Sabtu, 28 Februari 2026

Ramadhan #7 Bagian Pertama

 SEPULUH HARI PERTAMA: BERLETIH-LETIH 

https://www.sonora.id/read/423737154/6-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-ramadhan-umat-muslim-wajib-tahu

Kemarin, 28 Februari 2026 masuk 10 Ramadhan pertama yang sebagian besar umat iIslam di Indonesia melaksanakan shaum bersama- sekeluarga, sekampung ,senegara. Kebersamaan ini mendukung semua yang berpuasa untuk menjalankannya dengan tenang dan nyaman. Sebaliknya, jauh di belahan dunia yang lain, suara ledakan menjadi bagian sehari-hari karena kesombongan dan ingin menyakiti masyarakat dunia lain sedangkan di sana hanya ada segelintir negara yang berani melawan kejahatan sang penguasa dunia. Saya sendiri pribadi yang memiliki peran ganda, baik sebagai istri, ibu, karyawan serta tetangga mendorong saya menempatkan diri sesuai porsinya dengan tetap memperhatikan kapasitas saya sendiri. bagian pertama puasa sepuluh hari melatih saya untuk menanamkan mindset "Letih". Letih karena memiliki motivasi untuk memperbaiki diri melalui ibadah-ibadah yang akan mendatangkan ridha Allah SWT.

Karakter Konsisten yang pernah saya terapkan beberapa tahun lalu menjadikan saya sebagai karyawan yang disiplin, memenuhi target kerja dan tetap memiliki kemampuan mengelola organisasi yang saya pimpin. Saat ini pun, saya juga seharusnya menjejaki  karakter tersebut sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai hamba Allah SWT. Berbagai gelombang hidup yang saya hadapi setiap hari adalah bagian dari tantangan-tantangan hidup yang harus saya lalui dengan usaha dan do'a. Hanya do'a dan usaha terbaik dibungkus kesabaran membuat saya tetap merasa waras dan menjaga agar langkah kaki tidak oleng. Di rumah saya melakukan kerja ganda; sebagai ibu rumah tangga yang mengurus semua urusan rumah sekaligus sebagai karyawan yang bekerja dari rumah (WFH). Kewarasan dan keseimbangan berpikir dan bekerja menjadi makanan sehari-hari.

Ramadhan adalah bulan di mana saya menetapkan target ibadah. Ibadah sholat lima waktu bersama sholat sunah rawatib, sholat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid terdekat, tilawah qur'an satu hari satu juz dan berinfaq. Walaupun target target itu belum maksimal, tetapi konsistensi menjalankannya dipengaruhi oleh suasana fisik dan hati serta pikiran sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai harapan. Saya merasa berjalan sendiri seolah-olah saya sedang mengejar semuanya dengan berjuang sendiri. Mohon ampun ya Allah yang maha penerima taubat, mohon berikan padaku kemudahan hidup baik untuk diri sendiri, suami, anak-anak. Ungkapan, " Jangan berharap pada manusia" benar adanya, karena aku harus yakin rezeki itu sudah diatur Allah SWT terukur dan tertakar. Ya maha Pemurah, aku ikhlas menjalankan hidup ku hari ini dan seterusnya. Aku padaMu ya Rahman.

Senin, 23 Februari 2026

Ramadhan #6 Langkah maju

 KESEMPATAN ITU PASTI DATANG

Pengumuman seleksi calon pengurus IPM SMAM 12-23022026

Notifikasi masuk via aplikasi Whatsapp kemarin Senin, 23 Pebruari 2026 pada pukul 14.16 wib,  membuat hati saya sebagai ibu tergetar sesaat dan merasakan kebahagiaan tersendiri karena kabar itu membuat hati saya melambung tinggi, seperti sedang terbang mengelilingi tempat yang indah. Kabar tentang lolos seleksi pemilihan pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) tahap 1 merupakan kabar lain yang tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya sebagai orang tua. Harapan saya diawal mendaftarkannya di sekolah berbasis keagamaan adalah membantunya berada di lingkungan yang akan senantiasa menggerakkan amalan ibadah dan kebaikan lain. Tetapi kemarin, membuktikan bila anak keduaku memiliki keinginan untuk mencoba hal baru yang positif. Walaupun lingkupannya seputar organisasi sekolah tetapi kemauannya untuk ikut seleksi dan mengikuti semua tahapannya semoga memberikan dia kesempatan untuk belajar sambil memaknai ilmu di dalamnya. Walaupun ada nada pesimis dalam ungkapannya kemarin terkesan bila ada hambatan yang harus membuatnya sadar bila persaingan bukan karena adanya hubungan dekat tetapi keterampilan diri sebagai modal awal sebagai calon pengurus.

Beberapa poin dasar selama percakapan berlangsung via pesan singkat saya gunakan sebak-baiknya. Semangat dan motivasi saya untuk anak laki-laki pertama dalam keluarga dan harapan terbesar saya padanya adalah semoga dia menemukan jalan sukses sesuai passion dan versinya. Terlebih lagi keinginan terbesar saya sebaia seorang ibu adalah memiliki anak-anak salih dan saliha yang akan menjadi penyelamat keluarga kelak di akhirat. Di sisi lain, saya tidak ingin menargetkan tinggi untuknya. Bila menjadi bagian dari pengurus organisasi sekolah adalah salah satu cara Allah SWT menunjukkan jalan kebaikan, maka syukur saya luar biasa. Tetapi, bila dia tidak dapat tiket menjadi salah satu pengurus, saya berharap dia tidak kecewa dan memiliki pengalaman berarti untuk jalan panjang di masa depan.

Satu hal yang saya syukuri sampai hari keenam puasa adalah Allah SWT memberi kemudahan saya dan keluarga. Berkah ikhlas dan terus menerus melantunkan dzikir dan do'a untuk kebaikan saya, suami serta anak-anak. Satu lagi, harapan itu memang sejatinya harus digantungkan kepada Allah SWT karena ketika kita ikhlas menerima rezeki dan tetap terus berharap kebaikanNya maka di sanalah Allah memberi semua rezeki yang kita butuhkan. Semoga Hari ini, anak kedua saya akan menemukan gaya belajarnya dan semoga Allah SWT melindunginya dan memberikan petunjuk kebaikan-kebaikan untuk masa depannya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk membolak-balikkan hati manusia. Ya Allah, maha Pemberi rezeki, berikanlah kami dan keluarga kami kemudahan hidup, mohon ampuni kami dan berikan kami keberkahan hidup di dunia dan kelak di akhirat. Aamiin.


Minggu, 22 Februari 2026

Ramadhan #5 Bila Tiba

LEWAT MESIN WAKTU

Baginda Siregar


Bila tiba-Ungu

Padamu Kubersujud - Afgan

Ramadhan #4 Target

 BIARKAN BUKU ITU MATI

NGS_Foundation English for Nurse, Midwife and Medical profession

Judul tulisan ini bukan bermaksud memberikan kesan negatif pada para penerima manfaatnya. Ungkapan "Biarkan buku itu mati" adalah kiasan yang disampaikan penyusun materi untuk memberikan ruang terbuka pada para fasilitator (pengajar) untuk mengembangkan topik-topik di setiap babnya. Kalaupun pihak lain ingin menyalin dan menggunakan untuk kepentingan mereka sendiri pun sepertinya akan menemui kesulitan karena memang modul-modul yang tersusun sengaja dibuat dalam template yang sama dan bahsan yang tidak rinci. Para pengajar diberikan pelatihan, pendampingan dan pengawasan dalam pelaksanaannya sehari-hari di kelas. Jika mereka menemui kesulitan tentang topik bahasan tertentu maka ruang diskusi terbuka untuk mereka. Salah satu program tersebut masuk dalam kelompok English for Occupational Purposes. Walaupun, kritik, saran serta masukan tetap datang silih berganti dan saya pun menerimanya sebagai umpan balik yang produktif tetap saja betuk dan tampilan serta isinya tidak berubah. 

Kalau mengingat kembali masa lalu, selalu ada saja ungkapan kata yang terlintas dalam benak, dan itu membekas hingga hari ini. Hari di mana motivasi kerja semakin menurun bukan karena tidak ada yang bisa dikerjakan malahan banyak ide yang berseliweran di kepala tetapi karena posisi saat ini yang berbatas dengan kontrak kerja baru. Terngiang-ngiang masukan, kritik,saran hingga rencana revisi besar-besaran agar program pelatihan menjadi dinamis dan berkualitas yang naik level hingga komposisinya dapat besaing dan dipertangung jawabkan hingga para pengguna mendapatkan manfaat nyata. Ungkapan yanag masih berbekas dan tertanam di alam bawah sadar saya adalah kalimat ajakan sederhana yang sebenarnya memiliki simpanan harta karun di dalamnya yang bila kita mampu mengelolanya maka kita akan melalui prosesnya dengan berujung pada kesuksesan di dunia kerja dan dunia usaha serta pendidikan. 

Seiring waktu berjalan, maka penyusunan bahan ajar bahasa Inggris untuk dunia kerjapun terlaksana lebih dari enam belas tahun. Berawal dari pemenuhan paket pembelajaran bahasa Inggris untik para tenaga medis - perawat - yang harus memiliki daya saing      internasional baik dalam keterampilan medis pun keterampilan lunak seperti interaksi komunikasi dan melek teknologi. Karena hubungan interaksi antara pekerja -Nakes- dan kliennya maka bahasa menjadi ketrerampilan yang harus dikuasai dengan baik. Modul-modul yang tersusun pun disesuaikan dengan kebutuhan dasar berbahasa terutama pada kemampuan berbicara, kemudian menyimak, membaca dan menulis. Dari target yang sudah ditentukan di setiap levelnya maka materi ajar yang dirampungkan ada pada enam level.

Level Foundation dan Basic adalah dua Kelompok belajar utama yang harus diikuti oleh para peserta didik.  Keduanya bermuara pada terlatihnya kepercayaan diri dan lancarnya berhasa Inggris sederhana dalam topik bahasan sehari-hari. Sedangkan level Pre-Intermediate membahas topik-topik prosedur medis (keperawatan/kebidanan) yang dilaksanakan sehari-hari. Kemudian level Intermediate memperdalam kemampuan berbicara dalam lingkup interview atau tanya jawab sesuai dengan topik bahasan di setiap bab. Di akhir  Untuk Level Pre Advanced diarahkan untuk kemampuan menulis dokumentasi Keperawatan (Nursing proses) dan juga mengadakan penelitian sederhana dengan mengangkat sebuah kasus kesehatan di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar. Pengalaman ini akan memberikan sedikit bekal bagi mereka ketika menyusun tugas akhir. Dan level pamungkas yang ada pada program HELP (Healthcare Language Program) ini adalah melatih peserta didik untuk langsung menerapkan bahasa Inggris dan keterampilan keperawatan mereka di kehidupan medis baik situasinya di klinik atau Rumah sakit.                     

Kekuatan pengajaran baik metoddan teknik penyampaian adalah poin kunci keberhasilan program EOP tersebut. Pelatihan berjenjang, Peer mentoring, supervisi dan evaluasi menjadi paket terpadu untuk memberikan jaminan baik terhadap proses belajar dan mengajar. Kesan diawal memang terlihat sulit dan menantang karena kosa kata yang kental dengan kata-kata akademik medis, tetapi bila diintegrasikan dengan pelatihan, pengajaran serta rangkaian monitoring dan evaluasi, setiap  hambatan dapat teratasi karena kerja tim dan kesuksesan sebuah program berdasarkan kesuksesan kelompok yang dinamis. Buku itu menjadi mati tetapi bagi para fasilitator yang terlibat di dalamnya akan dipandu dan berjalan bersama hingga mencapai dampak yang diharapkan diakhir; terserapnya tenaga lulusan medis yang memiliki kemampuan ilmu terapan serta keterampilan lunak seperti bahasa Inggris, mampu bersaing dalam dunia internasional. Semoga Tercapai.

Sabtu, 21 Februari 2026

Ramadhan #3 Kenangan

 WAJAH ITU

Alm Fithra Ramadhan_27071980

Bila waktu tlah memanggil.....teman sejati hanyalah amal. Bila waktu tlah terhenti...teman sejati tinggallah....sepi.... Opik-Bila Waktu Tlah Berakhir

"Dri, kok kamu di sini? Kamu kan udah meninggal! Kenapa muncul di rumah ini?" "Gue ke sini mau nengok rumah aja". "Kamu baik baik aja kan di sana? (alam kubur-red), Tanyaku membuat dia tersenyum seperti memperlihatkan kebahagiaan wajahnya yang memang putih serta matanya yang sipit menunjukkan berseri-seri. "Sekarang gue udah jadi orang baik", pungkasnya seraya pergi meninggalkan rumah orang tua kami.

Satu penggalan mimpi yang terjadi beberapa tahun lalu mengusikku ketika secara tidak sengaja aku menemukan satu tempat ijazah SD yang di dalamnya berisi beberapa dokumen penting almarhum. Mulai dari Ijazah SD, Raportnya, Ijazah SMP beserta raportnya juga beberapa lembar piagam dari kegiatan-kegiatan sekolahnya dahulu. Pertama kali aku lihat dan ambil adalah buku laporan belajar yang kudapati sebuah photo di halaman pertamanya. Photo anak laki-laki kecil yang imut dan memberikan kesan lain saat bersamanya. 

Nama adikku yang kelima itu adalah Andri Fithra Ramadhan, hanya saja bapakku lupa mencantumkan nama pertamanya di akte kelahiran. Jadilah nama resmi di raport, pun ijazah "Fithra Ramadhan". Adikku lahir di bulan Ramadhan, saat itu bulan Juli tanggal 27 1980. Lahir normal dan memiliki ciri khas sendiri yaitu berkulit putih serta bermata sipit seperti keturunan orang Cina. Saat masuk sekolah dasarpun, teman-temannya lebih suka memanggilnya acong, walaupun awalnya dia marah tidak terima namanya Andri jadi Acong. Tetapi seiring berjalannya waktu dia menikmatinya. 

Walaupun, perjalanan hidupnya di dunia saat itu penuh liku dan tersandung beberapa kali masalah di sekolah, tetapi bapakku tidak pernah menjadikan dia anak terburuk. Beliau selalu mengawal putranya ketika masalah datang satu persatu. Ketika di bangku kelas 7, Ibu Teo-Walas SMPN 97 pernah memanggil bapakku, ibu walas sempat berkomentar, "Saya pikir orang tua Fithra adalah seorang pemulung karena Fithra sendiri penampilannya jauh dari kata rapi dan bersih. Tetapi ayahnya malah sebaliknya; rapi, sopan dan terlihat sebagai pegawai kantoran", kami yang mendengarnyapun hanya bisa menahan nafas dan memandang jika adikku  ini memang berbeda dari yang lain. 

Selain kenangan itu, ada kenangan lain tentang almarhum. Tetangga kontrakanku dahulu senantiasa bercerita bila Acong itu anak baik, ramah, suka menolong dan suka berbagi. Aku sendiri sempat termenung, karena tetanggaku menyampaikan bila adikku adalah orang yang mudah dimintai tolong, terutama bila teman-temnannya membutuhkan pinjaman uang. Sedangkan menurutku selama kami dulu berinteraksi, dia lebih banyak diam dan memilih mengajak keponakan-keponakannya jalan-jalan dan membelikan mereka es Campina. Baik menurut sebagian orang bisa jadi tidfak sama persepsinya dengan sebagian yang lain. Paling tidak ada bagian kenangan yang aku dapatkan sebuah kebaikan dari dirinya saat itu.

Satu potongan kalimat yang dia pernah lontarkan ketika balita,"Ma, katanya kita orang kaya. Kita punya telpon rumah, trus kita bisa teleponan ke orang lain. Tapi kita kok gak punya jam yang di atas dinding?" Pernyataan di luar perkiraan mamaku saat itu adalah kejeliannya menyampaikan apa yang dia rasakan. Jam dinding adalah penanda waktu yang biasanya ada di setiap rumah, di pajang di dinding. Kebetulan kami memang tidak memilikinya, karena bukan menjadi prioritas. Biasanya mama akan memeriksa waktu lewat jam tangan bapak yang disimpan di laci pakaian. 

Dialah almarhum adikku yang meninggal 15 tahun yang lalu pada saat hari keenam idul Fitri-1432H. Di saat terakhir hidupnya, almarhum meminta bapak menuntun sholat dhuhur dalam  satu ruangan IGD RS Cipto MangunKusumo saat menunggu kamar. Tidak disangka, bapak yang telah menuntunnya sholat sambil berbarig mengira dia istirahat tertidur karena lelah. Tetapi saat tim medis menghampirinya untuk memeriksa kondisinya, takdir berkata lain. Allah SWT sayang padanya dan memanggilnya untuk kembali kepangkuanNya. Semoga Allah SWT memberikan kasih sayangNya untuk adikku tercinta. 

Jumat, 20 Februari 2026

Ramadhan #2 Kurikulum Keluarga Al-Qur'an

 

HARAPAN RAMADHAN 1447H
https://quran.nu.or.id/ali-imran/17

Memasuki puasa di hari kedua, Jum'at, 20 Pebruari 2026 terasa berbeda bagi saya dan anak karena malam Jum'at lalu adalah malam kedua Ramadhan bagi saya dan kami sepakat memilih Masjid Baiturrahman sebagai tempat melaksanakan sholat Isya dan Tarawih. Rasanya luar biasa malam itu saya kembali menikmati ibadah sholat berjamaah di bulan yang mulia. Kenangan malam kemarin yang berkesan itu pun mengingatkan saya pada masa-masa muda sekolah yang saat itu ada kegiatan lain yang harus ditunaikan demi mendapat nilai baik untuk kepentingan pendidikan.

Pengalaman lain yang membekas dalam pikiran saya adalah ceramah yang disampaikna oleh Ust. Dr. Ahmad Zain Sartono MA tentang Kurikulum Keluarga di bulan Ramadhan. "Semoga kalian menjadi orang-orang bertaqwa", Taqwa yang dibangun dalam keluarga harmonis. Seperti yang beliau jelaskan dalam Qur'an Surat Ali Imran: 17 Ramadahn ibaratnya bulan latihan yang memberikan lima mata ajar yaitu  kesabaran, kejujuran, komitmen, kemauan berbagi dan keinsyafan pada Allah SWT atau Istighfar. Kelima ini adalah modal orang tua dan para pendidik menjadi mata ajar karakter kita sebagai muslim. Dari lima tema diatas, Allah  hadirkan untuk kita latihkan selama Ramadhan yang nanti akan melahirkan lima karekter lainnya dalam keluarga harmonis seperti tertera dalam Ali Imran 134-135.

Belajar dari Ramadhan, dalam keluarga itu yang pertama adalah  mau berbagi di kala lapang dan sempit. seperti berbagi cerita, berbagi nasehat di antara sesama anggota keluarga. Kedua, mampu menahan emosi. Menahan emosi seperti marah, kecewa, sedih, bahagia. Ketiga, berusaha memaafkan orang lain. Jika bila memiliki masalah, maka hilangkan dendam, maka kata kunci dendam adalah sefera beristighfar kemudian tidak terpancing emosi, tidak ada dendam dan memaafkan adalah yang terbaik. Keempat, memperbanyak berdzikr kepada Allah SWT. Pencitraan suasana Ramadhan adalah tempat kondusif dan yang kelima adalah berusaha perbanyak Istighar di waktu waktu diijabahnya do'a.

Kesimpulannya, ada 5K yang tertera pada surat 3:17 dan terimplementasi membangun keluarga harmonis dengan lima hal juga atau 6M pada surat 3:134-35. Mudah-mudahan kita sukses menjalankannya dengan baik dan menjadikan keluarga kita  ketaqwaan Sakinah Mawaddah wa Rahmah. 

Ramadhan #1 Bersama Keluarga

 RAMADHAN DAN KELUARGA

https://id.pngtree.com/freepng/ramadan-sahur-and-iftar-doa-with-family-or-berdoa-sebelum-buka-dan-bersama-keluarga_7362240.html

Ramadhan 1447H adalah Ramadhan kesekian kalinya untuk saya dan keluarga. Selama lebih dari 20 tahun pernikahan, kami menjalankannya bersama. Semua tinggal dan berkumpul bersama; sahur dan berbuka bersama. Sejatinya, kebersamaan itu juga diwarnai dengan amalan-amalan yang produktif yang ujungnya adalah keridhaan Allah SWT. Anak adalah ibadah, momentum mendekatkan semua anggota keluarga untuk menggapai seperti yang disamp[aikan dalam Q.S. Al-Baqoroh:183; semoga kalian menjadi orang-orand beriman. Inilah peluang emas yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin, menggumpulkan kepingan-kepingan ibadah yang dikerjakan bersama. Akhirnya kita bisa dipertemukan  kembali dalam syurga bersama keluarga-keluarga muslim sedunia.

Walaupun ada perbedaan kapan mulainya hari pertama, Alhamdulillah kedua anak saya memilih memulainya di tanggal 18 Februari 2026. Saya sebagai ibu, tetap mendukung motivasi mereka untuk mendahului kami yang akan berpuasa pertama di hari berikutnya. Semangat serta motivasi mereka, anak kedua dan bungsu, mendorong saya untuk memberikan fasilitas terbaik dengan membangun kondisi yang mendukung, menghidangkan suguhan sahur dan berbuka sesuai permintaan mereka dan mengunfatkan mereka untuk tetap mengerjakan sholat lima waktu. 

Lain ladang, lain belalang. Lain lagi cerita Ramadhan yang kami jalani di hari pertama. Semua rencana sudah saya sematkan dalam pikiran dan disusun secaral verbal. Target mengkhatamkan membca qur'an sebanyak dua kali, puasa penuh waktu selama satu bulan, berangkat sholat tarawih ke masjid Baiturrahman Jati Asih serta berinfaq dalam bentuk materi ataupun makanan. Semuanya memang rencana yang akan saya dan anak saya yang bungsu kerjakan. Dia yang paling besar motivasinya untuk sholat tarawih di masjid dan memilih masjid Baiturrahman sebagai tempat untuk kami beribadah karena suasana yang nyaman dan tenang selama menjalankannya dan plusnya adalah siraman rohani atau ilmu ilmu islam yang cocok dengan kondisi saya saat ini. 

Semoga niat, rencana dan langkah yang sudah saya susun dapat dikerjakan satu persatu dengan menjaga hati untuk menjalankannya sepenuh hati. Walaupun secara ekonimi, saya pun harus mampu mengatur keuangan selama memnuhi kebutuhan pangan keluarga, semoga Allah memberi jalan kemudahan rezeki tambahan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat karena ingin mengukir prestasi Ramadhan tahun ini dengan lebih baik. Aamiin.

Minggu, 15 Februari 2026

Peristiwa #7 Matang

I MAY NOT BE A SPRING CHICKEN, BUT AT LEAST I'M STILL KICKING

https://www.lovethispic.com/image/246157/i-may-not-be-a-spring-chicken-but-i-am-still-kickin


Ternyata menjadi MATANG dalam hal usia itu mulai menemukan ketidaknyamanan. Sebagai seorang tenaga kerja di bidang pendidikan, saya senantiasa memposisikan dirinya sebagai seorang yang bersungguh-sungguh menjadi profesional dan mengukir prestasi yang membuat bangga peserta didiknya. Bertambahnya usia sejatinya tidak memudarkan semangat serta motivasi untuk terus bekerja dan berkarya untuk membagikan ilmunya dan tetap berkibar sebanding dengan rentang jam terbangnya yang tinggi. Semenjak masa sekolah tingkat atas dianjut masa menimba ilmu di perguruan tinggi memupuk rasa cinta pada dunia pendidikan dan meniti karir mulai dari level anak, remaja, dewasa sampai pada pelatihan keterampilan bebrbahasa asing secara khusus (ESP). Dalam rangkaian gerbong kereta, ada kalanya menuntut saya untuk bekerja sambil berlari seperti "Argo Bromo" yang harus sampai pada tujuannya dalam waktu singkat dengan tetap memenuhi standar baku yang telah disepakati diawal.

Dihitung-hitung, sepertinya perjalanan kerja saya sudah berada di tiitk dua puluh lima tahun. Angka puluhan yang selayaknya menunjukkan indikator prestasi nyata dan berdampak positif bagi penerima manfaatnya. Motivasi dan semangat untuk naik tingkat menjadi teman sejati. Jika dulu diawal kerja tujuan pertamanya adalah "Yang penting ada materinya" dan disusun bertahap dan bentuknya "hands-out" yang diperbanyak sebelum kelas dimulai. Kenangan itu masih terus terpatri dalam ingatan saya di mana pengalaman tersebut menjadi bagian dari hari-hari kami mengejar target materi setiap minggu. Tim yang terkait saat itu adalah Mr. Hanri Basel sebagai Penanggung jawab Akedemik, serta Mr. Wiyono sebagai Peanggung jawab setting atau layout materi yangtelah saya susun. Bisa dibayangkan bila kelas yang berjalan satu minggu sekali maka tiga hari sebelum pertemuan kelas, saya harus menyerahkan tulisan dalam bentuk MS Word untuk di setting beserta ilustrasinya kepada Mr. Wiyono dan siang hari sebelum mahasiswa masuk kelas, sang OB akan cepat memperbanyak lembaran materi tersebut di tempat Photo Copy terdekat. Semangat 45 kami yang sedang ditantang dalam kerja tim membungkus kesuksesan program pelatihan bahasa Inggris dengan lika liku hambatan yang mengikuti.

Beberapa waktu berselang, satu demi satu level belajar di program yang saya geluti selesai dengan bahan ajar  dan disertai dengan meningkatnya jumlah siswa yang terdaftar memicu tim untuk segera mencetak semuanya dalam bentuk module dan pastinya baik peserta didik maupun fasilitator nyaman memanfaatkannya dan kamipun bangga bila program kami memiliki buku paket. Kritikan serta saran terus datang secara bergelombang baik terkait penulisan, template penyajian materi serta isi pembahasan. Tidak kurang dari para profesional di bidang kesehatan yang memberikan banyak masukan, seperti Almarhum Mr. Alwi, dr. Asroruddin, Ners Fergus, dr. Nugroho serta Ners Nugi dan Ners Syamsul, Inu Dian dan para dosen yang mendukung terselenggaranya program bahasa Inggris kesehatan dengan memberikan ide-ide dan permintaan materi yang sesuai kekhasan kampus masing masing.  Semakin rinci permintaan para klien semakin besar tantangan saya menaklukkannya. Sampai akhir tahun 2023, saya sudah mampu membantu menyusun materi beserta silabus dan alat evaluasinya. Berlepas banyaknya kekurangan yang harus diperbaiki, paling tidak semua request materi sudah tersedia. 

Saat ini di tahun 2026, usia paruh baya, angka lima puluh tahun sebagai angka "matang" dan jelang lansia, saya harus segera menyadari bila kondisi saya bukan seperti usia muda. Berbagai keluhan fisik mulai menyertai perjalanan kerja sehari-hari. Respon tubuhpun lebih cepat mengalami kelelahan. Ritme kerja yang dulu senang diajak "berlari", saat ini harus disesuaikan kembali agar kinerjanya tetap penuh dan usia matang bisa menjadi indikator bila pengalaman dan jam terbang tinggi memberikan jaminan bila kualitas tetap terjaga. Saya menyadari sepenuhnya bila tahun ini adalah tahun pondasi kedua kerja besar saya untuk mulai lebih banyak berbagi dan melayani serta berani memberikan dan membagikan ilmu secara percuma agar tabungan akhirat saya terkumpul sedikit demi sedikit. Saatnya untuk terus mengasah kemampuan diri dan keterampilan kerja dengan tetap menjaga hati untuk berada di jalur profesional dan tujuan akhirnya adalah Ridha Allah SWT. Usia boleh Matang alias sepuh tetapi Prestasi tetap terukur dan terus mengikuti langkah dalam jejak kebaikan dunia - Janji Saya

Peristiwa #6 Tersembunyi

 MELANGKAH DI AWAN

https://share.google/5xRIQhpQ1fJHMic2A

"Mba, aku.mau ke ruang rapat dulu ya, ada yang memanggìl untuk rapat jam 10.00 pagi ini. Uhm.. itu lanjutan rapat minggu kemarin ya bu yang tentang....,"iyyyyup, mba".

Sekelebat pembicaraan singkat yang Rida tangkap sedikit menggugah rasa ingin tahunya karena dia merasa ada yang disembunyikan dari cara menjawab ibu koordinator ruangan produksi kepada salah satu dari mereka. Memotong ucapan Aura -Salah satu staff- yang tidak tuntas menambah buah pikiran Rida. Apa yang akan mereka bicarakan hingga dia pun merasa seperti ditinggalkan. "Rahasiakah itu?, rasanya aku bertambah jauh semakin berjarak dan mulai merasa sesak hingga harus megap-megap menarik nafas panjang agar oksigen dapat masuk ke ruang paru-parunya agar ada sedikit ruang untuk mencari celah tentang apa saja yang sedang berjalan. "Perasaan, makin ke sini makin jauh aja "jaraknya", seperti rahasia yang di jaga rapat dan hanya segelintir orang yang paham dengan kode-kode tertentu.Rasanya percuma mencuri dengar jika akhirnya kembali mereka-reka apa yang sebenarnya sedang terjadi". Rida kembali ke layar laptop di depannya dan menggunakan earphone untuk sekedar mengalihkan perhatian yang lain agar rasa penasarannya tidak tertebak oleh tim lain. 

Sabtu, 14 Februari 2026

Peristiwa #5 Fokus

 KEBAIKAN PASTI AKAN BERMUARA

Ketika Pria Dingin Jatuh Cinta_Fizzo_Bab 8

Potongan isi cerita itu meyadarkan aku pada satu titik yang selama ini yang kucari; tetaplah bekerja profesional sesuai kapasitasmu walau terkadang aku juga bingung mau dibawa ke arah mana jalanku saat ini. Seperti anak yang kehilangan ibunya, seperti penumpang bus yang bingung di mana harus turun. Di sisi lain keinginan untuk terus mengasah keahlian serta mewujudkanya dalam bentuk presentasi publik semakin kuat, karena saya yakin klien akan melihat, mameantau serta mengalami prosesnya dan merekalah yang akan memberikan u,pan balik baik dalam bentuk penghargaan atau evaluasi yang akan menjadi masukan positif seburuk apapun yang mereka sampaiakna,.  

Kamis, 12 Februari 2026

Peristiwa #4 Kembali ke titik 0

 APRESIASI TERTINGGI PELANGGAN: BUKAN DARI YANG LAIN

Latest News_13022026

"Hanya ada satu cara untuk bertahan: Memberi bukti dalam bentuk karya nyata yang dibutuhkan penerima manfaat."

Baru satu jam berita itu terpajang pada status salah satu media sosial tetapi rasa hati bergejolak sesaat setelah membaca beberapa kata yang menguras emosional. Walau hanya sebentar tetapi bayangan usaha keras menyelesaikan target kerja selama rentang dua tahun terakhir plus menjaga nama baik lembaga serta memberikan layanan terbaik agar klien nyaman bukan menjadi indikator prioritas sebuah penghargaan diberikan. Paling tidak, hari ini saya harus membulatkan tekad kembali mumpung di awal tahun 2026 dan memperbaiki niat serta motivasi diri untuk tetap profesional sesuai dengan kapasitas diri. Saya masih ingat curahan hati saya tentang Sadar diri, sadar posisi dan sadar batas yang membingkai hati, pikiran dan gerak agar terjaga dan tetap mampu berjalan sesuai instruksi kerja. 

Masih hangat dalam ingatan saya ketika keinginan terkuat saat itu adalah bagaimana menyusun satu rangkaian modul ajar yang mengawal sebuah program pelatihan agar hasilnya dapat dirasakan dan diaplikasikan dalam kegiatan belajar mengajar. Masih juga terbayang bagaimana interaksi kami dalam tim menyiasati kebutuhan klien dan bagaimana saya berusaha sekeras gunung batu untuk merangkai kepingan-kepingan kecil topik-topik bahasan 

Tidak perlu mengharapkan penghargaan untuk diakui sebagai prestasi kebanggan diri. Saat ini, saya harus memastikan kembali peta kerja saya ke depan. Saya butuh materi dan memiliki ketergantungan pada sebuah lembaga. Di sisi lain posisi saya yang berada di luar jangkauanpun memiliki perlakuan yang berbeda. Saya harus menerimanya sebagai bagian dari sistem kerja. Yang saya kuatkan adalah asahan kemampuan dan keterampilan lain yang akan menjadi representasi dan eksistensi saya dihadapan publik. Walaupun mungkin dianggap kecil dan menjadi pelengkap saja tetap saya harus bangga pada kemampuan mengaktualisasikan diri sendiri membawa self-branding dengan cara memantaskan diri dan memperbarui gaya presentasi sekaligus memberikan warna warni yang menjadi pelengkap performa saya dihadapan publik.

Yang kemarin adalah masa lalu, tidak perlu mengingat ingat hasil kerja dan manfaat bagi penerimanya. Saatnya untuk mandiri melatih, mengasah, mengeksekusi dan diakhir mengevaluasi setiap ide, rencana dan gerak yang tertata baik dan menyeluruh agar yang ditinggalkan nanti akan menjadi jejak kebaikan serta bekal amalan untuk mendapat tiket ridho Allah SWT serta menumpuk amal jariah yang akan diteruskan sampai penerima manfaat kesekian. Salah satu pean seorang sahabat, "Jika kamu ikhlas memberikan banyak kebaikan kepada yang lain, maka jangan pernah mengingatnya kembali". 

Dibalik kejadian hari ini, saya masih memiliki bahagia sendiri. Senang bila peserta mampu unjuk diri, bahagia bila mereka memberikan penghargaan dalam bentuk verbal, bukan sekadar kata terima kasih tetapi ungkapan lain yang menjadi penyemangat diri untuk lanjutkan kerjamu, tingkatkan kemampuanmu dan perbarui cara membuat mereka paham tentang materi yang sudah disajikan. Kata kata indah, istimewa dari mereka adalah penghargaan tertinggi yang saya sanjung sebagai hadiah kepuasan diri karena proses yang dilalui sesuai dengan harapan peserta, cocok dengan yang mereka butuhkan karena tepat saran dan pastinya mereka bisa langsung terapkan di ruang kerja mereka setiap hari. Itulah yang saya sebut penghargaan abadi, penghargaan tanpa tertulis tetapi impactnya terlihat nyata. SHOW THE BEST, YOU WILL BE INSYA ALLAH THE BEST



Peristiwa #3 Alasan

BUKAN KATA TERLAMBAT

Jam sudah menunjukkan 14.42 wib ketika Rinda mendesah pelan. "Sepertinya rapat di dalam ruangan itu belum selesai juga" Rinda suah menduga bila pertemuan hari ini tidak tepat waktu lagi. Sama seperti pertemuan pertemuan ya lalu yang sudah biasa dimulai terlambat dan itu bisa memakan waktu 15 -25 menit. Padahal bila sesuai kontrak belajar,  pelatiham dimulai pukul 14.30 wib. Serba dilematis, jika mereka ditekan untuk disiplin atau tepat waktu maka akan timbul kontra kepentingan karena merekapun harus menyelesaikan kewajiban mereka terlebih dahulu. Di sisi lain, Rinda pun harus menepati waktu kepada klien untuk setiap pertemuannya. "Serba salah, keluh Rinda. "Kita dituntut tepat waktu atau harus sudah berada di area pelatihan 10 menit sebelum kelas mulai. Tapi di sisi lain, mereka yang kita harapkan hadir tepat waktu ternyata senantiasa terlambat karena ada kegiatan lain  yang berurusan dengan pekerjaan." Yang bisa Rinda lakukan hanya menunggu salah satu peserta datang pertama kali untuk membantunya masuk ke ruangan rapat.

Sebagai seorang pengajar atau instruktur bahasa Inggris yang bekerja pada sebuah LPK, Rinda harus mentaati kontraķ yang sudah dia sepakati dan apapu yang terjadi di lapangan, tugas adalah menyampaikan materi selebihnya adalah menjadi perantara kabar atau informasi kepada tim bukan memutuskan sendiri kejadian yang dikeluhkan klien. Fokus sebagai pengampu materi dan melaksanaka6n semua poin penyertanya sudah cukup menandakan dia sudah berada dalam sistem. Walau ada saja yang janggal dan ingin mempertanyakan alasannya, tetapi jawabannya adalah semua sudah diputuskan. Berjalan sendiri sebagai eksekutor dan memastikan bila yang dikerjakan adalah layanan terbaik yang mewakili lembaga. Seperti ada bagian yang kurang, menghilang dari lingkaran kerja Rinda. Satu hal yang harus diembannya saat ini adalah tetap pada kinerja profesional dan mengikuti alur dalam sistem.

Terlambat, kata yang sangat Rinda hindari, karena kata itu yang akan mempengaruhi kinerja seorang karyawan, mempengaruhi proses dan pastinya hasilnya akan berbeda. Sebagai karyawan level baah, jangan pernah ada kata terlambat; ter,ambat datang, terlambat menyelesaikan target atau menyerahkanlaporan kerja. Intinya adalah taat pada aturan kerja dan mengikuti sistem perusahaan, maka paling tidak kita berada di j alur yang benar agar  perstasi kerja dapat terlihatdari kedisiplinan karyawan-karyawannya yang konsisten.

Rabu, 11 Februari 2026

Peristiwa #2 Asahan

CELAH LAIN

Teacher's training_11022026

Bagi mereka yang memiliki jam terbang tinggi biasanya terlihat dari caranya yang sibuk mencari terobosan untuk mengulik materi yang disajikan agar terasa berbeda. Apalagi yang dihadapi adalah peserta yang sibuk dan jadwalnya padat merayap. Ditambah waktu pelatihan yang digelar berada pada saat jam lelah diujung hari di mana posisi santai yang dicari karena lebih nyaman untuk beristirahat, menenangkan diri sebelum menutup pekerjaan dan kembali ke rumah dengan  HIgh -energy ending. Bukan karena mereka berada pada kondisi letih tetapi atmosfir selama pelatihan terkadang menjadi pemicu bertambahnya rasa tertekan atau stressful karena kegiatan wajib yang harus diikuti setiap peserta. Di sisi lain, siapapun instrukturnya, maka hal yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana menyajikan materi yang menarik tanpa menghilangkan bagian tujuan yang menjadi sasaran pelatihan.

Ibarat mengolah makanan yang bahan bakunya sama maka proses dan penyajiannya dibuat berbeda tanpa mengurangi cita rasanya. Walaupun topik bahasan sama di setiap  level yang diampu maka kreatifitas menjadi indikator suksesnya keberlangsungan pertemuan tersebut. Olahan makanan yang sudah disiapkan akan memiliki nilai lebih dalam penataannya dalam wadah. Maka dalam presentasi bahasan topik yang  diangkat juga akan berdampak pada penerimaan dan daya serap peserta-pesertanya. Maka pengalaman saya berikut ini membuat kelas yang saya masuki menjadi berwarna, karena ada satu bagian yang saya coba agar proses di kelas berjalan mulus dan dinamis. Yang saya praktekkan adalah kali ketiga dan diterapkan di klien-klien yang berbeda juga.

Pengalaman menjadi instruktur bahasa Inggris memberikan saya banyak pengalaman dan banyak menerapkan kegiatan pemanasan dalam berbagai cara; seperti cheat-chat, word games, movement games, read aloud, story telling atau diskusi kelompok yang penyajian nya dibuat sesederhana mungkin agar dapat menarik perhatian para peserta pelatihan mengingat waktu mulai di sore hari dan dengan tenaga yang tersisa, maka ada dua bagian yang saya sisipi selama mengajar. Selain model-model kegiatan di atas, saya merasa perlu membagikan ungkapa-ungkapn bahasa lain yang memiliki variasi agar peserta memiliki gaya lain ketika menerapkannya. Salah satu contohnya adalah memberikan contoh-contoh idiom; yaitu frasa atau gabungan beberapa kata dengan arti tersendiri yang berbeda, jika diartikan secara harfiah. Tujuannya adalah memperkaya kosa kata peserta pelatihan untuk menyampaikannya dalam bentuk lain. 

