CELAH LAIN
![]() |
| Teacher's training_11022026 |
Bagi mereka yang memiliki jam terbang tinggi biasanya terlihat dari caranya yang sibuk mencari terobosan untuk mengulik materi yang disajikan agar terasa berbeda. Apalagi yang dihadapi adalah peserta yang sibuk dan jadwalnya padat merayap. Ditambah waktu pelatihan yang digelar berada pada saat jam lelah diujung hari di mana posisi santai yang dicari karena lebih nyaman untuk beristirahat, menenangkan diri sebelum menutup pekerjaan dan kembali ke rumah dengan HIgh -energy ending. Bukan karena mereka berada pada kondisi letih tetapi atmosfir selama pelatihan terkadang menjadi pemicu bertambahnya rasa tertekan atau stressful karena kegiatan wajib yang harus diikuti setiap peserta. Di sisi lain, siapapun instrukturnya, maka hal yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana menyajikan materi yang menarik tanpa menghilangkan bagian tujuan yang menjadi sasaran pelatihan.
Ibarat mengolah makanan yang bahan bakunya sama maka proses dan penyajiannya dibuat berbeda tanpa mengurangi cita rasanya. Walaupun topik bahasan sama di setiap level yang diampu maka kreatifitas menjadi indikator suksesnya keberlangsungan pertemuan tersebut. Olahan makanan yang sudah disiapkan akan memiliki nilai lebih dalam penataannya dalam wadah. Maka dalam presentasi bahasan topik yang diangkat juga akan berdampak pada penerimaan dan daya serap peserta-pesertanya. Maka pengalaman saya berikut ini membuat kelas yang saya masuki menjadi berwarna, karena ada satu bagian yang saya coba agar proses di kelas berjalan mulus dan dinamis. Yang saya praktekkan adalah kali ketiga dan diterapkan di klien-klien yang berbeda juga.
Pengalaman menjadi instruktur bahasa Inggris memberikan saya banyak pengalaman dan banyak menerapkan kegiatan pemanasan dalam berbagai cara; seperti cheat-chat, word games, movement games, read aloud, story telling atau diskusi kelompok yang penyajian nya dibuat sesederhana mungkin agar dapat menarik perhatian para peserta pelatihan mengingat waktu mulai di sore hari dan dengan tenaga yang tersisa, maka ada dua bagian yang saya sisipi selama mengajar. Selain model-model kegiatan di atas, saya merasa perlu membagikan ungkapa-ungkapn bahasa lain yang memiliki variasi agar peserta memiliki gaya lain ketika menerapkannya. Salah satu contohnya adalah memberikan contoh-contoh idiom; yaitu frasa atau gabungan beberapa kata dengan arti tersendiri yang berbeda, jika diartikan secara harfiah. Tujuannya adalah memperkaya kosa kata peserta pelatihan untuk menyampaikannya dalam bentuk lain.
Hasil yang saya terapkan berhasil menarik perhatian mereka dan kami mengulangnya dalam model kalimat sesuai denga kondisi. Saya akan memberikan umpan, kemudian memberikan balikan dalam bentuk ungkapan yang berbeda. Contohnya, "You are a busy bee, Mr. Dafit". You work all day long, five days a week" atau contoh lain, "Mr Davit is very busy and work as a teacher. It's his bread and butter". Dua contoh ungkapan idiom itu membantu peserta untuk menggunakannya kembali dan memahaminya bukan perkata, tetapi memiliki arti sendiri. Hasil yang sesuai harapan dan harapan yang diperhitungan dalam perencanaan materi menjadi "Celah" saya untuk mengasah kemampuan sebagai instruktur yang memiliki tujuan yang jelas, meyakinkan peserta bila mereka mampu berbahasa Inggris dengan menggunakan frasa-frasa dalam bentuk idiom. Itu membuat saya hidup dan merasakan hasil yang baik dalam model relasi yang terikat, rasa aman dan nyaman para peserta selama kelas berlangsung dan mereka dapat mengaplikasikan materi pokok pada tahap produksi (production).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar