SEPULUH HARI PERTAMA: BERLETIH-LETIH
| https://www.sonora.id/read/423737154/6-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-ramadhan-umat-muslim-wajib-tahu |
Kemarin, 28 Februari 2026 masuk 10 Ramadhan pertama yang sebagian besar umat iIslam di Indonesia melaksanakan shaum bersama- sekeluarga, sekampung ,senegara. Kebersamaan ini mendukung semua yang berpuasa untuk menjalankannya dengan tenang dan nyaman. Sebaliknya, jauh di belahan dunia yang lain, suara ledakan menjadi bagian sehari-hari karena kesombongan dan ingin menyakiti masyarakat dunia lain sedangkan di sana hanya ada segelintir negara yang berani melawan kejahatan sang penguasa dunia. Saya sendiri pribadi yang memiliki peran ganda, baik sebagai istri, ibu, karyawan serta tetangga mendorong saya menempatkan diri sesuai porsinya dengan tetap memperhatikan kapasitas saya sendiri. bagian pertama puasa sepuluh hari melatih saya untuk menanamkan mindset "Letih". Letih karena memiliki motivasi untuk memperbaiki diri melalui ibadah-ibadah yang akan mendatangkan ridha Allah SWT.
Karakter Konsisten yang pernah saya terapkan beberapa tahun lalu menjadikan saya sebagai karyawan yang disiplin, memenuhi target kerja dan tetap memiliki kemampuan mengelola organisasi yang saya pimpin. Saat ini pun, saya juga seharusnya menjejaki karakter tersebut sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai hamba Allah SWT. Berbagai gelombang hidup yang saya hadapi setiap hari adalah bagian dari tantangan-tantangan hidup yang harus saya lalui dengan usaha dan do'a. Hanya do'a dan usaha terbaik dibungkus kesabaran membuat saya tetap merasa waras dan menjaga agar langkah kaki tidak oleng. Di rumah saya melakukan kerja ganda; sebagai ibu rumah tangga yang mengurus semua urusan rumah sekaligus sebagai karyawan yang bekerja dari rumah (WFH). Kewarasan dan keseimbangan berpikir dan bekerja menjadi makanan sehari-hari.
Ramadhan adalah bulan di mana saya menetapkan target ibadah. Ibadah sholat lima waktu bersama sholat sunah rawatib, sholat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid terdekat, tilawah qur'an satu hari satu juz dan berinfaq. Walaupun target target itu belum maksimal, tetapi konsistensi menjalankannya dipengaruhi oleh suasana fisik dan hati serta pikiran sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai harapan. Saya merasa berjalan sendiri seolah-olah saya sedang mengejar semuanya dengan berjuang sendiri. Mohon ampun ya Allah yang maha penerima taubat, mohon berikan padaku kemudahan hidup baik untuk diri sendiri, suami, anak-anak. Ungkapan, " Jangan berharap pada manusia" benar adanya, karena aku harus yakin rezeki itu sudah diatur Allah SWT terukur dan tertakar. Ya maha Pemurah, aku ikhlas menjalankan hidup ku hari ini dan seterusnya. Aku padaMu ya Rahman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar