Rabu, 05 Agustus 2026

Warna Cerita #2

 HUBUNGAN BAIK

https://www.parapuan.co/read/533524075/5-tips-membangun-hubungan-baik-dengan-pelanggan-kuncinya-komunikasi

Langkah gontai Ifa menelusuri lorong Rumah Sakit serta kondisi suaminya yang semakin buruk menambah beban pikirannya sebagai istri, juga ibu dari dua orang anak. Informasi yang tersampaikan  tadi pagi tentang hidup suaminya yang terekam jelas dalam ingatannya serta hal terburuk yang harus dia siapkan jika sewaktu-waktu sang maha Pencipta memanggil kekasihnya tercinta. Tetes airmata turun tanpa permisi dan itu menambah kesedihannya karena sebagai seorang ibu, dia pun memiliki tanggung jawab lain untuk memastikan asap dapur mengepul dengan lancar. Satu yang dia putuskan, meminta bantuan tetangga sekaligus teman anak sulungnya agar periuk nasinya aman terkendali.

Di sisi lain, Desi sedang sibuk mengurusi kebutuhan keluarganya yang kebetulan hari Sabtu dan hari libur untuk suami dan ketiga anaknya. Saat dia menghidangkan makanan di meja makan. Suara salam terdengar di depan pintu rumahnya. "Mba Ifa, masuk mba. Silakan duduk." Ifa masuk denagn gerakan lambat seolah tidak ingin mengganggu ketenangan keluarga temannya. Sedangkan Desi melihat gelagat buruk dari penampakan wajahnya yang sembab seperti sedang dirundung masalah. "Maaf mba Desi, aku datang ke sini tanpa meminta izin terlebih dahulu. Aku mau minta tolong kamu, bisakah?" Terbata-bata, Ifa menyodorkan sebuah pertanyaan langsung tanpa prolog. "Ada maslah apa mba? Apakah ini tentang mas Danu?" Ifa menahan sesak di hatinya seraya mengganggukan kepalanya. Sambil meneteskan airmata, ifa menyampaikan maksud hatinya, "Bisakah mba Desi menggantikan aku selama dua minggu di Laundry "Kucek-in"?" Aku gak bisa ambil upah ku sebelum satu bulan, sedangkan kondisi mas Danu makin lama makin menurun". Desi yang menyimak penuturan teman baiknya ikut meneteskan air mata. "Insya Allah aku bantu mba, aku akan izin ke suami dulu ya. Mba Ifa fokus ke suami ya. Anak anak mba juga insya Allah kuat ya Aamiin. Sekarang mba mau pulang? atau ke tempat kerja terlebih dahulu?" Ifa menjawab sambil tersenyum, "Alhamdulillah terima kasih mba, nanti upah dua minggu nya aku bayarkan setelah aku dapat rezeki lain ya. Hari ini aku libur kerja mba. Aku mau pulang dan menitipkan anak anak ke Bu de Sri. semoga beliau mau dititip kan Angga dan Ara". Ifa memeluk Desi dan pamit. "Hati-hati di jalan ya mba. Nanti sore minta Angga datang ke sini ya mba, ada titipan dari bu RT". Desi mengantar Ifa sampai gerbang rumahnya. Dia paham betul bagaimana perasaan temannya dalam kondisi yang berat tersebut.

Desi memulai kerjanya di Laundry "Kucek-in" keesokan harinya. setelah mendapat izin dia pun memastikan bila semua kebutuhan keluarga terpenuhi dan pekerjaan sambilannya sebagai pekerja lepas pun masih bisa ditangani. Sementara itu, pemilik Laundry yang mengetahui bila Ifa digantikan Desi memberikan izin dan arahan tentang tugas yang harus Desi kerjakan serta hari libur yang bisa dia ambil untuk dua minggu ke depan sebagai pengganti ifa. Desi pun ikut membantu memantau kedua anak Ifa dan menjamu mereka selepas pulang sekolah. Anaknya yang sulung berteman baik dengan Fatih, anak Ifa dan di satu kelas yang sama di SD negeri di dekat kediaman mereka. Desi pun tidak merasa risih menjadi pegawai laundry karena dia merasa mendaoat ilmu dan pengalaman selama bekerja. Proses kerjanya tidak hanya mencuci serta menggosok pakaian dan mengemasnya dalam plastik, tetapi alur kerja administrasi yang runut agar kejelasan alur kerja nya rapi serta arus masuk dana yang masuk serta keluar dapat termonitor dengan baik secara maya melalui link drive yang lansung diawasi pemilik. Ilmu yang sebagian orang remeh temeh, tetapi bagi Desi, seorang ibu rumah tangga, semua alur kerja laundry itu memberi peluang lain yang bisa dia adaptasi jika nanti membuka usaha.

Tidak terasa hampir 14 hari kerja yang dilakoni Desi bersama timnya yang penuh dinamika; berhubungan dengan sesama pegawai, mengisi link administrasi, membuat laporan kerja harian serta rapat evaluasi mingguan. Sayangnya, di hari ke 12 kabar duka datang dari mba Ifa. Suaminya dipanggil yang Maha Kuasa dan hari itu keluarganya berduka. Desi terenyuh ketika anak sulung Ifa datang ke tempat kerja Desi hanya untuk mengabarkan jika sang ayah meninggal di rumah sakit tadi malam dan pagi ini jenazahnya sampai ke rumah duka. Desi pun mengabarkan berika tersebut kepa pemilik dan pegawai serta meminta izin untuk datang melawat. Desi bisa membayangkan bagaimana perasaan teman baiknya ditinggalkan teman hidup dan mendapat amanah baru, menghidupi, mendampingi kedua anaknya dalam kondisi lemah. Desi mengirim pesan singkat kepa suaminya dan memintanya membantu pemakaman suami mba Ifa. Fatih yang menemani Desi ke rumahnya hanya terdiam dan terlihat kesedihan di kedua matanya. "Fatih, ikhlaskan ayah ya. Ayah sudah gak sakit lagi. Allah maha Kasih sayang ayah kamu. Insya Allah, bunda Ifa juga sudah ikhlas. Fatih temani bunda dan adik ya, jadi anak salihnya ayah dan bunda". Fatih hanya mengaggukan kepalanya seraya bertutur lemah, "Insya Allah bu, aku sayang ayah. Aku akan temani bunda dan adik. Aku akan jadi anak salih". Mereka pun berjalan beriringan menuju rumah duka.

Selasa, 04 Agustus 2026

Warna Cerita #1

                             IMAJINASI

https://www.hasanjufri.com/2023/06/apa-sih-imajinasi-itu.html


Sepanjang jalan menuju sekolah, Farhan berjalan cepat cenderung berlari karena tahu dia akan tiba terlambat di depan gernang sekolah dan itu artinya dia akan dapat peringatan “lagi” dari Satpam dan guru piket yang berjaga di depan sekolah. Farhan sendiri tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Akhirnya, Farhan bisa masuk ke sekolahnya setelah pak Satpam memberi lampu hijau. Dia berlari ke arah kelas yang terletak di ujung gedung. Kelas 7.9 adalah kelas urutan terakhir di rombongan belajarnya. Walaupun dia berada di kelompok terakhir tetapi dia memiliki mimpi untuk mendapatkan nilai 9 di semua mata pelajaran. Semoga impiannya itu menjadi nyata. 


Farhan menjadi salah satu siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri. Dia juga mendapat kesempatan beasiswa atau KJP sebagai bantuan pendidikan dari pemerintah. Bundanya senantiasa mengingatkan jika dana bantuan itu harus dimanfaatkan dengan prestasi akademik. Farhan pun sadar walau dia memiliki keterbatasan akses informasi, tetapi dia memiliki cara untuk memperolehnya. Ditambah, kebanyakan tugas sekolah terbantu dengan sumber informasi digital. Lagi-lagi Farhan harus berusaha keras menekan keinginannya untuk bermain-main melalui aplikasi dan meredamnya dengan berdiam diri di perpustakaan sekolah yang memiliki fasilitas digital informasi. ABG-Anak baru Gede- adalah julukan untuk remaja seusia Farhan yang senang berkelompok dan berkumpul dengan minat yang sama. Farhan sendiri senang bermain game online seperti yang sedang viral saat ini dan kelemahannya adalah gawai yang ada di rumahnya ternyata digunakan bersama, bundanya untuk berdagang, adiknya yang bersekolah kelas 4 serta adik bungsunya yang berada di kelas 1. Kelemahan inilah yang memaksa semua anggota keluarganya membatasi penggunaan gawai hanya untuk informasi pesan singkat. Selebihnya, hanya digunakan untuk keperluan utama; menelpon, mengisi form atau memberi kabar berita. Bunda yang menjadi pimpinan keluarga menanamkan sikap kebersamaan dan senantiasa menempatkan sesuatu sesuai prioritas penggunaannya. Farhan pun, sebagai anak sulung, diberi amanah menjadi contoh baik untuk kedua adiknya. Situasi inilah yang membuat Farhan rela memutus rantai bermain game aplikasi dan merubah haluan memilih membaca untuk menghabiskan waktu.


