Rabu, 19 Agustus 2026

Peristiwa #17

AMAL JARIYAH: SIAP,  BERSEDIA

@SDIT Al Iman-Cipinang Elok_07012026

"Alhamdulillah, ibu bersyukur ya, di usia saat ini, pekerjaan tetap lancar, bisa wara-wiri dan tetap sehat".Penggalan kalimat seorang pengemudi Ojol pada saat pulang selepas menunaikan tugas kerja membuat saya termenung sesaat. Benar apa yang beliau katakan. Ucapan hamdalah dan berterima kasih kepada Allah lah yang sebaiknya terus dilantunkan. Tidak perlu mengumbar prestasi sendiri sebagai suatu kesombongan dan ingin dilihat orang lain. Cukup bersyukur dan mengasah diri karena di suasana seperti saat ini, dengan umur yang sudah matang, saya masih mendapat apresiasi sangat baik dari penerima manfaat dan itu bukan sanjungan yang harus disebar luaskan, tetapi untuk mengukur apakah esok lusa kinerja saya yang dianggap baik masih bertahan dan apakah mungkin bisa terus ditingkatkan. Klien adalah raja. Mereka akan meminta ulang bila mereka mendapat kepuasan dan pelayanan dan kenyamanan yang kita sajikan. Bisa jadi dengan cara itu ada rezeki-rezeki lain yang Allah bagikan dari jalan yang tidak kita sangka. Rezeki yang bukan hanya dinikmati oleh diri sendiri, tetapi rezeki yang memberika kebaikan untuk yang lain. Di situlah kelebihan sebagai pendidik, pengajar, pelatih, fasilitator. Peserta mendapatkan manfaat, saya menerima honor dan honor itu saya teruskan kembali untuk diinfakkan.

Rabu sore itu, setelah saya rampung mengisi pelatihan dan keluar menunggu pesanan Ojol, pak ketua yayasan menghampiri saya dan berbasa-basi sejenak menanyakan progress kelas. Saya memberika informasi sesuai apa yang sudah diberikan dan beliau menerimanya. Kemudian, beliau menawarkan saya untuk menjadi pengajar di tingkat universitas. Sambil menyodorkan map yang sudah terbuka, beliau menjelaskan tentang projek yang beliau miliki dan tugas yang akan saya kerjakan. Dengan penekanan, "Ini kerja sosial ya Ms. dibayar tetapi tidak tinggi". Saya menanyakan beberapa hal terkait program tersebut dan beliau memberi penjelasan singkat. Tanpa pikir panjang saya pun langsung bersedia karena niat hati juga mau membantu. Kata kunci amal jariah ini lah yang membuat saya segera menyetujui dan mengkonfirmasi tentang negosiasi jam mengajar agar tidak melanggar perjanjian dengan pihak lain. Sepanjang pembicaran sekitar sepuluh menit, saya merasakan gelora bahagia dan bersenandung dalam hati; "Inikah rezeki yang lain itu? yang saya minta setiap malam dalam sujud tahajudku?". Senangnya memberi manfaat kepada yang lain. Saya pun bisa menjadi bagian dari projek passion di ekosistem ibu pembaharu; memberikan layanan pelatihan keterampilan berbahasa Inggris dalam dunia pendidikan.

Alhamdulillah, kepercayaan itu saya dapatkan dari klien yang sudah mengamati cara saya memberikan ilmu di kelas pelatihan. Kepercayaan itu buat saya adalah penghargaan terbesar karena mereka melihat kemampuan saya bukan melihat siapa saya. Walaupun posisi saya hanya sebagai pelengkap dan menjadi pelaksana lapangan tetapi saya menemukan cara lain untuk mengembangkan ilmu, topik bahasan dan pengalaman karena itu menjadi arena bermain saya yang memberikan peluang serta tantangan baru untuk tidak "rendah diri, merasa disingkirkan. Tetapi dengan menjadikan kinerja yang profesional, klien mengikuti, merasakan dan mendapatkan hasil dengan aplikasi di lapangan, maka hubungan baikpun tercipta, terpelihara, berkembang dan ujungnya adalah "intangible benefit" atau manfaat lain yang menjadi jalan saya menjemput rezeki Allah yang lain. Inilah nikmatnya menjalankan apa yang kita mampu, menghadirkan adab dan ilmu, menunjukan kinerja yang baik dan ujungnya adalah hubungan baik yang mendatangkan rezeki. 

Permintaan dari pak ketua yayasan yang memberikan saya peluang mengasah dan memperkaya gagasan di kelas nanti, ada juga permintaan lain yang menjadi tantangan saya di klien berikutnya. Walaupun bukan mendapatkan materi diakhir tetapi kepercayaan klien meminta ditambahkan bahasan lain untuk mendukung uji kompetensi diri pun saya jadikan rezeki. Ini lahan lain yang harus digarap dengan efektif dan efesien. Materi yang disiapkan membutuhkan beberapa proses; mengumpulkan sumber materi belajar, menyusun strategi pembelajaran, menyusun topik-latihan-evaluasi dan menyajikan materi bahasan dalam satu paket presentasi slide. Saya merasa tersanjung, seperti mendapat rezeki besar karena di sanalah saya menemukan peluang mengulik sebuah permintaan klien sampai nanti membagikannya di kelas. Kinerja-hubungan baik-Do'a adalah rangkaian sederhana yang saling terkait untuk menjemput rezeki Allah lain yang mendatangkan kebahagiaan dan keberkahan.

Senin, 17 Agustus 2026

Warna Cerita #7

 PENGALAMAN PERTAMA FARHAN

https://gofood.co.id/id/jakarta/restaurant/nasi-uduk-gorengan-bluntas-samping-warteg-bluntas-60d04009-b251-47e4-a087-bf0611fcb035

Dini hari ini, Ifa sudah sibuk di dapur. edua tangannya yang cekatan bergerak dinamis seiring gerak tubuhnya menyelesaikan misi pagi ini; menyiapkan dagangan sarapan pagi serta kudapan berat untuk di jual. Porsi yang dibuat Ifa memang tida banyak. Belajar dari pengalaman menemani bu RT di acara-acara bazar makanan, strateginya dia terapkan juga. Semangat untuk bertahan dan menjaga nama baik

Sabtu, 15 Agustus 2026

Peristiwa #16

CUMA MC

02 July 2026

Event sudah usai, tugas sudah rampung dan bekerja sama tim pun berjalan mulus. Entah ini mimpi atau rezeki nomplok, tetapi lamaran seorang Ketua event untuk menjadi bagian dari kepanitiaan dan acara langsung di luar gedung pun diterima. Sebagai anggota komunitas yang bangga mengambil peran sebagai MC menandakan kapasitas saya diakui dan dihargai. Di saat keringnya perang yang ditawarkan dan batasan keterlibatan di berikan di bagian pelengkap maka tawaran itu ibarat oase di tengah padang pasir. Saya memastikan untuk mengerahkan seluruh kemampuan diri menunjukan yang terbaik dan menjadi yang terbaik versi saya. 

Sebenarnya tawaran menjadi host atau MC yang saya terima bukan tawarabn baru. Sudah beberapa kali dipercaya menjadi host, MC juga moderator di acara acara formal dan non formal baik di lingkungan kerja ataupun di komunitas. 

Jumat, 14 Agustus 2026

Peristiwa #15

 CLIENT ORIENTATION: TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN ANDA

https://www.alamy.com/corporate-culture-isolated-concept-vector-illustration-set-client-satisfaction-customer-oriented-company-corporate-rules-and-dress-code-business-etiquette-company-rules-vector-cartoon-image484128926.html

"Ms. Pertemuan bulan depan, trainernyaa denga Ms. Kamila lagi kan?"

Penggalan kalimat itu masih terngiang di telinga Ms. Kamila setelah dia menutup kelas pelatihan guru pada Jum'at sore itu. Kalimat itu seperti sebuah undangan kembali untuk mengisi pelatihan  serupa di bulan berikutnya. Seperti mendapat hawa sejuk pegunungan, Kamila merasakan sensasi lain. Dirinya merasa tersanjung dan seperti mendapat sebuah penghargaan karena klien memilihnya kembali dengan sebuah permintaan. Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat pak kepala sekolah memintanya untuk hadie kembali. Bagi Kamila, permintaan berulang menjadi indikator kesuksesan klien terhadap tampilan presentasinya. Entah apa saja yang dilihat, diamati atau dievalusi hingga kalimat itu meluncur lancar dari beberapa peserta, bagi Kamila hal tersebut sebagai prestasi tersendiri yang hanya dia rasakan sendiri tanpa memiliki bukti fisik dalam bentuk tertulis, audio atau video. Ini bukan pertama baginya. Tetapi fakta yang juga terjadi di beberapa klien yang lain.

