Selasa, 08 September 2026

Peristiwa #18

 PRASANGKA ATAU FIRASAT?

Baitul Halim_02-09-2026

Hari ini cuaca terik menemani Rida bersngkst mrnuju lembaga formal untuk memberikan pelatihan guru. 

Rabu, 19 Agustus 2026

Peristiwa #17

AMAL JARIYAH: SIAP,  BERSEDIA

@SDIT Al Iman-Cipinang Elok_07012026

"Alhamdulillah, ibu bersyukur ya, di usia saat ini, pekerjaan tetap lancar, bisa wara-wiri dan tetap sehat".Penggalan kalimat seorang pengemudi Ojol pada saat pulang selepas menunaikan tugas kerja membuat saya termenung sesaat. Benar apa yang beliau katakan. Ucapan hamdalah dan berterima kasih kepada Allah lah yang sebaiknya terus dilantunkan. Tidak perlu mengumbar prestasi sendiri sebagai suatu kesombongan dan ingin dilihat orang lain. Cukup bersyukur dan mengasah diri karena di suasana seperti saat ini, dengan umur yang sudah matang, saya masih mendapat apresiasi sangat baik dari penerima manfaat dan itu bukan sanjungan yang harus disebar luaskan, tetapi untuk mengukur apakah esok lusa kinerja saya yang dianggap baik masih bertahan dan apakah mungkin bisa terus ditingkatkan. Klien adalah raja. Mereka akan meminta ulang bila mereka mendapat kepuasan dan pelayanan dan kenyamanan yang kita sajikan. Bisa jadi dengan cara itu ada rezeki-rezeki lain yang Allah bagikan dari jalan yang tidak kita sangka. Rezeki yang bukan hanya dinikmati oleh diri sendiri, tetapi rezeki yang memberika kebaikan untuk yang lain. Di situlah kelebihan sebagai pendidik, pengajar, pelatih, fasilitator. Peserta mendapatkan manfaat, saya menerima honor dan honor itu saya teruskan kembali untuk diinfakkan.

Rabu sore itu, setelah saya rampung mengisi pelatihan dan keluar menunggu pesanan Ojol, pak ketua yayasan menghampiri saya dan berbasa-basi sejenak menanyakan progress kelas. Saya memberika informasi sesuai apa yang sudah diberikan dan beliau menerimanya. Kemudian, beliau menawarkan saya untuk menjadi pengajar di tingkat universitas. Sambil menyodorkan map yang sudah terbuka, beliau menjelaskan tentang projek yang beliau miliki dan tugas yang akan saya kerjakan. Dengan penekanan, "Ini kerja sosial ya Ms. dibayar tetapi tidak tinggi". Saya menanyakan beberapa hal terkait program tersebut dan beliau memberi penjelasan singkat. Tanpa pikir panjang saya pun langsung bersedia karena niat hati juga mau membantu. Kata kunci amal jariah ini lah yang membuat saya segera menyetujui dan mengkonfirmasi tentang negosiasi jam mengajar agar tidak melanggar perjanjian dengan pihak lain. Sepanjang pembicaran sekitar sepuluh menit, saya merasakan gelora bahagia dan bersenandung dalam hati; "Inikah rezeki yang lain itu? yang saya minta setiap malam dalam sujud tahajudku?". Senangnya memberi manfaat kepada yang lain. Saya pun bisa menjadi bagian dari projek passion di ekosistem ibu pembaharu; memberikan layanan pelatihan keterampilan berbahasa Inggris dalam dunia pendidikan.

Alhamdulillah, kepercayaan itu saya dapatkan dari klien yang sudah mengamati cara saya memberikan ilmu di kelas pelatihan. Kepercayaan itu buat saya adalah penghargaan terbesar karena mereka melihat kemampuan saya bukan melihat siapa saya. Walaupun posisi saya hanya sebagai pelengkap dan menjadi pelaksana lapangan tetapi saya menemukan cara lain untuk mengembangkan ilmu, topik bahasan dan pengalaman karena itu menjadi arena bermain saya yang memberikan peluang serta tantangan baru untuk tidak "rendah diri, merasa disingkirkan. Tetapi dengan menjadikan kinerja yang profesional, klien mengikuti, merasakan dan mendapatkan hasil dengan aplikasi di lapangan, maka hubungan baikpun tercipta, terpelihara, berkembang dan ujungnya adalah "intangible benefit" atau manfaat lain yang menjadi jalan saya menjemput rezeki Allah yang lain. Inilah nikmatnya menjalankan apa yang kita mampu, menghadirkan adab dan ilmu, menunjukan kinerja yang baik dan ujungnya adalah hubungan baik yang mendatangkan rezeki. 

Permintaan dari pak ketua yayasan yang memberikan saya peluang mengasah dan memperkaya gagasan di kelas nanti, ada juga permintaan lain yang menjadi tantangan saya di klien berikutnya. Walaupun bukan mendapatkan materi diakhir tetapi kepercayaan klien meminta ditambahkan bahasan lain untuk mendukung uji kompetensi diri pun saya jadikan rezeki. Ini lahan lain yang harus digarap dengan efektif dan efesien. Materi yang disiapkan membutuhkan beberapa proses; mengumpulkan sumber materi belajar, menyusun strategi pembelajaran, menyusun topik-latihan-evaluasi dan menyajikan materi bahasan dalam satu paket presentasi slide. Saya merasa tersanjung, seperti mendapat rezeki besar karena di sanalah saya menemukan peluang mengulik sebuah permintaan klien sampai nanti membagikannya di kelas. Kinerja-hubungan baik-Do'a adalah rangkaian sederhana yang saling terkait untuk menjemput rezeki Allah lain yang mendatangkan kebahagiaan dan keberkahan.

Senin, 17 Agustus 2026

Warna Cerita #7

 PENGALAMAN PERTAMA FARHAN

https://gofood.co.id/id/jakarta/restaurant/nasi-uduk-gorengan-bluntas-samping-warteg-bluntas-60d04009-b251-47e4-a087-bf0611fcb035

Dini hari ini, Ifa sudah sibuk di dapur. edua tangannya yang cekatan bergerak dinamis seiring gerak tubuhnya menyelesaikan misi pagi ini; menyiapkan dagangan sarapan pagi serta kudapan berat untuk di jual. Porsi yang dibuat Ifa memang tida banyak. Belajar dari pengalaman menemani bu RT di acara-acara bazar makanan, strateginya dia terapkan juga. Semangat untuk bertahan dan menjaga nama baik

Sabtu, 15 Agustus 2026

Peristiwa #16

CUMA MC

02 July 2026

Event sudah usai, tugas sudah rampung dan bekerja sama tim pun berjalan mulus. Entah ini mimpi atau rezeki nomplok, tetapi lamaran seorang Ketua event untuk menjadi bagian dari kepanitiaan dan acara langsung di luar gedung pun diterima. Sebagai anggota komunitas yang bangga mengambil peran sebagai MC menandakan kapasitas saya diakui dan dihargai. Di saat keringnya perang yang ditawarkan dan batasan keterlibatan di berikan di bagian pelengkap maka tawaran itu ibarat oase di tengah padang pasir. Saya memastikan untuk mengerahkan seluruh kemampuan diri menunjukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik versi saya. 

Sebenarnya tawaran menjadi host atau MC yang saya terima bukan tawarabn baru. Sudah beberapa kali dipercaya menjadi host, MC juga moderator di acara acara formal dan non formal baik di lingkungan kerja ataupun di komunitas. 

Jumat, 14 Agustus 2026

Peristiwa #15

 CLIENT ORIENTATION: TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN ANDA

https://www.alamy.com/corporate-culture-isolated-concept-vector-illustration-set-client-satisfaction-customer-oriented-company-corporate-rules-and-dress-code-business-etiquette-company-rules-vector-cartoon-image484128926.html

"Ms. Pertemuan bulan depan, trainernyaa denga Ms. Kamila lagi kan?"

Penggalan kalimat itu masih terngiang di telinga Ms. Kamila setelah dia menutup kelas pelatihan guru pada Jum'at sore itu. Kalimat itu seperti sebuah undangan kembali untuk mengisi pelatihan  serupa di bulan berikutnya. Seperti mendapat hawa sejuk pegunungan, Kamila merasakan sensasi lain. Dirinya merasa tersanjung dan seperti mendapat sebuah penghargaan karena klien memilihnya kembali dengan sebuah permintaan. Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat pak kepala sekolah memintanya untuk hadie kembali. Bagi Kamila, permintaan berulang menjadi indikator kesuksesan klien terhadap tampilan presentasinya. Entah apa saja yang dilihat, diamati atau dievalusi hingga kalimat itu meluncur lancar dari beberapa peserta, bagi Kamila hal tersebut sebagai prestasi tersendiri yang hanya dia rasakan sendiri tanpa memiliki bukti fisik dalam bentuk tertulis, audio atau video. Ini bukan pertama baginya. Tetapi fakta yang juga terjadi di beberapa klien yang lain.

Semenjak Kamila menyatakan dirinya akan menerapkan client-based-oriented, dia merubah tujuannya mengisi pelatihan yang menitikberatkan pada pelayanan klien. Karena dia merasa dihargai di kalangan klien maka di sanalah kebanggaan yang dia rawat untuk menjadi tempat belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Dia buat 5B tersebut seperti nilai yang ada pada komunitas Ibu Profesional. Di hadapannya berdiri para klien dari latar belakang lingkungan pendidikan formal dan unit yang berbeda, dan dia sudah mendapatkan "repeated order" dari klien klien yang berbeda. Kamila tidak merasa membumbung karena dia telah memberi klien kepuasan di setiap pertemuannya. Dia justru melihatnya sebagai peluang untuk terus mengasah diri, mempertajam pengetahuan dan memperkaya aneka kegiatan yang memicu peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Prmintaan berluang itu pun membangkitkan Kamila untuk meningkatkan terus kualitas pengajaran.

Terpana dan tidak menyangka akan mendapat apresiasi positif dari para peserta pelatihan terrkam baik dalam catatan kerja Kamila dan responnya pun harus disusun seramah mungkin agar tidak ada pihak yang terganggu kenyamanannya. Beberapa model kalimat dari para klien yang bernada beda tapi memiliki maksud yang sama tersampaikan. Contoh paling jelas adalah penyampaian langsung seorang peserta, "Ms. Mila, kok gak megisi pelatihan lagi? Ms. Mila gak mau ya mengajar kami lagi?" Lain halnya dengan permintaan mereka untuk kelas umum pun terlontar, "Ms. bisakah mengisi pelatihannya untuk kel;as besar?", Atau pertanyaannya, "Ms. apakah kami harus menyampaikan "request" jika kami menunjuk Ms. Mila yang memfasilitasi kami kembali di pertemuan berikutnya? Pertanyaan sederhana yang jawabannya yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menyinggung pihak lain membuatnya merespon dengan cara santai seperti, "Insya Allah saya bisa mengisi pelatihan jika tida bentrok dengan jadwal saya yang lain, mam". Atau jawaban yang singkat namun elegan pun sejatinya menunjukkan keselarasan hubungan tim, "Bisa pak, bu. Jika saya yang masuk kembali, saya bersedia. Hanya saja mungkin bapak menyampaikan alasannya agar tim memahami keinginan klien". Yang menarik adalah pengumumam koordinator klien yang memberikan info diawal pelatihan, "Kita akan belajar kembali bersama trainer the one and only Ms. Kamila." Selain itu ada juga respon baik dari anggota tim lapangan, dengan kalimat, "Senang sekali Ms. bisa kembali mengisi pelatihan di sini."

Semua kalimat itu membumbungkan harapan tinggi dari Ms. Kamila. Karena di satu sisi, tugasnya yang terbaru adalah memfasilitasi peserta pelatihan dengan topik dan materi belajar. Sedangkan di sisi lain semua penghargaan itu bukan jadi akhir kemenangan seorang trainer yang berpuas hati dengan semua masukan dan tanggapan yang sangat baik. Bisa jadi semuanya adallah remah-remah bongkahan potensi yang akan memberi ledakan kekecewaan bila dianggap memberlakukahnnya sebagai sebuah label kebangaan yang cenderung menjadi kesombongan diri yang beracun.

 



Peristiwa #20

  HARI BARU: TIDAK MENYERAH