Selasa, 03 Februari 2026

2026 #5 Warisan

 JEJAK ITU KEBAIKAN

https://red-joss.com/jejak-kebaikan/

Hidup yang kita jalani hari ini adalah tumpukan cerita berangkai yang akan menjadi bekal kebaikan di akhirat kelak. Syukur jika jejak itu memberi dampak, baik secara langsung atau tidak langsung oleh penerima manfaat. 

"Tugas ibu adalah mengajar saja ya, kalau ada pertanyaan, permintaan atau hal yang lain nanti bisa disesuaikan. Ibu bisa hubung Risdebang jika berhubungan dgn materi dan ke PJ program kalau berkaitan dengan administrasi" (30 Sept. 2025)

Hari ini, 3 Pebruari 2026 di sore yang bertabur hujan terjadi lagi sesuatu ya membuat hati *Freeze* sesaat setelah pesan WA dari salah satu ST yang terbaca. Mungkin cara beliau yang mengoreksi materi yang harus diberikan dan informasi *lama* yang aku pegang.

Sebagai pribadi yang mengaku profesional, jujur, aku tersentil dengan ungkapan dengan nada tinggi,  "Ms. Ikuti materi yang sudah dilampirkan di link saja."  Sementara itu aku bertanya dalam hati, beliau ini tahu gak sih jika yang buat materinya itu aku. Lanjut, beliaupun menginfokan bila materinya berputar di bagian bagian yang serupa sehingga para peserta pelatihan merasa mereka tidak mengalami kemajuan dalam hal kemampuan berkomunikasi ketika mengajar. Sememtara, Aku sendiri masih berpatokan pada dua hal: Pertama hasil pengamatan sehari sebelumnya  dan materi yang kupahami harus sesuai dengan arahan sebelumnya" aku memutuskan utk mendiskusikan keduanya karena ada bagian yang bisa dibicarakan didiskusikan dan kemudian akan dipandu di sesi praktek. 

Sedikit terkejut karena sepertinya aku dianggap "tidak mengikuti alur" dan memang sepertinya aku yang melakukan kesalahan. Kesalahan ku karena tidak mengikuti jadwal tayang bahasan dalam link. Setelah aku klarifikasi alasannya, akupun segera menyatakan akan mengikuti alur yang sudah *diperbarui* tanpa mengusik keinginan terbeasrku untuk menjelaskan sejarah di belakangnya. Aku harus memahami kembaĺi bila posisi aku terbatas sebagai penyampai materi bukan mengatur alur yang sudah diputuskan tim walau sejujurnya, ada "missing info" di sana. 

Apapun yang aku terima hari ini dan bagaimanapun situasi yang terjadi di lapangan, masukan atau kritikan para peserta menjadi hal positif yang menurut "Ibu Septi Peni" adalah bagian untuk terus mengasah keterampilan mengajar dan menjadi peluang kebaikan untuk memperbaikinya. 

Awalnya berat karena permintaan itu bersasarkan keluhan yang tersampaikan. Tetapi sesungguhnya yang terjadi adalah bagaimana merespon peristiwa tersebut dengan cara profesional. Kejutan yang rasanya langsung masuk ke hati dan kesadaran diri bila apa yang diamanahkan itulah yang harus diselesaikan sedangkan isinya silakan mengaturnya sendiri. Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, dan kejadian sore ini cukup mengingatkan ku untuk kembali pada Sadar diri, sadar posisi dan sadar batasan. Bisa jadi yang beliau alami berat karena masukan itu datang sebagai kritikan pedas.

Aku sendiri sebagai fasilitator berusaha menempatkan diri dan terus menggali potensi mana yang dapat dijadikan kajian atau diskusi yang merambah ke bagian unjuk kerja sehingga hasilnya dapat  terlihat dalam jangka waktu singkat. Keinginan kuat untuk membantu melengkapi bagian yang kurang lima tahun yang lalu sudah terpenuhi 80%. Bukan untuk dipamerkan sebagai keberhasilan pribadi dan bukan pula untuk diakui sebagai sebuah daya ungkit yang mendatangkan sanjungan. Apa yang sudah terpenuhi adalah bagian perjuanganku untuk memberikan layanan pelatihan standar. Karena sependek pemahamanku, satu program pelatihan harus dilengkapi dengan materi ajar dalam bentuk cetak. Bila nanti isi materi tersebut dilengkapi, direvisi, atau malah diganti tentunya aku pasrahkan pada tim. Yang kuinginkan adalah adanya jejak langkah yang jelas bila program yang baik akan memberikan bekas jejak kaki yang baik pula.

Bila yang sudah aku rampungkan ini memberi manfaat, semoga menjadi bekal kebaikanku di akhirat kelak. Betapa bahagiannya jika mereka yang sudah mengikuti proses pelatihan sudah mampu mengaplikasikannya di kelas. Kesimpulannya, tidak ada yang perlu disalahkan, aku sendiri berusaha menguasai hati agar terjaga emosiku dan tetap tenang ketika menanggapi kejadian hari ini. Sepeeti peoatah, Practice makes perfect itu memang benar adanya, karena dengan aneka lika liku kejutan serta pengalaman di lapangan akan menunjukan seberapa kokoh seseorang bertahan menyelami realitas kerja sesungguhnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kuliner #1 Sugeng Rawuh

  AYAM KREMES MBOK KENCUR Ayam Kremes Mbok Kencur PGC_04022026 Dari nama dan tampilan brandnya ini adalah khas tempat kuliner jawa; Ayam kre...