BAHAGIA ITU SEDERHANA
SEPERTI DAPAT DURIAN RUNTUH
| https://resipurnama95.blogspot.com/2017/09/rezeki-itu-diikhtiarkan.html |
BERAWAL DARI NIAT BAIK
| https://umma.id/post/niat-yang-baik-pasti-hasilnya-terbaik-1326676?lang=id |
"Bunda," colek Farhan. "Bunda melamun lagi?", Farhan memperhatikan raut wajah bundanya yang terlihat lelah.
"Gak, bang. Bunda teringat pesan mama Desi tentang KJP kamu bang."
" O, iya bunda." Farhan tersenyum lebar.
"Kata pak Tama, pencairan KJP aku bulan Oktober, bunda. Insya Allah bunda gak bingung lagi untuk kebutuhan dekolah abang".
"Alhamdulillah, kita mendapat kabar baik lagi ya bang. Masya Allah, semoga KJP ade Diva juga cair ya bang".
"Insya Allah, bunda. Ade kan juga udah daftar ulang KJP bareng abang bulan Juli kemarin".
"Nanti kita buat syukuran ya bang, kalau KJP kamu dan ade cair. Bunda mau bikin nasi kotak dan es teh manis di hari Jum'atnya"
"Siap bunda. Abang juga mau bantu belanja barang barang nya."
"Ade juga, bunda. Aku ma bantu bunda nyiapin kotak-kotak nasi nya ya". Divapun ikut ambil suara.
"Terima kasih anak-anaknya bunda, kita akan berbagi karena niat kita diawal jika kita punya rezeki lebih, kita akan berbagi." Ifa memeluk kedua anaknya dengan penuh kehangatan.
"Bang, ade siapkan buku buku pelajaran untuk besok ya. Kalau ada tugas selesaikan dulu"
"Siap bunda! Bunda mau kemana?"
"Bunda mau siapkan makan malam. Menu kita malam ini nasi, sayur sop, telor ceplok dan kerupuk." Ifa berjalan menuju dapur yang jaraknya hanya disekat dengan triplek tipis.
"Ayo dek, kita beresin perlengkapan buat besok. Termasuk baju seragam, sepatu, kaos kaki dan topi juga dasi". Farhan menarik tangan adiknya menuju ruang depan. "Let's go bang!" Seru Diva bersemangat.
Ifa yang menyimak celoteh kedua anaknya pun bersyukur. Dia yang saat ini mengambilnperan ganda, berusaha untuk tetap menjaga hati dan pikirannya agar kehidupan yang dijalaninya berjalan lancar. Setelah makan malam selesai, Ifa berencana membuat daftar pengeluaran⁰ bulanan dan dijabarkan ke dalam rencana mingguan dan nanti rinciannya akan dijabarkan dalam laporan belanja harian. Ifa yakin niat yang diawali dengan tujuan dan cara yang baik, insya Allah menjadi mudah dan diberi kemudahan jalan. Ifa sadar, waktu yang akan mengujinya apakah dia sanggup menjalani amanah sebagai tulang punggu keluarga. Dia juga berjanji untuk tidak mengeluh atau meminta-minta toling kepada keluarga atau tetangganya. Seberat apapun proses hidup nanti yang dia hadapi, tekadnya untuk bertahan dan menjaga nama baik mendiang suaminya akan dia lakoni.
| https://pe.linkedin.com/company/pasti-ada-jalan |
CERMIN HIDUP
https://www.kompasiana.com/budiamin/66c4688ec925c42552460572/belajar-hidup-dari-pengalaman-orang-lain-cermin-untuk-menjadi-bijaksana#goog_rewarded
Hari beranjak petang, rumah tinggal Ifa dan kedua anaknya mulai sepi. Ruang tamu sudah rapi seperti semula. Yang tertinggal hanya keheningan suasana rumah yang merebak saat adzan Magrib berkumandang. Desi dan tetangga yang masih tinggal mengajak mereka sholat berjamaah dan mendo'akan mediang suami Ifa. Di sisi lain, kedua anak Ifa masih betah berdiam diri. Keceriaan yang biasanya mewarnai malam-malam mereka berubah seperti ruang ujian, hening. Desi menggenggam tangan Ifa dan memberikan dukungan moral, "Mba Ifa, jangan khawatir ya. Mba tak sendiri, kami para tetangga siap membantu. Kita akan menyediakan makan dan minum untuk tujuh hari ke depan. Mba Ifa istirahat dan tenangkan diri ya. Insya Allah ada jalan untuk terus mendampingi putra-putri mba." "Terima kasih mba Desi. Aku sangat berayukur punya teman baik seperti kamu. Untuk bantuan kerja di laundry pun sudah selesai besok lusa. Aku akan mulai masuk kembali mba, bair periuk nasi kami tetap ngebul". Senyum tulus yang terlihat dari raut wajah Ifa menandakan kesiapannya menjalani hidup sebagai ruang tua tunggal.
Desi yang sampai di rumah malam hari, menemui keluarganya di ruang makan. "Assalamu'alaikum semua, maaf ya bunda pulang larut hari ini. Ayah dan anak anak sedang makan apa? Sepertinya enak". Si sulung menjawab, " Ini masakan ayah, bunda. Rasanya yummy" sambil menunjukkan jempol nya ke atas. "Wah, bunda mau dong ikutan makan bareng kalian." "Tenang bunda, ini ada bagian bunda. Ayah udah misahin lauk nya buat bunda. Pokoknya ayah is the best!" Si bontot memberikan dua jempolnya ke atas. Desi tersenyum bahagia, melihat keluarga nya berkumpul utuh di ruang makan saat ini. Suami dan ketiga anaknya lengkap dan sehat serta sedang menikmati rezeki makan malam yang nikmat. Sejenak dia teringat keluarga teman baiknya, Ifa. Seperti cermin yang sedang ada dihadapannya, Desi dapat mereka-reka seperti apa suasana hati Ifa dan kedua anaknya setelah kepergian orang terkasih mereka. Hanya ada kata-kata syukur yang terucap dari lisan Desi karena dia dan keluarganya berada dalam kondisi sehat, dan berkumpul dalam rumah yang hangat. "Semoga mba Ifa dan anak-anaknya dapat melalui hidup dengan lancar dan mudah", hembusan nafas Desi menutup hari beratnya malam ini.
Hari baru menyapa, hidup keluarga Ifa berjalan dalam suasana baru. Hidupnya yang sempat bahagia bersama suami yang membersamainya telah pergi dan yang dia hadapi mulai hari ini adalah tantangan hidup menafkahi keluarganya dengan segenap jiwa dan raganya agar tetap lancar. Tidak ada yang menyangka bila hidupnya saat ini menjadi bagian terberat terutama tentang bagaimana mencukupi kebutuhan keluarga dengan pekerjaannya sebagai tukang cuci di laundry kucek-in. Meminta bantuan kepada keluarga suaminya tidak mungkin Ifa lakukan mengingat hubungan yang kurang baik dengan mertua dan saudar-saudara kandung mendiang suaminya. Ifa mengandalkan ilmu diploma nya di bidang akutansi yang sayangnya belum bisa dia manfaatkan karena dia memilih bekerja di tempat lain yang upahnya harian, sebagai asisten rumah tangga di komplek perumahan seberang kampung tempat tinggal nya saat ini.
HUBUNGAN BAIK
| https://www.parapuan.co/read/533524075/5-tips-membangun-hubungan-baik-dengan-pelanggan-kuncinya-komunikasi |
IMAJINASI
https://www.hasanjufri.com/2023/06/apa-sih-imajinasi-itu.htmlSepanjang jalan menuju sekolah, Farhan berjalan cepat cenderung berlari karena tahu dia akan tiba terlambat di depan gernang sekolah dan itu artinya dia akan dapat peringatan “lagi” dari Satpam dan guru piket yang berjaga di depan sekolah. Farhan sendiri tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Akhirnya, Farhan bisa masuk ke sekolahnya setelah pak Satpam memberi lampu hijau. Dia berlari ke arah kelas yang terletak di ujung gedung. Kelas 7.9 adalah kelas urutan terakhir di rombongan belajarnya. Walaupun dia berada di kelompok terakhir tetapi dia memiliki mimpi untuk mendapatkan nilai 9 di semua mata pelajaran. Semoga impiannya itu menjadi nyata.
Farhan menjadi salah satu siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri. Dia juga mendapat kesempatan beasiswa atau KJP sebagai bantuan pendidikan dari pemerintah. Bundanya senantiasa mengingatkan jika dana bantuan itu harus dimanfaatkan dengan prestasi akademik. Farhan pun sadar walau dia memiliki keterbatasan akses informasi, tetapi dia memiliki cara untuk memperolehnya. Ditambah, kebanyakan tugas sekolah terbantu dengan sumber informasi digital. Lagi-lagi Farhan harus berusaha keras menekan keinginannya untuk bermain-main melalui aplikasi dan meredamnya dengan berdiam diri di perpustakaan sekolah yang memiliki fasilitas digital informasi. ABG-Anak baru Gede- adalah julukan untuk remaja seusia Farhan yang senang berkelompok dan berkumpul dengan minat yang sama. Farhan sendiri senang bermain game online seperti yang sedang viral saat ini dan kelemahannya adalah gawai yang ada di rumahnya ternyata digunakan bersama, bundanya untuk berdagang, adiknya yang bersekolah kelas 4 serta adik bungsunya yang berada di kelas 1. Kelemahan inilah yang memaksa semua anggota keluarganya membatasi penggunaan gawai hanya untuk informasi pesan singkat. Selebihnya, hanya digunakan untuk keperluan utama; menelpon, mengisi form atau memberi kabar berita. Bunda yang menjadi pimpinan keluarga menanamkan sikap kebersamaan dan senantiasa menempatkan sesuatu sesuai prioritas penggunaannya. Farhan pun, sebagai anak sulung, diberi amanah menjadi contoh baik untuk kedua adiknya. Situasi inilah yang membuat Farhan rela memutus rantai bermain game aplikasi dan merubah haluan memilih membaca untuk menghabiskan waktu.
Farhan menghadapi kesulitan di awal niatnya memilih melipir ke perpustakaan untuk membaca, karena tempatnya yang sepi dan minim siswa yang mampir ke tempat itu menambah rasa malas untuk melangkahkan kakinya ke sana. Di sisi lain, dia pun kesulitan mengajak teman-temanya bergabung untuk sekedar datang dan membaca buku sesuai kesukaan mereka. Sehari, dua hari dan lanjut seminggu sampai minggu keempat Farhan menemukan rasa nyaman di perpustakaan. Selain tempatnya yang tenang, sejuk dengan fasilitas pendingin ruangan, di sana pun tersedia air minum untuk sekedar mengurangi haus saat berinteraksi di perpustakaan. Yang membuatnya mantap dan betah di tempat itu adalah kemudahan penggunaan komputer meja yang sudah dipasangkan dengan koneksi internet. Farhan mendapatkan keleluasaan menggunakan jejaring internet untuk mencari sumber untuk PR atau tugas sekolah juga membaca informasi ringan, berita sampai tontonan film pendek via kanal Youtube. Yang membuatnya bersyukur adalah semua fasilitas yang dinikmati tidak berbayar atau gratis, sehingga dia pulang dengan rasa puas, tenang dan nyaman. Pustakawan yang bertugas pun memberinya ilmu sederhana tentang merancang sesuatu melaui Canva. Dia pun semakin asyik mengulik dan berguru pada sang pustakawan - pak Tama. Farhan berimajinasi lagi tentang keinginannya memiliki cara mendapatkan masukan berupa uang dari fasilitas internet. Dia yang banyak bertanya tentang bagaimana cara menghasilkan uang lewat karya atau kerja sampingan mendapat dukungan dari pak Tama. “Pelan-pelan Farhan. Semua bisa menjadi uang bila kamu tahu caranya dan benar cara memperolehnya”. Semakin berbinar dan bersemangat remaja itu yang kemudian dia secara sukarela menjadi murid pak Tama.
KABAR TIM
Menunggu bagi sebagian pekerja memiliki arti berbeda. Bagi yang terbiasa dengan kesibukan dan batas waktu penyelesaian projek mungkin akan terbiasa dengan dinamika naik turunnya motivasi untuk menyiapkan diri sebaik-baiknya karena yang sasarannya adalah target kepuasan klien. Sebaliknya, bagi yang terbiasa menerima pesan maka akan mengikuti alur yang telah ditentukan. Yang pasti, bagi Niera, pekerjaan yang ditekuni selama lebih dari lima tahun sudah membawanya pada titik persiapan awal bahkan menentukan seperti apa projek yang akan berproses selama periode waktu tertentu. Ironisnya, saat ini kabar yang dia terima bukan untuk digarap sesuai bagian wewenangnya tetapi menunggu kabar tim yang harus dia ikuti dengan baik sebagai bagian dari prosedur operasional kerja. Akhirnya jalan tengah yang Neira ambil adalah berputar haluan dengan menjadikan client oriented sebagai fokusnya saat ini karena beberapa alasan.
Bertahun-tahun yang lalu, Neira memiliki kesempatan luas untuk mengembangkan sebuah program dan di situlah dia mengembangkan kemampuannya dengan bermodalkan mesin pencarian melalui internet yang mampu memfasilitasi kebutuhannya untuk memenuhi target pembelajaran baik yang sesuai program maupun sesuai keinginan konsumen. Hal tersebut menjadi tantangan terbesarnya karena ciri khas atau kekhususan materi permibtaan klien menjadi tanggung jawab besar untuk direalisasikan. Metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) menjadi jalan keluar strategis yang mempermudah penyelesaian paket modul belajar. Neira sendiri menyadari bila dirinya siap mempertanggung jawabkan kinerja nya dalam bentuk evaluasi klien pengguna dan penerima manfaat. Kondisi tersebut menjadi ritme yang penuh dinamika serta menjadi asahan keterampilan yang meningkatkan kapasitas dirinya dalam menyelesaikan target target kerja. Sampai pada satu titik semua yang dia lakoni berhenti dan berubah menjadi pihak "asing" yang tugasnya menunggu, menerima, menyampaikan dan melaporkan rutinitas saja. Peran yang Jauh berbeds dari rutinitas sebelumnya. Neira yang sudah terbiasa menganalisis kebutuhan klien, menurunkannya dalam perencanaan dan merampungkan materi dari A sampai Z.
Kondisi yang bertolak belakang dengan passionnya, membuat Neira mencari cara untuk tetap sama dan tidak terjungkal karena posisinya yang jauh di bawah. Sayangnya, dia hanya bisa menarik nafas dan inginnya tetap dilibatkan karena dia yakin dengan kemampuan menyusun materi pelatihan. Di sisi lain, dia tetap menyusun sesuai permintaan klien sesuai versinya dan langsung diaplikasikan di lapangan untuk melihat dan mengukur materi materi yang dia sampaikan diterima baik oleh peserta. Walau saat ini posisi nya jauh di luar jangkauan area, Neira memutuskan tetap menyusun materi dan mengembangkannya bukan untuk menjadi saingan dari tim yang ada tetapi untuk merawat dan mempertahankan kinerjanya dan terus mengasah kemampuannya karena klien akan menilai dari sisi kepuasan selama pelatihan. Satu hal yang Neira fokuskan saat ini, menjadi bagian sukses itu bukan hanya tentang peran besar yang diamanahkan tetapi bagaimana dirinya berbagi dan melayani klien dalam bingkai profesional.
BAHAGIA ITU SEDERHANA SEPERTI DAPAT DURIAN RUNTUH https://resipurnama95.blogspot.com/2017/09/rezeki-itu-diikhtiarkan.html Setiap hari S...