FALSE CELEBRATION
![]() |
| BHIS 04022026 |
Pagi yang kuawali hari ini adalah pagi yang akan menuntunku menjelajahi petualangan hidup nyata. Bangun pagi dan tugas domestik bagian pertama terlewati dengan hiruk pikuk mempersiapkan anggota keluarga yang akan beraktifitas baik ke lembaga pendidikan juga ke tempat kerja. Sukses bagian pertama mengantarkan anak-anak sekolah dengan selamat membuat aku kembali bersiap untuk menyelesaikan perjalanan transportasi menuju lokasi klien yang berjarak sekitar 20 km. Agenda hari ini adalah menyelaraskan tujuan pembelajaran bersama agar kami dapat beriringan dan saling memberi dukungan untuk mencapai akhir yang baik.
Tiba di lokasi yang dituju, aku langsung membuka aplikasi note dan mencatat poin-poin penting agar info disajikan dapat sampai dengan utuh dan jelas. Di sisi lain, aku pun memutuskan untuk mengadakan "False Celebration" selama 10 menit untuk memberikan ruang peserta menyampaikan pencapaian mereka, megakui kekurangan dan menghargai proses serta usaha yang telah dilewati setelah enam bulan. Setiap peserta mendapat porsi waktu untuk mencurahkan apa yang mereka rasa dan raih serta apa saja yang mereka usahakan untuk rentang waktu enam bulan ke depan. Dari sisi aku sebagai fasilitator pun, aku menyampaikan evaluasi umum terhadap pencapaian mereka dan mengingatkan kembali apa yang telah tersampaikan terkait capaian semester satu. Reorientasi target pembelajaran ini akan dilanjutkan ke dalam bahasan bahasan lain yang fokusnya adalah CL, CI dan CM.
Selama pelatihan berlangsung, aku bisa menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan masukan peserta tentang materi, mengingatkan kembali target sebelumnya dan menyampaikan ulang bahasan umum semua topik di semester ini. Setelah sesi False Celebration rampung, aku menerima special guest yang memantau, mengamatiku menjelaskan dua topik bahasan yang aku selaraskan dengan kegiatan memicu peserta untuk memberikan contoh-contoh berdasarkan pengalaman di kelas mereka. Aku sendiri merasa percaya diri diamato oleh beliau dan sepertinya semua yang hadir tidak terganggu. Apalagi, beliau mendokumentasikan apa yang aku sampaikan sepanjang pelatihan. Rasanya tidak berbebani ketika beliau memperhatikan apa yang kubicarakan dan menuliskannya secara daring via teknologi, sehingga peserta dapat melihat kembali ungkapan-ungkapan bahasa yang aku contohkan di layar TV. Yang menarik dan berkesan dari pertemuan "istimewa" ini adalah pemaran beliau yang menarik untuk kegiatan- kegiatan berikutnya.
Salah satu bagian yang menarik adalah masukan untuk guru dan juga untuk aku sebagai fasilitator. Peserta diarahkan untuk menjawab pertanyaan seputar topik yang sedang dibahas, atau fasilitator memberikan beberapa situasi dan setiap orang memberikan model jawaban. Di sisi lain, fasilitator bisa meminta peserta untuk menulis jawaban atau respon atau ungkapan bahasa dari situasi atau pertanyaan yang diberikan. Selanjutnya hasil yang mereka buat ditempelkan pada topik dalam modul masing-masing. Masukan positif beliau aku tangkap sebagai umpan berkelas karena setelah hari ini, aku akan merancang seperti apa yang bisa dilakukan di pertemuan berikutnya. Tidak ada perasan tersinggung apalagi marah, yang ada ungkapan bahagia karena yang tersampaikan buka sekedar masukan tetapi kesempatan lain untuk mencapai tujuan yang sama. Terlebih lagi, cara beliau mengungkapkan semua hal di atas adalah profesionalisme sebagai bagian dari monitoring checklist yang elegan dan santun sehingga aku yang menerimanya pun senang dan menjadikannya motivasi untuk berbagi lebih baik di waktu yang akan datang.
Bersyukur dan yakin bila Allah SWT, memberikan warna hidup seperti pelangi dengan ciri khasnya masing-masing. Sehari sebelumnya aku tersentil karena sesuatu yang kupikir bisa disajikan dengan cara yang lebih baik, tetapi hari ini aku mendapatkan sesuatu di luar kendali "out of the box"; kehadiran staf management tidak terencana dan memberikan saran saran baik untuk pelatihan ke depannya. There's always a silver lining", ikhlas menerima sandungan dan yakin bila kuta memiliki niat baik, bersungguh sungguh memperbaikinya dan terus menerus meningkatkan mutunya maka Allah SWT pasti memberi jalan kebaikan yang lain. "Trust me it works!"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar