Sabtu, 15 Agustus 2026

Jumat, 14 Agustus 2026

Peristiwa #15

 CLIENT ORIENTATION: TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN ANDA

https://www.alamy.com/corporate-culture-isolated-concept-vector-illustration-set-client-satisfaction-customer-oriented-company-corporate-rules-and-dress-code-business-etiquette-company-rules-vector-cartoon-image484128926.html

"Ms. Pertemuan bulan depan, trainernyaa denga Ms. Kamila lagi kan?"

Penggalan kalimat itu masih terngiang di telinga Ms. Kamila setelah dia menutup kelas pelatihan guru pada Jum'at sore itu. Kalimat itu seperti sebuah undangan kembali untuk mengisi pelatihan  serupa di bulan berikutnya. Seperti mendapat hawa sejuk pegunungan, Kamila merasakan sensasi lain. Dirinya merasa tersanjung dan seperti mendapat sebuah penghargaan karena klien memilihnya kembali dengan sebuah permintaan. Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat pak kepala sekolah memintanya untuk hadie kembali. Bagi Kamila, permintaan berulang menjadi indikator kesuksesan klien terhadap tampilan presentasinya. Entah apa saja yang dilihat, diamati atau dievalusi hingga kalimat itu meluncur lancar dari beberapa peserta, bagi Kamila hal tersebut sebagai prestasi tersendiri yang hanya dia rasakan sendiri tanpa memiliki bukti fisik dalam bentuk tertulis, audio atau video. Ini bukan pertama baginya. Tetapi fakta yang juga terjadi di beberapa klien yang lain.

Semenjak Kamila menyatakan dirinya akan menerapkan client-based-oriented, dia merubah tujuannya mengisi pelatihan yang menitikberatkan pada pelayanan klien. Karena dia merasa dihargai di kalangan klien maka di sanalah kebanggaan yang dia rawat untuk menjadi tempat belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Dia buat 5B tersebut seperti nilai yang ada pada komunitas Ibu Profesional. Di hadapannya berdiri para klien dari latar belakang lingkungan pendidikan formal dan unit yang berbeda, dan dia sudah mendapatkan "repeated order" dari klien klien yang berbeda. Kamila tidak merasa membumbung karena dia telah memberi klien kepuasan di setiap pertemuannya. Dia justru melihatnya sebagai peluang untuk terus mengasah diri, mempertajam pengetahuan dan memperkaya aneka kegiatan yang memicu peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Prmintaan berluang itu pun membangkitkan Kamila untuk meningkatkan terus kualitas pengajaran.

Terpana dan tidak menyangka akan mendapat apresiasi positif dari para peserta pelatihan terrkam baik dalam catatan kerja Kamila dan responnya pun harus disusun seramah mungkin agar tidak ada pihak yang terganggu kenyamanannya. Beberapa model kalimat dari para klien yang bernada beda tapi memiliki maksud yang sama tersampaikan. Contoh paling jelas adalah penyampaian langsung seorang peserta, "Ms. Mila, kok gak megisi pelatihan lagi? Ms. Mila gak mau ya mengajar kami lagi?" Lain halnya dengan permintaan mereka untuk kelas umum pun terlontar, "Ms. bisakah mengisi pelatihannya untuk kel;as besar?", Atau pertanyaannya, "Ms. apakah kami harus menyampaikan "request" jika kami menunjuk Ms. Mila yang memfasilitasi kami kembali di pertemuan berikutnya? Pertanyaan sederhana yang jawabannya yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menyinggung pihak lain membuatnya merespon dengan cara santai seperti, "Insya Allah saya bisa mengisi pelatihan jika tida bentrok dengan jadwal saya yang lain, mam". Atau jawaban yang singkat namun elegan pun sejatinya menunjukkan keselarasan hubungan tim, "Bisa pak, bu. Jika saya yang masuk kembali, saya bersedia. Hanya saja mungkin bapak menyampaikan alasannya agar tim memahami keinginan klien". Yang menarik adalah pengumumam koordinator klien yang memberikan info diawal pelatihan, "Kita akan belajar kembali bersama trainer the one and only Ms. Kamila." Selain itu ada juga respon baik dari anggota tim lapangan, dengan kalimat, "Senang sekali Ms. bisa kembali mengisi pelatihan di sini."

Semua kalimat itu membumbungkan harapan tinggi dari Ms. Kamila. Karena di satu sisi, tugasnya yang terbaru adalah memfasilitasi peserta pelatihan dengan topik dan materi belajar. Sedangkan di sisi lain semua penghargaan itu bukan jadi akhir kemenangan seorang trainer yang berpuas hati dengan semua masukan dan tanggapan yang sangat baik. Bisa jadi semuanya adallah remah-remah bongkahan potensi yang akan memberi ledakan kekecewaan bila dianggap memberlakukahnnya sebagai sebuah label kebangaan yang cenderung menjadi kesombongan diri yang beracun.

 



Kamis, 13 Agustus 2026

Warna cerita #6

AWAL YANG BAIK

https://insightusaha.com/cara-mulai-bisnis-dari-nol-tanpa-bingung-di-tahun-2026/

Makan malam bersama keluarga keci Ifa sudah selesai, anak-anak sedang mengulang pelajaran dan Ifa pun melakukan hal yang sama memeriksa apa saja yang dia punya di lemari makanannya. Yang terlintas di kepalanyabadalah bagaimana memutar uang takziyah mendiang suaminya agar memanjang dan dapat mengatasi kebutuhan sehari-hari. Uang takziyah yang terkumpul sampai hari ke-8 berjumlah lima juta rupiah. Uang tersebut akan Ifa gunakan untuk modal kerja. Ifa ingin sekali membeli sebuah motor bekas kisaran harga empat juta yang akan dia jadikan alat transportasi bisnis yang akan dia jalankan. Keperluan membeli motor tidak hanya sekedar mengantar dan menjemput anak anak sekolah, tetapi juga untuk tujuan berdagang. Berbelanja bahan-bahan makanannya, kemudian mengirimkannya ke warung warung terdekat atau mengantar pesanan. Sebelum dia eksekusi semua inginnya, Ifa mulai membuat coretan dan menuliskan apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai jalan ikhtiarnya mengumpulkan pundi-pundi halal yang juga akan mendatangkan keberbekahan. 

Fokus Ifa saat ini adalah berdagang. Barang dagangan yang akan dia jual adalah makanan dan minuman. Selama menjadi istri dan ibu, Ifa sudah terbiasa membuat cemilan gurih, manis, bakar atau panggang juga kukus. Selain itu, Ifa juga sering diminta bantuan bu RT atau bu RW membuat beberapa snack dan minuman untuk acara-acara  lingkungan RT, RW atau kelurahan. Modal inilah yang menjadi poin utama dan menjadi keputusan pasti setelah melihat dan mendapatkan respon positif masyarakat tentang rasa, dan tampilan snack dan minumannya yang baik. Ifa pun mencentang poin tersebut sebagai komoditi dagangannya. Kemudian, Ifa pun mendata tempat-tempat penjualan bahan-bahan makanan dan minuman yang murah tetapi tetap memiliki kualita baik. Berikutnya, cara memasarkannya. Ifa sudah memiliki pengalaman mendapat pesanan via pesan WA, karena mereka yang memsan mendapatkan infonya dari status Ifa yang rajin menunjukkan aneka cemilan yang tayangnya setiap hari, tiga kali sehari. Ifa juga sudah memikirkan cara lain dengan memanfaatkan sosial media; instagram, tik tok, facebook selain status WA dan group komunikasi. Ifa merasa sudah saatnya dia melaksanakan rencananya dan besok dia akan menjual makanan sarapan dan gorengan gurih serta manis.

Farhan yang sudah selesai belajar, menghampiri bundanya yang sedang sibuk mengumpulkan dan menyiapkan bahan-bahan yang akan diolah menjadi makanan yang akan dijualnya besok.

"Bunda, besok jadi mulai jualan srapan pagi dan gorengan?"

"Insya Allah jadi bang." "Abang mau bekal yang sama besok?"

"Aku mau bantu jual sarapan dan gorengannya, bunda. boleh kan?"

Bunda terkejut dengan permintaan Farhan, dengan senyum lembutnya, bunda menjawab dengan lembut.

"Abang gak malukah menjual makanan dan gorengan besok?" "Bunda seneng kalau Farhan     mau coba jadi bisnisman".

"Abang gak malu. bunda. Bunda gak usah khawatir, abang jualnya di kelas aja. Nanti abang yang minta teman-teman untuk kasih info dari mulut ke mulut ke kelas-kelas lain". Bangganya Farhan meyakinkan bundanya bila dia bisa membantu bundanya.

"SIap bos. Besok bunda siapkan 15 bungkus sarapan nasi yang lauknya bihun goreng dan tempe orek dan kerupuk. Bunda juga bawakan 20 gorengan ya, 10 lontong isi sayur, 10 tahu isi dan 10 dadar gulung ya. Harganya di buat 5 ribu dapat tiga ya. Mereka boleh pilih." Bunda menjelaskan dengan semangat.

"Paham bunda. Kalau ada temen yang cuma mau beli satu atau dua. Berapa harga satuannya bunda?"

"Itu mudah, bang. Harga satuannya dua ribu. kalau temen abang mau beli dua, harganya empat ribu. Tapi kalau mereka ambil tiga jenis maka harganya cuma lima ribu."

"OK bunda. Deal!" Farhan menyodorkan tangannya menunjukkan dia sepakat dengan penjelasan bundanya. 

"Farhan bis abantu apa malam ini bunda?"

"Farhan bisa cuci beras yang ada di panci itu ya. Ada 2 liter ya bang. Kalau udah bersih masukkan ke magic com. Nanti bunda yang memasaknya. Setelah itu, abang tidur ya karena besok kamu sekolah". Farhan pun segera mengerjakan instruksi bundanya. dan setelah itu dia beristirahat. 

Ifa tersenyum melihat semangat si sulung yang ingin membantu. Ifa pun tetap akan membatasi Farhan. Ifa ingin Si sulung fokus belajar dan berprestasi dei masa depan. Ifa akan bangun jam dua pagi dan akan memulai bisnisnya dengan ucapan basmallah sebagai awal perjalanan yang baik.                                    

Selasa, 11 Agustus 2026

Peristiwa #14

  MIMPI DAPAT DURIAN RUNTUH: 

 RAHASIA REZEKI ALLAH

https://resipurnama95.blogspot.com/2017/09/rezeki-itu-diikhtiarkan.html

Sudah hampir tiga tahun saya menjalani kerja dengan status Remote employee dan bekerja dalam kondisi WFO/WFA. Maka kewajiban hadir secara tatap muka satu kali perpekan. Setiap  hari Selasa adalah waktunya saya berangkat ke kantor  dan mengerjakan target target pekerjaan yang sudah saya susun. Awalnya terasa asing karena setiap kali datang ke perusahaan dan menempati meja di lantai satu, di sana pula saya merasa sendiri. Setiap komunikasi yang saya mulai hanya berkisar hal hal receh yang setelah selesai bicara kembali ke selera awal. Semua informasi yang saya dengar atau tidak sengaja saya simak memberikan posisi serba salah. Keingintahuan yang besar tentang apa yang sedang terjadi, apa yang sesang dikerjakan dan apa yang harus dikirim ke tempat tempat klien. Sekilas saya tidak memahami yang dibicarakan oleh para staf. Selain mereka-reka maksud pembicaraan mereka, para staf pun sepertinya "menutup diri" dan terkesan menyembunyikan info info yang sedang merebak. Di antara mereka bersama tetapi saya merasa terpojok, tersisih dan cenderung gagap informasi karena mungkin saya berada di luar "jangkauan area". Sampai pada satu waktu, seperti hari ini, saya mendapatkan rezeki tidak terduga yang membuat saya tersenyum bahagia sampai berlinang air mata.

Hari ini adalah hari di mana saya sudah meminta keinginan kepada Allah SWT dan berharap Dia mengabulkannya. Rasa asing dan sunyi yang saya rasakan semenjak pagi di ruangan kecil yang terpojok dan kebetulan terhalang ruangan membuat saya seperti di dunia lain. Seperti biasa setiap sampai kantor jam 07.30 an wib maka di waktu itulah saya memulai kerja dengan membuka komputer jinjing dan membuka buku catatan apa saja yang harus diselesaikan hari ini. Di sisi lain, bimbang sempat memenuhi pikiran saya karena posisi saya sebagai contributor hanya menunggu instruksi dari koordinator tim. Sedangkan inisiatif saya yang melanjutkan merevisi modul pembelajaran yang lain tertahan dengan kalimat, "Kami akan menyelesaikan tugas kami bersama tim, jika kami butuh tenaga atau bantuan kami akan menghubungi dan melibatkan anda". Sedih dan kecewa karena tugas sebelumnya hanya diberi tanggapan dengan kalimat, "Penanggung jawab program sudah memeriksa hasil kerja anda dan sudah cukup". Deretan kalimat yang sulit saya cerna dan tidak mendapat balikan seadanya membuat saya "kena mental", dan teringat dengan satf lain yang menyampaikan, "tugas anda hanya mengajar, materi sudah disiapkan. Bila ada kendala atau pertanyaan atau masukan dari pihak klien, anda bisa menghubungi staf staf kami sesuai bagian kerjanya". Seperti disambar petir dan sangay bertolak belakang dengan kebiasaan saya yang dulu, tapi inilah fakta yang harus saya terima. Di tengah kegundahan hati dan kebingungan tingkat atas,ada momen di mana saya mendengar permintaan staf cabang tentang modul pembelajaran kelas remaja. Saya yang menyimak, langsung berteriak dalam hati; "Itu udah ada yang sudah direvisi, pak. Lengkap pula pak!" Teriakan itu hanya tercetus dalam hati saja. Saya tidak berani dan tidak mampu menyampaikannya karena teringat pesan-pesan lain juga  saya memaksakan diri untuk menahan diri dengan mengunci mulut karena pada akhirnya saya harus sadar diri, sadar batas dan sadar posisi. Saya pun memaksakan diri menyelesaikan pekerjaan rutin sebagai contributor (material developer) dan terus berharap akan ada rezeki yang datang hari ini.

Satu persatu topik dari modul saya selesaikan. Syukurnya hari ini ide-ide keluar dan saya mudah mengambil keputusan sumber-sumber rujukan mana yang akan digunakan sebagai materi ajar. Mendapatkan kemudahan dan kelancaran merampungkan pengerjaan modul adalah rezeki yang membahagiakan karena dari rampungnya satu modul beserta panduan dan evaluasinya mendukung pengembangan sebuah program. Lebih saya syukuri jika hasil kerja saya di akui dan dihargai dan digunakan oleh para penerima manfaat. Selain itu, kabar bahagia lain masuk lewat pesan singkat dari grup koordinasi program bahasa Inggris komunitas yang isinya adalah pencairan dana dari bonus menjadi fasilitator bahasa Inggris di kelas tatap maya. Masya Allah, hati saya luar biasa lapang dan senyuman lebar terkembang ketika ketua tim meminta no rekening saya dan akan mengirim sejumlah dana sesuai kesepakatan dalam perjanjian sebelumnya. Niat untuk membayarkan premi asuransi kesehatan ibu dan keluaga kakakku pun terselesaikan, lalu permintaan sepatu gunung anak kedua juga bisa terpenuhi. Pembelian LKS untuknya juga bisa terbeli. Nikmat Allah mana lagi yang ingin kamu dustakan? Rezeki lain pun saya dapatkan dan itu seperti mimpi mendapat durian runtuh.

Siang setelah ISHOMA, saya memberanikan diri menghubungi salah satu klien untuk konfirmasi pelatihan guru lanjutan minggu depan. Satu pesan yang saya konfirmasikan adalah apakah akan dibutuhkan topik-topik bahasa Inggris oleh para guru untuk penguatan kosa kata dan percakapan. Respon yang saya terima malahan di luar harapan saya. Beliau menirim topik-topik yang akan dibahas selama 10 kali pertemuan. Beliau pun langsung menghubingi saya via telpon dan menyampaikan permintaan lain dari kepala sekolah. Sebagai trainer yang berinisiatip memposisikan diri sebagai language consultant, saya termotivasi memberikan gambaran seputar uji kompetensi bahasa Inggris untuk guru dengan memberikan pengalaman berbagi yang serupa walau beda tingkat satuan pendidikan. Di sisi lain, saya begitu gembira, tersenyum bahagia ketika melihat topik-topik apa saja yang mereka butuhkan dan di sanalah kekuatan diri sebagai material developer muncul. Saya yakin saya bisa menyusun topik topik tersebut dalam tampilan presentasi lembaran slide. Sungguh Allah yang maha membolak-balikan hati. Ketika cemas dan gelisah menerpa dan mendorong diri  untuk lemah dan menyerah, di saat yang sama semua gundah dan resah disirami dengan do'a dan sujud yang khusyu setiap malam.  Allah maha baik. Allah punya cara kapan rezeki itu datang. Yang saya rasakan hari ini adalah setelah saya menangis dan menunduk sedih dengan kondisi saya yang campur baur, tidak lama Allah mengirimkan rezeki yang tiak terduga; bayaran hasil mengajar dan kebutuhan klien yang harus segera digarap. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah yang Maha Kasih, maha Kaya dan Maha penerima taubat.

Senin, 10 Agustus 2026

Warna Cerita #5

 BERAWAL DARI NIAT BAIK

https://umma.id/post/niat-yang-baik-pasti-hasilnya-terbaik-1326676?lang=id


Sore jelang malam, Ifa dan kedua buah hatinya bersiap melaksanakan sholat Magrib. Kebiasaan shalat berjamah sebelumnya tetap terjaga, walaupun saat ini yang menjadi imamnya adalah si sulung. Kebersamaan yang mereka bangun melalui shalat berjamaah menambah kedekatan hubungan di antara mereka.

 "Bunda," colek Farhan. "Bunda melamun lagi?", Farhan memperhatikan raut wajah bundanya yang terlihat lelah. 

"Gak, bang. Bunda teringat pesan mama Desi tentang  KJP kamu bang." 

" O, iya bunda." Farhan tersenyum lebar.

"Kata pak Tama, pencairan KJP aku bulan Oktober, bunda. Insya Allah bunda gak bingung lagi untuk kebutuhan dekolah abang".

"Alhamdulillah, kita mendapat kabar baik lagi ya bang. Masya Allah, semoga KJP ade Diva juga cair ya bang".

"Insya Allah, bunda. Ade kan juga udah daftar ulang KJP bareng abang bulan Juli kemarin". 

"Nanti kita buat syukuran ya bang, kalau KJP kamu dan ade cair. Bunda mau bikin nasi kotak dan es teh manis di hari Jum'atnya"

"Siap bunda. Abang juga mau bantu belanja barang barang nya."

"Ade juga, bunda. Aku ma bantu bunda nyiapin kotak-kotak nasi nya ya". Divapun ikut ambil suara.

"Terima kasih anak-anaknya bunda, kita akan berbagi karena niat kita diawal jika kita punya rezeki lebih, kita akan berbagi." Ifa memeluk kedua anaknya dengan penuh kehangatan.

"Bang, ade siapkan buku buku pelajaran untuk besok ya. Kalau ada tugas selesaikan dulu"

"Siap bunda! Bunda mau kemana?"

"Bunda mau siapkan makan malam. Menu kita malam ini nasi, sayur sop, telor ceplok dan kerupuk." Ifa berjalan menuju dapur yang jaraknya hanya disekat dengan triplek tipis.

"Ayo dek, kita beresin perlengkapan buat besok. Termasuk baju seragam, sepatu, kaos kaki dan topi juga dasi". Farhan menarik tangan adiknya menuju ruang depan. "Let's go bang!" Seru Diva bersemangat.

Ifa yang menyimak celoteh kedua anaknya pun bersyukur. Dia yang saat ini mengambilnperan ganda, berusaha untuk tetap menjaga hati dan pikirannya agar kehidupan yang dijalaninya berjalan lancar. Setelah makan malam selesai, Ifa berencana membuat daftar pengeluaran⁰ bulanan dan dijabarkan ke dalam rencana mingguan dan nanti rinciannya akan dijabarkan dalam laporan belanja harian. Ifa yakin niat yang diawali dengan tujuan dan cara yang baik, insya Allah menjadi mudah dan diberi kemudahan jalan. Ifa sadar, waktu yang akan mengujinya apakah dia sanggup menjalani amanah sebagai tulang punggu keluarga. Dia juga berjanji untuk tidak mengeluh atau meminta-minta toling kepada keluarga atau tetangganya. Seberat apapun proses hidup nanti yang dia hadapi, tekadnya untuk bertahan dan menjaga nama baik mendiang suaminya akan dia lakoni. 


 


 

Minggu, 09 Agustus 2026

Warna Cerita #4

PASTI ADA JALAN
https://pe.linkedin.com/company/pasti-ada-jalan

Sudah lebih dari satu pekan semenjak keluarga Ifa ditinggal sang tulang punggung keluarga, Ifa sudah membuat beberapa keputusan besar yang menyangkut masa depan kedua anaknya. Sadar akan perannya yang saat ini sebagai ibu dan sekaligus pencari nafkah, Ifa sudah menyusun apa saja pekerjaan yang sudah dia data untuk dijadikan pegangan awal agar periuk nasi tetap mengepul. Pekerjaan yang dilakoninya sat ini adalah menjadi buruh cuci gosok di komplek perumahan mewah yang tidak jauh dari tempat tinggalnya juga mengambik pekerjaan sampingan dengan tugas yang sama di Laundry  "kucek-in." Dari dua sumber tersebut Ifa bisa membayar sewa rumah petakannya dan membeli kebutuhan dasar sembako. Sedangkan untuk biaya kebutuhan sekolah Farhan, insya Allah cukup dari beasiswa KJP. Ifa yakin, rezeki itu sudah Allah SWT yang mengatur dan manusia itu sendirilah yang menjemputnya. 

"Assalalmu'alaikum, bunda. Abang pulang".
Suara keras dari pintu depan membangunkan Ifa dari lamunannya. 
"Wa'alaikum salaam". Sahut Ifa sambil membuka kunci pintu. 
"Alhamdulillah, abang sudah pulang. Sini bang duduk dulu di sini". 
Sambutan manis sang bunda yang lembut disertai senyum cerah di wajahnya membuat Farhan bersemangat dan melupakan lelahnya membawa kantong besar yang terletak di luar pintu. 
"Farhan bawa ini bunda". Sambil menunjuk kantong plastik besar dan dia angkat dari luar. Ifa terkejut karna isinya pasti berat. 
"Apa ini bang?" Sambil bertanya, Ifa membuka tali plastik berwarna merah tersebut. "
Itu bingkisan sembako dari sekolah bu buat anak yatim." Jelas bang Farhan. Sekilas raut wajah Ifa membeku karena tidak memyangka Allah memberi keluarganya rezeki. 
"Masha Allah, Alhamdulillah, kita dapat sembako. Kamu bisa dapat ini kok cepat bang?" 
"Pak Tama yang memberi tahu Farhan kalau Farhan dapat jatah sembako dari donatur sekolah". 
"Sampaikan terima kasih bunda ya bang ke sekolah juga kre donatur serta pak Tama. Semoga Allah memberi balasan kebaikan. Aamiin".
Setelah di cek apa saja yang mereka dapatkan, Ifa menyimpan bingkisan  tersebut sesuai tempatnya. Beras yang berisi lima kilo dimasukan ke toples besar tempat penyimpanan beras. Mie instant, kecap, saos sambal, teh celup, gula pasir, minyak goreng dan terigu di simpan di lemari makan. Sedangkan satu kotak telor yang berisi 16 butir dimasukkan ke dalam kulkas. 

Ungkapan syukur di bibir Ifa terus terucap. Betapa maha Baiknya sang Pencipta, ketika dia membuat rencana-rencana kerja untuk mengumpulkan dana kebutuhan keluarga, Allah memberinya rezeki dari jalan yang tidak dia duga. 
"Ya Rahman, ya Kariim. Terima kasih atas rezeki sehat, materi dan kebersamaan keluarga kecil kami." Sebait do'a Ifa panjatkan dan setetes airmata jatuh di pipinya.
"Ayah, kamu yang tenang ya di sana. Kami baik-baik saja di sini". Ifa melangkah masuk ke dapur untuk menyiapkan makan bersama kedua hatinya siang itu. 

Makan bersama yang ifa rasakan selama lebih dari seminggu itu memang berbeda karena mereka bertiga. Celetukan Farhan dan respon Diva yang sesekali membuat Ifa tersenyum mengisi kekosongan hatinya yang sudah membiaakan diri dengan situasi baru.
"Bunda, sudah lebih dari seminggu demenjak ayah dimakamkan, keluarga nenek kokntidak ernah jenguk kita lagi?" Pertanyaan polos yang terlontar dari ucapan Farhan menyentak kesadaran Ifa tentang satu hal. Hubungan keluarga yang kurang dekat dengan keluarga ibu mertuanya, ditambah meninggalnya putra kesayangan mereka meyesakkan dadanya dan yang terucap hanyalah nada datar yang sebisa mungkin Ifa buat biasa saja. "Mungkin nenek dan bu de bu de mu sibuk, bang. Mereka juga kan tinggalnya berjauhan". hanya kalimat itu saja yang terucap dari bibir Ifa, dan selebihnya dia mengajak kedua anaknya fokus menikmati makan siang menjelang sore itu.


Rabu, 05 Agustus 2026

Warna Cerita #3

 CERMIN HIDUP

https://www.kompasiana.com/budiamin/66c4688ec925c42552460572/belajar-hidup-dari-pengalaman-orang-lain-cermin-untuk-menjadi-bijaksana#goog_rewarded

Setekah pemakaman jenazah suami Ifa selesai,perlahan kumpulan orang yang mengantar nya beranjak pergi meninggalkan gundunkan tanah merah yang masih basah.  Ifa dan kedua anaknya masih setia berada di dekat pusara sang ayah dan suami terkasih. Enggan rasanya untuk bangkit dan meninggalkannya sendiri. Desi dan sang suami yang menemaninya menepuk pelan bahu Ifa dan mengajaknya pulang. "Mba Ifa, ayo kita kembali ke rumah. Kasihan anak-anak sudah lelah dan butuh istirahat. Mba Ifa juga harus rehat sebentar". Bujukan lembut Desi meredakan keletihan Ifa dan dia pun memberi anggukan samar tanda dia menyetujui ajakan temannya. 

