Jumat, 14 Agustus 2026

Peristiwa #15

 CLIENT ORIENTATION: TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN ANDA

https://www.alamy.com/corporate-culture-isolated-concept-vector-illustration-set-client-satisfaction-customer-oriented-company-corporate-rules-and-dress-code-business-etiquette-company-rules-vector-cartoon-image484128926.html

"Ms. Pertemuan bulan depan, trainernyaa denga Ms. Kamila lagi kan?"

Penggalan kalimat itu masih terngiang di telinga Ms. Kamila setelah dia menutup kelas pelatihan guru pada Jum'at sore itu. Kalimat itu seperti sebuah undangan kembali untuk mengisi pelatihan  serupa di bulan berikutnya. Seperti mendapat hawa sejuk pegunungan, Kamila merasakan sensasi lain. Dirinya merasa tersanjung dan seperti mendapat sebuah penghargaan karena klien memilihnya kembali dengan sebuah permintaan. Jangan ditanya bagaimana perasaannya saat pak kepala sekolah memintanya untuk hadie kembali. Bagi Kamila, permintaan berulang menjadi indikator kesuksesan klien terhadap tampilan presentasinya. Entah apa saja yang dilihat, diamati atau dievalusi hingga kalimat itu meluncur lancar dari beberapa peserta, bagi Kamila hal tersebut sebagai prestasi tersendiri yang hanya dia rasakan sendiri tanpa memiliki bukti fisik dalam bentuk tertulis, audio atau video. Ini bukan pertama baginya. Tetapi fakta yang juga terjadi di beberapa klien yang lain.

Semenjak Kamila menyatakan dirinya akan menerapkan client-based-oriented, dia merubah tujuannya mengisi pelatihan yang menitikberatkan pada pelayanan klien. Karena dia merasa dihargai di kalangan klien maka di sanalah kebanggaan yang dia rawat untuk menjadi tempat belajar, berkembang, berkarya, berbagi dan berdampak. Dia buat 5B tersebut seperti nilai yang ada pada komunitas Ibu Profesional. Di hadapannya berdiri para klien dari latar belakang lingkungan pendidikan formal dan unit yang berbeda, dan dia sudah mendapatkan "repeated order" dari klien klien yang berbeda. Kamila tidak merasa membumbung karena dia telah memberi klien kepuasan di setiap pertemuannya. Dia justru melihatnya sebagai peluang untuk terus mengasah diri, mempertajam pengetahuan dan memperkaya aneka kegiatan yang memicu peserta aktif selama pelatihan berlangsung. Prmintaan berluang itu pun membangkitkan Kamila untuk meningkatkan terus kualitas pengajaran.

Terpana dan tidak menyangka akan mendapat apresiasi positif dari para peserta pelatihan terrkam baik dalam catatan kerja Kamila dan responnya pun harus disusun seramah mungkin agar tidak ada pihak yang terganggu kenyamanannya. Beberapa model kalimat dari para klien yang bernada beda tapi memiliki maksud yang sama tersampaikan. Contoh paling jelas adalah penyampaian langsung seorang peserta, "Ms. Mila, kok gak megisi pelatihan lagi? Ms. Mila gak mau ya mengajar kami lagi?" Lain halnya dengan permintaan mereka untuk kelas umum pun terlontar, "Ms. bisakah mengisi pelatihannya untuk kel;as besar?", Atau pertanyaannya, "Ms. apakah kami harus menyampaikan "request" jika kami menunjuk Ms. Mila yang memfasilitasi kami kembali di pertemuan berikutnya? Pertanyaan sederhana yang jawabannya yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menyinggung pihak lain membuatnya merespon dengan cara santai seperti, "Insya Allah saya bisa mengisi pelatihan jika tida bentrok dengan jadwal saya yang lain, mam". Atau jawaban yang singkat namun elegan pun sejatinya menunjukkan keselarasan hubungan tim, "Bisa pak, bu. Jika saya yang masuk kembali, saya bersedia. Hanya saja mungkin bapak menyampaikan alasannya agar tim memahami keinginan klien". Yang menarik adalah pengumumam koordinator klien yang memberikan info diawal pelatihan, "Kita akan belajar kembali bersama trainer the one and only Ms. Kamila." Selain itu ada juga respon baik dari anggota tim lapangan, dengan kalimat, "Senang sekali Ms. bisa kembali mengisi pelatihan di sini."

Semua kalimat itu membumbungkan harapan tinggi dari Ms. Kamila. Karena di satu sisi, tugasnya yang terbaru adalah memfasilitasi peserta pelatihan dengan topik dan materi belajar. Sedangkan di sisi lain semua penghargaan itu bukan jadi akhir kemenangan seorang trainer yang berpuas hati dengan semua masukan dan tanggapan yang sangat baik. Bisa jadi semuanya adallah remah-remah bongkahan potensi yang akan memberi ledakan kekecewaan bila dianggap memberlakukahnnya sebagai sebuah label kebangaan yang cenderung menjadi kesombongan diri yang beracun.

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peristiwa #16

  PENGALAMAN PERTAMA FARHAN