I'M ALWAYS OK WITH A SMILE
 |
| Teacher's Training_ @SDIT Al Iman_07012026 |
"Ini baru datang atau mau berangkat kerja, bu?" Sapaan khas pak Kopral-Satpam perumahan kami di hari Rabu. Saat itu, saya mendapat tugas mengisi pelatihan guru di daerah Cipinang Elok. Karena jadwal pertemuannya sore, maka saya pun berangkat dua jam sebelumnya agar datang tepat waktu. Penggalan peristiwa lain yang membuat saya merasa baikbaik saja adalah ketika beberapa peserta, mengkofirmasi kedatangan saya berikutnya. Saya berusaha untuk berada di jalur tempat saya berada. Semua pekerjaan yang saya lakoni berdasarkan instrulsi dan penugasan yang berarti saya harus taat dan menyelesaikannya dengan baik. Klien adalah raja, jadi pelayan terbaik di lapangan adalah tugas terpenting pun terberat, karena kita menjadi perwakilan perusahaan dan menjaga nama baik adalah bingkainya. Tampilan kinerja yang profesional adalah menunjukan kesungguhan hati pada saat memberikan layanan, membuat aman dan nyaman pesertanya dan mampu menjaga dinamika kelompok yang membawa pada hubungan yang terjaga baik.
Ini adalah bagian dari kerja saya sebagai seorang karyawan. Salah satu tugas menantang adalah memberikan pelatihan bahasa Inggris, baik untuk para guru dan juga karyawan perusahaan. Untuk memaksimalkan tugas yang diemban, maka serangkaian persiapan saya matangkan. Saya membuat bahan materi, menyajikannya dalam bentuk perencanaan kerja, di tambah kegiatan awal yang diharapkan sebagai pemicu peserta untuk aktif terlibat baik non-verbal ataupun verbal. Semuanya dibuat sealami mungkin, karena saya yakin dengan pendekatan bermain (game) atau diskusi memberikan peluang semua peserta untuk berbicara. Di sisi lain, penyampaian materi yang sepertinya dianggap sulit oleh mereka dibuat sesedrhana mungkin dan diberikan secara bertahap dari yang sederhana. Hal tersebut saya lakukan untuk memastikan para peserta nyaman pada saat berlatih dan maju ke depan untuk unjuk kerja mereka. Walaupun sebagiannya menganggap materi -materi yang disajikan terkesan berulang tetapi bagi saya sebagai fasilitator merasa membutuhkan kepastian bila target yang diterapkan dapat sampai secara bertahap. Intinya ada kata naik level menuju perkembangan yang jauh lebih baik. Selain kepercayaan diri (Self-confidence), kelancaran (Fluency) pun menjadi sasaran hasil kerja mereka.
Persiapan yang baik dilaksanakan dengan cara yang menyenangkan maka hubungan baik akan terjalin. Hal ini saya buktikan banyak kali karena bisa jadi rasa aman dan nyaman yang kita bangun bersama menularkan keinginan untuk kembali bertemu. Beberapa kali permintaan untuk bertemu kembali terungkap dari ekspresi, "Biskah Ms. megisi kembali untuk pelatihan guru secara umum? Kami bisa langsung meminta Ms. aja kan untuk mengisinya?", atau "Ms,. bulan depan hadir kembali ya untuk pertemuan berikutnya.", atau "Welcome our trainer, the one and only Ms Rita". Yang lain ada yang juga mengungkapkan, "Semester depan dengan Ms. Rita laja ya". "Belajarnya sama Ms. Rita aja, karena kita mudah memahami materinya". Dan yang cukup menarik adalah, keinginan untuk bergabung namun terkendala tugas yang lebih penting, "Ms. saya sebenarnya ingin sekali ikut karena saya menyimak juga kelasnya, ramai, seru dan asyik". Semua ungkapan yang saya terima itu tidak membuat saya keras kepala dan puas dengan apa yang saya persembahkan, karena salah satu tujuan saya bekerja adalah bagaimana merawat profesionalisme itu sepanjang masa dan bagaimanarelasi atau hubungan baik dengan siapa saja akan mendatangkanrezeki lain yang tidak kita duga.
Hubungan baik yang kita rawat insya Allah mendatangkan keberkahan lain untuk kita, hidup kita dan masa depan akhirat. Yang harus diingat adalah, tetaplah bekerja dengan kesungguhan hati dalam bingkai profesionalisme dan menjaga hubungan karena menjaganya adalah cara menjemput kemuliaan karena rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus diusahakan dan ikhtiarkan.