Rabu, 02 April 2025

Cerita pendek #2 Berbagi

Cerita pendek #1 My dream

 MY DREAM

https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrO_gzKJu5ni0AGekWjzbkF;_ylu=c2VjA2ZwLWF0dHJpYgRzbGsDcnVybA--/RV=2/RE=1743689546/RO=11/RU=http%3a%2f%2fchildhealthpolicy.vumc.org%2fmetywip48838.html/RK=2/RS=EpdOFTKoM3yRPZ5rqMiLVIEZKDw-

"Honey, let's go to your room. It's time for us to have a nice dream", My mom smiles at me and tap my shoulder when she asks me to go to sleep. I see the clock and it shown 9:00 P.M. I know I have to finish my homework, tidyup my books and stationaries and take a rest. That is my routine activities every night. I once asked my mom why she always says "have a nice dream" before she kisses my forehead and put off the lamp. She only give a nice smile and asked me back, "Don't you like a nice dream, dear?" . Well I do want to have a dream the nicest one in my real world. I know to reach the real dream I must work hard and even harder every single day, without complaining. 
My mom shares her experience about the expression. She hopes that when she says "Have a nice dream", then Her daughter will have  a nice sleep save and sound. "How kind you are, mom!", I hug my mom right away when she explained it to me. I felt like she sent me nice words and made me comfortable without thinking badly and She wanted me to have deep sleep. 
One thing I almost forget to tell you that my mom always reminds me to pray before sleeping; "It will give you guarantee that you are under Allah's control. No one will disturb your sleep because He will keep you safe. What she said is absolutely true. Mom will giveme nice words and give me more and more motivated words even there are only, "Good!", "Well done!", "Good Job!" or "Masha Allah!". 
The other thing about dream, my mom usually asks me what kind of dream I got last night. I'm quiet for a while, trying to find out what I was experiencing in my dream while I was sleeping. Then, my mom will say something when I am about to tell my dream, "It's OK. I hope your dream will be good for you and you will be happy with your last night's dream". "Yeah, I had a dream, It was about you mom coming to me, accompanying me and hugging me as usual. I felt happy and I didn't want to go away from you". My mom gives another smile and says, "You will always my baby, dear".
I will have other dreams and I do hope that All of them are good for me and for my happiness.

Belajar #6 Melek Info

 MELEK INFO

https://www.ytviews.in/5-must-have-elements-of-an-online-business-on-social-media/


Tidak ada kata terlambat untuk belajar menambah informasi bahkan ilmu. Terkadang kita akan merasa "Kebelet" untuk menyelesaikan keperluan kita agar permasalahannya selesai dengan baik. Sama seperti kondisiku selama 1 bulan Ramadan yang baru berakhir beberapa hari yang lalu. Pegalaman ku tahun ini adalah bagaimana membuat variasi makanan baik takjil atau lauk pauk buka puasa dan sahur lebih berwarna. "Kata Sakti, kebelet" adalah cerminan kondisi para ibu rumah tangga seperti aku yang ingin dapat info cepat, resep mudah bahan bahan yang didapat murah dan prosesnya tidak ribet tetapi hasilnya memuaskan. Tahun ini, aku mampu mengeksekusi beberapa resep olahan ayam, sayuran hijau juga takjil bentuk gorengan yang tersaji untuk menu Ramadan kami.

Sebenarnya, beragam info tersebar di dunia maya, termasuk masak memasak, demo membagikan resep sudah menjadi makanan sehari hari kami para ibu rumah tangga. Hanya saja kesempatan memanfaatkan resep dan tips cara memasak lauk pauk, kue bahkan kudapan sederhanapun baru tercerahkan dan terlaksana tahun ini. Ramadhan yang sepenuhnya bulan penuh amalan baik pun tak luput dari para konten kreator yang membagikan ilmu mereka agar disukai, diikuti dan dibagikan. terlebih lagi bila para netizen bisa mempraktekan resep resep mereka. 

Berbagi memang indah, bagi mereka banyaknya simbol jempol pertandainfo yang terbagi diterima, disukai dan dihargai. Bagi aku yang seorang rumah tangga, info seputar resep pun menjadi ilmu baru untuk dieksekusi untuk menu takjil, berbuka maupun sahur. Walau tidak semua resep yang tersimpan di aplikasi hijau aku kerjakan, tetapi beberapa di antarnya sudah berulang kali aku masak. 

Kelebihan info yang tersebar luas di media sosial bagi kami para ibu rumah tangga adalah melakukan preaktik baik yang dapat dinikmati hasilnya oleh anggota keluarga. apalagi di bulan penuh berkah, Ramadan kemarin ada yang bertambah pahalanya jika kita ikhlas melaksanakannya, yaitu membuat menu masakan untuk berbuka, memberi makan orang yang berpuasa. Indahnya berbagi, walau terkadang bahan bahan yang dibagikan di resep resep mereka tidak kami dapatkan, paling tidak infonya kami simpan untuk eksekusi masak di lain kesempatan. 

Memasak menu baru atau variasi menu masakan bagiku menyenangkan karena yang dimasak tidak melulu menu yang sama; jika tidak dioseng, di sayur atau direbus. Paling tidak kami bisa mencoba cara lain dengan bahan yang sama hasilnya memang berbeda secara tampilan dan rasa, entunya.

Legowo #2

 MIMPI




Mengapa mimipi-mimpi itu mengarahkan ku pada satu titik yang masih membingungkan. Tetap lanjut dan menerima tugas baru dengan penghargaan materi baru atau berhenti dan mencari yang lain sesuai kemampuan dan keterampilan kerja ku. Dilema! ya, bagai buah simalakama; makan buah itu, ibu akan mati tapi memilih tidak memakan buah itu pun, bapak akan mati. Seberat itu beban yang aku harus pertimbangkan. lebih dari 20 tahun aku menikmati pekerjaanku sebagai pengajar, staff pendidik di bagian pengembangan dan menjadi pimpinan divisi. Senyaman itu pekerjaanku hingga aku malas berpikir untuk mencari pengalaman baru di tempat lain yang mungkin penghargaannya lebih baik. Mengingat aku adalah orang yang mudah nyaman dengan semua yang kulakukan hingga untuk melirik ke tempat lain pun harus berpikir seribu kali. 
Tetapi, hari ini aku terpekur dan ter puruk dengan bayangan mimpi terakhir yang aku alami. Mimpi itu datang dua hari yang lalu. Salah satu rekan kerja terbaikku hadir. Aku bertemu dengannya, miminta waktunya dan sekaligus berkonsultasi tetang jalan mana yang harus aku ambil. Aku beragi piluku sambil menangis, membuka rahasia hidupku yang mengalami kesulitan hingga kebimbanganku untuk nasib pekerjaanku di perusahaan tersebut. Dia adalah ibu Fera, yang memelukku, membiarkan aku mengurai semua rasa ku dan menyimak detil ceritaku. Beliau tidak menanggapi, tidak pula memotong bicaraku dan tidak pula mencelaku. 
Potongan mimpi tersebut begitu nyata, hingga aku berpikir apakah mimpi itu adalah mimpi pamungkas sekaligus ujung dari do'a ku yang meminta Allah SWT menunjukkan jalan dan putusan terbaik untuk ku, untuk hidupku dan masa depan karirku. Aku berada diujung jalan dalam keadaan bingung. Pamit kah atau tetap bertahan dengan konsekuensi yang harus aku terima. Aku sadar ada banyak lulusan muda berprestasi dan memiliki kemampuan jauh lebih baik dibandingkan aku. Aku yakin mereka bisa bekerja jauh lebih produktif mengingat tenaga, pikiran serta ilmu yang mereka dapatkan masih hangat dan semangat untuk menjadi produktif jauh lebih tinggi. Bila dibandingkan dengan ku yang beberapa bulan lagi memasuki usia setengah abad dan kekuatan fisik mulai menurun serta ruang gerak mulai terbatas karena lebih memilih keluarga dibandingkan WFO. Sepertinya aku harus pasrah serta legowo dengan kondisiku saat ini, terlebih tunas tunas muda bermunculan tidak hanya sepulu bahkan ada seribu lulusan kependidikan yang siap menggantikan aku.
Seandainya aku punya lorong waktu dan bisa memperbaiki keadaan, mungkin hidupku tidak seberat ini. Semoga Allah memberi jalan kemudahan untuk ku, untuk keluarga ku dan untuk masa depan kami.            

Selasa, 01 April 2025

Belajar #5 Teruslah belajar

 TERUSLAH BELAJAR


Sepanjang hidup berumah tangga, dua tahun terakhir ini aku merasakan  hambatan-hambatan NYATA yang menguras tenaga, pikiran serta hati. Tidak dapat dipungkiri, kebutuhan ekonomi merangkak terus dan jatah belanja yang diterima tidak pula berubah. Miris, setelah aku memilih WFH, kondisi ekonomiku sedikit terganggu karena memang nyatanya betul, "Lebih besar pasak daripada tiang" , lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan. Yang paling penting adalah bagaimana mengatur anggaran  yang ada agar cukup.

Berat rasanya jika harus membagi anggaran minim untuk menutupi semua kebutuhan satu hari. Belum lagi jika ada dana tak terduga yang harus dikeluarkan. Maka jalan tengah yang bisa dilakukan adalah membuat prioritas pembelian barang, seperti mengatur kapan membeli gas yang akan habis, membeli air isi ulang agar tetap siap sedia, membeli beras sedikit demi sedikit setiap hari sampai membeli keperluan lainnya (detergen, sabun mandi, pasta gigi, sampo, sabun pencuci piring, sabun colek juga minyak goreng, telor, pulsa data anak anak, kas sekolah anak, bekal jajan mereka atau uang untuk berobat jika salah sattu dari kami sakit)      

Bersyukur pun tetap jadi bagian ibadah yang todak boleh lepas dari bibir kami. Alhamdulillah, kami tidak mengontrak alias tinggal di rumah sendiri yang cicilannya sudah lunas. Kami pun tidak membayar cicilan lain seperti cicilan motor atau cicilan barang lain yang bakal menambah beban pikiran. Yang terbesar adalah tanggungan atau kewajiban membayar biaya pendidikan anak sulung sebesar 9 ribu ringgit setiap semester dengan kurs yang terus naik, belum lagi biaya akomodasi, transnport nya. Alhamdulillah, kami masih harus tetapbersyukur karena rezeki yang Allah SWT berikan tetap tidak bisa kami hitung. Kami sehat, anggota keluarga kami sehat juga sudah anugerah besar bagi kami. 

Belajar terus mensyukuri nikmat adalah bagian cara kami untuk menjaga kewarasan dan tetap bisa mengontrol diri dari keinginan yang tidak bisa diwujudkan dalam kurun waktu 3 tahun. Semoga Allah SWT tetap memberikan kenurahanNYA kepada kami, memberi rezeki yang cukup untuk kami gunakan dengan cara yang baik agar menjadi berkah dan memberi manfaat kepada yang lain.          

Jumat, 07 Maret 2025

Legowo #1

 AMPUTASI

https://kurniaputraortopedi.com/operasi-amputasi-kaki-berapa-jam/


Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Almarhum teman, sekaligus partner kerja seru Mr. Witra Nurmantara. Almarhum berpulang pada hari Ahad, 15 Desember 2024 dan pergi selamanya setelah mengalami sakit selama beberapa saat. Aku menghela nafas berat ketika aku memejamkan mata dan mencoba mengafirmasi diri bila apa pun yang terjadi pada perjalanan hidupku saat ini adalah skenario nya sang Maha Pencipta yang harus kuterima dengan lapang dada dan mencoba merenungi sejauh mana aku bisa ikhlas menjalani kejutan-kejutan pengalaman hidup bersama keluarga dengan tetap menjaga kewarasan dan kemampuan menyesuaikan diri di rentang usia memasuki paruh baya.

Hanya saja pengalamanku berbeda dengan kondisi teman baik ku itu dari sudut pandang ku sebagai sesama pekerja. Aku yang memilih kepentingan dan keutuhan keluarga akhirnya memilih untuk mengambil posisi menjadi remote employee yang bekerja dari dalam rumah dengan konsekuensi yang berdampak pada pendapatanku sebagai karyawan. Di sisi lain, tantangan hidup yang terbentang di depan mata pun tidak bisa dihindari karena setiap harinya adalah nyata, lika-liku yang harus dilalui pun berjibaku dengan manajemen kerumahtanggaan yang terkadang serasa tidak logis dengan beban yang harus dipanggul. Satu persatu ujian dan tantangan hidup terpapar di keseharianku sebagai istri, ibu, anggota masyarakat dan karyawan.

Salah satu yang paling terasa tantangan yang harus aku terima dengan kesadaran dan keikhlasan jiwa adalah pekerjaanku sebagai remote employee. Sepertinya ada kesamaan yang kami alami tetapi beda versi. Almarhum harus menerima kenyataan bila salah satu bagian anggota badannya harus lepas dari fisiknya. Satu persatu harus dia hadapi dengan beban berat yang dia pikul yang sepertinya harus dipikul sendiri. Sedangkan aku, aku merasa satu persatu tugasku, passion ku, kemampuanku bekerja seperti diambil, terputus karena aku sebagai vistual employee. 

Mimpi menaik-an level sebuah program adalah keinginan yang menjadi bagian dari rencana kerja. Awalnya menggebu-gebu dan berimajinasi indah akan dibawa kemana projek kerja yang kukerjakan. Semua ku susun serincinya dan kubuat peta perjalanannya agar aku bisa mengukur dampak nya per tahap tujuan dan sasaran. Keinginan awal berbagi ilmu dan pengalaman serta relasi pun menjadi bagian rangkaian perencanaan yang ku atur sebaik mungkin sampai sebuah kabar dan informasi singkat yang tidak memberikan penjelasan atau pencerahan apa saja selanjutnya yang harus kuraih untuk mempertanggungjawabkan diri sebagi seorang profesional. 

Apapun yang sudah terjadi dan yang sudah aku terima, aku coba menyesuaikan diri dengan  melakukan konsep tahu diri. Aku mencoba menerima dengan lapang hati walau perang masih terus berlangsung, aku mencoba menempatkan diri sebagai apa yang harus aku lakukan sesuai instruksi atau arahan. Jalan masih panjang dan jalan masih berliku, semoga aku bisa menerima peranku saat ini sampai aku mendeklarasikan diri untuk ambil peran sedikit saja agar tetap menjaga profesionalisme sebagai pekerja.           

Senin, 03 Maret 2025

Belajar #4

 FUN ENGLISH FOR EMAK EMAK

MI Al Hikmah 26022025

Punya lingkaran pertemanan dengan emak-emak itu seru juga ya, karena kita akan banyak dapat cerita, berita, isu, gosip sampai masalah yang sedang terjadi via grup komunikasi, pas ketemuan di sekolah atau pas ada acara makan makan. Seru karena kita bisa lihat siapa saja yang rame dan banyak bicara, kita bisa juga lihat kubu kubu atau kelompok kecil yang saling loyal. Kita juga bisa tukar informasi tetapi terkadang lebih banyak bergosip membicarakan orang lain dan juga terkadang terulang ceritanya. Yah, begitulah emak emak, gak rame kalau gak ada yang dibicarakan, walau skala kepentingan nya kecil tapi kalau sudah masuk dunia emak-emak malah jadi bahan seseruan. 
Peluang berteman dengan emak emak itu ada positifnya dan bisa jadi ada sisi negatifnya, tergantung kita melihat dari sisi yang mana. Terlebih lagi bila para emak emak pun dituntut untuk mendampingi putra putri mereke untuk sukses belajar. Zaman sekarang kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik memang harus diasah sedari kecil dan peran emak emak menjadi dominan ketika merekalah yang selalu berada di sisi anak anaknya.
Memanfaatkan kondisi untuk memberikan manfaat kepada penerima yang tepat adalah ide yang muncul dari kami sebagai tim VEZTIFAL SHOW. Sempat terbayang akan jadi apa ya jika para emak-emak berkumpul di suatu tempat dan melakukan serangkaian kegiatan pasti akan banyak ragam kejadian yang muncul. Apalagi jika materi yang diberikan adalah materi bahasa asing seperti bahasa Inggris.
Sepertinya terdengar lucu bila mereka mendapat ajakan bergabung untuk belajar bahasa Inggris. Pertanyaan besar mereka adalah, "Untuk apa kita belajar bahasa Inggris? Memang kita mau piknik ke luar negeri ketemu bule dan cas cus ngomong bahasa Inggris gitu? "Memang kita bisa? Kita kan nguplek di area dapur, kasur dan sumur. Apa gak bakal diketawain anak anak kita atau tetangga lain yang lihat kita kaya anak murid SD?" 
Memang sepertinya lucu untuk mereka yang baru belajar bahasa Inggris kembali setelah ilmu tersebut hanya mereka dapatkan di pendidikan formal yang nyatanya sudah mereka tinggalkan 10 sampai 15 tahun yang lalu.  
Memberi manfaat kepada masyarakat adalah bagian dari sasaran dirancangnya komunitas VEZTIFAL SHOW, intinya adalah bagaimana membagi ilmu praktis yang juga bisa dimanfaatkan kembali ketika mereka mendampingi anak anak belajar dan pastinya juga menambah wawasan ilmu yang dipelajari dengan cara mudah, sederhana dan topik topik keseharian yang familiar dengan ranah ibu ibu rumah tangga. Semoga bisa ya                            

Cerita pendek #2 Berbagi