Sabtu, 05 April 2025

Cerita pendek #4 Diary

 BUKU HARIAN

https://bprsku.co.id/contoh-buku-harian-diary-dan-cara-membuatnya-dengan-benar/

Apakah kamu punya pengalaman yang sama dengan saya dalam hal curhat? Siapakah orang-orang yang kamu pilih untuk jadi teman yang siap menyimak keluh kesah, cerita senang atau sedih 

Jumat, 04 April 2025

Cerita Pendek #3 Gunting Rambut dan Kuku

 GUNTING RAMBUT DAN KUKU

https://id.pngtree.com/freepng/scissors-cartoon-element-icon_7186346.html

Setiap hari Selasa sebelum masuk kelas untuk belajar, ibu guru akan mengajak para murid kelas 1A berbaris di halaman sekolah. 

Belajar #7 Mulai dari yang mudah

 BELAJAR DARI YANG MUDAH

https://www.resepkekinian.com/tag/resep-masakan-rumahan-yang-enak-dan-murah/

Pekerjaan ibu rumah tangga yang paling melekat dengan istri adalah memasak. kelihatannya menggiurkan dan mudah dieksekusi, tapi kalau kita awam pengetahuan bumbu, bahan dan cara memasaknya ya butuh usaha untuk mempelajarinya.

Itulah yang dialami para ibu muda yang ingin menunjukkan dirinya sebagai ibu rumah tangga. Niat dan motivasi adalah modal awal untuk melangkah maju ke langkah langkah selanjutnya. Termasuk menyiapkan makanan untuk suami dan keluarga, tidak ada kata terlambat bila harus belajar dari level 0. Begitu juga yang saya alami di awal pernikahan.

Setelah memutuskan pindah ke sebuah kontrakan kecil di hari ketiga setelah pernikahan, saya membuat rencana kerja sebagai istri yang akan melaksanakan pekerjaan rumah tepatnya semua pekerjaan yang berhubungan dengan rumah, seperti mencuci baju, piring, menyapu, mengepel beberes barang barang, menatanya dan yang pasti memasak. 

Pekerjaan yang terlihat sederhana dan saya memikirkan tentang menu yang sederhana pula. Satu menu sederhana yang saya masak adalah sayur bening. Namanya bening ya, sayur tidak ada yang sulit memprosesnya. Hanya menyiapkan dua ikat bayam, rajangan bawang merah yang di goreng, bawang putih yang digeprek dan dimasukkan ke dalam rebusan air yang sudah mendidih. Kemudian, tambah bumbu penyedap, garam dan gula pasir. Setelah beberapa saat mendidih tunggu sebentar dan matikan api. Lanjut tuankan sayur bayam ke dalam mangkok dan taburi bawang goreng. 

Sederhana, mudah dan cepat adalah kata kunci yang saya gunakan untuk memasak, termasuk membuat sayur bayam. Senang hati dengan kepuasan tingkat tinggi karena berhasil pecah telor. Sayur bayam yang saya siapkan di meja makan sudah dilengkapi dengan menu gorengan yaitu tahu dan tempe goreng, kerupuk bawang dan nasi yang sudah matang di pengukus nasi elektrik. Satu tugas selesai saya selesaikan dengan baik sesuai versi saya dan waktunya mengajak suami makan.

Jam makan siang sudah  kami lalui dan Alhamdulillah saya menikmatinya dan sepertinya suami saya pun melihatnya demikian. Tidak ada drama dan masalah yang hadir pada saat kami makan siang. Mendekati pukul 14.30 WIB, Ibu mertua datang dan suami menjamu beliau dengan menyuguhkan minuman ringan, saya pun ada di sana dan ikut bergabung. Tetiba suami membawa isi panci yang aku simpan di atas meja dan menunjukkannya pada ibu mertuaku, "Lihat ke sini mah, masa Rita masak sayur bayam airnya sedrum!" sambil tertawa dia mengaduk sayur bayam tersebut sambil memperlihatkan limpahan air yang memang banyak. 

Perasaan malu dan merasa dipermalukan mendominasi hati, syukurnya sang ibu mertua dengan baik dan tetap positif menanggapi anak laki lakinya menilai masakan istri yang baru dinikahinya selama 4 hari. Aku hanya bisa diam dan menatap tajam mata suami karena suadah mengomentari hasil masakan saya yang sederhana itu. Mengapa tadi tidak memberi tanggapan pas kami makan siang bersama, atau paling tidak menginfokan mana saja yang terlihat berlebihan. Kalau harus disampaikan di depan ibu mertua ya habislah saya karena ketahuan dianggap tidak bisa memasak. 

Maksud hati ingin belajar masak mulai dari yang mudah, sederhana dan cepat dieksekusi dengan tetap merujuk pada resep-resep yang saya lihat via kolom pencarian google, Niat hati ingin meningkatkan kemampuan diri dalam hal baru yaitu memasak tetapi tehadang dengan komentar yang mengusik hati untuk mundur dan angkat tangan. Tetapi, sebagai orang baru dalam pernikahan, anggaplah peristiwa tersebut sebagai uji nyali, apakah saya bisa maju, bertahan atau malah kapok dan menyerah. 

Kata orang banyak jalan menuju Roma, banyak cara menuju sukses. Mungkin pepatah ini juga yang membuat saya bertahan dan mau belajar sedikit demi sedikit agar mutu dan variasi menu terus meningkat. Tidak ada yang salah kan ketika belajar dan menemui kesulitan, kritikan atau mungkin masukan yang gak enak.  

Rabu, 02 April 2025

Cerita pendek #2 Berbagi

 YANG UTAMA ADALAH IKHLAS, NAK.

https://baznas.jogjakota.go.id/detail/index/26954

"Ma, tadi bu guru minta sumbangan!" Aira masuk ke rumah tanpa salam dan langsung melayangkan pertanyaan yang lugas. 

"Wa'alaikum salaam, Jangan lupa ucapkan salam, anak pintarKamu kasih uangnya kah dek?", Ibu bertanya untuk mendapat reaksi putri bungsunya.

"Gak lah ma. Uang aku kan cuma buat jajan doang", Gerutunya sambil mengerucutkan bibirnya.  Seperti biasa ibu menyimak dan memberikan senyuman manis ketika menanggapi putrinya.

"Betul, dek. Kamu punya uang jajan. Bila sedikit aja, misalnya kamu kamu masukkan ke celengan infaq sebesar 2000, insya Allah itu akan jadi amal kebaikan". 

"Memangnya Allah SWT mau menerima uang infaq aku yang cuma 2000 itu ma? "

"Insya Allah, dek. Sepanjang kamu ikhlas memberikannya dan tidak ingin dipuji teman teman yang lain, maka Allah akan menghargai amalanmu berlipat ganda. Apalagi bila niat kamu memberi karena ingin meraih ridhanya Allah".  Ibu mengusap kepala Aira dan mengajaknya berganti pakaian sekolah dengan pakaian rumahan. 

"Dek, makan siang dulu ya, setelah itu sholat Dzuhur dan istirahat. Nanti jam setengah empat kita ngaji di Masjid Al Amin" Aira mengangguk dan duduk di kursi meja makan. 

"Do'a sebelum makan nya jangan lupa ya dek" Ibu membimbing Aira berdo'a dan menyendokkan nasi beserta lauknya di piiring depan Aira.

Waktu menunjukkan pukul 14.30 WIB.ketika ibu membangunkan Aira karena dia akan berangkat mengaji pukul 15.30 WIB.

"Dek, bangun yuk. Kita siap siap dulu sebelum ke Masjid."

"Aaaah" Aira menguap, "Aku masih ngantuk ma, mau tidur lagi". Ibu memegang pipi Aira dan mendekatkan bibirnya di telinganya. "Dek, kita sudah janji kan kalau sore adek mau berangkat mengaji dan setelah cukup tidurnya, sekarang waktunya bangun", suara ibu yang lembut tapi lugas membuat Aira memicingkan matanya dan merentangkan kedua tangannya dengan malas. 

"Yuk, dek baca do'a setelah bangun tidur terus ke kamar mandi basuh muka dan berwudlu, biar seger wajahnya".

"Kenapa sih harus ngaji ma?", masih dengan wajah yang ditekuk, Aira memberi pertanyaan yang membuat ibunya geleng geleng kepala.

"Mengaji itu belajar juga, dek, juga bagian dari mencari ilmu yang pahalanya besar. Jika kita sudah punya ilmu dan berbagi kepada teman teman lain yang belum bisa kan bisa jadi infaq atau shodaqoh kamu, dek". Panjangnya penjelasan ibu membuat Aira bingung dan mengajukan pertanyaan yang lain. "Memangya boleh berinfaq dengan mengajari teman baca Iqro?" Senyum ibu kembali terlihat dan dengan mantap memberi anggukkan. "Insya Allah, dek, sepanjang kamu ikhlas berbagi dan sabar mengajari teman lain Iqro itu pun akan diberi penghargaan oleh Allah SWT, malah bisa berlipat ganda lho pahalanya". "Kok bisa, ma?" Aira masih berusaha mencerna kata kata sang ibu. 

"JIka kita membagi ilmu yang bermanfaat kepada orang lain dan orang itu membagikannya kepada yang lain terus dia juga mengajarkannya lagi kepada yang lain, maka pahala yang kamu dapatkan bukan hanya dari satu orang saja tetapi semua orang yang sudah mengajarkan kepada yang lainnya pun akan sampai pahalanya ke kamu, nak."

"Aku mau banyak pahala ma, biar aku bisa masuk surga!" Aira bangun dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi diiringi ibunya. "Insya Allah, setiap amal kebaikan yang kita berikan kepada yang lain akan berbuah hadiah berupa pahala jika kita ikhlas". 

"Siap berangkat ke Masjid? "Aira mengangguk dan berjalan penuh semangat mendapatkan ilmu.

Cerita pendek #1 My dream

 MY DREAM

https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrO_gzKJu5ni0AGekWjzbkF;_ylu=c2VjA2ZwLWF0dHJpYgRzbGsDcnVybA--/RV=2/RE=1743689546/RO=11/RU=http%3a%2f%2fchildhealthpolicy.vumc.org%2fmetywip48838.html/RK=2/RS=EpdOFTKoM3yRPZ5rqMiLVIEZKDw-

"Honey, let's go to your room. It's time for us to have a nice dream", My mom smiles at me and tap my shoulder when she asks me to go to sleep. I see the clock and it shown 9:00 P.M. I know I have to finish my homework, tidyup my books and stationaries and take a rest. That is my routine activities every night. I once asked my mom why she always says "have a nice dream" before she kisses my forehead and put off the lamp. She only give a nice smile and asked me back, "Don't you like a nice dream, dear?" . Well I do want to have a dream the nicest one in my real world. I know to reach the real dream I must work hard and even harder every single day, without complaining. 
My mom shares her experience about the expression. She hopes that when she says "Have a nice dream", then Her daughter will have  a nice sleep save and sound. "How kind you are, mom!", I hug my mom right away when she explained it to me. I felt like she sent me nice words and made me comfortable without thinking badly and She wanted me to have deep sleep. 
One thing I almost forget to tell you that my mom always reminds me to pray before sleeping; "It will give you guarantee that you are under Allah's control. No one will disturb your sleep because He will keep you safe. What she said is absolutely true. Mom will giveme nice words and give me more and more motivated words even there are only, "Good!", "Well done!", "Good Job!" or "Masha Allah!". 
The other thing about dream, my mom usually asks me what kind of dream I got last night. I'm quiet for a while, trying to find out what I was experiencing in my dream while I was sleeping. Then, my mom will say something when I am about to tell my dream, "It's OK. I hope your dream will be good for you and you will be happy with your last night's dream". "Yeah, I had a dream, It was about you mom coming to me, accompanying me and hugging me as usual. I felt happy and I didn't want to go away from you". My mom gives another smile and says, "You will always my baby, dear".
I will have other dreams and I do hope that All of them are good for me and for my happiness.

Belajar #6 Melek Info

 MELEK INFO

https://www.ytviews.in/5-must-have-elements-of-an-online-business-on-social-media/


Tidak ada kata terlambat untuk belajar menambah informasi bahkan ilmu. Terkadang kita akan merasa "Kebelet" untuk menyelesaikan keperluan kita agar permasalahannya selesai dengan baik. Sama seperti kondisiku selama 1 bulan Ramadan yang baru berakhir beberapa hari yang lalu. Pegalaman ku tahun ini adalah bagaimana membuat variasi makanan baik takjil atau lauk pauk buka puasa dan sahur lebih berwarna. "Kata Sakti, kebelet" adalah cerminan kondisi para ibu rumah tangga seperti aku yang ingin dapat info cepat, resep mudah bahan bahan yang didapat murah dan prosesnya tidak ribet tetapi hasilnya memuaskan. Tahun ini, aku mampu mengeksekusi beberapa resep olahan ayam, sayuran hijau juga takjil bentuk gorengan yang tersaji untuk menu Ramadan kami.

Sebenarnya, beragam info tersebar di dunia maya, termasuk masak memasak, demo membagikan resep sudah menjadi makanan sehari hari kami para ibu rumah tangga. Hanya saja kesempatan memanfaatkan resep dan tips cara memasak lauk pauk, kue bahkan kudapan sederhanapun baru tercerahkan dan terlaksana tahun ini. Ramadhan yang sepenuhnya bulan penuh amalan baik pun tak luput dari para konten kreator yang membagikan ilmu mereka agar disukai, diikuti dan dibagikan. terlebih lagi bila para netizen bisa mempraktekan resep resep mereka. 

Berbagi memang indah, bagi mereka banyaknya simbol jempol pertandainfo yang terbagi diterima, disukai dan dihargai. Bagi aku yang seorang rumah tangga, info seputar resep pun menjadi ilmu baru untuk dieksekusi untuk menu takjil, berbuka maupun sahur. Walau tidak semua resep yang tersimpan di aplikasi hijau aku kerjakan, tetapi beberapa di antarnya sudah berulang kali aku masak. 

Kelebihan info yang tersebar luas di media sosial bagi kami para ibu rumah tangga adalah melakukan preaktik baik yang dapat dinikmati hasilnya oleh anggota keluarga. apalagi di bulan penuh berkah, Ramadan kemarin ada yang bertambah pahalanya jika kita ikhlas melaksanakannya, yaitu membuat menu masakan untuk berbuka, memberi makan orang yang berpuasa. Indahnya berbagi, walau terkadang bahan bahan yang dibagikan di resep resep mereka tidak kami dapatkan, paling tidak infonya kami simpan untuk eksekusi masak di lain kesempatan. 

Memasak menu baru atau variasi menu masakan bagiku menyenangkan karena yang dimasak tidak melulu menu yang sama; jika tidak dioseng, di sayur atau direbus. Paling tidak kami bisa mencoba cara lain dengan bahan yang sama hasilnya memang berbeda secara tampilan dan rasa, entunya.

Legowo #2

 MIMPI




Mengapa mimipi-mimpi itu mengarahkan ku pada satu titik yang masih membingungkan. Tetap lanjut dan menerima tugas baru dengan penghargaan materi baru atau berhenti dan mencari yang lain sesuai kemampuan dan keterampilan kerja ku. Dilema! ya, bagai buah simalakama; makan buah itu, ibu akan mati tapi memilih tidak memakan buah itu pun, bapak akan mati. Seberat itu beban yang aku harus pertimbangkan. lebih dari 20 tahun aku menikmati pekerjaanku sebagai pengajar, staff pendidik di bagian pengembangan dan menjadi pimpinan divisi. Senyaman itu pekerjaanku hingga aku malas berpikir untuk mencari pengalaman baru di tempat lain yang mungkin penghargaannya lebih baik. Mengingat aku adalah orang yang mudah nyaman dengan semua yang kulakukan hingga untuk melirik ke tempat lain pun harus berpikir seribu kali. 
Tetapi, hari ini aku terpekur dan ter puruk dengan bayangan mimpi terakhir yang aku alami. Mimpi itu datang dua hari yang lalu. Salah satu rekan kerja terbaikku hadir. Aku bertemu dengannya, miminta waktunya dan sekaligus berkonsultasi tetang jalan mana yang harus aku ambil. Aku beragi piluku sambil menangis, membuka rahasia hidupku yang mengalami kesulitan hingga kebimbanganku untuk nasib pekerjaanku di perusahaan tersebut. Dia adalah ibu Fera, yang memelukku, membiarkan aku mengurai semua rasa ku dan menyimak detil ceritaku. Beliau tidak menanggapi, tidak pula memotong bicaraku dan tidak pula mencelaku. 
Potongan mimpi tersebut begitu nyata, hingga aku berpikir apakah mimpi itu adalah mimpi pamungkas sekaligus ujung dari do'a ku yang meminta Allah SWT menunjukkan jalan dan putusan terbaik untuk ku, untuk hidupku dan masa depan karirku. Aku berada diujung jalan dalam keadaan bingung. Pamit kah atau tetap bertahan dengan konsekuensi yang harus aku terima. Aku sadar ada banyak lulusan muda berprestasi dan memiliki kemampuan jauh lebih baik dibandingkan aku. Aku yakin mereka bisa bekerja jauh lebih produktif mengingat tenaga, pikiran serta ilmu yang mereka dapatkan masih hangat dan semangat untuk menjadi produktif jauh lebih tinggi. Bila dibandingkan dengan ku yang beberapa bulan lagi memasuki usia setengah abad dan kekuatan fisik mulai menurun serta ruang gerak mulai terbatas karena lebih memilih keluarga dibandingkan WFO. Sepertinya aku harus pasrah serta legowo dengan kondisiku saat ini, terlebih tunas tunas muda bermunculan tidak hanya sepulu bahkan ada seribu lulusan kependidikan yang siap menggantikan aku.
Seandainya aku punya lorong waktu dan bisa memperbaiki keadaan, mungkin hidupku tidak seberat ini. Semoga Allah memberi jalan kemudahan untuk ku, untuk keluarga ku dan untuk masa depan kami.            

Cerita pendek #4 Diary

 BUKU HARIAN https://bprsku.co.id/contoh-buku-harian-diary-dan-cara-membuatnya-dengan-benar/ Apakah kamu punya pengalaman yang sama dengan s...