SEPULUH HARI PERTAMA: BERLETIH-LETIH
| https://www.sonora.id/read/423737154/6-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-ramadhan-umat-muslim-wajib-tahu |
SEPULUH HARI PERTAMA: BERLETIH-LETIH
| https://www.sonora.id/read/423737154/6-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-ramadhan-umat-muslim-wajib-tahu |
KESEMPATAN ITU PASTI DATANG
BIARKAN BUKU ITU MATI
![]() |
| NGS_Foundation English for Nurse, Midwife and Medical profession |
Judul tulisan ini bukan bermaksud memberikan kesan negatif pada para penerima manfaatnya. Ungkapan "Biarkan buku itu mati" adalah kiasan yang disampaikan penyusun materi untuk memberikan ruang terbuka pada para fasilitator (pengajar) untuk mengembangkan topik-topik di setiap babnya. Kalaupun pihak lain ingin menyalin dan menggunakan untuk kepentingan mereka sendiri pun sepertinya akan menemui kesulitan karena memang modul-modul yang tersusun sengaja dibuat dalam template yang sama dan bahsan yang tidak rinci. Para pengajar diberikan pelatihan, pendampingan dan pengawasan dalam pelaksanaannya sehari-hari di kelas. Jika mereka menemui kesulitan tentang topik bahasan tertentu maka ruang diskusi terbuka untuk mereka. Salah satu program tersebut masuk dalam kelompok English for Occupational Purposes. Walaupun, kritik, saran serta masukan tetap datang silih berganti dan saya pun menerimanya sebagai umpan balik yang produktif tetap saja betuk dan tampilan serta isinya tidak berubah.
Kalau mengingat kembali masa lalu, selalu ada saja ungkapan kata yang terlintas dalam benak, dan itu membekas hingga hari ini. Hari di mana motivasi kerja semakin menurun bukan karena tidak ada yang bisa dikerjakan malahan banyak ide yang berseliweran di kepala tetapi karena posisi saat ini yang berbatas dengan kontrak kerja baru. Terngiang-ngiang masukan, kritik,saran hingga rencana revisi besar-besaran agar program pelatihan menjadi dinamis dan berkualitas yang naik level hingga komposisinya dapat besaing dan dipertangung jawabkan hingga para pengguna mendapatkan manfaat nyata. Ungkapan yanag masih berbekas dan tertanam di alam bawah sadar saya adalah kalimat ajakan sederhana yang sebenarnya memiliki simpanan harta karun di dalamnya yang bila kita mampu mengelolanya maka kita akan melalui prosesnya dengan berujung pada kesuksesan di dunia kerja dan dunia usaha serta pendidikan.
Seiring waktu berjalan, maka penyusunan bahan ajar bahasa Inggris untuk dunia kerjapun terlaksana lebih dari enam belas tahun. Berawal dari pemenuhan paket pembelajaran bahasa Inggris untik para tenaga medis - perawat - yang harus memiliki daya saing internasional baik dalam keterampilan medis pun keterampilan lunak seperti interaksi komunikasi dan melek teknologi. Karena hubungan interaksi antara pekerja -Nakes- dan kliennya maka bahasa menjadi ketrerampilan yang harus dikuasai dengan baik. Modul-modul yang tersusun pun disesuaikan dengan kebutuhan dasar berbahasa terutama pada kemampuan berbicara, kemudian menyimak, membaca dan menulis. Dari target yang sudah ditentukan di setiap levelnya maka materi ajar yang dirampungkan ada pada enam level.
Level Foundation dan Basic adalah dua Kelompok belajar utama yang harus diikuti oleh para peserta didik. Keduanya bermuara pada terlatihnya kepercayaan diri dan lancarnya berhasa Inggris sederhana dalam topik bahasan sehari-hari. Sedangkan level Pre-Intermediate membahas topik-topik prosedur medis (keperawatan/kebidanan) yang dilaksanakan sehari-hari. Kemudian level Intermediate memperdalam kemampuan berbicara dalam lingkup interview atau tanya jawab sesuai dengan topik bahasan di setiap bab. Di akhir Untuk Level Pre Advanced diarahkan untuk kemampuan menulis dokumentasi Keperawatan (Nursing proses) dan juga mengadakan penelitian sederhana dengan mengangkat sebuah kasus kesehatan di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar. Pengalaman ini akan memberikan sedikit bekal bagi mereka ketika menyusun tugas akhir. Dan level pamungkas yang ada pada program HELP (Healthcare Language Program) ini adalah melatih peserta didik untuk langsung menerapkan bahasa Inggris dan keterampilan keperawatan mereka di kehidupan medis baik situasinya di klinik atau Rumah sakit.
Kekuatan pengajaran baik metoddan teknik penyampaian adalah poin kunci keberhasilan program EOP tersebut. Pelatihan berjenjang, Peer mentoring, supervisi dan evaluasi menjadi paket terpadu untuk memberikan jaminan baik terhadap proses belajar dan mengajar. Kesan diawal memang terlihat sulit dan menantang karena kosa kata yang kental dengan kata-kata akademik medis, tetapi bila diintegrasikan dengan pelatihan, pengajaran serta rangkaian monitoring dan evaluasi, setiap hambatan dapat teratasi karena kerja tim dan kesuksesan sebuah program berdasarkan kesuksesan kelompok yang dinamis. Buku itu menjadi mati tetapi bagi para fasilitator yang terlibat di dalamnya akan dipandu dan berjalan bersama hingga mencapai dampak yang diharapkan diakhir; terserapnya tenaga lulusan medis yang memiliki kemampuan ilmu terapan serta keterampilan lunak seperti bahasa Inggris, mampu bersaing dalam dunia internasional. Semoga Tercapai.
WAJAH ITU
![]() |
| Alm Fithra Ramadhan_27071980 |
Bila waktu tlah memanggil.....teman sejati hanyalah amal. Bila waktu tlah terhenti...teman sejati tinggallah....sepi.... Opik-Bila Waktu Tlah Berakhir
"Dri, kok kamu di sini? Kamu kan udah meninggal! Kenapa muncul di rumah ini?" "Gue ke sini mau nengok rumah aja". "Kamu baik baik aja kan di sana? (alam kubur-red), Tanyaku membuat dia tersenyum seperti memperlihatkan kebahagiaan wajahnya yang memang putih serta matanya yang sipit menunjukkan berseri-seri. "Sekarang gue udah jadi orang baik", pungkasnya seraya pergi meninggalkan rumah orang tua kami.
Satu penggalan mimpi yang terjadi beberapa tahun lalu mengusikku ketika secara tidak sengaja aku menemukan satu tempat ijazah SD yang di dalamnya berisi beberapa dokumen penting almarhum. Mulai dari Ijazah SD, Raportnya, Ijazah SMP beserta raportnya juga beberapa lembar piagam dari kegiatan-kegiatan sekolahnya dahulu. Pertama kali aku lihat dan ambil adalah buku laporan belajar yang kudapati sebuah photo di halaman pertamanya. Photo anak laki-laki kecil yang imut dan memberikan kesan lain saat bersamanya.
Nama adikku yang kelima itu adalah Andri Fithra Ramadhan, hanya saja bapakku lupa mencantumkan nama pertamanya di akte kelahiran. Jadilah nama resmi di raport, pun ijazah "Fithra Ramadhan". Adikku lahir di bulan Ramadhan, saat itu bulan Juli tanggal 27 1980. Lahir normal dan memiliki ciri khas sendiri yaitu berkulit putih serta bermata sipit seperti keturunan orang Cina. Saat masuk sekolah dasarpun, teman-temannya lebih suka memanggilnya acong, walaupun awalnya dia marah tidak terima namanya Andri jadi Acong. Tetapi seiring berjalannya waktu dia menikmatinya.
Walaupun, perjalanan hidupnya di dunia saat itu penuh liku dan tersandung beberapa kali masalah di sekolah, tetapi bapakku tidak pernah menjadikan dia anak terburuk. Beliau selalu mengawal putranya ketika masalah datang satu persatu. Ketika di bangku kelas 7, Ibu Teo-Walas SMPN 97 pernah memanggil bapakku, ibu walas sempat berkomentar, "Saya pikir orang tua Fithra adalah seorang pemulung karena Fithra sendiri penampilannya jauh dari kata rapi dan bersih. Tetapi ayahnya malah sebaliknya; rapi, sopan dan terlihat sebagai pegawai kantoran", kami yang mendengarnyapun hanya bisa menahan nafas dan memandang jika adikku ini memang berbeda dari yang lain.
Selain kenangan itu, ada kenangan lain tentang almarhum. Tetangga kontrakanku dahulu senantiasa bercerita bila Acong itu anak baik, ramah, suka menolong dan suka berbagi. Aku sendiri sempat termenung, karena tetanggaku menyampaikan bila adikku adalah orang yang mudah dimintai tolong, terutama bila teman-temnannya membutuhkan pinjaman uang. Sedangkan menurutku selama kami dulu berinteraksi, dia lebih banyak diam dan memilih mengajak keponakan-keponakannya jalan-jalan dan membelikan mereka es Campina. Baik menurut sebagian orang bisa jadi tidfak sama persepsinya dengan sebagian yang lain. Paling tidak ada bagian kenangan yang aku dapatkan sebuah kebaikan dari dirinya saat itu.
Satu potongan kalimat yang dia pernah lontarkan ketika balita,"Ma, katanya kita orang kaya. Kita punya telpon rumah, trus kita bisa teleponan ke orang lain. Tapi kita kok gak punya jam yang di atas dinding?" Pernyataan di luar perkiraan mamaku saat itu adalah kejeliannya menyampaikan apa yang dia rasakan. Jam dinding adalah penanda waktu yang biasanya ada di setiap rumah, di pajang di dinding. Kebetulan kami memang tidak memilikinya, karena bukan menjadi prioritas. Biasanya mama akan memeriksa waktu lewat jam tangan bapak yang disimpan di laci pakaian.
