Selasa, 07 November 2017

ThinkCreative#9Day 2

Tantangan Level #9
Hari ke 2
Bunda Sayang

November 4 2017

Kreatifitas itu bisa jadi membuat anak mencari benda apa yang ada di sekitarnya untuk dijadikan bahan pemanis, pembungkus, penghias benda kesayangannya. shafira, yang hari itu ribut banget minta kepingan CD yang tidak terpakai dan Lem UHU dan selanjutnya meminta ayahnya untuk memilih mana yang sudah rusak. ketika saya tanya,"buat apa teh kepingan CD yang rusak itu dan lem UHU?,"ada deh mah, mau tahu aja!" Itu lah jawaban singkat sambil ngeloyor pergi ke kamarnya, kebetulan kamarnya dikunci dan sesaat hening. Saya tidak tahu apa yang akan diperbat dengan kepingan CD itu?
Ternyata ...oh ...ternyata ... dia sedang membuat hiasan pemanis untuk casing HPnya yang baru.Jadinya seperti photo di atas. Sebelumnya, saya bingung, si teteh ini maunya apa sih?, minta barang-barang itu harus ada dalam sekejap. Mungkin ini yang dinamakan ide segar yang harus segera diwujudkan!

Selamat ya buat Shafira yang udah berusaha sendiri, memotong kepingan CD jadi bagian kecil-kecil, memyusunnya, kemudian menempelkannya di bagian belakang casing. Semoga kamu jadi tambah mengerti, kalo barang yang dinginkan itu tidak hanya melulu harus dibeli.

#Tantangan10hari
#Level#9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Senin, 06 November 2017

Think Creative #9 Day 1




TANTANGAN LEVEL#9
Hari#ke 1
Bunda Sayang

November 3rd 2017
Sabar dan harus terus mengingatkan si kakak yang sudah masuk SMP. Dihitung hitung, Dia sudah lebih dari 4 x kelupaan membawa perlengkapan sekolah. Ada saja yang tertinggal dan meminta ayahnya mengantar barang yang terunggal di rumah. Padahal jarak dari rumah ke sekolah dia tempuh dengan Ojek Online. Berulang kali, saya juga mengingatkan dia untuk mengecek dan mericek kembali apa yang harus dibawa ke sekolah selain jadwal pelajaran yang sudah pasti. di sisi lain, setiap pagi kami saya harus menyiapkan sarapan pagi dan menyiapkan anak-anak sekolah. 
Untuk menghadapi masalah ini, maka saya punya cara yang paling tidak dia bisa mengecek sendiri perlengkapan sekolahnya. Saya minta dia membuat daftar bawaan yang biasa dibawanya etiap hari, perlengakapan pendukung, serta tugas atau PR yang harus dibawa. Berikut hasil yang saya buat dan yang dia lakukan pada hari pertama. Pada kegiatan berikutnya, dia akan membuat sendiri check list yang harus dibuat dan saya yang akan memeriksanya. Semoga masalah yang dihadapi Shafira bisa dikurangi dengan membuat daftar yang yang harus dibawa.



#Tantangan10hari
#Level9
#KuliahBunSayIIP
#ThinkCreative

Selasa, 31 Oktober 2017

How I met My Husband



"I'm still curious, why I had such an experience
I never thought that he would become my life accompany.
The way to be together in a marriage with him is still surprising me"

Bila mengingat masa itu kurang lebih 16 tahun yang lalu, seperti sebuah cerita di sinetron yang alur ceritanya sudah disusun seperti aliran sungai yang mengalir terus mulai dari hulu ke hilir. Awalnya kejadian "bertemunya" kami untuk pertama kali adalah ketika saya datang ke sebuah rental komputer untuk mencetak kekurangan proposal pembangunan Masjid tempat sekolah aku bekerja. Berbekal informasi dari abang ipar tentang rental komputer milik teman dekatnya, maka meluncurlah aku ke tempat yang dituju dengan penuh percaya diri dan yakin tidak masuk ke tempat yang "salah". Ketika aku masuk ke rental komputer, seorang bapak menyapa saya dengan senyum dan keramahannya, sedetik kemudian aku ragu untuk melanjutkan masuk ke dalam, karena ternyata bukan tempat ini yang dimaksud oleh abang iparku. Tempat yang kumasuki ini adalah tempat baru yang pengelolanya masih merapikan beberapa barang-barang yang berserakan di lantai. Dengan kikuk, aku menyambut sapaan ramah si  bapak dan menanyakan keperluanku.
Denagn sigap layaknya seorang Marketer ulung,  bapak tersebut mengarahkan ku pada petugas di depan ku untuk membantuku. Aku berikan flask disk kotak dan memintanya untuk mencetak proposal. Mas - mas yang melayaniku ini menanyakan beberapa hal yang berkaitan dengan proposal dan kegiatan aku sebgai guru bahasa Inggris, sementara aku hanya menjawab seperlunya. Setelah selesai, langsung kubayar, mengucap terima kasih dan kembali ke sekolah. Kesan pertama ku terhadap pelayanan nya tidak memberi bekas yang berarti. 
Setahun berlalu, aku tetap sibuk dengan pekerjaan ku sebagai guru MTs, dan tenggelam dengan dunia ku sendiri. Hingga pada suatu hari, ketika aku bertugas menjadi guru piket, datanglah seseorang yang mencari namaku dan sepertinya aku pernah bertemu dengan laki - laki tersebut. Setelah bertanya maksud dan tujuannya, maka aku sempat surprise dan jadi bahan guyonan teman piket ku. Dalam hati, kok bisa ya mas --mas ini ingat kalo aku ini guru bahasa Inggris yang juga suka menerima orderan terjemahan. Ketika ku tanya dari mana dia tahu info itu, dia dengan santai mengatakan bila aku pernah datang ke tempat rentalnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Tapi kok dia tahu juga di mana sekolah tempat kerja ku?, Ternyata, salah satu family kakat iparnya menjadi murid ku di sekolah. Wow, amazing pikirku saat itu. Setahun adalah waktu yang lama sedangkan aku udah lupa itu kapan persis kejadiannya dan ketemu dia. 
Jadilah, orderan terjemahan itu terpaksa kuterima karena dia beralasan bila teman yang biasa menerjemahkannya sedang berhalangan, sedangkan deadlinenya hanya tinggal satu minggu. Setelah kejadian itu, maka antara aku dan mas Agus menjadi partner kerja, ketika ada orderan terjemahan, maka dia akan menelponku untuk minta bantuan dan sesuai dengan bayarannya. Satu, dua sampai enam bulan hubungan kami tetap professional. Hingga suatu saat, dia ingin mampir ke rumah ku dan menyampaikan ada keperluan. Tanpa curiga, dia datang, aku pun tidak punya prasangka lain selain hubungan kerja, tetapi yang terjadi adalah permintaannya untuk ketemu orang tua dan berkenalan. Aku hanya merespon biasa saja, aku  mempersilakannya datang dan bertemu orang tua. Sampai kondisi tersebut pun, aku tidak merasa akan ada hal istimewa, karena memang hubungan kami sebatas kerja. Beberapa waktu kemudian, dia meminta persetujuanku untuk kembali ketemu orang tua bersama keluarganya. saat itu aku hanya bercanda, ini kaya orang mau lamaran aja ya, ada keluarga yang datang. Dia kelihatan malu dan menganggap aku tidak "aware" terhadap apa yang selama ini dia lakukan. Ternyata ada udang di balik batu ya. Jadi selama kerja sama itu dia mengamati aku  dan aku nya cuek dan menganggap biasa biasa saja. 
Begitulah pertemuannku dengan Ayah Agus Supiar, sampai hari ini pun masih bertanya-tanya. Kok bisa ya kejadiannya seperti itu. Orang yang belum pernah ketemu, terus Alloh pertemuakan dengan cara seperti itu. Aku sadar ketika dia datang melamar dan benar benar akan meminangku. Wow... tidak pernah diduga dan terlintas dipikiranku saat itu bila perjodohan kami berjalan seperti sinetron di layar kaca.


Sabtu, 26 Agustus 2017

Bintang Keluarga#10

TANTANGAN 10 HARI LEVEL#7
Bintang Keluarga
Hari ke 10 26 Agustus 2017
  
Mengasah kemampuan menjelajah potensi anak-anak.
Jelajahi 4 area kehidupannya:
🌟 Ranah hubungan intra personal (konsep diri)
🌟 Ranah hubungan inter personal (hubungan sesama)
🌟 Ranah hubungan dengan change factor (melek perubahan)
🌟 Ranah hubungan dengan Tuhan-nya (melek spiritual)
 
 
 
 
Hari terakhir tantangan 10 hari bintang keluarga  ini adalah yang paling seru, karena kedua anak saya yang pertama dan yang kedua ikut serta kegiatan lomba 17Agustus di NATIONAL ENGLISH CENTRE, tempat mereka belajar bahasa Inggris. Keduanya ikut lomba dan mau berbaur dengan teman -teman dari kelas kelas serta level level yang lain, waluapun jenis lomba dibedakan berdasarkan kelasmereka (lower and upper level), mereka menikmati kegiatan yang diadakan di luar gedung dan di bawah panasnya matahari. Amsing masing anak membawa pulang hadiah, dan merchadise. Keduanya senang dan keduanya dapat menjaga hubungan baik ketika berada di tempat umum.


Bintang Keluarga#10
Semua Anak adalah Bintang
IIP
Bunda Sayang
Diposting oleh Rita Fithra Dewi

Peristiwa #20

  HARI BARU: TIDAK MENYERAH Keidupan berjalan seperti roda. Dia berputar ke atas lanjut ke bawah. Seperti aku yang sudah resmi berubah statu...