Farhan menghadapi kesulitan di awal niatnya memilih melipir ke perpustakaan untuk membaca, karena tempatnya yang sepi dan minim siswa yang mampir ke tempat itu menambah rasa malas untuk melangkahkan kakinya ke sana. Di sisi lain, dia pun kesulitan mengajak teman-temanya bergabung untuk sekedar datang dan membaca buku sesuai kesukaan mereka. Sehari, dua hari dan lanjut seminggu sampai minggu keempat Farhan menemukan rasa nyaman di perpustakaan. Selain tempatnya yang tenang, sejuk dengan fasilitas pendingin ruangan, di sana pun tersedia air minum untuk sekedar mengurangi haus saat berinteraksi di perpustakaan. Yang membuatnya mantap dan betah di tempat itu adalah kemudahan penggunaan komputer meja yang sudah dipasangkan dengan koneksi internet. Farhan mendapatkan keleluasaan menggunakan jejaring internet untuk mencari sumber untuk PR atau tugas sekolah juga membaca informasi ringan, berita sampai tontonan film pendek via kanal Youtube. Yang membuatnya bersyukur adalah semua fasilitas yang dinikmati tidak berbayar atau gratis, sehingga dia pulang dengan rasa puas, tenang dan nyaman. Pustakawan yang bertugas pun memberinya ilmu sederhana tentang merancang sesuatu melaui Canva. Dia pun semakin asyik mengulik dan berguru pada sang pustakawan - pak Tama. Farhan berimajinasi lagi tentang keinginannya memiliki cara mendapatkan masukan berupa uang dari fasilitas internet. Dia yang banyak bertanya tentang bagaimana cara menghasilkan uang lewat karya atau kerja sampingan mendapat dukungan dari pak Tama. “Pelan-pelan Farhan. Semua bisa menjadi uang bila kamu tahu caranya dan benar cara memperolehnya”. Semakin berbinar dan bersemangat remaja itu yang kemudian dia secara sukarela menjadi murid pak Tama. 


Minggu, 02 Agustus 2026

Peristiwa #13

 KABAR TIM

Menunggu bagi sebagian pekerja memiliki arti berbeda. Bagi yang terbiasa dengan kesibukan dan batas waktu penyelesaian projek mungkin akan terbiasa dengan dinamika naik turunnya motivasi untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya karena yang sasarannya adalah target kepuasan klien. Sebaliknya, bagi yang terbiasa menerima pesan maka akan mengikuti alur yang telah ditentukan. Yang pasti, bagi Niera, pekerjaan yang ditekuni selama lebih dari lima tahun sudah membawanya pada titik persiapan awal bahkan menentukan seperti apa projek yang akan berproses selama periode waktu tertentu. Ironisnya, saat ini kabar yang dia terima bukan untuk digarap sesuai bagian wewenangnya tetapi menunggu kabar tim yang harus dia ikuti dengan baik sebagai bagian dari prosedur operasional kerja. Akhirnya jalan tengah yang Neira ambil adalah berputar haluan dengan menjadikan client oriented sebagai fokusnya saat ini karena beberapa alasan.

Bertahun-tahun yang lalu, Neira memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan sebuah program dan di situlah dia mengembangkan kemampuannya dengan bermodalkan mesin pencarian melalui internet yang mampu memfasilitasi kebutuhannya untuk memenuhi target pembelajaran baik yang sesuai program maupun sesuai keinginan konsumen. Hal tersebut menjadi tantangan terbesarnya karena ciri khas atau kekhususan materi permibtaan klien menjadi tanggung jawab besar untuk direalisasikan. Metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) menjadi jalan keluar strategis yang mempermudah penyelesaian paket modul belajar. Neira sendiri menyadari bila dirinya siap mempertanggung jawabkan kinerja nya dalam bentuk evaluasi klien pengguna dan penerima manfaat. Kondisi tersebut menjadi ritme yang penuh dinamika serta menjadi asahan keterampilan yang meningkatkan kapasitas dirinya dalam menyelesaikan target target kerja. Sampai pada satu titik semua yang dia lakoni berhenti dan berubah menjadi pihak "asing" yang tugasnya menunggu, menerima, menyampaikan dan melaporkan rutinitas saja. Peran yang Jauh berbeds dari rutinitas sebelumnya. Neira yang sudah terbiasa menganalisis kebutuhan klien, menurunkannya dalam perencanaan dan merampungkan materi dari A sampai Z. 

 Kondisi yang bertolak belakang dengan passionnya, membuat Neira mencari cara untuk tetap sama dan tidak terjungkal karena posisinya yang jauh di bawah. Sayangnya, dia hanya bisa menarik nafas dan inginnya tetap dilibatkan karena dia yakin dengan kemampuan menyusun materi pelatihan. Di sisi lain, dia tetap menyusun sesuai permintaan klien sesuai versinya dan langsung diaplikasikan di lapangan untuk melihat dan mengukur materi materi yang dia sampaikan diterima baik oleh peserta. Walau saat ini posisi nya jauh di luar jangkauan area, Neira memutuskan tetap menyusun materi dan mengembangkannya bukan untuk menjadi saingan dari tim yang ada tetapi untuk merawat dan mempertahankan kinerjanya dan terus mengasah kemampuannya karena klien akan menilai dari sisi kepuasan selama pelatihan. Satu hal yang Neira fokuskan saat ini, menjadi bagian sukses itu bukan hanya tentang peran besar yang diamanahkan tetapi bagaimana dirinya berbagi dan melayani klien dalam bingkai profesional.

 

Riung SDG 2026 Ibu Pembaharu #2

 SUCCESS FOR CHANGE

https://griyawistara.blogspot.com/2021/06/makna-logo-ibu-pembaharu.html

Sukses untuk saya adalah ukuran pencapaian prestasi dan bentuk penghargaan yang tinggi karena semua proses kerja yang dikerjakan pada akhirnya selesai dengan baik, mendapat respon baik serta penilaian positif dari pihak lain sebagai pengakuan formalitas dari keberhasilan suatu  projek atau program. Sebagai individu yang memiliki keinginan untuk terus memperbaiki diri serta memberi manfaat untuk yang lain, maka langkah-langkah itu pun menjadi jejak nyata sebagai proses menemukan gaya belajar dan passion apa yang ingin ditebar di kalangan khalayak sesuai versi yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas saya sebagai anggota masyarakat yang ingin ikut berperan memberi manfaat dari ilmu, pengalaman yang saya miliki. Maka melalui jalur ibu Profesional, saya masuk ke dalam sebuah rumah besar yang kemudian saya terlibat aktif dan terus meningkatkan keterampilan diri hingga akhirnya bermuara di akhir kelas Bunda Saliha. Lulus di kelas tersebut tidak membuat saya dan para lukusan selesai menimba ilmu. Di sanalah kami memulai menerapkan semua ilmu dalam bingkai gerakan sosial berbasis bekal ilmu dan passion, maka saya memantapkan diri untuk terjun mengembangkan passion saya di bidang keterampilan soft-skills yaitu pelatihan bahasa Inggris DUDI dan pendidikan yang berharap semua  kemampuan saya dapat tersalurkan melalui kanal tatap maya. Gerakan itu saya beri nama "Veztifal Show" yang merupakan singkatan dari "Virtual English Zone to improve your language-Show your hidden Talent". 

Berawal dari hasil obrolan dengan pimpinan saat itu  yang menginginkan kerja sosial, mencurahkan ilmu dan pengalamannya untuk tujuan sosial, maka saya pun tergelitik untuk memiliki keinginan yang sama. Sama-sama ingin berbagi dan melayani kepada masyarakat tanpa mmeberi beban besar kepada mereka. Saya yang sesungguhnya adalah ibu rumah tangga yang juga aktif di ranah publik, pun berimajinasi tentang bagaimana menebar manfaat tanpa harus bepergian jauh dari keluarga. Imajinasi saat itu yang terbayang adalah memberikan pelatihan atau pembelajaran jarak  jauh yang juga menjangkau seluruh Indonesia. Tingginya mimpi saya itu akhirnya menemukan jalannya. Di saat Pandemic Covid 19 merebak dan memaksa semua pihak menjalankan kerja terbatas dan teralihkan sebagiannya dengan tatap maya, maka di sanalah WOW moment yang saya dapatkan. Bertepatan dengan keikutsertaan saya di kelas bunda Saliha, bertemu dengan situasi Pandemik dan selaras dengan imajinasi saya maka saat itu pun gong saya canangkan. Dengan hati yang mantap saya mendeklarasikan sebuah projek passion yang sesuai dengan ilmu, pengalaman juga minat saya di dunia pendidikan bahasa Inggris. Dengan memanfaatkan konsi yang ada, saya bersyukur karena dengan cara tatap maya tersebut saya dapat melangkahkan kaki saya pertama kali di dunia maya. Kata Virtual saya pilih sebagai kata pertama yang memberi ciri dari gerakan saya. Kemudian kata kedua dan ketiga "English Zone" mewakili cara saya memberikan manfaat kepada masyarakat. Sedangkan kata "Show" sendiri adalah bentuk kata motivasi untuk penerima manfaat. Puas untuk pertama kalinya saat itu karena saya pun mampu membuat imajinasi saya terwujud karena situasi yang sangat mendukung. 

Debut saya di awal gerakan adalah mengikuti alur kegiatan kelas bunda Saliha dan kemudian merencanakan perjalanan Veztifal show berikutnya. Di sisi lain serangkaian keterampilan lain yang mendukung gerakan saya secara maya pun saya ikuti. Beberapa pelatihan berjenjang saya ambil; Canva dan Quiziz dan mendapatkan sertifikat. Itulah modal awal saya untuk mempublikasikan informasi tentang pendidikan dan bahasa Inggris melalui kanal media sosial yang bernama Instagram. Asahan disain sederhana untuk merancang info singkat berhasil saya laksanakan. Pun dengan kelas tatap maya saya buka perdana dengan nama FEE-Pro (Fun English for Employees and Professional). Langkah perdana dengan kelas bahasa Inggris untuk karyawan berjalan lancar hingga tingkat tiga. Sedangkan kerja sama yang lain pecah telur setelah saya menggandeng teman teman mahasiswa dari USU dan menyelenggarakan kelas percakapan dasar untuk pemula. Kalangan yang menjadi klien Veztifal show adalah kalangan dari dunia usaha, industri serta pendidikan. Walaupun langkah gerakan ini sederhana, tetapi saya merasa imipian saya kedua tercapai. Kelas dan pelatihan terselenggara dengan baik dan pesertanya berasal daribeberapa daerah berbeda yang disatukan dalam bingkai Pertemuan Zoom. Harapan di awal pemikiran saya tidak setinggi hasil yang kami dapatkan dari beberapa kerja sama dengan pihak lain. Inilah mungkin yang memberikan berkah tersendiri bagi kami dan tim saat itu jika berbagi dan melayani itu bisa di tebarkan tanpa mendatangi lokasinya. Kelas-kelas tatap maya lainnya berhasil diselenggarakan untuk kebutuhan pendidikan dan tes internasional seperti TOEFL dan IELTS serta B2 Level (Cambridge Assessment).

Perjalanan setelah tahun ketiga adalah perjalanan kolaborasi. Veztifal Show bangga menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terhubung di program inovasi Ibu Profesional, yaitu Ibu Pembaharu. Program kerjasama tersebut sebenarnya "menyelamatkan" tim yang personilnya satu persatu pamit karena kesibukan lainnya. Sisi positif dari kolaborasi tim Veztifal dengan Sitarasmi, misalnya, kerjasama mutualisme yang memberikan manfaat bagi teman teman remaja dalam bidang pelatihan bahasa Inggris untuk tes (TOEFL prep Class) dan percakapan umum untuk remaja (EFFORT: English Fluency for Teenagers). Saling menguntungkan karena kedua tim berkerja bersama sebelum- saat - sesudah program selesai. Selain itu, kedua tim belajar bagaimana melaksanakan program bersama (Joined program) secara terbuka dan saling mengisi sehingga perjalanan program berakhir dengan kesan yang baik dan berulang. Saya sendiri pun merasa bangga mengikuti kolaborasi rutin yang diselenggarakan oleh ibu Pembaharu. Program Riung SDG adalah program rutin tahunan yang megelompokkan tim tim gerakan sesuai SDG nya. Dari tiga kali kegiatan, Saya, wakil Veztifal show, selalu mengambil peran untuk ikut terlibat aktif bersama tim leader lain. Dinamika kelompok yang naik turun, kekompakan para leader untuk mengambil perannya serta dukungan satu sama lain yang membuat acara yang digelar sukses. Keterlibatan saya di program riung SDG itulah yang banyak mendapatkan pengalaman terutama dalam komunikasi kelompok dan alur kerja sama yang baik dan saling terbuka. "Battle of Qur'an #1" dan "Battle of Qur'an #2" sukses terlaksana dengan baik karena semua pihak terlibat aktif dan saling membantu. Sedangkan gelaran Riung SDG tahun ini saya siasati dengan tetap konsisten menyelesaikan projek bersama; "FlashCard literasi pendidikan keluarga" dengan dinamika yang berbeda dari sebelumnya.

Di tahun kelima ini, Saya pribadi menjadi bagian dari kesuksesan kegiatan Ibu Pembaharu untuk program E-FoRM (English for Mom) yang mendapatkan perhatian luar biasa. Kelas besar yang berisi para ibu yang termmotivasi untuk melatih keterampilan bahasa Inggris percakapan. Di sini lah saya sebagai wakil Veztifal Show tertantang untuk memberikan fasilitas, materi dan layanan terbaik selama program berlangsung. Walaupun banyak sisi yang harus diperbaiki, tetapi satu hal yang saya dapatka dari kolaborasi besar ini adalah, apresiasi tinggi dari tim violcester yang memberi kepercayaan penuh pada veztifal show untuk mengisi program bahasa Inggris dan dukungan serta kerjasama timbal balik yang berjalan lancar akhirnya program tersebut rampung dan mendapat kesan yang baik dari para pesertanya. Beberapa kata yang saya dapatkan dari hasil kerja tim sendiri dan kolaborasi pihak lain yang terkait adalah ambil peran aktif-keterbukaan-konsistensi  menjaga kepercayaan satu sama lain. Saya menyadari betul kondisi tim tidak lengkap dan selanjutnya saya yakin ketiga poin tersebut yang membuat saya bersama Veztifal show melangkah setahap demi setahap dan tetap berada di jalur gerakan bersama Ibu Pembaharu. Keberlanjutan gerakan Veztifal show senantiasa berubah ke arah yang lebih baik; baik dengan cara memantaskan gerakan dalam hal program-program seusai kebutuhan pasar. Pun dengan strategi gerakan yang harus direncanakan lebih baik ke depannya.