Semenjak Kamila menyatakan dirinya akan menerapkan client-based-oriented, dia merubah tujuannya mengisi pelatihan yang menitikberatkan pada pelayanan klien. Karena dia merasa dihargai di kalangan klien maka di sanalah kebanggaan yang dia rawat untuk menjadi tempat belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Dia buat 5B tersebut seperti nilai yang ada pada komunitas Ibu Profesional. Di hadapannya berdiri para klien dari latar belakang lingkungan pendidikan formal dan unit yang berbeda, dan dia sudah mendapatkan "repeated order" dari klien klien yang berbeda. Kamila tidak merasa membumbung karena dia telah memberi klien kepuasan di setiap pertemuannya. Dia justru melihatnya sebagai peluang untuk terus mengasah diri, mempertajam pengetahuan dan memperkaya aneka kegiatan yang memicu peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Prmintaan berluang itu pun membangkitkan Kamila untuk meningkatkan terus kualitas pengajaran.

Terpana dan tidak menyangka akan mendapat apresiasi positif dari para peserta pelatihan terrkam baik dalam catatan kerja Kamila dan responnya pun harus disusun seramah mungkin agar tidak ada pihak yang terganggu kenyamanannya. Beberapa model kalimat dari para klien yang bernada beda tapi memiliki maksud yang sama tersampaikan. Contoh paling jelas adalah penyampaian langsung seorang peserta, "Ms. Mila, kok gak megisi pelatihan lagi? Ms. Mila gak mau ya mengajar kami lagi?" Lain halnya dengan permintaan mereka untuk kelas umum pun terlontar, "Ms. bisakah mengisi pelatihannya untuk kel;as besar?", Atau pertanyaannya, "Ms. apakah kami harus menyampaikan "request" jika kami menunjuk Ms. Mila yang memfasilitasi kami kembali di pertemuan berikutnya? Pertanyaan sederhana yang jawabannya yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menyinggung pihak lain membuatnya merespon dengan cara santai seperti, "Insya Allah saya bisa mengisi pelatihan jika tida bentrok dengan jadwal saya yang lain, mam". Atau jawaban yang singkat namun elegan pun sejatinya menunjukkan keselarasan hubungan tim, "Bisa pak, bu. Jika saya yang masuk kembali, saya bersedia. Hanya saja mungkin bapak menyampaikan alasannya agar tim memahami keinginan klien". Yang menarik adalah pengumumam koordinator klien yang memberikan info diawal pelatihan, "Kita akan belajar kembali bersama trainer the one and only Ms. Kamila." Selain itu ada juga respon baik dari anggota tim lapangan, dengan kalimat, "Senang sekali Ms. bisa kembali mengisi pelatihan di sini."

Semua kalimat itu membumbungkan harapan tinggi dari Ms. Kamila. Karena di satu sisi, tugasnya yang terbaru adalah memfasilitasi peserta pelatihan dengan topik dan materi belajar. Sedangkan di sisi lain semua penghargaan itu bukan jadi akhir kemenangan seorang trainer yang berpuas hati dengan semua masukan dan tanggapan yang sangat baik. Bisa jadi semuanya adallah remah-remah bongkahan potensi yang akan memberi ledakan kekecewaan bila dianggap memberlakukahnnya sebagai sebuah label kebangaan yang cenderung menjadi kesombongan diri yang beracun.

 



Kamis, 13 Agustus 2026

Warna cerita #6

AWAL YANG BAIK

https://insightusaha.com/cara-mulai-bisnis-dari-nol-tanpa-bingung-di-tahun-2026/

Makan malam bersama keluarga keci Ifa sudah selesai, anak-anak sedang mengulang pelajaran dan Ifa pun melakukan hal yang sama memeriksa apa saja yang dia punya di lemari makanannya. Yang terlintas di kepalanyabadalah bagaimana memutar uang takziyah mendiang suaminya agar memanjang dan dapat mengatasi kebutuhan sehari-hari. Uang takziyah yang terkumpul sampai hari ke-8 berjumlah lima juta rupiah. Uang tersebut akan Ifa gunakan untuk modal kerja. Ifa ingin sekali membeli sebuah motor bekas kisaran harga empat juta yang akan dia jadikan alat transportasi bisnis yang akan dia jalankan. Keperluan membeli motor tidak hanya sekedar mengantar dan menjemput anak anak sekolah, tetapi juga untuk tujuan berdagang. Berbelanja bahan-bahan makanannya, kemudian mengirimkannya ke warung warung terdekat atau mengantar pesanan. Sebelum dia eksekusi semua inginnya, Ifa mulai membuat coretan dan menuliskan apa saja yang bisa dimanfaatkan sebagai jalan ikhtiarnya mengumpulkan pundi-pundi halal yang juga akan mendatangkan keberbekahan. 

Fokus Ifa saat ini adalah berdagang. Barang dagangan yang akan dia jual adalah makanan dan minuman. Selama menjadi istri dan ibu, Ifa sudah terbiasa membuat cemilan gurih, manis, bakar atau panggang juga kukus. Selain itu, Ifa juga sering diminta bantuan bu RT atau bu RW membuat beberapa snack dan minuman untuk acara-acara  lingkungan RT, RW atau kelurahan. Modal inilah yang menjadi poin utama dan menjadi keputusan pasti setelah melihat dan mendapatkan respon positif masyarakat tentang rasa, dan tampilan snack dan minumannya yang baik. Ifa pun mencentang poin tersebut sebagai komoditi dagangannya. Kemudian, Ifa pun mendata tempat-tempat penjualan bahan-bahan makanan dan minuman yang murah tetapi tetap memiliki kualita baik. Berikutnya, cara memasarkannya. Ifa sudah memiliki pengalaman mendapat pesanan via pesan WA, karena mereka yang memsan mendapatkan infonya dari status Ifa yang rajin menunjukkan aneka cemilan yang tayangnya setiap hari, tiga kali sehari. Ifa juga sudah memikirkan cara lain dengan memanfaatkan sosial media; instagram, tik tok, facebook selain status WA dan group komunikasi. Ifa merasa sudah saatnya dia melaksanakan rencananya dan besok dia akan menjual makanan sarapan dan gorengan gurih serta manis.

Farhan yang sudah selesai belajar, menghampiri bundanya yang sedang sibuk mengumpulkan dan menyiapkan bahan-bahan yang akan diolah menjadi makanan yang akan dijualnya besok.

"Bunda, besok jadi mulai jualan srapan pagi dan gorengan?"

"Insya Allah jadi bang." "Abang mau bekal yang sama besok?"

"Aku mau bantu jual sarapan dan gorengannya, bunda. boleh kan?"

Bunda terkejut dengan permintaan Farhan, dengan senyum lembutnya, bunda menjawab dengan lembut.

"Abang gak malukah menjual makanan dan gorengan besok?" "Bunda seneng kalau Farhan     mau coba jadi bisnisman".

"Abang gak malu. bunda. Bunda gak usah khawatir, abang jualnya di kelas aja. Nanti abang yang minta teman-teman untuk kasih info dari mulut ke mulut ke kelas-kelas lain". Bangganya Farhan meyakinkan bundanya bila dia bisa membantu bundanya.

"SIap bos. Besok bunda siapkan 15 bungkus sarapan nasi yang lauknya bihun goreng dan tempe orek dan kerupuk. Bunda juga bawakan 20 gorengan ya, 10 lontong isi sayur, 10 tahu isi dan 10 dadar gulung ya. Harganya di buat 5 ribu dapat tiga ya. Mereka boleh pilih." Bunda menjelaskan dengan semangat.

"Paham bunda. Kalau ada temen yang cuma mau beli satu atau dua. Berapa harga satuannya bunda?"

"Itu mudah, bang. Harga satuannya dua ribu. kalau temen abang mau beli dua, harganya empat ribu. Tapi kalau mereka ambil tiga jenis maka harganya cuma lima ribu."

"OK bunda. Deal!" Farhan menyodorkan tangannya menunjukkan dia sepakat dengan penjelasan bundanya. 

"Farhan bis abantu apa malam ini bunda?"

"Farhan bisa cuci beras yang ada di panci itu ya. Ada 2 liter ya bang. Kalau udah bersih masukkan ke magic com. Nanti bunda yang memasaknya. Setelah itu, abang tidur ya karena besok kamu sekolah". Farhan pun segera mengerjakan instruksi bundanya. dan setelah itu dia beristirahat. 

Ifa tersenyum melihat semangat si sulung yang ingin membantu. Ifa pun tetap akan membatasi Farhan. Ifa ingin Si sulung fokus belajar dan berprestasi dei masa depan. Ifa akan bangun jam dua pagi dan akan memulai bisnisnya dengan ucapan basmallah sebagai awal perjalanan yang baik.                                    

