree.com/freepng/trash-can-icon-lgo-vector-illustration-design-template_8247982.html |
"Kak, tolong antar tas jinjing ibu yang warna biru yang ada logo perusahaannya. Ibu tunggu di pos satpam". Nada cepat dan terkesan terburu-buru terlontar dari sambungan telepon antara ibu dan Ayana. Dia dengan cepat mengubah panggilan ke mode video. "Tas ibu yang mana? yang ini atau bukan? "Bukan kak, itu kan biru muda. Masa kamu gak hapal tas jinjing ibu yang berlogo itu?" Sahut ibu masih dengan nada terburu buru karena sambil menelepon sambil mengecek apakah pak driver motor sudah datang menjemput. "Gak ada bu," respon Ayana sambil berjalan mengelilingi bagian ruang tamu, lanjut ke kamar dan ke lemari pakaian."Bisa jadi jatuh ya tasnya tadi waktu ikut ayah kamu dan ibu terburu-buru turun untuk pulang ke rumah." Sesal ibu karena ada buku kerja yang berharga dalam tas jinjing itu. "Ya udah, bu diikhlaskan saja". Tanggapan Ayana sambil menutup pembicarannya di telpon.
Ibu seketika terdiam dengan pikiran kosong, tak lama pak driver datang dan ibu naik motor ojol tersebut menuju tempat pemberhentian bus Trans jakarta. Spenjang perjalanan, ibu menangis dalam diam karena potongan-potongan kalimat yang tidak nyaman didengar telinga satu persatu hadir kembali. Ibu merasa tertekan karena kesalahannya membuat kejadian lain terjadi di luar kendalinya. Sang suami marah dan menumpahkan kekesalannya pada istrinya dengan penekanan bila dia akan menghadapi macet sepanjang jalan menuju kantor dan itu akan berimbas pada keterlambatan di kantor. Yang terbayang oleh ibu adalah tatapan marah serta bahasa keras yang menusuk tajam tertuju pada dirinya. Ditambah, sang anak pun memberikan ucapan kasar yang menamba sedih hati ibu. Apakah karena kesalahan kecil ini suami dan anaknya menumpahkan kekesalan mereka padanya dan semuanya salah ibu?. Ibarat pepatah, "karena nila setitik rusak susu sebelanga". Ibu pun merasa menjadi tempat pembuangan amarah tanpa bisa membela diri.
Masalah utamanya adalah ibu memberikan seragam yang salah. Seharusnya seragam hari ini adalah putih, biru plus dasi dan topi tetapi ibu malah menyiapkan seragam pramuka. Ibu sendiri benar benar lupa dan menganggap bila hari ini adalah hari rabu dan seragamnya adalah pakaian khas kemeja dan celana panjang coklat. Kalau saja ibu bisa berteriak, "Hello, jangan karena ibu lupa kamu bisa memaki-maki seenaknya. Baru kali ini ibu berbuat salah". Sayang semua untaian kata itu hanya tersekat di trnggorokan tanpa bisa dikeluarkan dari bibirnya. Seburuk itukah kesalahan ibu yang berimbas pada keterlambatan mengantarkan anak lelakinya ke sekolah, memaksa ibu memilih ojol dan kendaraan umum dan ayah memilih segera pergi untuk mengejar waktu. Ibu hanya bisa menarik nafas, beristigfhar dan mengikhlaskan tas jinjingnya hilang. Padahal dalam tas jinjing itu ada buku kerja berharga yang belum sempat ibu pindahkan ke komputer. Wara, kata itulah yang akhirnya keluar dari lisan ibu. Tetaplah jaga kewarasan, karena dirinya tidak mampu menghalau salah dan memperkirakan akan kejadian yang membuat dirinya merasa buruk dan dijadikan tempat membuang kemarahan dengan kata-kata tidak baik. Ibarat tempat sampah yang memiliki fungsi menampung sisa-sisa makanan atau barang yang usang, rusak dan mungkin sudah berbau atau jelek.
HARUS SANGGUP
Sudah lebih dari 10 hari, uamt Islam menjalankan rangkaian ibadah di bulan penuh berkah. Alhamdulilah, saya pun bersyukur karena sepanjang sepuluh hari pertama kemarin, saya dan keluarga berhasil melampauinya
SEPULUH HARI PERTAMA: BERLETIH-LETIH
| https://www.sonora.id/read/423737154/6-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-ramadhan-umat-muslim-wajib-tahu |
KESEMPATAN ITU PASTI DATANG
BIARKAN BUKU ITU MATI
![]() |
| NGS_Foundation English for Nurse, Midwife and Medical profession |
Judul tulisan ini bukan bermaksud memberikan kesan negatif pada para penerima manfaatnya. Ungkapan "Biarkan buku itu mati" adalah kiasan yang disampaikan penyusun materi untuk memberikan ruang terbuka pada para fasilitator (pengajar) untuk mengembangkan topik-topik di setiap babnya. Kalaupun pihak lain ingin menyalin dan menggunakan untuk kepentingan mereka sendiri pun sepertinya akan menemui kesulitan karena memang modul-modul yang tersusun sengaja dibuat dalam template yang sama dan bahsan yang tidak rinci. Para pengajar diberikan pelatihan, pendampingan dan pengawasan dalam pelaksanaannya sehari-hari di kelas. Jika mereka menemui kesulitan tentang topik bahasan tertentu maka ruang diskusi terbuka untuk mereka. Salah satu program tersebut masuk dalam kelompok English for Occupational Purposes. Walaupun, kritik, saran serta masukan tetap datang silih berganti dan saya pun menerimanya sebagai umpan balik yang produktif tetap saja betuk dan tampilan serta isinya tidak berubah.
Kalau mengingat kembali masa lalu, selalu ada saja ungkapan kata yang terlintas dalam benak, dan itu membekas hingga hari ini. Hari di mana motivasi kerja semakin menurun bukan karena tidak ada yang bisa dikerjakan malahan banyak ide yang berseliweran di kepala tetapi karena posisi saat ini yang berbatas dengan kontrak kerja baru. Terngiang-ngiang masukan, kritik,saran hingga rencana revisi besar-besaran agar program pelatihan menjadi dinamis dan berkualitas yang naik level hingga komposisinya dapat besaing dan dipertangung jawabkan hingga para pengguna mendapatkan manfaat nyata. Ungkapan yanag masih berbekas dan tertanam di alam bawah sadar saya adalah kalimat ajakan sederhana yang sebenarnya memiliki simpanan harta karun di dalamnya yang bila kita mampu mengelolanya maka kita akan melalui prosesnya dengan berujung pada kesuksesan di dunia kerja dan dunia usaha serta pendidikan.
Seiring waktu berjalan, maka penyusunan bahan ajar bahasa Inggris untuk dunia kerjapun terlaksana lebih dari enam belas tahun. Berawal dari pemenuhan paket pembelajaran bahasa Inggris untik para tenaga medis - perawat - yang harus memiliki daya saing internasional baik dalam keterampilan medis pun keterampilan lunak seperti interaksi komunikasi dan melek teknologi. Karena hubungan interaksi antara pekerja -Nakes- dan kliennya maka bahasa menjadi ketrerampilan yang harus dikuasai dengan baik. Modul-modul yang tersusun pun disesuaikan dengan kebutuhan dasar berbahasa terutama pada kemampuan berbicara, kemudian menyimak, membaca dan menulis. Dari target yang sudah ditentukan di setiap levelnya maka materi ajar yang dirampungkan ada pada enam level.
Level Foundation dan Basic adalah dua Kelompok belajar utama yang harus diikuti oleh para peserta didik. Keduanya bermuara pada terlatihnya kepercayaan diri dan lancarnya berhasa Inggris sederhana dalam topik bahasan sehari-hari. Sedangkan level Pre-Intermediate membahas topik-topik prosedur medis (keperawatan/kebidanan) yang dilaksanakan sehari-hari. Kemudian level Intermediate memperdalam kemampuan berbicara dalam lingkup interview atau tanya jawab sesuai dengan topik bahasan di setiap bab. Di akhir Untuk Level Pre Advanced diarahkan untuk kemampuan menulis dokumentasi Keperawatan (Nursing proses) dan juga mengadakan penelitian sederhana dengan mengangkat sebuah kasus kesehatan di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar. Pengalaman ini akan memberikan sedikit bekal bagi mereka ketika menyusun tugas akhir. Dan level pamungkas yang ada pada program HELP (Healthcare Language Program) ini adalah melatih peserta didik untuk langsung menerapkan bahasa Inggris dan keterampilan keperawatan mereka di kehidupan medis baik situasinya di klinik atau Rumah sakit.
Kekuatan pengajaran baik metoddan teknik penyampaian adalah poin kunci keberhasilan program EOP tersebut. Pelatihan berjenjang, Peer mentoring, supervisi dan evaluasi menjadi paket terpadu untuk memberikan jaminan baik terhadap proses belajar dan mengajar. Kesan diawal memang terlihat sulit dan menantang karena kosa kata yang kental dengan kata-kata akademik medis, tetapi bila diintegrasikan dengan pelatihan, pengajaran serta rangkaian monitoring dan evaluasi, setiap hambatan dapat teratasi karena kerja tim dan kesuksesan sebuah program berdasarkan kesuksesan kelompok yang dinamis. Buku itu menjadi mati tetapi bagi para fasilitator yang terlibat di dalamnya akan dipandu dan berjalan bersama hingga mencapai dampak yang diharapkan diakhir; terserapnya tenaga lulusan medis yang memiliki kemampuan ilmu terapan serta keterampilan lunak seperti bahasa Inggris, mampu bersaing dalam dunia internasional. Semoga Tercapai.
KOMITMEN KLIP _03032026 Diingatkan oleh koordinator KLIP, teh Shanty Dewi Arifin, tentang aturan main menulis di Ibu Profesional - KLIP. S...