Dari pengalaman lima tahun saya dan tim bergerak, Veztival show perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk memulai perjalanan di lima tahun kedua. Ada tiga bagian yang akan direncanakan dan semoga dapat terlaksana dengan baik dalam bingkai Start-Stop-Continue.  Perencanaan kerja atau program atau projek yang diagendakan menjadi program "Keroyokan" yang nantinya akan menggandeng tim-tim lain di lingkungan ekosistem ibu pembaharu, komunitas ibu profesional dan program-program inovasi lain. Program kolaborasi ini akan masuk kelompok "Start" karena Veztifal show akan memulai kembali kolaborasi mutualisme dengan melibatkan kedua belah pihak atau lebih yang turut membantu gerakan Veztifal show. Saya sudah membuktikan sendiri bila program kerjasama akan membuat proses pengerjaannya berjalan lebih baik karena adanya hubungan komitmen dan konsisten yang saling mendukung. Jangkauan keterlibatannya akan lebih luas dan lebih dinamis. Sementara itu, ada program yang perlu dihentikan sementara, "STOP", karena beberapa poin terkait sumber daya manusia atau anggota tim. Program informasi via artikel yang dipublikasikan melalui platform blog. Selanjutnya program video presentation tentang "Language Skills Corner"  yang dihentikan sementara sampai ada tambahan anggota tim yang akan membantu di bagian proses digital untuk disain tampilan layar. Berikutnya, program-program seperti FEE-Pro, EFFORT, TEST prep Class, atau E-Form, FEET (Fun English for Enthusistic Teachers) bisa menjadi bekal untuk melanjutkan program ke tahap berikutnya. Semua program tersebut bisa dimasukkan dalam kelompok "Continue". Keberlanjutannya terletak pada kenaikan kelas atau level berikutnya atau pembukaan kelas pelatihan yang baru. Kalangan yang menjadi sasarannya adalah kalangan siswa, mahasiswa, pegawai/karyawan, ibu rumah tangga, serta masyarakat umum.   

Veztifal Show ada setelah saya terlibat di institut Ibu Profesional dalam kelas Bunda Saliha. Perjalanan panjang yang sudah saya selesaikan rampung dan bermuara pada satu bidang gerakan komunitas dan saya sudah memastikan diri jika projek passion saya yang sudah ditanam mulai dari kelas bunda produktif, di pupuk di kelas bunda Saliha dan di kembanngkan bersama di ekosistem ibu Pembaharu adalah rangkaian peta perjalanan saya menunjukkan bagian terbaik versi saya sebagai seorang perempuan, istri, ibu dan anggota masyarakat. Terlepas dari aneka hambatan yang menjadi tantangan besar untuk diselesaikan, maka melalui projek passion ini saya mencurahkan ilmu dan pengalaman serta kesempatan berbagi dalam 

Riung SDG 2026_Tim 12

FLASHCARD FOR LEADER LIBRARY

Project SDG IbuPembaharu 2026_Tim 12

kkk


dgjk

Riung SDG 2026_Ibu Pembaharu #1

 STORY FOR CHANGE:

WHERE THERE'S A WILL, THERE IS ALWAYS A WAY



Perjalanan selama lima tahun 

https://www.success.com/what-does-success-really-mean-to-you

Minggu, 17 Mei 2026

Peristiwa #12

 SANDAL JEPIT


Sudah dua minggu berlalu semenjak Senin 4 Juni 2026 suasana lantai satu serasa senyap, bukan karena jumlah pekerja yang sedikit tetapi suara khas yang membuat heboh ruangan yang menghilang. Terlebih lagi, aku tidak mendapati sandal jepit yang warna dan motifnya lucu pun tidak terlihat di rak. "Kemana sandal itu?, apakah dibawa pulang? Gak mungkin dia bawa ke rumah, alas kaki itu kan memang untuk dipakai di sini", gumam ku sambil mencerna kira-kira apa yang sedang terjadi. Aku sendiri mengambil alas kakiku dan memulai hari kerjaku hari itu. Rasa penasaran semakin membumbung ketika kulirik jam dinding yang menunjukka angka sembilan lewat lima menit. Tidak ada satupun yang datang padahal jam kerja harus sudah mulai pukul sembilan tepat. Perasaan tidak nyaman mulai merambat dan aku tambah gelisah saat waktu terus berlalu di sembilan tiga puluh menit. Aku hanya menghela nafas panjang dan aku putuskan mengirim pesan pendek padanya. Semoga ada jawaban dari ketiadaan sandal jepit itu.

Seperti biasanya aku akan mengawali pesan pendek dengan menilis sapaan salam dan menanyakan kabar. Tidak lama setelah ku kirim pesan pertama, dia menjawab salamku dan menyampaikan bila dia  baik baik saja.



Warna Cerita #2

  HUBUNGAN BAIK https://www.parapuan.co/read/533524075/5-tips-membangun-hubungan-baik-dengan-pelanggan-kuncinya-komunikasi Langkah gontai If...