Selasa, 11 Agustus 2026

Peristiwa #14

  MIMPI DAPAT DURIAN RUNTUH: 

 RAHASIA REZEKI ALLAH

https://resipurnama95.blogspot.com/2017/09/rezeki-itu-diikhtiarkan.html

Sudah hampir tiga tahun saya menjalani kerja dengan status Remote employee dan bekerja dalam kondisi WFO/WFA. Maka kewajiban hadir secara tatap muka satu kali perpekan. Setiap  hari Selasa adalah waktunya saya berangkat ke kantor  dan mengerjakan target target pekerjaan yang sudah saya susun. Awalnya terasa asing karena setiap kali datang ke perusahaan dan menempati meja di lantai satu, di sana pula saya merasa sendiri. Setiap komunikasi yang saya mulai hanya berkisar hal hal receh yang setelah selesai bicara kembali ke selera awal. Semua informasi yang saya dengar atau tidak sengaja saya simak memberikan posisi serba salah. Keingintahuan yang besar tentang apa yang sedang terjadi, apa yang sesang dikerjakan dan apa yang harus dikirim ke tempat tempat klien. Sekilas saya tidak memahami yang dibicarakan oleh para staf. Selain mereka-reka maksud pembicaraan mereka, para staf pun sepertinya "menutup diri" dan terkesan menyembunyikan info info yang sedang merebak. Di antara mereka bersama tetapi saya merasa terpojok, tersisih dan cenderung gagap informasi karena mungkin saya berada di luar "jangkauan area". Sampai pada satu waktu, seperti hari ini, saya mendapatkan rezeki tidak terduga yang membuat saya tersenyum bahagia sampai berlinang air mata.

Hari ini adalah hari di mana saya sudah meminta keinginan kepada Allah SWT dan berharap Dia mengabulkannya. Rasa asing dan sunyi yang saya rasakan semenjak pagi di ruangan kecil yang terpojok dan kebetulan terhalang ruangan membuat saya seperti di dunia lain. Seperti biasa setiap sampai kantor jam 07.30 an wib maka di waktu itulah saya memulai kerja dengan membuka komputer jinjing dan membuka buku catatan apa saja yang harus diselesaikan hari ini. Di sisi lain, bimbang sempat memenuhi pikiran saya karena posisi saya sebagai contributor hanya menunggu instruksi dari koordinator tim. Sedangkan inisiatif saya yang melanjutkan merevisi modul pembelajaran yang lain tertahan dengan kalimat, "Kami akan menyelesaikan tugas kami bersama tim, jika kami butuh tenaga atau bantuan kami akan menghubungi dan melibatkan anda". Sedih dan kecewa karena tugas sebelumnya hanya diberi tanggapan dengan kalimat, "Penanggung jawab program sudah memeriksa hasil kerja anda dan sudah cukup". Deretan kalimat yang sulit saya cerna dan tidak mendapat balikan seadanya membuat saya "kena mental", dan teringat dengan satf lain yang menyampaikan, "tugas anda hanya mengajar, materi sudah disiapkan. Bila ada kendala atau pertanyaan atau masukan dari pihak klien, anda bisa menghubungi staf staf kami sesuai bagian kerjanya". Seperti disambar petir dan sangay bertolak belakang dengan kebiasaan saya yang dulu, tapi inilah fakta yang harus saya terima. Di tengah kegundahan hati dan kebingungan tingkat atas,ada momen di mana saya mendengar permintaan staf cabang tentang modul pembelajaran kelas remaja. Saya yang menyimak, langsung berteriak dalam hati; "Itu udah ada yang sudah direvisi, pak. Lengkap pula pak!" Teriakan itu hanya tercetus dalam hati saja. Saya tidak berani dan tidak mampu menyampaikannya karena teringat pesan-pesan lain juga  saya memaksakan diri untuk menahan diri dengan mengunci mulut karena pada akhirnya saya harus sadar diri, sadar batas dan sadar posisi. Saya pun memaksakan diri menyelesaikan pekerjaan rutin sebagai contributor (material developer) dan terus berharap akan ada rezeki yang datang hari ini.

Satu persatu topik dari modul saya selesaikan. Syukurnya hari ini ide-ide keluar dan saya mudah mengambil keputusan sumber-sumber rujukan mana yang akan digunakan sebagai materi ajar. Mendapatkan kemudahan dan kelancaran merampungkan pengerjaan modul adalah rezeki yang membahagiakan karena dari rampungnya satu modul beserta panduan dan evaluasinya mendukung pengembangan sebuah program. Lebih saya syukuri jika hasil kerja saya di akui dan dihargai dan digunakan oleh para penerima manfaat. Selain itu, kabar bahagia lain masuk lewat pesan singkat dari grup koordinasi program bahasa Inggris komunitas yang isinya adalah pencairan dana dari bonus menjadi fasilitator bahasa Inggris di kelas tatap maya. Masya Allah, hati saya luar biasa lapang dan senyuman lebar terkembang ketika ketua tim meminta no rekening saya dan akan mengirim sejumlah dana sesuai kesepakatan dalam perjanjian sebelumnya. Niat untuk membayarkan premi asuransi kesehatan ibu dan keluaga kakakku pun terselesaikan, lalu permintaan sepatu gunung anak kedua juga bisa terpenuhi. Pembelian LKS untuknya juga bisa terbeli. Nikmat Allah mana lagi yang ingin kamu dustakan? Rezeki lain pun saya dapatkan dan itu seperti mimpi mendapat durian runtuh.

Siang setelah ISHOMA, saya memberanikan diri menghubungi salah satu klien untuk konfirmasi pelatihan guru lanjutan minggu depan. Satu pesan yang saya konfirmasikan adalah apakah akan dibutuhkan topik-topik bahasa Inggris oleh para guru untuk penguatan kosa kata dan percakapan. Respon yang saya terima malahan di luar harapan saya. Beliau menirim topik-topik yang akan dibahas selama 10 kali pertemuan. Beliau pun langsung menghubingi saya via telpon dan menyampaikan permintaan lain dari kepala sekolah. Sebagai trainer yang berinisiatip memposisikan diri sebagai language consultant, saya termotivasi memberikan gambaran seputar uji kompetensi bahasa Inggris untuk guru dengan memberikan pengalaman berbagi yang serupa walau beda tingkat satuan pendidikan. Di sisi lain, saya begitu gembira, tersenyum bahagia ketika melihat topik-topik apa saja yang mereka butuhkan dan di sanalah kekuatan diri sebagai material developer muncul. Saya yakin saya bisa menyusun topik topik tersebut dalam tampilan presentasi lembaran slide. Sungguh Allah yang maha membolak-balikan hati. Ketika cemas dan gelisah menerpa dan mendorong diri  untuk lemah dan menyerah, di saat yang sama semua gundah dan resah disirami dengan do'a dan sujud yang khusyu setiap malam.  Allah maha baik. Allah punya cara kapan rezeki itu datang. Yang saya rasakan hari ini adalah setelah saya menangis dan menunduk sedih dengan kondisi saya yang campur baur, tidak lama Allah mengirimkan rezeki yang tiak terduga; bayaran hasil mengajar dan kebutuhan klien yang harus segera digarap. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah yang Maha Kasih, maha Kaya dan Maha penerima taubat.

Senin, 10 Agustus 2026

Warna Cerita #5

 BERAWAL DARI NIAT BAIK

https://umma.id/post/niat-yang-baik-pasti-hasilnya-terbaik-1326676?lang=id


Sore jelang malam, Ifa dan kedua buah hatinya bersiap melaksanakan sholat Magrib. Kebiasaan shalat berjamah sebelumnya tetap terjaga, walaupun saat ini yang menjadi imamnya adalah si sulung. Kebersamaan yang mereka bangun melalui shalat berjamaah menambah kedekatan hubungan di antara mereka.

 "Bunda," colek Farhan. "Bunda melamun lagi?", Farhan memperhatikan raut wajah bundanya yang terlihat lelah. 

"Gak, bang. Bunda teringat pesan mama Desi tentang  KJP kamu bang." 

" O, iya bunda." Farhan tersenyum lebar.

"Kata pak Tama, pencairan KJP aku bulan Oktober, bunda. Insya Allah bunda gak bingung lagi untuk kebutuhan dekolah abang".

"Alhamdulillah, kita mendapat kabar baik lagi ya bang. Masya Allah, semoga KJP ade Diva juga cair ya bang".

"Insya Allah, bunda. Ade kan juga udah daftar ulang KJP bareng abang bulan Juli kemarin". 

"Nanti kita buat syukuran ya bang, kalau KJP kamu dan ade cair. Bunda mau bikin nasi kotak dan es teh manis di hari Jum'atnya"

"Siap bunda. Abang juga mau bantu belanja barang barang nya."

"Ade juga, bunda. Aku ma bantu bunda nyiapin kotak-kotak nasi nya ya". Divapun ikut ambil suara.

"Terima kasih anak-anaknya bunda, kita akan berbagi karena niat kita diawal jika kita punya rezeki lebih, kita akan berbagi." Ifa memeluk kedua anaknya dengan penuh kehangatan.

"Bang, ade siapkan buku buku pelajaran untuk besok ya. Kalau ada tugas selesaikan dulu"

"Siap bunda! Bunda mau kemana?"

"Bunda mau siapkan makan malam. Menu kita malam ini nasi, sayur sop, telor ceplok dan kerupuk." Ifa berjalan menuju dapur yang jaraknya hanya disekat dengan triplek tipis.

"Ayo dek, kita beresin perlengkapan buat besok. Termasuk baju seragam, sepatu, kaos kaki dan topi juga dasi". Farhan menarik tangan adiknya menuju ruang depan. "Let's go bang!" Seru Diva bersemangat.