Hari beranjak petang, rumah tinggal Ifa dan kedua anaknya mulai sepi. Ruang tamu sudah rapi seperti semula. Yang tertinggal hanya keheningan suasana rumah yang merebak saat adzan Magrib berkumandang. Desi dan tetangga yang masih tinggal mengajak mereka sholat berjamaah dan mendo'akan mediang suami Ifa. Di sisi lain, kedua anak Ifa masih betah berdiam diri. Keceriaan yang biasanya mewarnai malam-malam mereka berubah seperti ruang ujian, hening. Desi menggenggam tangan Ifa dan memberikan dukungan moral, "Mba Ifa, jangan khawatir ya. Mba tak sendiri, kami para tetangga siap membantu. Kita akan menyediakan makan dan minum untuk tujuh hari ke depan. Mba Ifa istirahat dan tenangkan diri ya. Insya Allah ada jalan untuk terus mendampingi putra-putri mba." "Terima kasih mba Desi. Aku sangat berayukur punya teman baik seperti kamu. Untuk bantuan kerja di laundry pun sudah selesai besok lusa. Aku akan mulai masuk kembali mba, bair periuk nasi kami tetap ngebul". Senyum tulus yang terlihat dari raut wajah Ifa menandakan kesiapannya menjalani hidup sebagai ruang tua tunggal.

Desi yang sampai di rumah malam hari, menemui keluarganya di ruang makan. "Assalamu'alaikum semua, maaf ya bunda pulang larut hari ini. Ayah dan anak anak sedang makan apa? Sepertinya enak". Si sulung menjawab, " Ini masakan ayah, bunda. Rasanya yummy" sambil menunjukkan jempol nya ke atas. "Wah, bunda mau dong ikutan makan bareng kalian." "Tenang bunda, ini ada bagian bunda. Ayah udah misahin lauk nya buat bunda. Pokoknya ayah is the best!" Si bontot memberikan dua jempolnya ke atas. Desi tersenyum bahagia, melihat keluarga nya berkumpul utuh di ruang makan saat ini. Suami dan ketiga anaknya lengkap dan sehat serta sedang menikmati rezeki makan malam yang nikmat. Sejenak dia teringat keluarga teman baiknya, Ifa. Seperti cermin yang sedang ada dihadapannya, Desi dapat mereka-reka seperti apa suasana hati Ifa dan kedua anaknya setelah kepergian orang terkasih mereka. Hanya ada kata-kata syukur yang terucap dari lisan Desi karena dia dan keluarganya berada dalam kondisi sehat, dan berkumpul dalam rumah yang hangat. "Semoga mba Ifa dan anak-anaknya dapat melalui hidup dengan lancar dan mudah", hembusan nafas Desi menutup hari beratnya malam ini. 

Hari baru menyapa, hidup keluarga Ifa berjalan dalam suasana baru. Hidupnya yang sempat bahagia bersama suami yang membersamainya telah pergi dan yang dia hadapi mulai hari ini adalah tantangan hidup menafkahi keluarganya dengan segenap jiwa dan raganya agar tetap lancar. Tidak ada yang menyangka bila hidupnya saat ini menjadi bagian terberat terutama tentang bagaimana mencukupi kebutuhan keluarga dengan pekerjaannya sebagai tukang cuci di laundry kucek-in. Meminta bantuan kepada keluarga suaminya tidak mungkin Ifa lakukan mengingat hubungan yang kurang baik dengan mertua dan saudar-saudara kandung mendiang suaminya. Ifa mengandalkan ilmu diploma nya di bidang akutansi yang sayangnya belum bisa dia manfaatkan karena dia memilih bekerja di tempat lain yang upahnya harian, sebagai asisten rumah tangga di komplek perumahan seberang kampung tempat tinggal nya saat ini.

Peristiwa #16

  PENGALAMAN PERTAMA FARHAN Jam di dinding menunjukan angka 2:00 dini hari, dan