Minggu, 01 Maret 2026

Ramadhan #8 Menjaga seimbang

 HARUS SANGGUP


Sudah lebih dari 10 hari, uamt Islam menjalankan rangkaian ibadah di bulan penuh berkah. Alhamdulilah, saya pun bersyukur karena sepanjang sepuluh hari pertama kemarin, saya dan keluarga berhasil melampauinya

Sabtu, 28 Februari 2026

Ramadhan #7 Bagian Pertama

 SEPULUH HARI PERTAMA: BERLETIH-LETIH 

https://www.sonora.id/read/423737154/6-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-ramadhan-umat-muslim-wajib-tahu

Kemarin, 28 Februari 2026 masuk 10 Ramadhan pertama yang sebagian besar umat iIslam di Indonesia melaksanakan shaum bersama- sekeluarga, sekampung ,senegara. Kebersamaan ini mendukung semua yang berpuasa untuk menjalankannya dengan tenang dan nyaman. Sebaliknya, jauh di belahan dunia yang lain, suara ledakan menjadi bagian sehari-hari karena kesombongan dan ingin menyakiti masyarakat dunia lain sedangkan di sana hanya ada segelintir negara yang berani melawan kejahatan sang penguasa dunia. Saya sendiri pribadi yang memiliki peran ganda, baik sebagai istri, ibu, karyawan serta tetangga mendorong saya menempatkan diri sesuai porsinya dengan tetap memperhatikan kapasitas saya sendiri. bagian pertama puasa sepuluh hari melatih saya untuk menanamkan mindset "Letih". Letih karena memiliki motivasi untuk memperbaiki diri melalui ibadah-ibadah yang akan mendatangkan ridha Allah SWT.

Karakter Konsisten yang pernah saya terapkan beberapa tahun lalu menjadikan saya sebagai karyawan yang disiplin, memenuhi target kerja dan tetap memiliki kemampuan mengelola organisasi yang saya pimpin. Saat ini pun, saya juga seharusnya menjejaki  karakter tersebut sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai hamba Allah SWT. Berbagai gelombang hidup yang saya hadapi setiap hari adalah bagian dari tantangan-tantangan hidup yang harus saya lalui dengan usaha dan do'a. Hanya do'a dan usaha terbaik dibungkus kesabaran membuat saya tetap merasa waras dan menjaga agar langkah kaki tidak oleng. Di rumah saya melakukan kerja ganda; sebagai ibu rumah tangga yang mengurus semua urusan rumah sekaligus sebagai karyawan yang bekerja dari rumah (WFH). Kewarasan dan keseimbangan berpikir dan bekerja menjadi makanan sehari-hari.

Ramadhan adalah bulan di mana saya menetapkan target ibadah. Ibadah sholat lima waktu bersama sholat sunah rawatib, sholat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid terdekat, tilawah qur'an satu hari satu juz dan berinfaq. Walaupun target target itu belum maksimal, tetapi konsistensi menjalankannya dipengaruhi oleh suasana fisik dan hati serta pikiran sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai harapan. Saya merasa berjalan sendiri seolah-olah saya sedang mengejar semuanya dengan berjuang sendiri. Mohon ampun ya Allah yang maha penerima taubat, mohon berikan padaku kemudahan hidup baik untuk diri sendiri, suami, anak-anak. Ungkapan, " Jangan berharap pada manusia" benar adanya, karena aku harus yakin rezeki itu sudah diatur Allah SWT terukur dan tertakar. Ya maha Pemurah, aku ikhlas menjalankan hidup ku hari ini dan seterusnya. Aku padaMu ya Rahman.

Senin, 23 Februari 2026

Ramadhan #6 Langkah maju

 KESEMPATAN ITU PASTI DATANG

Pengumuman seleksi calon pengurus IPM SMAM 12-23022026

Notifikasi masuk via aplikasi Whatsapp kemarin Senin, 23 Pebruari 2026 pada pukul 14.16 wib,  membuat hati saya sebagai ibu tergetar sesaat dan merasakan kebahagiaan tersendiri karena kabar itu membuat hati saya melambung tinggi, seperti sedang terbang mengelilingi tempat yang indah. Kabar tentang lolos seleksi pemilihan pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) tahap 1 merupakan kabar lain yang tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya sebagai orang tua. Harapan saya diawal mendaftarkannya di sekolah berbasis keagamaan adalah membantunya berada di lingkungan yang akan senantiasa menggerakkan amalan ibadah dan kebaikan lain. Tetapi kemarin, membuktikan bila anak keduaku memiliki keinginan untuk mencoba hal baru yang positif. Walaupun lingkupannya seputar organisasi sekolah tetapi kemauannya untuk ikut seleksi dan mengikuti semua tahapannya semoga memberikan dia kesempatan untuk belajar sambil memaknai ilmu di dalamnya. Walaupun ada nada pesimis dalam ungkapannya kemarin terkesan bila ada hambatan yang harus membuatnya sadar bila persaingan bukan karena adanya hubungan dekat tetapi keterampilan diri sebagai modal awal sebagai calon pengurus.

Beberapa poin dasar selama percakapan berlangsung via pesan singkat saya gunakan sebak-baiknya. Semangat dan motivasi saya untuk anak laki-laki pertama dalam keluarga dan harapan terbesar saya padanya adalah semoga dia menemukan jalan sukses sesuai passion dan versinya. Terlebih lagi keinginan terbesar saya sebaia seorang ibu adalah memiliki anak-anak salih dan saliha yang akan menjadi penyelamat keluarga kelak di akhirat. Di sisi lain, saya tidak ingin menargetkan tinggi untuknya. Bila menjadi bagian dari pengurus organisasi sekolah adalah salah satu cara Allah SWT menunjukkan jalan kebaikan, maka syukur saya luar biasa. Tetapi, bila dia tidak dapat tiket menjadi salah satu pengurus, saya berharap dia tidak kecewa dan memiliki pengalaman berarti untuk jalan panjang di masa depan.

Satu hal yang saya syukuri sampai hari keenam puasa adalah Allah SWT memberi kemudahan saya dan keluarga. Berkah ikhlas dan terus menerus melantunkan dzikir dan do'a untuk kebaikan saya, suami serta anak-anak. Satu lagi, harapan itu memang sejatinya harus digantungkan kepada Allah SWT karena ketika kita ikhlas menerima rezeki dan tetap terus berharap kebaikanNya maka di sanalah Allah memberi semua rezeki yang kita butuhkan. Semoga Hari ini, anak kedua saya akan menemukan gaya belajarnya dan semoga Allah SWT melindunginya dan memberikan petunjuk kebaikan-kebaikan untuk masa depannya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk membolak-balikkan hati manusia. Ya Allah, maha Pemberi rezeki, berikanlah kami dan keluarga kami kemudahan hidup, mohon ampuni kami dan berikan kami keberkahan hidup di dunia dan kelak di akhirat. Aamiin.


Minggu, 22 Februari 2026

Ramadhan #5 Bila Tiba

LEWAT MESIN WAKTU

Baginda Siregar


Bila tiba-Ungu

Padamu Kubersujud - Afgan

Ramadhan #4 Target

 BIARKAN BUKU ITU MATI

NGS_Foundation English for Nurse, Midwife and Medical profession

Judul tulisan ini bukan bermaksud memberikan kesan negatif pada para penerima manfaatnya. Ungkapan "Biarkan buku itu mati" adalah kiasan yang disampaikan penyusun materi untuk memberikan ruang terbuka pada para fasilitator (pengajar) untuk mengembangkan topik-topik di setiap babnya. Kalaupun pihak lain ingin menyalin dan menggunakan untuk kepentingan mereka sendiri pun sepertinya akan menemui kesulitan karena memang modul-modul yang tersusun sengaja dibuat dalam template yang sama dan bahsan yang tidak rinci. Para pengajar diberikan pelatihan, pendampingan dan pengawasan dalam pelaksanaannya sehari-hari di kelas. Jika mereka menemui kesulitan tentang topik bahasan tertentu maka ruang diskusi terbuka untuk mereka. Salah satu program tersebut masuk dalam kelompok English for Occupational Purposes. Walaupun, kritik, saran serta masukan tetap datang silih berganti dan saya pun menerimanya sebagai umpan balik yang produktif tetap saja betuk dan tampilan serta isinya tidak berubah. 

Kalau mengingat kembali masa lalu, selalu ada saja ungkapan kata yang terlintas dalam benak, dan itu membekas hingga hari ini. Hari di mana motivasi kerja semakin menurun bukan karena tidak ada yang bisa dikerjakan malahan banyak ide yang berseliweran di kepala tetapi karena posisi saat ini yang berbatas dengan kontrak kerja baru. Terngiang-ngiang masukan, kritik,saran hingga rencana revisi besar-besaran agar program pelatihan menjadi dinamis dan berkualitas yang naik level hingga komposisinya dapat besaing dan dipertangung jawabkan hingga para pengguna mendapatkan manfaat nyata. Ungkapan yanag masih berbekas dan tertanam di alam bawah sadar saya adalah kalimat ajakan sederhana yang sebenarnya memiliki simpanan harta karun di dalamnya yang bila kita mampu mengelolanya maka kita akan melalui prosesnya dengan berujung pada kesuksesan di dunia kerja dan dunia usaha serta pendidikan. 

Seiring waktu berjalan, maka penyusunan bahan ajar bahasa Inggris untuk dunia kerjapun terlaksana lebih dari enam belas tahun. Berawal dari pemenuhan paket pembelajaran bahasa Inggris untik para tenaga medis - perawat - yang harus memiliki daya saing      internasional baik dalam keterampilan medis pun keterampilan lunak seperti interaksi komunikasi dan melek teknologi. Karena hubungan interaksi antara pekerja -Nakes- dan kliennya maka bahasa menjadi ketrerampilan yang harus dikuasai dengan baik. Modul-modul yang tersusun pun disesuaikan dengan kebutuhan dasar berbahasa terutama pada kemampuan berbicara, kemudian menyimak, membaca dan menulis. Dari target yang sudah ditentukan di setiap levelnya maka materi ajar yang dirampungkan ada pada enam level.

Level Foundation dan Basic adalah dua Kelompok belajar utama yang harus diikuti oleh para peserta didik.  Keduanya bermuara pada terlatihnya kepercayaan diri dan lancarnya berhasa Inggris sederhana dalam topik bahasan sehari-hari. Sedangkan level Pre-Intermediate membahas topik-topik prosedur medis (keperawatan/kebidanan) yang dilaksanakan sehari-hari. Kemudian level Intermediate memperdalam kemampuan berbicara dalam lingkup interview atau tanya jawab sesuai dengan topik bahasan di setiap bab. Di akhir  Untuk Level Pre Advanced diarahkan untuk kemampuan menulis dokumentasi Keperawatan (Nursing proses) dan juga mengadakan penelitian sederhana dengan mengangkat sebuah kasus kesehatan di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar. Pengalaman ini akan memberikan sedikit bekal bagi mereka ketika menyusun tugas akhir. Dan level pamungkas yang ada pada program HELP (Healthcare Language Program) ini adalah melatih peserta didik untuk langsung menerapkan bahasa Inggris dan keterampilan keperawatan mereka di kehidupan medis baik situasinya di klinik atau Rumah sakit.                     

Kekuatan pengajaran baik metoddan teknik penyampaian adalah poin kunci keberhasilan program EOP tersebut. Pelatihan berjenjang, Peer mentoring, supervisi dan evaluasi menjadi paket terpadu untuk memberikan jaminan baik terhadap proses belajar dan mengajar. Kesan diawal memang terlihat sulit dan menantang karena kosa kata yang kental dengan kata-kata akademik medis, tetapi bila diintegrasikan dengan pelatihan, pengajaran serta rangkaian monitoring dan evaluasi, setiap  hambatan dapat teratasi karena kerja tim dan kesuksesan sebuah program berdasarkan kesuksesan kelompok yang dinamis. Buku itu menjadi mati tetapi bagi para fasilitator yang terlibat di dalamnya akan dipandu dan berjalan bersama hingga mencapai dampak yang diharapkan diakhir; terserapnya tenaga lulusan medis yang memiliki kemampuan ilmu terapan serta keterampilan lunak seperti bahasa Inggris, mampu bersaing dalam dunia internasional. Semoga Tercapai.

Sabtu, 21 Februari 2026

Ramadhan #3 Kenangan

 WAJAH ITU

Alm Fithra Ramadhan_27071980

Bila waktu tlah memanggil.....teman sejati hanyalah amal. Bila waktu tlah terhenti...teman sejati tinggallah....sepi.... Opik-Bila Waktu Tlah Berakhir

"Dri, kok kamu di sini? Kamu kan udah meninggal! Kenapa muncul di rumah ini?" "Gue ke sini mau nengok rumah aja". "Kamu baik baik aja kan di sana? (alam kubur-red), Tanyaku membuat dia tersenyum seperti memperlihatkan kebahagiaan wajahnya yang memang putih serta matanya yang sipit menunjukkan berseri-seri. "Sekarang gue udah jadi orang baik", pungkasnya seraya pergi meninggalkan rumah orang tua kami.

Satu penggalan mimpi yang terjadi beberapa tahun lalu mengusikku ketika secara tidak sengaja aku menemukan satu tempat ijazah SD yang di dalamnya berisi beberapa dokumen penting almarhum. Mulai dari Ijazah SD, Raportnya, Ijazah SMP beserta raportnya juga beberapa lembar piagam dari kegiatan-kegiatan sekolahnya dahulu. Pertama kali aku lihat dan ambil adalah buku laporan belajar yang kudapati sebuah photo di halaman pertamanya. Photo anak laki-laki kecil yang imut dan memberikan kesan lain saat bersamanya. 

Nama adikku yang kelima itu adalah Andri Fithra Ramadhan, hanya saja bapakku lupa mencantumkan nama pertamanya di akte kelahiran. Jadilah nama resmi di raport, pun ijazah "Fithra Ramadhan". Adikku lahir di bulan Ramadhan, saat itu bulan Juli tanggal 27 1980. Lahir normal dan memiliki ciri khas sendiri yaitu berkulit putih serta bermata sipit seperti keturunan orang Cina. Saat masuk sekolah dasarpun, teman-temannya lebih suka memanggilnya acong, walaupun awalnya dia marah tidak terima namanya Andri jadi Acong. Tetapi seiring berjalannya waktu dia menikmatinya. 

Walaupun, perjalanan hidupnya di dunia saat itu penuh liku dan tersandung beberapa kali masalah di sekolah, tetapi bapakku tidak pernah menjadikan dia anak terburuk. Beliau selalu mengawal putranya ketika masalah datang satu persatu. Ketika di bangku kelas 7, Ibu Teo-Walas SMPN 97 pernah memanggil bapakku, ibu walas sempat berkomentar, "Saya pikir orang tua Fithra adalah seorang pemulung karena Fithra sendiri penampilannya jauh dari kata rapi dan bersih. Tetapi ayahnya malah sebaliknya; rapi, sopan dan terlihat sebagai pegawai kantoran", kami yang mendengarnyapun hanya bisa menahan nafas dan memandang jika adikku  ini memang berbeda dari yang lain. 

Selain kenangan itu, ada kenangan lain tentang almarhum. Tetangga kontrakanku dahulu senantiasa bercerita bila Acong itu anak baik, ramah, suka menolong dan suka berbagi. Aku sendiri sempat termenung, karena tetanggaku menyampaikan bila adikku adalah orang yang mudah dimintai tolong, terutama bila teman-temnannya membutuhkan pinjaman uang. Sedangkan menurutku selama kami dulu berinteraksi, dia lebih banyak diam dan memilih mengajak keponakan-keponakannya jalan-jalan dan membelikan mereka es Campina. Baik menurut sebagian orang bisa jadi tidfak sama persepsinya dengan sebagian yang lain. Paling tidak ada bagian kenangan yang aku dapatkan sebuah kebaikan dari dirinya saat itu.

Satu potongan kalimat yang dia pernah lontarkan ketika balita,"Ma, katanya kita orang kaya. Kita punya telpon rumah, trus kita bisa teleponan ke orang lain. Tapi kita kok gak punya jam yang di atas dinding?" Pernyataan di luar perkiraan mamaku saat itu adalah kejeliannya menyampaikan apa yang dia rasakan. Jam dinding adalah penanda waktu yang biasanya ada di setiap rumah, di pajang di dinding. Kebetulan kami memang tidak memilikinya, karena bukan menjadi prioritas. Biasanya mama akan memeriksa waktu lewat jam tangan bapak yang disimpan di laci pakaian. 

Dialah almarhum adikku yang meninggal 15 tahun yang lalu pada saat hari keenam idul Fitri-1432H. Di saat terakhir hidupnya, almarhum meminta bapak menuntun sholat dhuhur dalam  satu ruangan IGD RS Cipto MangunKusumo saat menunggu kamar. Tidak disangka, bapak yang telah menuntunnya sholat sambil berbarig mengira dia istirahat tertidur karena lelah. Tetapi saat tim medis menghampirinya untuk memeriksa kondisinya, takdir berkata lain. Allah SWT sayang padanya dan memanggilnya untuk kembali kepangkuanNya. Semoga Allah SWT memberikan kasih sayangNya untuk adikku tercinta. 

Jumat, 20 Februari 2026

Ramadhan #2 Kurikulum Keluarga Al-Qur'an

 

HARAPAN RAMADHAN 1447H
https://quran.nu.or.id/ali-imran/17

Memasuki puasa di hari kedua, Jum'at, 20 Pebruari 2026 terasa berbeda bagi saya dan anak karena malam Jum'at lalu adalah malam kedua Ramadhan bagi saya dan kami sepakat memilih Masjid Baiturrahman sebagai tempat melaksanakan sholat Isya dan Tarawih. Rasanya luar biasa malam itu saya kembali menikmati ibadah sholat berjamaah di bulan yang mulia. Kenangan malam kemarin yang berkesan itu pun mengingatkan saya pada masa-masa muda sekolah yang saat itu ada kegiatan lain yang harus ditunaikan demi mendapat nilai baik untuk kepentingan pendidikan.

Pengalaman lain yang membekas dalam pikiran saya adalah ceramah yang disampaikna oleh Ust. Dr. Ahmad Zain Sartono MA tentang Kurikulum Keluarga di bulan Ramadhan. "Semoga kalian menjadi orang-orang bertaqwa", Taqwa yang dibangun dalam keluarga harmonis. Seperti yang beliau jelaskan dalam Qur'an Surat Ali Imran: 17 Ramadahn ibaratnya bulan latihan yang memberikan lima mata ajar yaitu  kesabaran, kejujuran, komitmen, kemauan berbagi dan keinsyafan pada Allah SWT atau Istighfar. Kelima ini adalah modal orang tua dan para pendidik menjadi mata ajar karakter kita sebagai muslim. Dari lima tema diatas, Allah  hadirkan untuk kita latihkan selama Ramadhan yang nanti akan melahirkan lima karekter lainnya dalam keluarga harmonis seperti tertera dalam Ali Imran 134-135.

Belajar dari Ramadhan, dalam keluarga itu yang pertama adalah  mau berbagi di kala lapang dan sempit. seperti berbagi cerita, berbagi nasehat di antara sesama anggota keluarga. Kedua, mampu menahan emosi. Menahan emosi seperti marah, kecewa, sedih, bahagia. Ketiga, berusaha memaafkan orang lain. Jika bila memiliki masalah, maka hilangkan dendam, maka kata kunci dendam adalah sefera beristighfar kemudian tidak terpancing emosi, tidak ada dendam dan memaafkan adalah yang terbaik. Keempat, memperbanyak berdzikr kepada Allah SWT. Pencitraan suasana Ramadhan adalah tempat kondusif dan yang kelima adalah berusaha perbanyak Istighar di waktu waktu diijabahnya do'a.

Kesimpulannya, ada 5K yang tertera pada surat 3:17 dan terimplementasi membangun keluarga harmonis dengan lima hal juga atau 6M pada surat 3:134-35. Mudah-mudahan kita sukses menjalankannya dengan baik dan menjadikan keluarga kita  ketaqwaan Sakinah Mawaddah wa Rahmah. 

Peristiwa #20

  HARI BARU: TIDAK MENYERAH Keidupan berjalan seperti roda. Dia berputar ke atas lanjut ke bawah. Seperti aku yang sudah resmi berubah statu...