AMAL JARIYAH: SIAP, BERSEDIA
![]() |
| @SDIT Al Iman-Cipinang Elok_07012026 |
AMAL JARIYAH: SIAP, BERSEDIA
![]() |
| @SDIT Al Iman-Cipinang Elok_07012026 |
PENGALAMAN PERTAMA FARHAN
| https://gofood.co.id/id/jakarta/restaurant/nasi-uduk-gorengan-bluntas-samping-warteg-bluntas-60d04009-b251-47e4-a087-bf0611fcb035 |
CUMA MC
![]() |
| 02 July 2026 |
Event sudah usai, tugas sudah rampung dan bekerja sama tim pun berjalan mulus. Entah ini mimpi atau rezeki nomplok, tetapi lamaran seorang Ketua event untuk menjadi bagian dari kepanitiaan dan acara langsung di luar gedung pun diterima. Sebagai anggota komunitas yang bangga mengambil peran sebagai MC menandakan kapasitas saya diakui dan dihargai. Di saat keringnya perang yang ditawarkan dan batasan keterlibatan di berikan di bagian pelengkap maka tawaran itu ibarat oase di tengah padang pasir. Saya memastikan untuk mengerahkan seluruh kemampuan diri menunjukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik versi saya.
Sebenarnya tawaran menjadi host atau MC yang saya terima bukan tawarabn baru. Sudah beberapa kali dipercaya menjadi host, MC juga moderator di acara acara formal dan non formal baik di lingkungan kerja ataupun di komunitas.
CLIENT ORIENTATION: TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN ANDA
Penggalan kalimat itu masih terngiang di telinga Ms. Kamila setelah dia menutup kelas pelatihan guru pada Jum'at sore itu. Kalimat itu seperti sebuah undangan kembali untuk mengisi pelatihan serupa di bulan berikutnya. Seperti mendapat hawa sejuk pegunungan, Kamila merasakan sensasi lain. Dirinya merasa tersanjung dan seperti mendapat sebuah penghargaan karena klien memilihnya kembali dengan sebuah permintaan. Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat pak kepala sekolah memintanya untuk hadie kembali. Bagi Kamila, permintaan berulang menjadi indikator kesuksesan klien terhadap tampilan presentasinya. Entah apa saja yang dilihat, diamati atau dievalusi hingga kalimat itu meluncur lancar dari beberapa peserta, bagi Kamila hal tersebut sebagai prestasi tersendiri yang hanya dia rasakan sendiri tanpa memiliki bukti fisik dalam bentuk tertulis, audio atau video. Ini bukan pertama baginya. Tetapi fakta yang juga terjadi di beberapa klien yang lain.
Semenjak Kamila menyatakan dirinya akan menerapkan client-based-oriented, dia merubah tujuannya mengisi pelatihan yang menitikberatkan pada pelayanan klien. Karena dia merasa dihargai di kalangan klien maka di sanalah kebanggaan yang dia rawat untuk menjadi tempat belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Dia buat 5B tersebut seperti nilai yang ada pada komunitas Ibu Profesional. Di hadapannya berdiri para klien dari latar belakang lingkungan pendidikan formal dan unit yang berbeda, dan dia sudah mendapatkan "repeated order" dari klien klien yang berbeda. Kamila tidak merasa membumbung karena dia telah memberi klien kepuasan di setiap pertemuannya. Dia justru melihatnya sebagai peluang untuk terus mengasah diri, mempertajam pengetahuan dan memperkaya aneka kegiatan yang memicu peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Prmintaan berluang itu pun membangkitkan Kamila untuk meningkatkan terus kualitas pengajaran.
Terpana dan tidak menyangka akan mendapat apresiasi positif dari para peserta pelatihan terrkam baik dalam catatan kerja Kamila dan responnya pun harus disusun seramah mungkin agar tidak ada pihak yang terganggu kenyamanannya. Beberapa model kalimat dari para klien yang bernada beda tapi memiliki maksud yang sama tersampaikan. Contoh paling jelas adalah penyampaian langsung seorang peserta, "Ms. Mila, kok gak megisi pelatihan lagi? Ms. Mila gak mau ya mengajar kami lagi?" Lain halnya dengan permintaan mereka untuk kelas umum pun terlontar, "Ms. bisakah mengisi pelatihannya untuk kel;as besar?", Atau pertanyaannya, "Ms. apakah kami harus menyampaikan "request" jika kami menunjuk Ms. Mila yang memfasilitasi kami kembali di pertemuan berikutnya? Pertanyaan sederhana yang jawabannya yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menyinggung pihak lain membuatnya merespon dengan cara santai seperti, "Insya Allah saya bisa mengisi pelatihan jika tida bentrok dengan jadwal saya yang lain, mam". Atau jawaban yang singkat namun elegan pun sejatinya menunjukkan keselarasan hubungan tim, "Bisa pak, bu. Jika saya yang masuk kembali, saya bersedia. Hanya saja mungkin bapak menyampaikan alasannya agar tim memahami keinginan klien". Yang menarik adalah pengumumam koordinator klien yang memberikan info diawal pelatihan, "Kita akan belajar kembali bersama trainer the one and only Ms. Kamila." Selain itu ada juga respon baik dari anggota tim lapangan, dengan kalimat, "Senang sekali Ms. bisa kembali mengisi pelatihan di sini."
Semua kalimat itu membumbungkan harapan tinggi dari Ms. Kamila. Karena di satu sisi, tugasnya yang terbaru adalah memfasilitasi peserta pelatihan dengan topik dan materi belajar. Sedangkan di sisi lain semua penghargaan itu bukan jadi akhir kemenangan seorang trainer yang berpuas hati dengan semua masukan dan tanggapan yang sangat baik. Bisa jadi semuanya adallah remah-remah bongkahan potensi yang akan memberi ledakan kekecewaan bila dianggap memberlakukahnnya sebagai sebuah label kebangaan yang cenderung menjadi kesombongan diri yang beracun.
AWAL YANG BAIK
| https://insightusaha.com/cara-mulai-bisnis-dari-nol-tanpa-bingung-di-tahun-2026/ |
Makan malam bersama keluarga keci Ifa sudah selesai, anak-anak sedang mengulang pelajaran dan Ifa pun melakukan hal yang sama memeriksa apa saja yang dia punya di lemari makanannya. Yang terlintas di kepalanyabadalah bagaimana memutar uang takziyah mendiang suaminya agar memanjang dan dapat mengatasi kebutuhan sehari-hari. Uang takziyah yang terkumpul sampai hari ke-8 berjumlah lima juta rupiah. Uang tersebut akan Ifa gunakan untuk modal kerja. Ifa ingin sekali membeli sebuah motor bekas kisaran harga empat juta yang akan dia jadikan alat transportasi bisnis yang akan dia jalankan. Keperluan membeli motor tidak hanya sekedar mengantar dan menjemput anak anak sekolah, tetapi juga untuk tujuan berdagang. Berbelanja bahan-bahan makanannya, kemudian mengirimkannya ke warung warung terdekat atau mengantar pesanan. Sebelum dia eksekusi semua inginnya, Ifa mulai membuat coretan dan menuliskan apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai jalan ikhtiarnya mengumpulkan pundi-pundi halal yang juga akan mendatangkan keberbekahan.
Fokus Ifa saat ini adalah berdagang. Barang dagangan yang akan dia jual adalah makanan dan minuman. Selama menjadi istri dan ibu, Ifa sudah terbiasa membuat cemilan gurih, manis, bakar atau panggang juga kukus. Selain itu, Ifa juga sering diminta bantuan bu RT atau bu RW membuat beberapa snack dan minuman untuk acara-acara lingkungan RT, RW atau kelurahan. Modal inilah yang menjadi poin utama dan menjadi keputusan pasti setelah melihat dan mendapatkan respon positif masyarakat tentang rasa, dan tampilan snack dan minumannya yang baik. Ifa pun mencentang poin tersebut sebagai komoditi dagangannya. Kemudian, Ifa pun mendata tempat-tempat penjualan bahan-bahan makanan dan minuman yang murah tetapi tetap memiliki kualita baik. Berikutnya, cara memasarkannya. Ifa sudah memiliki pengalaman mendapat pesanan via pesan WA, karena mereka yang memsan mendapatkan infonya dari status Ifa yang rajin menunjukkan aneka cemilan yang tayangnya setiap hari, tiga kali sehari. Ifa juga sudah memikirkan cara lain dengan memanfaatkan sosial media; instagram, tik tok, facebook selain status WA dan group komunikasi. Ifa merasa sudah saatnya dia melaksanakan rencananya dan besok dia akan menjual makanan sarapan dan gorengan gurih serta manis.
Farhan yang sudah selesai belajar, menghampiri bundanya yang sedang sibuk mengumpulkan dan menyiapkan bahan-bahan yang akan diolah menjadi makanan yang akan dijualnya besok.
"Bunda, besok jadi mulai jualan srapan pagi dan gorengan?"
"Insya Allah jadi bang." "Abang mau bekal yang sama besok?"
"Aku mau bantu jual sarapan dan gorengannya, bunda. boleh kan?"
Bunda terkejut dengan permintaan Farhan, dengan senyum lembutnya, bunda menjawab dengan lembut.
"Abang gak malukah menjual makanan dan gorengan besok?" "Bunda seneng kalau Farhan mau coba jadi bisnisman".
"Abang gak malu. bunda. Bunda gak usah khawatir, abang jualnya di kelas aja. Nanti abang yang minta teman-teman untuk kasih info dari mulut ke mulut ke kelas-kelas lain". Bangganya Farhan meyakinkan bundanya bila dia bisa membantu bundanya.
"SIap bos. Besok bunda siapkan 15 bungkus sarapan nasi yang lauknya bihun goreng dan tempe orek dan kerupuk. Bunda juga bawakan 20 gorengan ya, 10 lontong isi sayur, 10 tahu isi dan 10 dadar gulung ya. Harganya di buat 5 ribu dapat tiga ya. Mereka boleh pilih." Bunda menjelaskan dengan semangat.
"Paham bunda. Kalau ada temen yang cuma mau beli satu atau dua. Berapa harga satuannya bunda?"
"Itu mudah, bang. Harga satuannya dua ribu. kalau temen abang mau beli dua, harganya empat ribu. Tapi kalau mereka ambil tiga jenis maka harganya cuma lima ribu."
"OK bunda. Deal!" Farhan menyodorkan tangannya menunjukkan dia sepakat dengan penjelasan bundanya.
"Farhan bis abantu apa malam ini bunda?"
"Farhan bisa cuci beras yang ada di panci itu ya. Ada 2 liter ya bang. Kalau udah bersih masukkan ke magic com. Nanti bunda yang memasaknya. Setelah itu, abang tidur ya karena besok kamu sekolah". Farhan pun segera mengerjakan instruksi bundanya. dan setelah itu dia beristirahat.
Ifa tersenyum melihat semangat si sulung yang ingin membantu. Ifa pun tetap akan membatasi Farhan. Ifa ingin Si sulung fokus belajar dan berprestasi dei masa depan. Ifa akan bangun jam dua pagi dan akan memulai bisnisnya dengan ucapan basmallah sebagai awal perjalanan yang baik.
MIMPI DAPAT DURIAN RUNTUH:
RAHASIA REZEKI ALLAH
| https://resipurnama95.blogspot.com/2017/09/rezeki-itu-diikhtiarkan.html |
BERAWAL DARI NIAT BAIK
| https://umma.id/post/niat-yang-baik-pasti-hasilnya-terbaik-1326676?lang=id |
"Bunda," colek Farhan. "Bunda melamun lagi?", Farhan memperhatikan raut wajah bundanya yang terlihat lelah.
"Gak, bang. Bunda teringat pesan mama Desi tentang KJP kamu bang."
" O, iya bunda." Farhan tersenyum lebar.
"Kata pak Tama, pencairan KJP aku bulan Oktober, bunda. Insya Allah bunda gak bingung lagi untuk kebutuhan dekolah abang".
"Alhamdulillah, kita mendapat kabar baik lagi ya bang. Masya Allah, semoga KJP ade Diva juga cair ya bang".
"Insya Allah, bunda. Ade kan juga udah daftar ulang KJP bareng abang bulan Juli kemarin".
"Nanti kita buat syukuran ya bang, kalau KJP kamu dan ade cair. Bunda mau bikin nasi kotak dan es teh manis di hari Jum'atnya"
"Siap bunda. Abang juga mau bantu belanja barang barang nya."
"Ade juga, bunda. Aku ma bantu bunda nyiapin kotak-kotak nasi nya ya". Divapun ikut ambil suara.
"Terima kasih anak-anaknya bunda, kita akan berbagi karena niat kita diawal jika kita punya rezeki lebih, kita akan berbagi." Ifa memeluk kedua anaknya dengan penuh kehangatan.
"Bang, ade siapkan buku buku pelajaran untuk besok ya. Kalau ada tugas selesaikan dulu"
"Siap bunda! Bunda mau kemana?"
"Bunda mau siapkan makan malam. Menu kita malam ini nasi, sayur sop, telor ceplok dan kerupuk." Ifa berjalan menuju dapur yang jaraknya hanya disekat dengan triplek tipis.
"Ayo dek, kita beresin perlengkapan buat besok. Termasuk baju seragam, sepatu, kaos kaki dan topi juga dasi". Farhan menarik tangan adiknya menuju ruang depan. "Let's go bang!" Seru Diva bersemangat.
Ifa yang menyimak celoteh kedua anaknya pun bersyukur. Dia yang saat ini mengambilnperan ganda, berusaha untuk tetap menjaga hati dan pikirannya agar kehidupan yang dijalaninya berjalan lancar. Setelah makan malam selesai, Ifa berencana membuat daftar pengeluaran⁰ bulanan dan dijabarkan ke dalam rencana mingguan dan nanti rinciannya akan dijabarkan dalam laporan belanja harian. Ifa yakin niat yang diawali dengan tujuan dan cara yang baik, insya Allah menjadi mudah dan diberi kemudahan jalan. Ifa sadar, waktu yang akan mengujinya apakah dia sanggup menjalani amanah sebagai tulang punggu keluarga. Dia juga berjanji untuk tidak mengeluh atau meminta-minta toling kepada keluarga atau tetangganya. Seberat apapun proses hidup nanti yang dia hadapi, tekadnya untuk bertahan dan menjaga nama baik mendiang suaminya akan dia lakoni.
| https://pe.linkedin.com/company/pasti-ada-jalan |
CERMIN HIDUP
https://www.kompasiana.com/budiamin/66c4688ec925c42552460572/belajar-hidup-dari-pengalaman-orang-lain-cermin-untuk-menjadi-bijaksana#goog_rewarded
Hari beranjak petang, rumah tinggal Ifa dan kedua anaknya mulai sepi. Ruang tamu sudah rapi seperti semula. Yang tertinggal hanya keheningan suasana rumah yang merebak saat adzan Magrib berkumandang. Desi dan tetangga yang masih tinggal mengajak mereka sholat berjamaah dan mendo'akan mediang suami Ifa. Di sisi lain, kedua anak Ifa masih betah berdiam diri. Keceriaan yang biasanya mewarnai malam-malam mereka berubah seperti ruang ujian, hening. Desi menggenggam tangan Ifa dan memberikan dukungan moral, "Mba Ifa, jangan khawatir ya. Mba tak sendiri, kami para tetangga siap membantu. Kita akan menyediakan makan dan minum untuk tujuh hari ke depan. Mba Ifa istirahat dan tenangkan diri ya. Insya Allah ada jalan untuk terus mendampingi putra-putri mba." "Terima kasih mba Desi. Aku sangat berayukur punya teman baik seperti kamu. Untuk bantuan kerja di laundry pun sudah selesai besok lusa. Aku akan mulai masuk kembali mba, bair periuk nasi kami tetap ngebul". Senyum tulus yang terlihat dari raut wajah Ifa menandakan kesiapannya menjalani hidup sebagai ruang tua tunggal.
Desi yang sampai di rumah malam hari, menemui keluarganya di ruang makan. "Assalamu'alaikum semua, maaf ya bunda pulang larut hari ini. Ayah dan anak anak sedang makan apa? Sepertinya enak". Si sulung menjawab, " Ini masakan ayah, bunda. Rasanya yummy" sambil menunjukkan jempol nya ke atas. "Wah, bunda mau dong ikutan makan bareng kalian." "Tenang bunda, ini ada bagian bunda. Ayah udah misahin lauk nya buat bunda. Pokoknya ayah is the best!" Si bontot memberikan dua jempolnya ke atas. Desi tersenyum bahagia, melihat keluarga nya berkumpul utuh di ruang makan saat ini. Suami dan ketiga anaknya lengkap dan sehat serta sedang menikmati rezeki makan malam yang nikmat. Sejenak dia teringat keluarga teman baiknya, Ifa. Seperti cermin yang sedang ada dihadapannya, Desi dapat mereka-reka seperti apa suasana hati Ifa dan kedua anaknya setelah kepergian orang terkasih mereka. Hanya ada kata-kata syukur yang terucap dari lisan Desi karena dia dan keluarganya berada dalam kondisi sehat, dan berkumpul dalam rumah yang hangat. "Semoga mba Ifa dan anak-anaknya dapat melalui hidup dengan lancar dan mudah", hembusan nafas Desi menutup hari beratnya malam ini.
Hari baru menyapa, hidup keluarga Ifa berjalan dalam suasana baru. Hidupnya yang sempat bahagia bersama suami yang membersamainya telah pergi dan yang dia hadapi mulai hari ini adalah tantangan hidup menafkahi keluarganya dengan segenap jiwa dan raganya agar tetap lancar. Tidak ada yang menyangka bila hidupnya saat ini menjadi bagian terberat terutama tentang bagaimana mencukupi kebutuhan keluarga dengan pekerjaannya sebagai tukang cuci di laundry kucek-in. Meminta bantuan kepada keluarga suaminya tidak mungkin Ifa lakukan mengingat hubungan yang kurang baik dengan mertua dan saudar-saudara kandung mendiang suaminya. Ifa mengandalkan ilmu diploma nya di bidang akutansi yang sayangnya belum bisa dia manfaatkan karena dia memilih bekerja di tempat lain yang upahnya harian, sebagai asisten rumah tangga di komplek perumahan seberang kampung tempat tinggal nya saat ini.
HUBUNGAN BAIK
| https://www.parapuan.co/read/533524075/5-tips-membangun-hubungan-baik-dengan-pelanggan-kuncinya-komunikasi |
IMAJINASI
https://www.hasanjufri.com/2023/06/apa-sih-imajinasi-itu.htmlSepanjang jalan menuju sekolah, Farhan berjalan cepat cenderung berlari karena tahu dia akan tiba terlambat di depan gernang sekolah dan itu artinya dia akan dapat peringatan “lagi” dari Satpam dan guru piket yang berjaga di depan sekolah. Farhan sendiri tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Akhirnya, Farhan bisa masuk ke sekolahnya setelah pak Satpam memberi lampu hijau. Dia berlari ke arah kelas yang terletak di ujung gedung. Kelas 7.9 adalah kelas urutan terakhir di rombongan belajarnya. Walaupun dia berada di kelompok terakhir tetapi dia memiliki mimpi untuk mendapatkan nilai 9 di semua mata pelajaran. Semoga impiannya itu menjadi nyata.
Farhan menjadi salah satu siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri. Dia juga mendapat kesempatan beasiswa atau KJP sebagai bantuan pendidikan dari pemerintah. Bundanya senantiasa mengingatkan jika dana bantuan itu harus dimanfaatkan dengan prestasi akademik. Farhan pun sadar walau dia memiliki keterbatasan akses informasi, tetapi dia memiliki cara untuk memperolehnya. Ditambah, kebanyakan tugas sekolah terbantu dengan sumber informasi digital. Lagi-lagi Farhan harus berusaha keras menekan keinginannya untuk bermain-main melalui aplikasi dan meredamnya dengan berdiam diri di perpustakaan sekolah yang memiliki fasilitas digital informasi. ABG-Anak baru Gede- adalah julukan untuk remaja seusia Farhan yang senang berkelompok dan berkumpul dengan minat yang sama. Farhan sendiri senang bermain game online seperti yang sedang viral saat ini dan kelemahannya adalah gawai yang ada di rumahnya ternyata digunakan bersama, bundanya untuk berdagang, adiknya yang bersekolah kelas 4 serta adik bungsunya yang berada di kelas 1. Kelemahan inilah yang memaksa semua anggota keluarganya membatasi penggunaan gawai hanya untuk informasi pesan singkat. Selebihnya, hanya digunakan untuk keperluan utama; menelpon, mengisi form atau memberi kabar berita. Bunda yang menjadi pimpinan keluarga menanamkan sikap kebersamaan dan senantiasa menempatkan sesuatu sesuai prioritas penggunaannya. Farhan pun, sebagai anak sulung, diberi amanah menjadi contoh baik untuk kedua adiknya. Situasi inilah yang membuat Farhan rela memutus rantai bermain game aplikasi dan merubah haluan memilih membaca untuk menghabiskan waktu.
Farhan menghadapi kesulitan di awal niatnya memilih melipir ke perpustakaan untuk membaca, karena tempatnya yang sepi dan minim siswa yang mampir ke tempat itu menambah rasa malas untuk melangkahkan kakinya ke sana. Di sisi lain, dia pun kesulitan mengajak teman-temanya bergabung untuk sekedar datang dan membaca buku sesuai kesukaan mereka. Sehari, dua hari dan lanjut seminggu sampai minggu keempat Farhan menemukan rasa nyaman di perpustakaan. Selain tempatnya yang tenang, sejuk dengan fasilitas pendingin ruangan, di sana pun tersedia air minum untuk sekedar mengurangi haus saat berinteraksi di perpustakaan. Yang membuatnya mantap dan betah di tempat itu adalah kemudahan penggunaan komputer meja yang sudah dipasangkan dengan koneksi internet. Farhan mendapatkan keleluasaan menggunakan jejaring internet untuk mencari sumber untuk PR atau tugas sekolah juga membaca informasi ringan, berita sampai tontonan film pendek via kanal Youtube. Yang membuatnya bersyukur adalah semua fasilitas yang dinikmati tidak berbayar atau gratis, sehingga dia pulang dengan rasa puas, tenang dan nyaman. Pustakawan yang bertugas pun memberinya ilmu sederhana tentang merancang sesuatu melaui Canva. Dia pun semakin asyik mengulik dan berguru pada sang pustakawan - pak Tama. Farhan berimajinasi lagi tentang keinginannya memiliki cara mendapatkan masukan berupa uang dari fasilitas internet. Dia yang banyak bertanya tentang bagaimana cara menghasilkan uang lewat karya atau kerja sampingan mendapat dukungan dari pak Tama. “Pelan-pelan Farhan. Semua bisa menjadi uang bila kamu tahu caranya dan benar cara memperolehnya”. Semakin berbinar dan bersemangat remaja itu yang kemudian dia secara sukarela menjadi murid pak Tama.
KABAR TIM
Menunggu bagi sebagian pekerja memiliki arti berbeda. Bagi yang terbiasa dengan kesibukan dan batas waktu penyelesaian projek mungkin akan terbiasa dengan dinamika naik turunnya motivasi untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya karena yang sasarannya adalah target kepuasan klien. Sebaliknya, bagi yang terbiasa menerima pesan maka akan mengikuti alur yang telah ditentukan. Yang pasti, bagi Niera, pekerjaan yang ditekuni selama lebih dari lima tahun sudah membawanya pada titik persiapan awal bahkan menentukan seperti apa projek yang akan berproses selama periode waktu tertentu. Ironisnya, saat ini kabar yang dia terima bukan untuk digarap sesuai bagian wewenangnya tetapi menunggu kabar tim yang harus dia ikuti dengan baik sebagai bagian dari prosedur operasional kerja. Akhirnya jalan tengah yang Neira ambil adalah berputar haluan dengan menjadikan client oriented sebagai fokusnya saat ini karena beberapa alasan.
Bertahun-tahun yang lalu, Neira memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan sebuah program dan di situlah dia mengembangkan kemampuannya dengan bermodalkan mesin pencarian melalui internet yang mampu memfasilitasi kebutuhannya untuk memenuhi target pembelajaran baik yang sesuai program maupun sesuai keinginan konsumen. Hal tersebut menjadi tantangan terbesarnya karena ciri khas atau kekhususan materi permibtaan klien menjadi tanggung jawab besar untuk direalisasikan. Metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) menjadi jalan keluar strategis yang mempermudah penyelesaian paket modul belajar. Neira sendiri menyadari bila dirinya siap mempertanggung jawabkan kinerja nya dalam bentuk evaluasi klien pengguna dan penerima manfaat. Kondisi tersebut menjadi ritme yang penuh dinamika serta menjadi asahan keterampilan yang meningkatkan kapasitas dirinya dalam menyelesaikan target target kerja. Sampai pada satu titik semua yang dia lakoni berhenti dan berubah menjadi pihak "asing" yang tugasnya menunggu, menerima, menyampaikan dan melaporkan rutinitas saja. Peran yang Jauh berbeds dari rutinitas sebelumnya. Neira yang sudah terbiasa menganalisis kebutuhan klien, menurunkannya dalam perencanaan dan merampungkan materi dari A sampai Z.
Kondisi yang bertolak belakang dengan passionnya, membuat Neira mencari cara untuk tetap sama dan tidak terjungkal karena posisinya yang jauh di bawah. Sayangnya, dia hanya bisa menarik nafas dan inginnya tetap dilibatkan karena dia yakin dengan kemampuan menyusun materi pelatihan. Di sisi lain, dia tetap menyusun sesuai permintaan klien sesuai versinya dan langsung diaplikasikan di lapangan untuk melihat dan mengukur materi materi yang dia sampaikan diterima baik oleh peserta. Walau saat ini posisi nya jauh di luar jangkauan area, Neira memutuskan tetap menyusun materi dan mengembangkannya bukan untuk menjadi saingan dari tim yang ada tetapi untuk merawat dan mempertahankan kinerjanya dan terus mengasah kemampuannya karena klien akan menilai dari sisi kepuasan selama pelatihan. Satu hal yang Neira fokuskan saat ini, menjadi bagian sukses itu bukan hanya tentang peran besar yang diamanahkan tetapi bagaimana dirinya berbagi dan melayani klien dalam bingkai profesional.
SUCCESS FOR CHANGE: MY MOMENT
| https://griyawistara.blogspot.com/2021/06/makna-logo-ibu-pembaharu.html |
Sukses untuk saya adalah ukuran pencapaian prestasi dan bentuk penghargaan yang tinggi karena semua proses kerja yang dikerjakan pada akhirnya selesai dengan baik, mendapat respon baik serta penilaian positif dari pihak lain sebagai pengakuan formalitas dari keberhasilan suatu projek atau program. Sebagai individu yang memiliki keinginan untuk terus memperbaiki diri serta memberi manfaat untuk yang lain, maka langkah-langkah itu pun menjadi jejak nyata sebagai proses menemukan gaya belajar dan minat apa yang ingin ditebar di kalangan khalayak sesuai versi yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas saya sebagai anggota masyarakat yang ingin ikut berperan memberi manfaat dari ilmu, pengalaman yang saya miliki. Maka melalui jalur ibu Profesional, saya masuk ke dalam sebuah rumah besar yang kemudian saya terlibat aktif dan terus meningkatkan keterampilan diri hingga akhirnya bermuara di akhir kelas Bunda Saliha. Lulus di kelas tersebut tidak membuat saya dan para lulusan selesai menimba ilmu. Di sanalah kami memulai menerapkan semua ilmu dalam bingkai gerakan sosial berbasis bekal ilmu dan passion, maka saya memantapkan diri untuk terjun mengembangkan passion saya di bidang keterampilan soft-skills yaitu pelatihan bahasa Inggris DUDI dan pendidikan yang berharap semua kemampuan saya dapat tersalurkan melalui kanal tatap maya. Gerakan itu saya beri nama "Veztifal Show" yang merupakan singkatan dari "Virtual English Zone to improve your language-Show your hidden Talent".
Berawal dari hasil obrolan dengan pimpinan saat itu yang menginginkan kerja sosial, mencurahkan ilmu dan pengalamannya untuk tujuan sosial, maka saya pun tergelitik untuk memiliki keinginan yang sama. Sama-sama ingin berbagi dan melayani kepada masyarakat tanpa mmeberi beban materi kepada mereka. Saya yang sesungguhnya adalah ibu rumah tangga yang juga aktif di ranah publik, pun berimajinasi tentang bagaimana menebar manfaat tanpa harus bepergian jauh dari keluarga. Imajinasi saat itu yang terbayang adalah memberikan pelatihan atau pembelajaran jarak jauh yang juga menjangkau seluruh Indonesia. Tingginya mimpi saya itu akhirnya menemukan jalannya. Di saat Pandemic Covid-19 merebak dan memaksa semua pihak menjalankan kerja terbatas dan teralihkan sebagiannya dengan tatap maya, maka di sanalah WOW moment yang saya dapatkan. Bertepatan dengan keikutsertaan saya di kelas bunda Saliha, bertemu dengan situasi pandemik dan selaras dengan imajinasi saya maka saat itu pun "gong" saya canangkan. Dengan hati yang mantap saya mendeklarasikan sebuah projek passion yang sesuai dengan ilmu, pengalaman juga minat saya di dunia pendidikan bahasa Inggris. Dengan memanfaatkan kondisi yang ada, saya bersyukur karena dengan cara tatap maya tersebut saya dapat melangkahkan kaki saya pertama kali di dunia maya. Kata "Virtual" saya pilih sebagai kata pertama yang memberi ciri dari gerakan saya. Kemudian kata kedua dan ketiga "English Zone" mewakili cara saya memberikan manfaat kepada masyarakat. Sedangkan kata "Show" sendiri adalah bentuk kata motivasi untuk penerima manfaat. Puas untuk pertama kalinya saat itu karena saya pun mampu membuat imajinasi saya terwujud karena situasinya yang sangat mendukung.
Debut saya di awal gerakan adalah mengikuti alur kegiatan kelas bunda Saliha dan kemudian merencanakan perjalanan Veztifal show berikutnya. Di sisi lain serangkaian keterampilan lain yang mendukung gerakan saya secara maya pun saya ikuti. Beberapa pelatihan berjenjang saya ambil; Canva dan Quiziz dan mendapatkan sertifikat. Itulah modal awal saya untuk mempublikasikan informasi tentang pendidikan dan bahasa Inggris melalui kanal media sosial yang bernama Instagram. Asahan disain sederhana untuk merancang info singkat berhasil saya laksanakan. Pun dengan kelas tatap maya saya buka perdana dengan nama FEE-Pro (Fun English for Employees and Professional). Langkah perdana dengan kelas bahasa Inggris untuk karyawan berjalan lancar hingga tingkat tiga. Sedangkan kerja sama yang lain pecah telur setelah saya menggandeng teman-teman mahasiswa dari USU dan menyelenggarakan kelas percakapan dasar untuk pemula. Kalangan yang menjadi klien Veztifal show adalah kalangan dari dunia usaha, industri serta pendidikan. Walaupun langkah gerakan ini sederhana, tetapi saya merasa imipian saya kedua tercapai. Kelas dan pelatihan terselenggara dengan baik dan pesertanya berasal dari beberapa daerah berbeda yang disatukan dalam bingkai Pertemuan Zoom. Harapan di awal pemikiran saya tidak setinggi hasil yang kami dapatkan dari beberapa kerja sama dengan pihak lain. Inilah mungkin yang memberikan berkah tersendiri bagi kami dan tim saat itu jika berbagi dan melayani itu bisa di tebarkan tanpa mendatangi lokasinya. Kelas-kelas tatap maya lainnya berhasil diselenggarakan untuk kebutuhan pendidikan dan tes internasional seperti TOEFL dan IELTS serta B2 Level (Cambridge Assessment).
Perjalanan setelah tahun ketiga adalah perjalanan kolaborasi. Veztifal Show bangga menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terhubung di program inovasi Ibu Profesional, yaitu Ibu Pembaharu. Program kerjasama tersebut sebenarnya "menyelamatkan" tim yang personilnya satu persatu pamit karena kesibukan lainnya. Sisi positif dari kolaborasi tim Veztifal dengan Sitarasmi, misalnya, kerjasama mutualisme yang memberikan manfaat bagi teman teman remaja dalam bidang pelatihan bahasa Inggris untuk tes (TOEFL prep Class) dan percakapan umum untuk remaja (EFFORT: English Fluency for Teenagers). Saling menguntungkan karena kedua tim berkerja bersama sebelum- saat - sesudah program selesai. Selain itu, kedua tim belajar bagaimana melaksanakan program bersama (Joined program) secara terbuka dan saling mengisi sehingga perjalanan program berakhir dengan kesan yang baik dan berulang. Saya sendiri pun merasa bangga mengikuti kolaborasi rutin yang diselenggarakan oleh ibu Pembaharu. Program Riung SDG adalah program rutin tahunan yang megelompokkan tim tim gerakan sesuai SDG nya. Dari tiga kali kegiatan, Saya, wakil Veztifal show, selalu mengambil peran untuk ikut terlibat aktif bersama tim leader lain. Dinamika kelompok yang naik turun, kekompakan para leader untuk mengambil perannya serta dukungan satu sama lain yang membuat acara yang digelar sukses. Keterlibatan saya di program riung SDG itulah yang banyak mendapatkan pengalaman terutama dalam komunikasi kelompok dan alur kerja sama yang baik dan saling terbuka. "Battle of Qur'an #1" dan "Battle of Qur'an #2" sukses terlaksana dengan baik karena semua pihak terlibat aktif dan saling membantu. Sedangkan gelaran Riung SDG tahun ini saya siasati dengan tetap konsisten menyelesaikan projek bersama; "FlashCard literasi pendidikan keluarga" dengan dinamika yang berbeda dari sebelumnya.
Di tahun kelima ini, Saya pribadi menjadi bagian dari kesuksesan kegiatan Ibu Pembaharu untuk program E-FoRM (English for Mom) yang mendapatkan perhatian luar biasa. Kelas besar yang berisi para ibu yang termmotivasi untuk melatih keterampilan bahasa Inggris percakapan. Di sini lah saya sebagai wakil Veztifal Show tertantang untuk memberikan fasilitas, materi dan layanan terbaik selama program berlangsung. Walaupun banyak sisi yang harus diperbaiki, tetapi satu hal yang saya dapatka dari kolaborasi besar ini adalah, apresiasi tinggi dari tim violcester yang memberi kepercayaan penuh pada veztifal show untuk mengisi program bahasa Inggris dan dukungan serta kerjasama timbal balik yang berjalan lancar akhirnya program tersebut rampung dan mendapat kesan yang baik dari para pesertanya. Beberapa kata yang saya dapatkan dari hasil kerja tim sendiri dan kolaborasi pihak lain yang terkait adalah ambil peran aktif-keterbukaan-konsistensi menjaga kepercayaan satu sama lain. Saya menyadari betul kondisi tim tidak lengkap dan selanjutnya saya yakin ketiga poin tersebut yang membuat saya bersama Veztifal show melangkah setahap demi setahap dan tetap berada di jalur gerakan bersama Ibu Pembaharu. Keberlanjutan gerakan Veztifal show senantiasa berubah ke arah yang lebih baik; baik dengan cara memantaskan gerakan dalam hal program-program seusai kebutuhan pasar. Pun dengan strategi gerakan yang harus direncanakan lebih baik ke depannya.
Dari pengalaman lima tahun saya dan tim bergerak, Veztival show perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk memulai perjalanan di lima tahun kedua. Ada tiga bagian yang akan direncanakan dan semoga dapat terlaksana dengan baik dalam bingkai Start-Stop-Continue. Perencanaan kerja atau program atau projek yang diagendakan menjadi program "Keroyokan" yang nantinya akan menggandeng tim-tim lain di lingkungan ekosistem ibu pembaharu, komunitas ibu profesional dan program-program inovasi lain. Program kolaborasi ini akan masuk kelompok "Start" karena Veztifal show akan memulai kembali kolaborasi mutualisme dengan melibatkan kedua belah pihak atau lebih yang turut membantu gerakan Veztifal show. Saya sudah membuktikan sendiri bila program kerjasama akan membuat proses pengerjaannya berjalan lebih baik karena adanya hubungan komitmen dan konsisten yang saling mendukung. Jangkauan keterlibatannya akan lebih luas dan lebih dinamis. Sementara itu, ada program yang perlu dihentikan sementara, "STOP", karena beberapa poin terkait sumber daya manusia atau anggota tim. Program informasi via artikel yang dipublikasikan melalui platform blog. Selanjutnya program video presentation tentang "Language Skills Corner" yang dihentikan sementara sampai ada tambahan anggota tim yang akan membantu di bagian proses digital untuk disain tampilan layar. Berikutnya, program-program seperti FEE-Pro, EFFORT, TEST prep Class, atau E-Form, FEET (Fun English for Enthusistic Teachers) bisa menjadi bekal untuk melanjutkan program ke tahap berikutnya. Semua program tersebut bisa dimasukkan dalam kelompok "Continue". Keberlanjutannya terletak pada kenaikan kelas atau level berikutnya atau pembukaan kelas pelatihan yang baru. Kalangan yang menjadi sasarannya adalah kalangan siswa, mahasiswa, pegawai/karyawan, ibu rumah tangga, serta masyarakat umum.
Veztifal Show ada setelah saya terlibat di institut Ibu Profesional dalam kelas Bunda Saliha. Perjalanan panjang yang sudah saya selesaikan rampung dan bermuara pada satu bidang gerakan komunitas dan saya sudah memastikan diri jika projek passion saya yang sudah ditanam mulai dari kelas bunda produktif, di pupuk di kelas bunda Saliha dan di kembanngkan bersama di ekosistem ibu Pembaharu adalah rangkaian peta perjalanan saya menunjukkan bagian terbaik versi saya sebagai seorang perempuan, istri, ibu dan anggota masyarakat. Terlepas dari aneka hambatan yang menjadi tantangan besar untuk diselesaikan, maka melalui projek passion ini saya mencurahkan ilmu dan pengalaman serta kesempatan berbagi dalam ekosistem ibu Pembaharu. Di sinilah saya dahulu memulai perjalanan meningkatkan kapasitas diri dan pada perjalanannya saya merasa ada bagian kuat dari komunitas inu Profesional yang memberikan saya peluang untuk naik kelas sesuai dengan kemampuan saya. Inilah perjalanan saya bersama veztifal show yang mendapatkan penghargaan terbaik dalam lingkungan ibu Pembaharu. Sukses perjalanan saya ini bukan menjadi kebanggaan diri, bukan juga untuk memamerkan prestasi, tetapi melalui perjalanan ini saya yakin sukses itu adalah ketika saya mampu merespon setiap tantangan, mengolahnya dan mencari solusi untuk menyelesaikan baik yang terjadi dalam gerakan sendiri (Veztifal show), gerakan bersama ibu profesional-ibu pembaharu bahkan yang datang dari lingkungan sekitar rumah hingga dunia internasional.
FLASHCARD FOR LEADER LIBRARY
![]() |
| Project SDG IbuPembaharu 2026_Tim 12 |
STORY FOR SUCCESS:
WHERE THERE'S A WILL, THERE IS ALWAYS A WAY
Perjalanan selama lima tahun sebagai bagian dari ekosistem ibu pembaharu, selama itu pula naik turun semangat, motivasi bergerak menjadi warna lain dari tim Veztifal show 21. Awal pergerakan, semangat berkobar, motivasi skala sepuluh memenuhi ruang karya. Banyak impian dan harapan terhampar dalam peta perjalanan tim, walaupun sadar bagaimana beratnya memikul amanah untuk terus konsisten berbagi dan melayani.
Untuk target seperti jargon ibu pembaharu dari rumah untuk dunia, sepertinya masih jauh tetapi untuk menapaki value ibu profesional sendiri sebenarnya sudah bisa dikategorikan "berbagi" dalam lingkup kecil dan manfaat bagi penerimanya masih terbatas pada kelompok-kelompok kecil. Di awal perjalanan tim, target yang tertulis tidak besar apalagi mengawang. Cukup menekankan poin berbagi; berbagi ilmu dan pengalaman dalam lingkup pendidikan bermutu yang berhubungan dengan keterampilan lunak; bahasa Inggris.
Panjangnya rentang kinerja tim di tahun pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima belum dapat dikatakan maksimal dalam hasil atau output. Kolaborasi bersama tim dilingkup ekosistem, regional atau pihak lain di luar ibu profesional masih dihitung sedikit. Salah satu alasannya, adalah personil yang berkurang satu persatu, hingga kesibukan tim leader lainnya yang menurunkan jumlah program dan kerjasama. Tersendatnya kegiatan-kegiatan tidak membuat program berhenti, setiap tahun ada dua program yang berjalan dalam bentuk kelas pelatihan. Pelatihan bahasa Inggris untuk percalapan umum, untuk persiapan tes internasional dan program kerja sama.
Selama lima tahun
| https://www.success.com/what-does-success-really-mean-to-you |
HARI BARU: TIDAK MENYERAH Keidupan berjalan seperti roda. Dia berputar ke atas lanjut ke bawah. Seperti aku yang sudah resmi berubah statu...