Ifa yang menyimak celoteh kedua anaknya pun bersyukur. Dia yang saat ini mengambilnperan ganda, berusaha untuk tetap menjaga hati dan pikirannya agar kehidupan yang dijalaninya berjalan lancar. Setelah makan malam selesai, Ifa berencana membuat daftar pengeluaran⁰ bulanan dan dijabarkan ke dalam rencana mingguan dan nanti rinciannya akan dijabarkan dalam laporan belanja harian. Ifa yakin niat yang diawali dengan tujuan dan cara yang baik, insya Allah menjadi mudah dan diberi kemudahan jalan. Ifa sadar, waktu yang akan mengujinya apakah dia sanggup menjalani amanah sebagai tulang punggu keluarga. Dia juga berjanji untuk tidak mengeluh atau meminta-minta toling kepada keluarga atau tetangganya. Seberat apapun proses hidup nanti yang dia hadapi, tekadnya untuk bertahan dan menjaga nama baik mendiang suaminya akan dia lakoni. 


 


 

Minggu, 09 Agustus 2026

Warna Cerita #4

PASTI ADA JALAN
https://pe.linkedin.com/company/pasti-ada-jalan

Sudah lebih dari satu pekan semenjak keluarga Ifa ditinggal sang tulang punggung keluarga, Ifa sudah membuat beberapa keputusan besar yang menyangkut masa depan kedua anaknya. Sadar akan perannya yang saat ini sebagai ibu dan sekaligus pencari nafkah, Ifa sudah menyusun apa saja pekerjaan yang sudah dia data untuk dijadikan pegangan awal agar periuk nasi tetap mengepul. Pekerjaan yang dilakoninya sat ini adalah menjadi buruh cuci gosok di komplek perumahan mewah yang tidak jauh dari tempat tinggalnya juga mengambik pekerjaan sampingan dengan tugas yang sama di Laundry  "kucek-in." Dari dua sumber tersebut Ifa bisa membayar sewa rumah petakannya dan membeli kebutuhan dasar sembako. Sedangkan untuk biaya kebutuhan sekolah Farhan, insya Allah cukup dari beasiswa KJP. Ifa yakin, rezeki itu sudah Allah SWT yang mengatur dan manusia itu sendirilah yang menjemputnya. 

"Assalalmu'alaikum, bunda. Abang pulang".
Suara keras dari pintu depan membangunkan Ifa dari lamunannya. 
"Wa'alaikum salaam". Sahut Ifa sambil membuka kunci pintu. 
"Alhamdulillah, abang sudah pulang. Sini bang duduk dulu di sini". 
Sambutan manis sang bunda yang lembut disertai senyum cerah di wajahnya membuat Farhan bersemangat dan melupakan lelahnya membawa kantong besar yang terletak di luar pintu. 
"Farhan bawa ini bunda". Sambil menunjuk kantong plastik besar dan dia angkat dari luar. Ifa terkejut karna isinya pasti berat. 
"Apa ini bang?" Sambil bertanya, Ifa membuka tali plastik berwarna merah tersebut. "
Itu bingkisan sembako dari sekolah bu buat anak yatim." Jelas bang Farhan. Sekilas raut wajah Ifa membeku karena tidak memyangka Allah memberi keluarganya rezeki. 
"Masha Allah, Alhamdulillah, kita dapat sembako. Kamu bisa dapat ini kok cepat bang?" 
"Pak Tama yang memberi tahu Farhan kalau Farhan dapat jatah sembako dari donatur sekolah". 
"Sampaikan terima kasih bunda ya bang ke sekolah juga kre donatur serta pak Tama. Semoga Allah memberi balasan kebaikan. Aamiin".
Setelah di cek apa saja yang mereka dapatkan, Ifa menyimpan bingkisan  tersebut sesuai tempatnya. Beras yang berisi lima kilo dimasukan ke toples besar tempat penyimpanan beras. Mie instant, kecap, saos sambal, teh celup, gula pasir, minyak goreng dan terigu di simpan di lemari makan. Sedangkan satu kotak telor yang berisi 16 butir dimasukkan ke dalam kulkas. 

Ungkapan syukur di bibir Ifa terus terucap. Betapa maha Baiknya sang Pencipta, ketika dia membuat rencana-rencana kerja untuk mengumpulkan dana kebutuhan keluarga, Allah memberinya rezeki dari jalan yang tidak dia duga. 
"Ya Rahman, ya Kariim. Terima kasih atas rezeki sehat, materi dan kebersamaan keluarga kecil kami." Sebait do'a Ifa panjatkan dan setetes airmata jatuh di pipinya.
"Ayah, kamu yang tenang ya di sana. Kami baik-baik saja di sini". Ifa melangkah masuk ke dapur untuk menyiapkan makan bersama kedua hatinya siang itu. 

Makan bersama yang ifa rasakan selama lebih dari seminggu itu memang berbeda karena mereka bertiga. Celetukan Farhan dan respon Diva yang sesekali membuat Ifa tersenyum mengisi kekosongan hatinya yang sudah membiaakan diri dengan situasi baru.
"Bunda, sudah lebih dari seminggu demenjak ayah dimakamkan, keluarga nenek kokntidak ernah jenguk kita lagi?" Pertanyaan polos yang terlontar dari ucapan Farhan menyentak kesadaran Ifa tentang satu hal. Hubungan keluarga yang kurang dekat dengan keluarga ibu mertuanya, ditambah meninggalnya putra kesayangan mereka meyesakkan dadanya dan yang terucap hanyalah nada datar yang sebisa mungkin Ifa buat biasa saja. "Mungkin nenek dan bu de bu de mu sibuk, bang. Mereka juga kan tinggalnya berjauhan". hanya kalimat itu saja yang terucap dari bibir Ifa, dan selebihnya dia mengajak kedua anaknya fokus menikmati makan siang menjelang sore itu.


Rabu, 05 Agustus 2026

Warna Cerita #3

 CERMIN HIDUP

https://www.kompasiana.com/budiamin/66c4688ec925c42552460572/belajar-hidup-dari-pengalaman-orang-lain-cermin-untuk-menjadi-bijaksana#goog_rewarded

Setekah pemakaman jenazah suami Ifa selesai,perlahan kumpulan orang yang mengantar nya beranjak pergi meninggalkan gundunkan tanah merah yang masih basah.  Ifa dan kedua anaknya masih setia berada di dekat pusara sang ayah dan suami terkasih. Enggan rasanya untuk bangkit dan meninggalkannya sendiri. Desi dan sang suami yang menemaninya menepuk pelan bahu Ifa dan mengajaknya pulang. "Mba Ifa, ayo kita kembali ke rumah. Kasihan anak-anak sudah lelah dan butuh istirahat. Mba Ifa juga harus rehat sebentar". Bujukan lembut Desi meredakan keletihan Ifa dan dia pun memberi anggukan samar tanda dia menyetujui ajakan temannya. 

Hari beranjak petang, rumah tinggal Ifa dan kedua anaknya mulai sepi. Ruang tamu sudah rapi seperti semula. Yang tertinggal hanya keheningan suasana rumah yang merebak saat adzan Magrib berkumandang. Desi dan tetangga yang masih tinggal mengajak mereka sholat berjamaah dan mendo'akan mediang suami Ifa. Di sisi lain, kedua anak Ifa masih betah berdiam diri. Keceriaan yang biasanya mewarnai malam-malam mereka berubah seperti ruang ujian, hening. Desi menggenggam tangan Ifa dan memberikan dukungan moral, "Mba Ifa, jangan khawatir ya. Mba tak sendiri, kami para tetangga siap membantu. Kita akan menyediakan makan dan minum untuk tujuh hari ke depan. Mba Ifa istirahat dan tenangkan diri ya. Insya Allah ada jalan untuk terus mendampingi putra-putri mba." "Terima kasih mba Desi. Aku sangat berayukur punya teman baik seperti kamu. Untuk bantuan kerja di laundry pun sudah selesai besok lusa. Aku akan mulai masuk kembali mba, bair periuk nasi kami tetap ngebul". Senyum tulus yang terlihat dari raut wajah Ifa menandakan kesiapannya menjalani hidup sebagai ruang tua tunggal.

Desi yang sampai di rumah malam hari, menemui keluarganya di ruang makan. "Assalamu'alaikum semua, maaf ya bunda pulang larut hari ini. Ayah dan anak anak sedang makan apa? Sepertinya enak". Si sulung menjawab, " Ini masakan ayah, bunda. Rasanya yummy" sambil menunjukkan jempol nya ke atas. "Wah, bunda mau dong ikutan makan bareng kalian." "Tenang bunda, ini ada bagian bunda. Ayah udah misahin lauk nya buat bunda. Pokoknya ayah is the best!" Si bontot memberikan dua jempolnya ke atas. Desi tersenyum bahagia, melihat keluarga nya berkumpul utuh di ruang makan saat ini. Suami dan ketiga anaknya lengkap dan sehat serta sedang menikmati rezeki makan malam yang nikmat. Sejenak dia teringat keluarga teman baiknya, Ifa. Seperti cermin yang sedang ada dihadapannya, Desi dapat mereka-reka seperti apa suasana hati Ifa dan kedua anaknya setelah kepergian orang terkasih mereka. Hanya ada kata-kata syukur yang terucap dari lisan Desi karena dia dan keluarganya berada dalam kondisi sehat, dan berkumpul dalam rumah yang hangat. "Semoga mba Ifa dan anak-anaknya dapat melalui hidup dengan lancar dan mudah", hembusan nafas Desi menutup hari beratnya malam ini. 