Dialah almarhum adikku yang meninggal 15 tahun yang lalu pada saat hari keenam idul Fitri-1432H. Di saat terakhir hidupnya, almarhum meminta bapak menuntun sholat dhuhur dalam satu ruangan IGD RS Cipto MangunKusumo saat menunggu kamar. Tidak disangka, bapak yang telah menuntunnya sholat sambil berbarig mengira dia istirahat tertidur karena lelah. Tetapi saat tim medis menghampirinya untuk memeriksa kondisinya, takdir berkata lain. Allah SWT sayang padanya dan memanggilnya untuk kembali kepangkuanNya. Semoga Allah SWT memberikan kasih sayangNya untuk adikku tercinta.
| https://quran.nu.or.id/ali-imran/17 |
RAMADHAN DAN KELUARGA
https://id.pngtree.com/freepng/ramadan-sahur-and-iftar-doa-with-family-or-berdoa-sebelum-buka-dan-bersama-keluarga_7362240.html
| https://www.lovethispic.com/image/246157/i-may-not-be-a-spring-chicken-but-i-am-still-kickin |
MELANGKAH DI AWAN
![]() |
| https://share.google/5xRIQhpQ1fJHMic2A |
"Mba, aku.mau ke ruang rapat dulu ya, ada yang memanggìl untuk rapat jam 10.00 pagi ini. Uhm.. itu lanjutan rapat minggu kemarin ya bu yang tentang....,"iyyyyup, mba".
Sekelebat pembicaraan singkat yang Rida tangkap sedikit menggugah rasa ingin tahunya karena dia merasa ada yang disembunyikan dari cara menjawab ibu koordinator ruangan produksi kepada salah satu dari mereka. Memotong ucapan Aura -Salah satu staff- yang tidak tuntas menambah buah pikiran Rida. Apa yang akan mereka bicarakan hingga dia pun merasa seperti ditinggalkan. "Rahasiakah itu?, rasanya aku bertambah jauh semakin berjarak dan mulai merasa sesak hingga harus megap-megap menarik nafas panjang agar oksigen dapat masuk ke ruang paru-parunya agar ada sedikit ruang untuk mencari celah tentang apa saja yang sedang berjalan. "Perasaan, makin ke sini makin jauh aja "jaraknya", seperti rahasia yang di jaga rapat dan hanya segelintir orang yang paham dengan kode-kode tertentu.Rasanya percuma mencuri dengar jika akhirnya kembali mereka-reka apa yang sebenarnya sedang terjadi". Rida kembali ke layar laptop di depannya dan menggunakan earphone untuk sekedar mengalihkan perhatian yang lain agar rasa penasarannya tidak tertebak oleh tim lain.
KEBAIKAN PASTI AKAN BERMUARA
![]() |
| Ketika Pria Dingin Jatuh Cinta_Fizzo_Bab 8 |
APRESIASI TERTINGGI PELANGGAN: BUKAN DARI YANG LAIN
![]() |
| Latest News_13022026 |
"Hanya ada satu cara untuk bertahan: Memberi bukti dalam bentuk karya nyata yang dibutuhkan penerima manfaat."
Baru satu jam berita itu terpajang pada status salah satu media sosial tetapi rasa hati bergejolak sesaat setelah membaca beberapa kata yang menguras emosional. Walau hanya sebentar tetapi bayangan usaha keras menyelesaikan target kerja selama rentang dua tahun terakhir plus menjaga nama baik lembaga serta memberikan layanan terbaik agar klien nyaman bukan menjadi indikator prioritas sebuah penghargaan diberikan. Paling tidak, hari ini saya harus membulatkan tekad kembali mumpung di awal tahun 2026 dan memperbaiki niat serta motivasi diri untuk tetap profesional sesuai dengan kapasitas diri. Saya masih ingat curahan hati saya tentang Sadar diri, sadar posisi dan sadar batas yang membingkai hati, pikiran dan gerak agar terjaga dan tetap mampu berjalan sesuai instruksi kerja.
Masih hangat dalam ingatan saya ketika keinginan terkuat saat itu adalah bagaimana menyusun satu rangkaian modul ajar yang mengawal sebuah program pelatihan agar hasilnya dapat dirasakan dan diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Masih juga terbayang bagaimana interaksi kami dalam tim menyiasati kebutuhan klien dan bagaimana saya berusaha sekeras gunung batu untuk merangkai kepingan-kepingan kecil topik-topik bahasan
Tidak perlu mengharapkan penghargaan untuk diakui sebagai prestasi kebanggan diri. Saat ini, saya harus memastikan kembali peta kerja saya ke depan. Saya butuh materi dan memiliki ketergantungan pada sebuah lembaga. Di sisi lain posisi saya yang berada di luar jangkauanpun memiliki perlakuan yang berbeda. Saya harus menerimanya sebagai bagian dari sistem kerja. Yang saya kuatkan adalah asahan kemampuan dan keterampilan lain yang akan menjadi representasi dan eksistensi saya dihadapan publik. Walaupun mungkin dianggap kecil dan menjadi pelengkap saja tetap saya harus bangga pada kemampuan mengaktualisasikan diri sendiri membawa self-branding dengan cara memantaskan diri dan memperbarui gaya presentasi sekaligus memberikan warna warni yang menjadi pelengkap performa saya dihadapan publik.
Yang kemarin adalah masa lalu, tidak perlu mengingat ingat hasil kerja dan manfaat bagi penerimanya. Saatnya untuk mandiri melatih, mengasah, mengeksekusi dan diakhir mengevaluasi setiap ide, rencana dan gerak yang tertata baik dan menyeluruh agar yang ditinggalkan nanti akan menjadi jejak kebaikan serta bekal amalan untuk mendapat tiket ridho Allah SWT serta menumpuk amal jariah yang akan diteruskan sampai penerima manfaat kesekian. Salah satu pean seorang sahabat, "Jika kamu ikhlas memberikan banyak kebaikan kepada yang lain, maka jangan pernah mengingatnya kembali".
Dibalik kejadian hari ini, saya masih memiliki bahagia sendiri. Senang bila peserta mampu unjuk diri, bahagia bila mereka memberikan penghargaan dalam bentuk verbal, bukan sekadar kata terima kasih tetapi ungkapan lain yang menjadi penyemangat diri untuk lanjutkan kerjamu, tingkatkan kemampuanmu dan perbarui cara membuat mereka paham tentang materi yang sudah disajikan. Kata kata indah, istimewa dari mereka adalah penghargaan tertinggi yang saya sanjung sebagai hadiah kepuasan diri karena proses yang dilalui sesuai dengan harapan peserta, cocok dengan yang mereka butuhkan karena tepat saran dan pastinya mereka bisa langsung terapkan di ruang kerja mereka setiap hari. Itulah yang saya sebut penghargaan abadi, penghargaan tanpa tertulis tetapi impactnya terlihat nyata. SHOW THE BEST, YOU WILL BE INSYA ALLAH THE BEST
BUKAN KATA TERLAMBAT
![]() |
Jam sudah menunjukkan 14.42 wib ketika Rinda mendesah pelan. "Sepertinya rapat di dalam ruangan itu belum selesai juga" Rinda suah menduga bila pertemuan hari ini tidak tepat waktu lagi. Sama seperti pertemuan pertemuan ya lalu yang sudah biasa dimulai terlambat dan itu bisa memakan waktu 15 -25 menit. Padahal bila sesuai kontrak belajar, pelatiham dimulai pukul 14.30 wib. Serba dilematis, jika mereka ditekan untuk disiplin atau tepat waktu maka akan timbul kontra kepentingan karena merekapun harus menyelesaikan kewajiban mereka terlebih dahulu. Di sisi lain, Rinda pun harus menepati waktu kepada klien untuk setiap pertemuannya. "Serba salah, keluh Rinda. "Kita dituntut tepat waktu atau harus sudah berada di area pelatihan 10 menit sebelum kelas mulai. Tapi di sisi lain, mereka yang kita harapkan hadir tepat waktu ternyata senantiasa terlambat karena ada kegiatan lain yang berurusan dengan pekerjaan." Yang bisa Rinda lakukan hanya menunggu salah satu peserta datang pertama kali untuk membantunya masuk ke ruangan rapat.
Sebagai seorang pengajar atau instruktur bahasa Inggris yang bekerja pada sebuah LPK, Rinda harus mentaati kontraķ yang sudah dia sepakati dan apapu yang terjadi di lapangan, tugas adalah menyampaikan materi selebihnya adalah menjadi perantara kabar atau informasi kepada tim bukan memutuskan sendiri kejadian yang dikeluhkan klien. Fokus sebagai pengampu materi dan melaksanaka6n semua poin penyertanya sudah cukup menandakan dia sudah berada dalam sistem. Walau ada saja yang janggal dan ingin mempertanyakan alasannya, tetapi jawabannya adalah semua sudah diputuskan. Berjalan sendiri sebagai eksekutor dan memastikan bila yang dikerjakan adalah layanan terbaik yang mewakili lembaga. Seperti ada bagian yang kurang, menghilang dari lingkaran kerja Rinda. Satu hal yang harus diembannya saat ini adalah tetap pada kinerja profesional dan mengikuti alur dalam sistem.
Terlambat, kata yang sangat Rinda hindari, karena kata itu yang akan mempengaruhi kinerja seorang karyawan, mempengaruhi proses dan pastinya hasilnya akan berbeda. Sebagai karyawan level baah, jangan pernah ada kata terlambat; ter,ambat datang, terlambat menyelesaikan target atau menyerahkanlaporan kerja. Intinya adalah taat pada aturan kerja dan mengikuti sistem perusahaan, maka paling tidak kita berada di j alur yang benar agar perstasi kerja dapat terlihatdari kedisiplinan karyawan-karyawannya yang konsisten.
CELAH LAIN
![]() |
| Teacher's training_11022026 |
KURSYI IDAMANKU, ITU
![]() |
| PR_10022026 |
"Ini kursi yang dipesan untuk kita kan?" Rida yang menengok ke arah telunjuk Alin memyipit dan berkomentar singkat, "Sepertinya memang untuk di lantai ini." Sambil melanjutkan pekerjaannya, Alin kembali berkomentar, kalau memang benar ya kita bakal dapat duduk nyaman, mba. Seperti di lantai atas, kursinya juga modelan begini". Rida tersenyum dan diapun memiliki pikiran yang sama. Kursi empuk untuk kerja yang nyaman. "Paling gak aku bisa menikmati duduk santai", gumam rida selaras dengan lirikan kembali kedua netranya yang menghububgkan otaknya dengan kenangan sebelumnya.
Baru terpisah kurang lebih 3 tahun, rasanya masih hangat ingatan tentang suasana di lantai atas. Kenyamanan dan fasilitas lengkap membuat hati dan pikiran berlabuh mapan di tempatnya dengan fokus kerja yang penuh energi karena yang Rida butuhkan ada di sana. Ruangan berpendinging dengan suhu ruangan yang bisa diatur, membuat tubuh nyaman. Jika haus dan ingin membuat minuman dingin, maka ada lemari pendingin dan beberapa jenis minuman dalam bentuk sachet yang bisa dijadikan pilihan. Jika lapar dan butuh makanan cepat saji maka ada microwave yang setia menunggu untuk digunakan. Atau bila terasa lelah, sekedar bersandar di kursi sendiripun bisa langsung eksekusi. Kalaupun mau bertanya, mengkonfirmasi sesuatu, kursi yang dia duduki bisa seputar 360 derajat tanpa perlu berdiri dan berjalan ke teman kerja. Di euangan itu pun ada sepeda statis yang membantu karyawan untuk berolah raga kaki dan tangan sejenak atau sekedar merenggangkan otot-otot yang pegal. Pengalaman yang melenakan karena menokmati semua fasilitas tersedia membuat kinerja karyawan melonjak. Semua itu saat ini jauh seperti jauh api dari panggang.
Sama seperti beberapa karyawan lain yang ditempatkan di lantai ini, maka pengalaman yang Rida alami berbeda dalam beberapa hal. Kondisi ruangan yang sempit karena berada di lorong, pendingin udara dalam bentuk kipaa angin, kursi kayu, dan tempat minum listrik. Minggu lalu Rida tersenyum penuh harapan jika di antara kursi kursi baru yang masih terbungkus rapi itu akan jadi miliknya. Tetapi pagi ini setelah dia masuk dan berbelok menuju ke mejanya, maka yang dia dapati masih kursi kayu yang sama. Sama kerasnya dan kaku serta tidak bisa dijadikan aandaran leher atau kepala karena ukurannya yang tinggi. "Ya, kembalikan ke niat awal; bekerja dan bersungguh-sungguh menjaga amanah. Tapi, jangan juga berharap pada manusia karena itu bisa jadi menyakitkan." Penggalan kalimat itu pun meredakan keresahan Rida dan menetralisir rasa tidak nyaman.
TERAPI AL FASHDU
![]() |
| Fashdu_08022026 |
MELENGGANG TENANG
| https://www.sendyyunika.com/2024/04/pekerjaan-ibu-rumah-tangga.html |
Bekerja dan berperan di dua ranah yang berbeda menuntut konsentrasi yang tidak sama. Yang pertama, Hanna mencurahkan perhatiannya untuk mengawal kehidupan rumah tangga, dan membagi peran bersama suami untuk menjaga keseimbangan siklus kehidupan keluarga agar tetap berjalan baik dan dinamikanya berjalan harmonis. Hannapun menyadari bila dalam proses kebersamaannya selama 12 tahun terakhir menghadi pasang surut yang melatihnya untuk mengelola emosi dan merespon masalah dengan cara positif. Hanna memiliki tugas lain di luar rumah, sebagai karyawan paruh waktu yang membutuhkan strategi jitu agar pengaturan perannya dapat selaras satu sama lain. Bila tiga hari kerja yang dia ambil untuk bekerja di kantor maka, empat hari lainnya dia akan mengerjakan pekerjaan rumahnya bersama anggota keluarga. Siasat yang harus diterapkan Hanna melingkupi pengelolaan pekerjaan domestik rutin dan mendampingi rutinitas suami serta anak-anak. Seperti hari ini, yang akan Hanna lalui sejalan dengan perannya di dua ranah; ranah domestik dan lanjut ke ranah publik.
Seperti hari-hari sebelumnya, setiap dua kewajiban datang bersamaan, maka Hanna hanya akan membuat prioritas secara berurutan. Pertama menyelesaikan urusan rumah tangga. Urusan yang harus tuntas sebelum dia keluar rumah dan memastikan setiap anggota keluarga mendapat layanan sempurna. Pag hari ini, contohnya, Hanna sudah bangkit dari tidurnya pada pukul 03.30 wib. Artinya, dia akan melaksanakan serangkaian amanah rumah tangga. Dimulai dengan mencuci pakaian dan meninggalkannya di mesin cuci. Berikutnya, dia akan sibuk dengan persiapan sarapan, bekal makan siang dan mencuci perabot dapur. Setelah selesai pada bagian pertama, Hanna menunaikan kewajibannya sebagai muslimah sementara suami dan anak lelakinya berangkat ke Masjid depan komplek perumahan mereka. Selesai dengan urusan mencuci baju, Hanna akan menjemurnya di belakang rumah dan memastikan semua cuciannya berada dibawah pelindung kanopi yang bila hujan datang, pakaian-pakaiannya aman. Beralih ke dapur, Hanna menyiapkan bekal makan siang mereka sesuai pesanan masing-masing. Menu bekal makan hari ini adalah nasi, ayam kecap dan capcai. Sedangkan permintaan kedua anaknya adalah roti isi daging asap dan susu kotak serta buah melon. Hana sendiri membuat bekal sama dengan sang suami. Anak-anak dibangunkan oleh sang ayah dan mereka bersiap untuk berangkat, sedangkan Hanna segera membersekan semua perangkat yang masih terserak didapur dan bergegas menyiapkan diri untuk berangkat kerja.
Semua berjalan seperti biasa. Yang tidak baisa adalah peran setiap anggota keluarga yang memiliki tanggun jawab sesuai porsi masing-masing. Hanna sendiri bersyukur bila suami dan anak-anaknya tidak menunjukkan "masa;lah" yang terkait perlengkapan pakaian atau buku-buku sekolah. Mereka pun berangkat pukul 06.30 wib untuk mengantar si sulung dan adiknya di sekolah yang sama. Sedangkan Hanna dan suami selanjutnya meneruskan langkah mereka ke tempat kerja masing-masing. Hari yang sibuk karena sang manager rumah tangga memiliki tanggung jawab di luar rumah dengan tetap mendapat izin dari suami tercinta. Hanna akan kembali ke dunianya bersama keluarga kecilnya dan menapaki setiap harinya dengan warna cerah yang membahagiakan.
PINJAM SEBENTAR SAJA
| https://www.istockphoto.com/id/foto/tampilan-atas-barang-barang-kantor-dengan-laptop-wireless-mouse-kalkulator-cangkir-gm647123118-117383375 |
Rida pun bersiap memulai kerja hari jum'at ini dengan megikuti pengajian pagi diiringi dengan memyimak ceramah seorang ustadz yang diundang HRD. Rida pun mendapat pencerahan dari isi pesan yang disampaikan penceramah. Intinya, siapapun kita bila pekerjaan itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan maka jadikanlah dia amanah, apalagi kita diberikan kepercayaan menggunakan fasilitas perusahaan. Mari kita biasakan berperilaku Ikhsan. Artinya, di manapun kita berada maka yang akan melihat kita adalah Allah SWT bukan atasan atau kata lainnya manusia. Karena di sanalah kita diuji, baik kejujurannya, dan kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan. Dalam benak Rida, apa yang disampaikan pak ustadz memang yang seharusnya dia lakukan.
Bekerja, menyelesaikan rangkaian tugas adalah keseharian pegawai. Begitupun dengan Rida. Walau dia hanya pegawai biasa, tetapi perannya juga dihitung sebagai kinerja profesional yang balasannya diberikan dalam bentuk gaji bulanan dan bonus. Sementara fasilitas yang dia dapatkan di tahun keduanya bekerja adalah "buah" dari kerja kerasnya dan pembuktian profesinya sebagai pegawai bagian akuntansi. Hari beranjak siang dan Rida sudah menyiapkan alat tempur untuk dibawa pada pertemuan klien. Dia mendapat tugas mendampingi ibu manager yang akan mempresentasikan produk serta kerja sama layanan masyarakat dengan kementrian Perindustrian. Rida ditugaskan sebagai notulen dan itu membutuhkan perangkat teknologi yang memadai.
AYAM KREMES MBOK KENCUR
![]() |
Ayam Kremes Mbok Kencur PGC_04022026 |
FALSE CELEBRATION
![]() |
| BHIS 04022026 |
Pagi yang kuawali hari ini adalah pagi yang akan menuntunku menjelajahi petualangan hidup nyata. Bangun pagi dan tugas domestik bagian pertama terlewati dengan hiruk pikuk mempersiapkan anggota keluarga yang akan beraktifitas baik ke lembaga pendidikan juga ke tempat kerja. Sukses bagian pertama mengantarkan anak-anak sekolah dengan selamat membuat aku kembali bersiap untuk menyelesaikan perjalanan transportasi menuju lokasi klien yang berjarak sekitar 20 km. Agenda hari ini adalah menyelaraskan tujuan pembelajaran bersama agar kami dapat beriringan dan saling memberi dukungan untuk mencapai akhir yang baik.
Tiba di lokasi yang dituju, aku langsung membuka aplikasi note dan mencatat poin-poin penting agar info disajikan dapat sampai dengan utuh dan jelas. Di sisi lain, aku pun memutuskan untuk mengadakan "False Celebration" selama 10 menit untuk memberikan ruang peserta menyampaikan pencapaian mereka, megakui kekurangan dan menghargai proses serta usaha yang telah dilewati setelah enam bulan. Setiap peserta mendapat porsi waktu untuk mencurahkan apa yang mereka rasa dan raih serta apa saja yang mereka usahakan untuk rentang waktu enam bulan ke depan. Dari sisi aku sebagai fasilitator pun, aku menyampaikan evaluasi umum terhadap pencapaian mereka dan mengingatkan kembali apa yang telah tersampaikan terkait capaian semester satu. Reorientasi target pembelajaran ini akan dilanjutkan ke dalam bahasan bahasan lain yang fokusnya adalah CL, CI dan CM.
Selama pelatihan berlangsung, aku bisa menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan masukan peserta tentang materi, mengingatkan kembali target sebelumnya dan menyampaikan ulang bahasan umum semua topik di semester ini. Setelah sesi False Celebration rampung, aku menerima special guest yang memantau, mengamatiku menjelaskan dua topik bahasan yang aku selaraskan dengan kegiatan memicu peserta untuk memberikan contoh-contoh berdasarkan pengalaman di kelas mereka. Aku sendiri merasa percaya diri diamato oleh beliau dan sepertinya semua yang hadir tidak terganggu. Apalagi, beliau mendokumentasikan apa yang aku sampaikan sepanjang pelatihan. Rasanya tidak berbebani ketika beliau memperhatikan apa yang kubicarakan dan menuliskannya secara daring via teknologi, sehingga peserta dapat melihat kembali ungkapan-ungkapan bahasa yang aku contohkan di layar TV. Yang menarik dan berkesan dari pertemuan "istimewa" ini adalah pemaran beliau yang menarik untuk kegiatan- kegiatan berikutnya.
Salah satu bagian yang menarik adalah masukan untuk guru dan juga untuk aku sebagai fasilitator. Peserta diarahkan untuk menjawab pertanyaan seputar topik yang sedang dibahas, atau fasilitator memberikan beberapa situasi dan setiap orang memberikan model jawaban. Di sisi lain, fasilitator bisa meminta peserta untuk menulis jawaban atau respon atau ungkapan bahasa dari situasi atau pertanyaan yang diberikan. Selanjutnya hasil yang mereka buat ditempelkan pada topik dalam modul masing-masing. Masukan positif beliau aku tangkap sebagai umpan berkelas karena setelah hari ini, aku akan merancang seperti apa yang bisa dilakukan di pertemuan berikutnya. Tidak ada perasan tersinggung apalagi marah, yang ada ungkapan bahagia karena yang tersampaikan buka sekedar masukan tetapi kesempatan lain untuk mencapai tujuan yang sama. Terlebih lagi, cara beliau mengungkapkan semua hal di atas adalah profesionalisme sebagai bagian dari monitoring checklist yang elegan dan santun sehingga aku yang menerimanya pun senang dan menjadikannya motivasi untuk berbagi lebih baik di waktu yang akan datang.
Bersyukur dan yakin bila Allah SWT, memberikan warna hidup seperti pelangi dengan ciri khasnya masing-masing. Sehari sebelumnya aku tersentil karena sesuatu yang kupikir bisa disajikan dengan cara yang lebih baik, tetapi hari ini aku mendapatkan sesuatu di luar kendali "out of the box"; kehadiran staf management tidak terencana dan memberikan saran saran baik untuk pelatihan ke depannya. There's always a silver lining", ikhlas menerima sandungan dan yakin bila kuta memiliki niat baik, bersungguh sungguh memperbaikinya dan terus menerus meningkatkan mutunya maka Allah SWT pasti memberi jalan kebaikan yang lain. "Trust me it works!"
JEJAK ITU KEBAIKAN
| https://red-joss.com/jejak-kebaikan/ |
I'M ALIVE
![]() |
"Bu, kita harus siap siap menggelar rangkaian acara untuk program anak ya, karena setelah tim merampungkan diversifikasi untuk kids program, hari Kamis besok saya harus berangkat untuk kunjungan cabang secara berkala". Ungkapan pak Manager Cabang Pusat kepada seirang staff membuatku terkesima san secara spontan, aku hanya bergumam, "Kok aku gak diajak lagi. Padahal kan aku juga bisa dan bersedia membantu". Gumam ku sanbil lalu dan tetap tenang menyimak kabar dan siruasi terkini yang lagi-lagi membuatku mereka-reka apa saja yang tim rumuskan untuk prigran revisi ke depan. "Ah, kenapa denagn diriku yang masih berkeluh kesah dan mempertanyakan apa saja yang sedang terjadi." Segera kuenyahkan pikiran buruk yang melintas di kepalaku dan segera meyakinkan diri bila masih ada tempat bermain lain yang tidak kalah seru dan membutuhkan profesionalisme kerja.
