LEWAT MESIN WAKTU
![]() |
| Baginda Siregar |
Bila tiba-Ungu
Padamu Kubersujud - Afgan
BIARKAN BUKU ITU MATI
![]() |
| NGS_Foundation English for Nurse, Midwife and Medical profession |
Kalau mengingat kembali masa lalu, selalu ada saja ungkapan kata yang terlintas dalam benak, dan itu membekas hingga hari ini. Hari di mana motivasi kerja semakin menurun bukan karena tidak ada yang bisa dikerjakan malahan banyak ide yang berseliweran di kepala.
WAJAH ITU
![]() |
| Alm Fithra Ramadhan_27071980 |
Bila waktu tlah memanggil.....teman sejati hanyalah amal. Bila waktu tlah terhenti...teman sejati tinggallah....sepi.... Opik-Bila Waktu Tlah Berakhir
"Dri, kok kamu di sini? Kamu kan udah meninggal! Kenapa muncul di rumah ini?" "Gue ke sini mau nengok rumah aja". "Kamu baik baik aja kan di sana? (alam kubur-red), Tanyaku membuat dia tersenyum seperti memperlihatkan kebahagiaan wajahnya yang memang putih serta matanya yang sipit menunjukkan berseri-seri. "Sekarang gue udah jadi orang baik", pungkasnya seraya pergi meninggalkan rumah orang tua kami.
Satu penggalan mimpi yang terjadi beberapa tahun lalu mengusikku ketika secara tidak sengaja aku menemukan satu tempat ijazah SD yang di dalamnya berisi beberapa dokumen penting almarhum. Mulai dari Ijazah SD, Raportnya, Ijazah SMP beserta raportnya juga beberapa lembar piagam dari kegiatan-kegiatan sekolahnya dahulu. Pertama kali aku lihat dan ambil adalah buku laporan belajar yang kudapati sebuah photo di halaman pertamanya. Photo anak laki-laki kecil yang imut dan memberikan kesan lain saat bersamanya.
Nama adikku yang kelima itu adalah Andri Fithra Ramadhan, hanya saja bapakku lupa mencantumkan nama pertamanya di akte kelahiran. Jadilah nama resmi di raport, pun ijazah "Fithra Ramadhan". Adikku lahir di bulan Ramadhan, saat itu bulan Juli tanggal 27 1980. Lahir normal dan memiliki ciri khas sendiri yaitu berkulit putih serta bermata sipit seperti keturunan orang Cina. Saat masuk sekolah dasarpun, teman-temannya lebih suka memanggilnya acong, walaupun awalnya dia marah tidak terima namanya Andri jadi Acong. Tetapi seiring berjalannya waktu dia menikmatinya.
Walaupun, perjalanan hidupnya di dunia saat itu penuh liku dan tersandung beberapa kali masalah di sekolah, tetapi bapakku tidak pernah menjadikan dia anak terburuk. Beliau selalu mengawal putranya ketika masalah datang satu persatu. Ketika di bangku kelas 7, Ibu Teo-Walas SMPN 97 pernah memanggil bapakku, ibu walas sempat berkomentar, "Saya pikir orang tua Fithra adalah seorang pemulung karena Fithra sendiri penampilannya jauh dari kata rapi dan bersih. Tetapi ayahnya malah sebaliknya; rapi, sopan dan terlihat sebagai pegawai kantoran", kami yang mendengarnyapun hanya bisa menahan nafas dan memandang jika adikku ini memang berbeda dari yang lain.
Selain kenangan itu, ada kenangan lain tentang almarhum. Tetangga kontrakanku dahulu senantiasa bercerita bila Acong itu anak baik, ramah, suka menolong dan suka berbagi. Aku sendiri sempat termenung, karena tetanggaku menyampaikan bila adikku adalah orang yang mudah dimintai tolong, terutama bila teman-temnannya membutuhkan pinjaman uang. Sedangkan menurutku selama kami dulu berinteraksi, dia lebih banyak diam dan memilih mengajak keponakan-keponakannya jalan-jalan dan membelikan mereka es Campina. Baik menurut sebagian orang bisa jadi tidfak sama persepsinya dengan sebagian yang lain. Paling tidak ada bagian kenangan yang aku dapatkan sebuah kebaikan dari dirinya saat itu.
Satu potongan kalimat yang dia pernah lontarkan ketika balita,"Ma, katanya kita orang kaya. Kita punya telpon rumah, trus kita bisa teleponan ke orang lain. Tapi kita kok gak punya jam yang di atas dinding?" Pernyataan di luar perkiraan mamaku saat itu adalah kejeliannya menyampaikan apa yang dia rasakan. Jam dinding adalah penanda waktu yang biasanya ada di setiap rumah, di pajang di dinding. Kebetulan kami memang tidak memilikinya, karena bukan menjadi prioritas. Biasanya mama akan memeriksa waktu lewat jam tangan bapak yang disimpan di laci pakaian.
Dialah almarhum adikku yang meninggal 15 tahun yang lalu pada saat hari keenam idul Fitri-1432H. Di saat terakhir hidupnya, almarhum meminta bapak menuntun sholat dhuhur dalam satu ruangan IGD RS Cipto MangunKusumo saat menunggu kamar. Tidak disangka, bapak yang telah menuntunnya sholat sambil berbarig mengira dia istirahat tertidur karena lelah. Tetapi saat tim medis menghampirinya untuk memeriksa kondisinya, takdir berkata lain. Allah SWT sayang padanya dan memanggilnya untuk kembali kepangkuanNya. Semoga Allah SWT memberikan kasih sayangNya untuk adikku tercinta.
| https://quran.nu.or.id/ali-imran/17 |
RAMADHAN DAN KELUARGA
https://id.pngtree.com/freepng/ramadan-sahur-and-iftar-doa-with-family-or-berdoa-sebelum-buka-dan-bersama-keluarga_7362240.html
MELANGKAH DI AWAN
![]() |
| https://share.google/5xRIQhpQ1fJHMic2A |
"Mba, aku.mau ke ruang rapat dulu ya, ada yang memanggìl untuk rapat jam 10.00 pagi ini. Uhm.. itu lanjutan rapat minggu kemarin ya bu yang tentang....,"iyyyyup, mba".
Sekelebat pembicaraan singkat yang Rida tangkap sedikit menggugah rasa ingin tahunya karena dia merasa ada yang disembunyikan dari cara menjawab ibu koordinator ruangan produksi kepada salah satu dari mereka. Memotong ucapan Aura -Salah satu staff- yang tidak tuntas menambah buah pikiran Rida. Apa yang akan mereka bicarakan hingga dia pun merasa seperti ditinggalkan. "Rahasiakah itu?, rasanya aku bertambah jauh semakin berjarak dan mulai merasa sesak hingga harus megap-megap menarik nafas panjang agar oksigen dapat masuk ke ruang paru-parunya agar ada sedikit ruang untuk mencari celah tentang apa saja yang sedang berjalan. "Perasaan, makin ke sini makin jauh aja "jaraknya", seperti rahasia yang di jaga rapat dan hanya segelintir orang yang paham dengan kode-kode tertentu.Rasanya percuma mencuri dengar jika akhirnya kembali mereka-reka apa yang sebenarnya sedang terjadi". Rida kembali ke layar laptop di depannya dan menggunakan earphone untuk sekedar mengalihkan perhatian yang lain agar rasa penasarannya tidak tertebak oleh tim lain.