Hari baru menyapa, hidup keluarga Ifa berjalan dalam suasana baru. Hidupnya yang sempat bahagia bersama suami yang membersamainya telah pergi dan yang dia hadapi mulai hari ini adalah tantangan hidup menafkahi keluarganya dengan segenap jiwa dan raganya agar tetap lancar. Tidak ada yang menyangka bila hidupnya saat ini menjadi bagian terberat terutama tentang bagaimana mencukupi kebutuhan keluarga dengan pekerjaannya sebagai tukang cuci di laundry kucek-in. Meminta bantuan kepada keluarga suaminya tidak mungkin Ifa lakukan mengingat hubungan yang kurang baik dengan mertua dan saudar-saudara kandung mendiang suaminya. Ifa mengandalkan ilmu diploma nya di bidang akutansi yang sayangnya belum bisa dia manfaatkan karena dia memilih bekerja di tempat lain yang upahnya harian, sebagai asisten rumah tangga di komplek perumahan seberang kampung tempat tinggal nya saat ini.

Warna Cerita #2

 HUBUNGAN BAIK

https://www.parapuan.co/read/533524075/5-tips-membangun-hubungan-baik-dengan-pelanggan-kuncinya-komunikasi

Langkah gontai Ifa menelusuri lorong Rumah Sakit serta kondisi suaminya yang semakin buruk menambah beban pikirannya sebagai istri, juga ibu dari dua orang anak. Informasi yang tersampaikan  tadi pagi tentang hidup suaminya yang terekam jelas dalam ingatannya serta hal terburuk yang harus dia siapkan jika sewaktu-waktu sang maha Pencipta memanggil kekasihnya tercinta. Tetes airmata turun tanpa permisi dan itu menambah kesedihannya karena sebagai seorang ibu, dia pun memiliki tanggung jawab lain untuk memastikan asap dapur mengepul dengan lancar. Satu yang dia putuskan, meminta bantuan tetangga sekaligus teman anak sulungnya agar periuk nasinya aman terkendali.

Di sisi lain, Desi sedang sibuk mengurusi kebutuhan keluarganya yang kebetulan hari Sabtu dan hari libur untuk suami dan ketiga anaknya. Saat dia menghidangkan makanan di meja makan. Suara salam terdengar di depan pintu rumahnya. "Mba Ifa, masuk mba. Silakan duduk." Ifa masuk denagn gerakan lambat seolah tidak ingin mengganggu ketenangan keluarga temannya. Sedangkan Desi melihat gelagat buruk dari penampakan wajahnya yang sembab seperti sedang dirundung masalah. "Maaf mba Desi, aku datang ke sini tanpa meminta izin terlebih dahulu. Aku mau minta tolong kamu, bisakah?" Terbata-bata, Ifa menyodorkan sebuah pertanyaan langsung tanpa prolog. "Ada maslah apa mba? Apakah ini tentang mas Danu?" Ifa menahan sesak di hatinya seraya mengganggukan kepalanya. Sambil meneteskan airmata, ifa menyampaikan maksud hatinya, "Bisakah mba Desi menggantikan aku selama dua minggu di Laundry "Kucek-in"?" Aku gak bisa ambil upah ku sebelum satu bulan, sedangkan kondisi mas Danu makin lama makin menurun". Desi yang menyimak penuturan teman baiknya ikut meneteskan air mata. "Insya Allah aku bantu mba, aku akan izin ke suami dulu ya. Mba Ifa fokus ke suami ya. Anak anak mba juga insya Allah kuat ya Aamiin. Sekarang mba mau pulang? atau ke tempat kerja terlebih dahulu?" Ifa menjawab sambil tersenyum, "Alhamdulillah terima kasih mba, nanti upah dua minggu nya aku bayarkan setelah aku dapat rezeki lain ya. Hari ini aku libur kerja mba. Aku mau pulang dan menitipkan anak anak ke Bu de Sri. semoga beliau mau dititip kan Angga dan Ara". Ifa memeluk Desi dan pamit. "Hati-hati di jalan ya mba. Nanti sore minta Angga datang ke sini ya mba, ada titipan dari bu RT". Desi mengantar Ifa sampai gerbang rumahnya. Dia paham betul bagaimana perasaan temannya dalam kondisi yang berat tersebut.

Desi memulai kerjanya di Laundry "Kucek-in" keesokan harinya. setelah mendapat izin dia pun memastikan bila semua kebutuhan keluarga terpenuhi dan pekerjaan sambilannya sebagai pekerja lepas pun masih bisa ditangani. Sementara itu, pemilik Laundry yang mengetahui bila Ifa digantikan Desi memberikan izin dan arahan tentang tugas yang harus Desi kerjakan serta hari libur yang bisa dia ambil untuk dua minggu ke depan sebagai pengganti ifa. Desi pun ikut membantu memantau kedua anak Ifa dan menjamu mereka selepas pulang sekolah. Anaknya yang sulung berteman baik dengan Fatih, anak Ifa dan di satu kelas yang sama di SD negeri di dekat kediaman mereka. Desi pun tidak merasa risih menjadi pegawai laundry karena dia merasa mendaoat ilmu dan pengalaman selama bekerja. Proses kerjanya tidak hanya mencuci serta menggosok pakaian dan mengemasnya dalam plastik, tetapi alur kerja administrasi yang runut agar kejelasan alur kerja nya rapi serta arus masuk dana yang masuk serta keluar dapat termonitor dengan baik secara maya melalui link drive yang lansung diawasi pemilik. Ilmu yang sebagian orang remeh temeh, tetapi bagi Desi, seorang ibu rumah tangga, semua alur kerja laundry itu memberi peluang lain yang bisa dia adaptasi jika nanti membuka usaha.

Tidak terasa hampir 14 hari kerja yang dilakoni Desi bersama timnya yang penuh dinamika; berhubungan dengan sesama pegawai, mengisi link administrasi, membuat laporan kerja harian serta rapat evaluasi mingguan. Sayangnya, di hari ke 12 kabar duka datang dari mba Ifa. Suaminya dipanggil yang Maha Kuasa dan hari itu keluarganya berduka. Desi terenyuh ketika anak sulung Ifa datang ke tempat kerja Desi hanya untuk mengabarkan jika sang ayah meninggal di rumah sakit tadi malam dan pagi ini jenazahnya sampai ke rumah duka. Desi pun mengabarkan berika tersebut kepa pemilik dan pegawai serta meminta izin untuk datang melawat. Desi bisa membayangkan bagaimana perasaan teman baiknya ditinggalkan teman hidup dan mendapat amanah baru, menghidupi, mendampingi kedua anaknya dalam kondisi lemah. Desi mengirim pesan singkat kepa suaminya dan memintanya membantu pemakaman suami mba Ifa. Fatih yang menemani Desi ke rumahnya hanya terdiam dan terlihat kesedihan di kedua matanya. "Fatih, ikhlaskan ayah ya. Ayah sudah gak sakit lagi. Allah maha Kasih sayang ayah kamu. Insya Allah, bunda Ifa juga sudah ikhlas. Fatih temani bunda dan adik ya, jadi anak salihnya ayah dan bunda". Fatih hanya mengaggukan kepalanya seraya bertutur lemah, "Insya Allah bu, aku sayang ayah. Aku akan temani bunda dan adik. Aku akan jadi anak salih". Mereka pun berjalan beriringan menuju rumah duka.

Selasa, 04 Agustus 2026

Warna Cerita #1

                             IMAJINASI

https://www.hasanjufri.com/2023/06/apa-sih-imajinasi-itu.html


Sepanjang jalan menuju sekolah, Farhan berjalan cepat cenderung berlari karena tahu dia akan tiba terlambat di depan gernang sekolah dan itu artinya dia akan dapat peringatan “lagi” dari Satpam dan guru piket yang berjaga di depan sekolah. Farhan sendiri tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Akhirnya, Farhan bisa masuk ke sekolahnya setelah pak Satpam memberi lampu hijau. Dia berlari ke arah kelas yang terletak di ujung gedung. Kelas 7.9 adalah kelas urutan terakhir di rombongan belajarnya. Walaupun dia berada di kelompok terakhir tetapi dia memiliki mimpi untuk mendapatkan nilai 9 di semua mata pelajaran. Semoga impiannya itu menjadi nyata. 


Farhan menjadi salah satu siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri. Dia juga mendapat kesempatan beasiswa atau KJP sebagai bantuan pendidikan dari pemerintah. Bundanya senantiasa mengingatkan jika dana bantuan itu harus dimanfaatkan dengan prestasi akademik. Farhan pun sadar walau dia memiliki keterbatasan akses informasi, tetapi dia memiliki cara untuk memperolehnya. Ditambah, kebanyakan tugas sekolah terbantu dengan sumber informasi digital. Lagi-lagi Farhan harus berusaha keras menekan keinginannya untuk bermain-main melalui aplikasi dan meredamnya dengan berdiam diri di perpustakaan sekolah yang memiliki fasilitas digital informasi. ABG-Anak baru Gede- adalah julukan untuk remaja seusia Farhan yang senang berkelompok dan berkumpul dengan minat yang sama. Farhan sendiri senang bermain game online seperti yang sedang viral saat ini dan kelemahannya adalah gawai yang ada di rumahnya ternyata digunakan bersama, bundanya untuk berdagang, adiknya yang bersekolah kelas 4 serta adik bungsunya yang berada di kelas 1. Kelemahan inilah yang memaksa semua anggota keluarganya membatasi penggunaan gawai hanya untuk informasi pesan singkat. Selebihnya, hanya digunakan untuk keperluan utama; menelpon, mengisi form atau memberi kabar berita. Bunda yang menjadi pimpinan keluarga menanamkan sikap kebersamaan dan senantiasa menempatkan sesuatu sesuai prioritas penggunaannya. Farhan pun, sebagai anak sulung, diberi amanah menjadi contoh baik untuk kedua adiknya. Situasi inilah yang membuat Farhan rela memutus rantai bermain game aplikasi dan merubah haluan memilih membaca untuk menghabiskan waktu.


Farhan menghadapi kesulitan di awal niatnya memilih melipir ke perpustakaan untuk membaca, karena tempatnya yang sepi dan minim siswa yang mampir ke tempat itu menambah rasa malas untuk melangkahkan kakinya ke sana. Di sisi lain, dia pun kesulitan mengajak teman-temanya bergabung untuk sekedar datang dan membaca buku sesuai kesukaan mereka. Sehari, dua hari dan lanjut seminggu sampai minggu keempat Farhan menemukan rasa nyaman di perpustakaan. Selain tempatnya yang tenang, sejuk dengan fasilitas pendingin ruangan, di sana pun tersedia air minum untuk sekedar mengurangi haus saat berinteraksi di perpustakaan. Yang membuatnya mantap dan betah di tempat itu adalah kemudahan penggunaan komputer meja yang sudah dipasangkan dengan koneksi internet. Farhan mendapatkan keleluasaan menggunakan jejaring internet untuk mencari sumber untuk PR atau tugas sekolah juga membaca informasi ringan, berita sampai tontonan film pendek via kanal Youtube. Yang membuatnya bersyukur adalah semua fasilitas yang dinikmati tidak berbayar atau gratis, sehingga dia pulang dengan rasa puas, tenang dan nyaman. Pustakawan yang bertugas pun memberinya ilmu sederhana tentang merancang sesuatu melaui Canva. Dia pun semakin asyik mengulik dan berguru pada sang pustakawan - pak Tama. Farhan berimajinasi lagi tentang keinginannya memiliki cara mendapatkan masukan berupa uang dari fasilitas internet. Dia yang banyak bertanya tentang bagaimana cara menghasilkan uang lewat karya atau kerja sampingan mendapat dukungan dari pak Tama. “Pelan-pelan Farhan. Semua bisa menjadi uang bila kamu tahu caranya dan benar cara memperolehnya”. Semakin berbinar dan bersemangat remaja itu yang kemudian dia secara sukarela menjadi murid pak Tama. 


Minggu, 02 Agustus 2026

Peristiwa #13

 KABAR TIM

Menunggu bagi sebagian pekerja memiliki arti berbeda. Bagi yang terbiasa dengan kesibukan dan batas waktu penyelesaian projek mungkin akan terbiasa dengan dinamika naik turunnya motivasi untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya karena yang sasarannya adalah target kepuasan klien. Sebaliknya, bagi yang terbiasa menerima pesan maka akan mengikuti alur yang telah ditentukan. Yang pasti, bagi Niera, pekerjaan yang ditekuni selama lebih dari lima tahun sudah membawanya pada titik persiapan awal bahkan menentukan seperti apa projek yang akan berproses selama periode waktu tertentu. Ironisnya, saat ini kabar yang dia terima bukan untuk digarap sesuai bagian wewenangnya tetapi menunggu kabar tim yang harus dia ikuti dengan baik sebagai bagian dari prosedur operasional kerja. Akhirnya jalan tengah yang Neira ambil adalah berputar haluan dengan menjadikan client oriented sebagai fokusnya saat ini karena beberapa alasan.

Bertahun-tahun yang lalu, Neira memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan sebuah program dan di situlah dia mengembangkan kemampuannya dengan bermodalkan mesin pencarian melalui internet yang mampu memfasilitasi kebutuhannya untuk memenuhi target pembelajaran baik yang sesuai program maupun sesuai keinginan konsumen. Hal tersebut menjadi tantangan terbesarnya karena ciri khas atau kekhususan materi permibtaan klien menjadi tanggung jawab besar untuk direalisasikan. Metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) menjadi jalan keluar strategis yang mempermudah penyelesaian paket modul belajar. Neira sendiri menyadari bila dirinya siap mempertanggung jawabkan kinerja nya dalam bentuk evaluasi klien pengguna dan penerima manfaat. Kondisi tersebut menjadi ritme yang penuh dinamika serta menjadi asahan keterampilan yang meningkatkan kapasitas dirinya dalam menyelesaikan target target kerja. Sampai pada satu titik semua yang dia lakoni berhenti dan berubah menjadi pihak "asing" yang tugasnya menunggu, menerima, menyampaikan dan melaporkan rutinitas saja. Peran yang Jauh berbeds dari rutinitas sebelumnya. Neira yang sudah terbiasa menganalisis kebutuhan klien, menurunkannya dalam perencanaan dan merampungkan materi dari A sampai Z. 

 Kondisi yang bertolak belakang dengan passionnya, membuat Neira mencari cara untuk tetap sama dan tidak terjungkal karena posisinya yang jauh di bawah. Sayangnya, dia hanya bisa menarik nafas dan inginnya tetap dilibatkan karena dia yakin dengan kemampuan menyusun materi pelatihan. Di sisi lain, dia tetap menyusun sesuai permintaan klien sesuai versinya dan langsung diaplikasikan di lapangan untuk melihat dan mengukur materi materi yang dia sampaikan diterima baik oleh peserta. Walau saat ini posisi nya jauh di luar jangkauan area, Neira memutuskan tetap menyusun materi dan mengembangkannya bukan untuk menjadi saingan dari tim yang ada tetapi untuk merawat dan mempertahankan kinerjanya dan terus mengasah kemampuannya karena klien akan menilai dari sisi kepuasan selama pelatihan. Satu hal yang Neira fokuskan saat ini, menjadi bagian sukses itu bukan hanya tentang peran besar yang diamanahkan tetapi bagaimana dirinya berbagi dan melayani klien dalam bingkai profesional.

 

Riung SDG 2026 Ibu Pembaharu #2

 SUCCESS FOR CHANGE: MY MOMENT

https://griyawistara.blogspot.com/2021/06/makna-logo-ibu-pembaharu.html

Sukses untuk saya adalah ukuran pencapaian prestasi dan bentuk penghargaan yang tinggi karena semua proses kerja yang dikerjakan pada akhirnya selesai dengan baik, mendapat respon baik serta penilaian positif dari pihak lain sebagai pengakuan formalitas dari keberhasilan suatu  projek atau program. Sebagai individu yang memiliki keinginan untuk terus memperbaiki diri serta memberi manfaat untuk yang lain, maka langkah-langkah itu pun menjadi jejak nyata sebagai proses menemukan gaya belajar dan minat apa yang ingin ditebar di kalangan khalayak sesuai versi yang sesuai dengan kondisi dan kapasitas saya sebagai anggota masyarakat yang ingin ikut berperan memberi manfaat dari ilmu, pengalaman yang saya miliki. Maka melalui jalur ibu Profesional, saya masuk ke dalam sebuah rumah besar yang kemudian saya terlibat aktif dan terus meningkatkan keterampilan diri hingga akhirnya bermuara di akhir kelas Bunda Saliha. Lulus di kelas tersebut tidak membuat saya dan para lulusan selesai menimba ilmu. Di sanalah kami memulai menerapkan semua ilmu dalam bingkai gerakan sosial berbasis bekal ilmu dan passion, maka saya memantapkan diri untuk terjun mengembangkan passion saya di bidang keterampilan soft-skills yaitu pelatihan bahasa Inggris DUDI dan pendidikan yang berharap semua  kemampuan saya dapat tersalurkan melalui kanal tatap maya. Gerakan itu saya beri nama "Veztifal Show" yang merupakan singkatan dari "Virtual English Zone to improve your language-Show your hidden Talent". 

Berawal dari hasil obrolan dengan pimpinan saat itu yang menginginkan kerja sosial, mencurahkan ilmu dan pengalamannya untuk tujuan sosial, maka saya pun tergelitik untuk memiliki keinginan yang sama. Sama-sama ingin berbagi dan melayani kepada masyarakat tanpa mmeberi beban materi  kepada mereka. Saya yang sesungguhnya adalah ibu rumah tangga yang juga aktif di ranah publik, pun berimajinasi tentang bagaimana menebar manfaat tanpa harus bepergian jauh dari keluarga. Imajinasi saat itu yang terbayang adalah memberikan pelatihan atau pembelajaran jarak  jauh yang juga menjangkau seluruh Indonesia. Tingginya mimpi saya itu akhirnya menemukan jalannya. Di saat Pandemic Covid-19 merebak dan memaksa semua pihak menjalankan kerja terbatas dan teralihkan sebagiannya dengan tatap maya, maka di sanalah WOW moment yang saya dapatkan. Bertepatan dengan keikutsertaan saya di kelas bunda Saliha, bertemu dengan situasi pandemik dan selaras dengan imajinasi saya maka saat itu pun "gong" saya canangkan. Dengan hati yang mantap saya mendeklarasikan sebuah projek passion yang sesuai dengan ilmu, pengalaman juga minat saya di dunia pendidikan bahasa Inggris. Dengan memanfaatkan kondisi yang ada, saya bersyukur karena dengan cara tatap maya tersebut saya dapat melangkahkan kaki saya pertama kali di dunia maya. Kata "Virtual" saya pilih sebagai kata pertama yang memberi ciri dari gerakan saya. Kemudian kata kedua dan ketiga "English Zone" mewakili cara saya memberikan manfaat kepada masyarakat. Sedangkan kata "Show" sendiri adalah bentuk kata motivasi untuk penerima manfaat. Puas untuk pertama kalinya saat itu karena saya pun mampu membuat imajinasi saya terwujud karena situasinya yang sangat mendukung. 

Debut saya di awal gerakan adalah mengikuti alur kegiatan kelas bunda Saliha dan kemudian merencanakan perjalanan Veztifal show berikutnya. Di sisi lain serangkaian keterampilan lain yang mendukung gerakan saya secara maya pun saya ikuti. Beberapa pelatihan berjenjang saya ambil; Canva dan Quiziz dan mendapatkan sertifikat. Itulah modal awal saya untuk mempublikasikan informasi tentang pendidikan dan bahasa Inggris melalui kanal media sosial yang bernama Instagram. Asahan disain sederhana untuk merancang info singkat berhasil saya laksanakan. Pun dengan kelas tatap maya saya buka perdana dengan nama FEE-Pro (Fun English for Employees and Professional). Langkah perdana dengan kelas bahasa Inggris untuk karyawan berjalan lancar hingga tingkat tiga. Sedangkan kerja sama yang lain pecah telur setelah saya menggandeng teman-teman mahasiswa dari USU dan menyelenggarakan kelas percakapan dasar untuk pemula. Kalangan yang menjadi klien Veztifal show adalah kalangan dari dunia usaha, industri serta pendidikan. Walaupun langkah gerakan ini sederhana, tetapi saya merasa imipian saya kedua tercapai. Kelas dan pelatihan terselenggara dengan baik dan pesertanya berasal dari beberapa daerah berbeda yang disatukan dalam bingkai Pertemuan Zoom. Harapan di awal pemikiran saya tidak setinggi hasil yang kami dapatkan dari beberapa kerja sama dengan pihak lain. Inilah mungkin yang memberikan berkah tersendiri bagi kami dan tim saat itu jika berbagi dan melayani itu bisa di tebarkan tanpa mendatangi lokasinya. Kelas-kelas tatap maya lainnya berhasil diselenggarakan untuk kebutuhan pendidikan dan tes internasional seperti TOEFL dan IELTS serta B2 Level (Cambridge Assessment).

Perjalanan setelah tahun ketiga adalah perjalanan kolaborasi. Veztifal Show bangga menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terhubung di program inovasi Ibu Profesional, yaitu Ibu Pembaharu. Program kerjasama tersebut sebenarnya "menyelamatkan" tim yang personilnya satu persatu pamit karena kesibukan lainnya. Sisi positif dari kolaborasi tim Veztifal dengan Sitarasmi, misalnya, kerjasama mutualisme yang memberikan manfaat bagi teman teman remaja dalam bidang pelatihan bahasa Inggris untuk tes (TOEFL prep Class) dan percakapan umum untuk remaja (EFFORT: English Fluency for Teenagers). Saling menguntungkan karena kedua tim berkerja bersama sebelum- saat - sesudah program selesai. Selain itu, kedua tim belajar bagaimana melaksanakan program bersama (Joined program) secara terbuka dan saling mengisi sehingga perjalanan program berakhir dengan kesan yang baik dan berulang. Saya sendiri pun merasa bangga mengikuti kolaborasi rutin yang diselenggarakan oleh ibu Pembaharu. Program Riung SDG adalah program rutin tahunan yang megelompokkan tim tim gerakan sesuai SDG nya. Dari tiga kali kegiatan, Saya, wakil Veztifal show, selalu mengambil peran untuk ikut terlibat aktif bersama tim leader lain. Dinamika kelompok yang naik turun, kekompakan para leader untuk mengambil perannya serta dukungan satu sama lain yang membuat acara yang digelar sukses. Keterlibatan saya di program riung SDG itulah yang banyak mendapatkan pengalaman terutama dalam komunikasi kelompok dan alur kerja sama yang baik dan saling terbuka. "Battle of Qur'an #1" dan "Battle of Qur'an #2" sukses terlaksana dengan baik karena semua pihak terlibat aktif dan saling membantu. Sedangkan gelaran Riung SDG tahun ini saya siasati dengan tetap konsisten menyelesaikan projek bersama; "FlashCard literasi pendidikan keluarga" dengan dinamika yang berbeda dari sebelumnya.

Di tahun kelima ini, Saya pribadi menjadi bagian dari kesuksesan kegiatan Ibu Pembaharu untuk program E-FoRM (English for Mom) yang mendapatkan perhatian luar biasa. Kelas besar yang berisi para ibu yang termmotivasi untuk melatih keterampilan bahasa Inggris percakapan. Di sini lah saya sebagai wakil Veztifal Show tertantang untuk memberikan fasilitas, materi dan layanan terbaik selama program berlangsung. Walaupun banyak sisi yang harus diperbaiki, tetapi satu hal yang saya dapatka dari kolaborasi besar ini adalah, apresiasi tinggi dari tim violcester yang memberi kepercayaan penuh pada veztifal show untuk mengisi program bahasa Inggris dan dukungan serta kerjasama timbal balik yang berjalan lancar akhirnya program tersebut rampung dan mendapat kesan yang baik dari para pesertanya. Beberapa kata yang saya dapatkan dari hasil kerja tim sendiri dan kolaborasi pihak lain yang terkait adalah ambil peran aktif-keterbukaan-konsistensi  menjaga kepercayaan satu sama lain. Saya menyadari betul kondisi tim tidak lengkap dan selanjutnya saya yakin ketiga poin tersebut yang membuat saya bersama Veztifal show melangkah setahap demi setahap dan tetap berada di jalur gerakan bersama Ibu Pembaharu. Keberlanjutan gerakan Veztifal show senantiasa berubah ke arah yang lebih baik; baik dengan cara memantaskan gerakan dalam hal program-program seusai kebutuhan pasar. Pun dengan strategi gerakan yang harus direncanakan lebih baik ke depannya.

Dari pengalaman lima tahun saya dan tim bergerak, Veztival show perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk memulai perjalanan di lima tahun kedua. Ada tiga bagian yang akan direncanakan dan semoga dapat terlaksana dengan baik dalam bingkai Start-Stop-Continue.  Perencanaan kerja atau program atau projek yang diagendakan menjadi program "Keroyokan" yang nantinya akan menggandeng tim-tim lain di lingkungan ekosistem ibu pembaharu, komunitas ibu profesional dan program-program inovasi lain. Program kolaborasi ini akan masuk kelompok "Start" karena Veztifal show akan memulai kembali kolaborasi mutualisme dengan melibatkan kedua belah pihak atau lebih yang turut membantu gerakan Veztifal show. Saya sudah membuktikan sendiri bila program kerjasama akan membuat proses pengerjaannya berjalan lebih baik karena adanya hubungan komitmen dan konsisten yang saling mendukung. Jangkauan keterlibatannya akan lebih luas dan lebih dinamis. Sementara itu, ada program yang perlu dihentikan sementara, "STOP", karena beberapa poin terkait sumber daya manusia atau anggota tim. Program informasi via artikel yang dipublikasikan melalui platform blog. Selanjutnya program video presentation tentang "Language Skills Corner"  yang dihentikan sementara sampai ada tambahan anggota tim yang akan membantu di bagian proses digital untuk disain tampilan layar. Berikutnya, program-program seperti FEE-Pro, EFFORT, TEST prep Class, atau E-Form, FEET (Fun English for Enthusistic Teachers) bisa menjadi bekal untuk melanjutkan program ke tahap berikutnya. Semua program tersebut bisa dimasukkan dalam kelompok "Continue". Keberlanjutannya terletak pada kenaikan kelas atau level berikutnya atau pembukaan kelas pelatihan yang baru. Kalangan yang menjadi sasarannya adalah kalangan siswa, mahasiswa, pegawai/karyawan, ibu rumah tangga, serta masyarakat umum.   

Veztifal Show ada setelah saya terlibat di institut Ibu Profesional dalam kelas Bunda Saliha. Perjalanan panjang yang sudah saya selesaikan rampung dan bermuara pada satu bidang gerakan komunitas dan saya sudah memastikan diri jika projek passion saya yang sudah ditanam mulai dari kelas bunda produktif, di pupuk di kelas bunda Saliha dan di kembanngkan bersama di ekosistem ibu Pembaharu adalah rangkaian peta perjalanan saya menunjukkan bagian terbaik versi saya sebagai seorang perempuan, istri, ibu dan anggota masyarakat. Terlepas dari aneka hambatan yang menjadi tantangan besar untuk diselesaikan, maka melalui projek passion ini saya mencurahkan ilmu dan pengalaman serta kesempatan berbagi dalam ekosistem ibu Pembaharu. Di sinilah saya dahulu memulai perjalanan meningkatkan kapasitas diri dan pada perjalanannya saya merasa ada bagian kuat dari komunitas inu Profesional yang memberikan saya peluang untuk naik kelas sesuai dengan kemampuan saya. Inilah perjalanan saya bersama veztifal show yang mendapatkan penghargaan terbaik dalam lingkungan ibu Pembaharu. Sukses perjalanan saya ini bukan menjadi kebanggaan diri, bukan juga untuk memamerkan prestasi, tetapi melalui perjalanan ini saya yakin sukses itu adalah ketika saya mampu merespon setiap tantangan, mengolahnya dan mencari solusi untuk menyelesaikan baik yang terjadi dalam gerakan sendiri (Veztifal show), gerakan bersama ibu profesional-ibu pembaharu bahkan yang datang dari lingkungan sekitar rumah hingga dunia internasional. 

Riung SDG 2026_Tim 12

FLASHCARD FOR LEADER LIBRARY

Project SDG IbuPembaharu 2026_Tim 12

Bagian yang paling seru ketika ikut terlibat aktif di event ibu pembaharu adalah ketika program Riung SDG digelar. Kumpulan para leader tim yang berada di ekosistem ibu pembaharu bekerja bersama seauai dengan SDG nya. Kebetulan saya masuk di Kelompok Pendidikan bermutu. Di sinilah saya mendapatkan pengalaman tersendiri karena bisa berbagi dan melayani bersama tim lain dengan suasana yang dinamis.

Ibu pembaharu adalah program inovasi dari induk ibu Profesional. Dalam wadah ini, semua leader tim bersama para anggotanya bersinergi untuk bergerak bersama dari rumah untuk dunia. Keragaman gerakan yang ada di sini disesuaikan dengan ranah Sustainable Development Group - PBB. Ketika riung SDG ini diselenggarakan, maka terbukalah kesempatan berbagi ilmu, pengalaman serta berkolaborasi agar gerakan masing masing tim bisa berjalan lancar. Kami berada diekosistem ini sudah melalui masa-masa pelatihan dan projek-projek yang digelar adalah hasil dari tempaan belajar di kelas kelas bunda yang berada si bawah naungan Institut Ibu Profesional (yang saat ini penyebutannya menjadi HIMA). Saya pribadi senantiasa merasa senang masuk bergabung bersama tim untuk mensukseskan gelaran tersebut.

Saya merasakan pengalaman menarik dan dinamis ketika mengikuti program tersebut dua kali berturut-turut. Kebetulan semua tim yang berada saat itu adalah tim tim yang sama. Intinya, saya lanhsung mengambil peran aktif dengan turut berpartisipasi dari mulai mencari event apa yang bisa memayungi semua anggota tim, membuat perencanaan, menjalankannya bersama sama sesuai peran yang diambil, menikmati prosesnya pada saat eksekusi atau pelaksanaan acara dan yang terpenting merampungkannya dengan baik. High energy endinglah yang saya dapatkan saat semuanya selesai. Saya pun berharap di event berikutnya akan mendapatkan pengalaman yang sama.

Harapan tidak seindah impian. Bayangan seru yang terlintas sebelum nama-nama grup didengungkan, menari nari dalam benak terbayang di depan mata dan tingginya pencapaian pada event tahun ini menghanyutkan diri dan tentunya bersiap mencurahkan diri untuk mendukung event kelompok dan menambah jam terbang berinteraksi dengan para ketua tim yang pastinya memiliki pengalaman sosial di beda tempat dan wilayah. Sampai pada waktu pengumuman disematkan di grup ekosistem, perjuangan pun dimulai. Lain belalang lain ilalang, di event tahun ini semuanya serba terbalik. Mungkin karena kesibukan para leader ditamba kurang memeriksa info grup ditambah ada hal yang lebih dipilih untuk dikerjakan maka, di sanalah letak tantangan terberatnya. Menghubungi satu persatu, mengundang ke group, mengundang diskusi, membuka pembicaraan, sampai mencoba menarik perhatian pun ternyata membutuhkan kesabaran yang lebih banyak, mengejar produk sesuai target sampai akhir batas pengumpulan karya pun penuh rasa kurang tenang. Seperti melangkah di awan, mencoba menginjak dasar tapi hambatan untuk menapakinya senantiasa terhalang batu-batu kecil tajam yang jika kurang waspada akan tegelincir dan jatuh. Kunci dari even bersama tahun ini di awal adalah komitmen akan menjadikan kerja sama sebagai bentuk kekompakan dan hasil dari kesepatan setiap leader bukan hanya menyajikan karya yang hanya tergarap oleh satu atau dua personil yang aktif menyelesaikan seluruh projeknya. Konsisten untuk tetap merampungkan hasil kerja yang ujungnya terlaksana dan terkirim di jam cinderella. Bukan maksud hati untuk mengucilkan kolaborasi tim tahun ini, tetapi rasa kebersamaan, kesepakapan, kekompakkan dan saling bergandeng tangan jauh lebih indah di dua event sebelumnya. 

Tidak ada kata menyesal untuk menunjukkan kesedihan dan ketidakpuasan kinerja tim taun ini. Sisi penting yang bisa diambil hikmahnya adalah bagaimana menjalani prosesnya dan merespon kondisi yang berkembang dengan tetap mengacu pada kerangka alur yang sudah diarahkan. Tidak ada gading yang tidak retak. Bagaimanapun kondisi saat menggarap projek dalam kelompok tahun ini, bersama dinamika yang tidak terduga, tetap saja berpikir positif dan konsisten pada tujuan awal menjadi jalan tengah agar tidak saling menumpahkan kesalahan atau merasa berjalan sendiri. Membawa dan menjaga nama baik kelompok lah yang mengantar semua personil menyelesaikan projek bersama sampai garis "Finish".



Riung SDG 2026_Ibu Pembaharu #1

 STORY FOR SUCCESS:

WHERE THERE'S A WILL, THERE IS ALWAYS A WAY



Perjalanan selama lima tahun sebagai bagian dari ekosistem ibu pembaharu, selama itu pula naik turun semangat, motivasi bergerak menjadi warna lain dari tim Veztifal show 21. Awal pergerakan, semangat berkobar, motivasi skala sepuluh memenuhi ruang karya. Banyak impian dan harapan terhampar dalam peta perjalanan tim, walaupun sadar bagaimana beratnya memikul amanah untuk terus konsisten berbagi dan melayani.

 Untuk target seperti jargon ibu pembaharu dari rumah untuk dunia, sepertinya masih jauh tetapi untuk menapaki value ibu profesional sendiri sebenarnya sudah bisa dikategorikan "berbagi" dalam lingkup kecil dan manfaat bagi penerimanya masih terbatas pada kelompok-kelompok kecil. Di awal perjalanan tim, target yang tertulis tidak besar apalagi mengawang. Cukup menekankan poin berbagi; berbagi ilmu dan pengalaman dalam lingkup pendidikan bermutu yang berhubungan dengan keterampilan lunak; bahasa Inggris.

Panjangnya rentang kinerja tim di tahun pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima belum dapat dikatakan maksimal dalam hasil atau output. Kolaborasi bersama tim dilingkup ekosistem, regional atau pihak lain di luar ibu profesional masih dihitung sedikit. Salah satu alasannya, adalah personil yang berkurang satu persatu, hingga kesibukan tim leader lainnya yang menurunkan jumlah program dan kerjasama. Tersendatnya kegiatan-kegiatan tidak membuat program berhenti, setiap tahun ada dua program yang berjalan dalam bentuk kelas pelatihan. Pelatihan bahasa Inggris untuk percalapan umum, untuk persiapan tes internasional dan program kerja sama. 

Selama lima tahun

https://www.success.com/what-does-success-really-mean-to-you

Peristiwa #20

  HARI BARU: TIDAK MENYERAH Keidupan berjalan seperti roda. Dia berputar ke atas lanjut ke bawah. Seperti aku yang sudah resmi berubah statu...