Sekembalinya aku ke ruangan setwlah jam istirahat usai adalah kembali konsentrasi pada kegiatan asyik ku "sendiri", seperti anak autis yang betah berlama-lama dan sibuk dengan aktifitas bermain. Yang aku tahu saat ini, aku harus tegak berdiri, tidak kehilangan patokan kerja yang bisa terus digali, dikembangkan dan dituangkan dalam bentuk kelas pelatihan. "Mencuri" informasi yang membuat ku melihat peluang lain yang bisa diulik untuk memperkaya ilmu dan menantang kemmapuan mengemas paket yang mudah diterima publik.
"I'm alive!", seperti lagu Celine Dion yang mewakili semangat dan motivasi yang tidak hanya bertahan dan terpaku pada masa lalu yang indah. Saatnya keluar zona nyaman dan di sanalah aku merasakan uji nyali, apakah sanggup bertahan, mencari banyak jalan variasi yang akan memberikan warna lain pada nilai sebuah program. Ajakan dan dukungan pihak komunitas memberikan jalan lebar untuk sekali lagi menunjukkan kapasitas dan kemampuan diri meramu satu paket kegiatan berjenjang dan menghasilkan output yang jelas.
"I get wings to fly... I feel that I'm alive". Hidup, denyut nadi kembali berdetak dinamis karena dari tawaran komunitas tersebut, membuka jalan baru bertualang di lingkup yang jauh lebih luas, jangkauan jarak yang lebih jauh serta keragaman baru yang menjadi warna kelas nanti dan itu semua seperti sayap kanan dan kiri yang siap mengepak, naik ke aras secara perlahan dan mengarungi angkasa beraama sebuah kepastian mimpi yang utuh dan jelas akan ada hasil yang terlihat diakhir.
Walau semua baru dimulai hari ini, prosesnya masih terus berjalan tetapi vibesnya sudah seperti siap tempur masuk ke arena bermain lain yang menantang dan penuh keseruan di semua wahananya. Yang harus ku yakinkan adalah, jangan gentar dan bulatkan tekad karen niat baik yang dimulai akan mengawal setiap langkah kaki. Kolaborasi, bekerja bersama, salaing berpegangan tangan dan mengikuti alurnya sampai akhir insya Allah akan mencapai hasil yang diinginkan. Break a leg! I'm sure I could go through all pins and needles!
SEMUA BERAWAL DARI NIAT
| https://www.surau.co/2025/09/36792/keistimewaan-niat-baik-dalam-islam/ |
"Dengan menyebut nama Allah, jalani hidupmu yakinkan niatmu, jangan pernah ragu. Dengan menyebut nama Allah, bulatkan tekadmu menempuh nasib mu, kemana pun menuju"
Kemanapun diriku melangkah, hanya satu yang harus kuingat, niatkan selalu untuk kebaikan
E-FORM (ENGLISH FOR MOMS): LET'S THE JOURNEY BEGINS
![]() |
| Istock.com |
Seperti pekerjaan ku yang serupa sebelumnya, satu bagian yang tidak akan terpisah dari alur pembuatan program kegiatan adalah "Analisis Kebutuhan" klien. Dari di poin ini akan terlihat secara umum seperti apa program yang akan diluncurkan dan ditawarkan kepada para penerima manfaat. Adapun cara penyusunannya bisa dibuat dalam "Design Thinking" atau "Star Bursting" atau template yang paling sederhana adalah "Mind mapping". Semakin banyak data yamg dibutuhkan untuk dianalisa maka akan terlihat bagian mana yang akan menjadi prioritas berjenjang. Semua target sebisa mungkin diselaraskan dengan kemampuan awal calon peserta yang akan mengikuti program tersebut. Karena kegiatan ini adalah bahasa Inggris maka lingkupan yang akan terikat adalah keterampilan empat bahasa; Membaca, Menyimak, Berbicara dan Menulis.
Latar belakang program ini tercetus adalah keinginan komunitas untuk berkembang di ranah internasional, bersanding bersama negara-negara lain untuk bergerak, berbagi dan melayani kebaikan sesuai versi gender kami, perempuan. Perempuan yang tidak hanya mahir dalam lingkup domestik pun diharapkan mampu berjalan beriringan merawat kebaikan peradaban bersama pihak lain di mancanegara. Maka keterampilan berbahasa atau berkomunikasi verbal menjadi titik poin pelatihan. Dari sinilah, susunan kegiatan diarahkan berfokus pada kepercayaan diri (Self-confidence) dan kelancaran saat berbicara (Fluency).
Ibu yang tergabung di komunitas memiliki tujuan bersama dalam gerakan harmonis. Untuk mengapai target yang luas serta relasi yang kuat maka jembatan komunikasi menjadi penting agar kesamaan perjuangan akan terasa kehadirannya dan dalam prosesnya, jangkauan program bagi penerima manfaatpun akan lebih bermakna. Gerakan harus bersama beriringan saling menyelaraskan dan kebersamaan semua komponen akan memberikan magnet positif. Semoga E-Form menjadi pendukung yang tidak hanya melengkapi langkah tetapi untuk menguatkan pergerakan yang senantiasa memberika kebaikan pada dunia.
NOMADEN Rasanya baru saja menyesuaikan diri dengan lingkungan dan suasana baru, tetiba ada kabar kurang sreg tentang pembebasan lahan untu...