Hasil yang saya terapkan berhasil menarik perhatian mereka dan kami mengulangnya dalam model kalimat sesuai denga kondisi. Saya akan memberikan umpan, kemudian memberikan balikan dalam bentuk ungkapan yang berbeda. Contohnya, "You are a busy bee, Mr. Dafit". You work all day long, five days a week" atau contoh lain, "Mr Davit is very busy and work as a teacher. It's his bread and butter". Dua contoh ungkapan idiom itu membantu peserta untuk menggunakannya kembali dan memahaminya bukan perkata, tetapi memiliki arti sendiri. Hasil yang sesuai harapan dan harapan yang diperhitungan dalam perencanaan materi menjadi "Celah" saya untuk mengasah kemampuan sebagai instruktur yang memiliki tujuan yang jelas, meyakinkan peserta bila mereka mampu berbahasa Inggris dengan menggunakan frasa-frasa dalam bentuk idiom. Itu membuat saya hidup dan merasakan hasil yang baik dalam model relasi yang terikat, rasa aman dan nyaman para peserta selama kelas berlangsung dan mereka dapat mengaplikasikan materi pokok pada tahap produksi (production). 

Senin, 09 Februari 2026

Peristiwa #1 Berharap

 KURSYI IDAMANKU, ITU

PR_10022026

"Ini kursi yang dipesan untuk kita kan?" Rida yang menengok ke arah telunjuk Alin memyipit dan berkomentar singkat, "Sepertinya memang untuk di lantai ini." Sambil melanjutkan pekerjaannya, Alin kembali berkomentar, kalau memang benar ya kita bakal dapat duduk nyaman, mba. Seperti di lantai atas, kursinya juga modelan begini". Rida tersenyum dan diapun memiliki pikiran yang sama. Kursi empuk untuk kerja yang nyaman. "Paling gak aku bisa menikmati duduk santai", gumam rida selaras dengan lirikan kembali kedua netranya yang menghububgkan otaknya dengan kenangan sebelumnya.

Baru terpisah kurang lebih 3 tahun, rasanya masih hangat ingatan tentang suasana di lantai atas. Kenyamanan dan fasilitas lengkap membuat hati dan pikiran berlabuh mapan di tempatnya dengan fokus kerja yang penuh energi karena yang Rida butuhkan ada di sana. Ruangan berpendinging dengan suhu ruangan yang bisa diatur, membuat tubuh nyaman. Jika haus dan ingin membuat minuman dingin, maka ada lemari pendingin dan beberapa  jenis minuman dalam bentuk sachet yang bisa dijadikan pilihan. Jika lapar dan butuh makanan cepat saji maka ada microwave yang setia menunggu untuk digunakan. Atau bila terasa lelah, sekedar bersandar di kursi sendiripun bisa langsung eksekusi. Kalaupun mau bertanya, mengkonfirmasi sesuatu, kursi yang dia duduki bisa seputar 360 derajat tanpa perlu berdiri dan berjalan ke teman kerja. Di euangan itu pun ada sepeda statis yang membantu karyawan untuk berolah raga kaki dan tangan sejenak atau sekedar merenggangkan otot-otot yang pegal.  Pengalaman yang melenakan karena menokmati semua fasilitas tersedia  membuat kinerja karyawan melonjak. Semua itu saat ini jauh seperti jauh api dari panggang. 

Sama seperti beberapa karyawan lain yang ditempatkan di lantai ini, maka pengalaman yang Rida alami berbeda dalam beberapa hal. Kondisi ruangan yang sempit karena berada di lorong, pendingin udara dalam bentuk kipaa angin, kursi kayu, dan tempat minum listrik. Minggu lalu Rida tersenyum penuh harapan jika di antara kursi kursi baru yang masih terbungkus rapi itu akan jadi miliknya. Tetapi pagi ini setelah dia masuk dan berbelok menuju ke mejanya, maka yang dia dapati masih kursi kayu yang sama. Sama kerasnya dan kaku serta tidak bisa dijadikan aandaran leher atau kepala karena ukurannya yang tinggi. "Ya, kembalikan ke niat awal; bekerja dan bersungguh-sungguh menjaga amanah. Tapi, jangan juga berharap pada manusia karena itu bisa jadi menyakitkan." Penggalan kalimat itu pun meredakan keresahan Rida dan menetralisir rasa tidak nyaman.






Sabtu, 07 Februari 2026

Kesehatan #1 Terapi Toxic

TERAPI  AL FASHDU

Fashdu_08022026

Sehat itu mahal. Mulai dari biaya konsultasi, pembelian obat atau cek darah. Belum lagi bila penyakit itu nyaman bersarang dalam tubuh kita.Tidak terasa bibit-bibit itu tumbuh, berkembang menjadi esuatu yang menakutkan, menyakitkan dan bisa jadi membunuh. Obat-obatan kimia mungkin mempercepat peredaan nyeri dan meredakan sakit, tetapi menjaga tubuh tetap sehat adalah pilihan wajib bagi siapapun yang tidak ingin merasakan penderitaannya. Banyak jalan menuju Roma, banyak cara untuk menjaga kesehatan. Olahraga, menjaga keseimbangan hidup, makan dan minum yang sehat serta mengkonsumsi suplemen bila perlu. Banyak juga yang memilih jalur tradisional untuk menjaga kebugaran dan ketahanan imunitas, seperti terapi bekam, totok punggung, akupuntur, akupressure dan Fashdu.

Salah satu terapi kesehatan adalah mengeluarkan racun dalam tubuh. Saya sudah mengikuti secara rutin terapi ini untuk mengecek kondisi tubuh saya seperti Tekanan Darah (TD), asa urat, gula darah sewaktu dan kolesterol. Setiap bulannya saya bisa memantau gejala apa yang harus saya waspadai agar penanganannya cepat dan tepat. Fashdu adalah metode pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara mengeluarkan sebagai darah dari dalam tubuh manusia. Praktisi pengobatan ini percaya bahwa mengeluarkan darah "kotor" atau darah yang mengandung racun dapat membantu mengatasi berbagai penyakit. Selanjutnya, tata cara ini umumnya dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kulit, kemudian darah dibiarkan keluar dengan sendirinya atau dibantu dengan alat khusus. Sedangkan manfaat terapi Fashdu antara lain mengatasi kolesterol tinggi, asam urat  dan menurunkan tekanan darah tinggi. (https://www.halodoc.com/artikel/terapi-fashdu-manfaat-prosedur-dan-risiko-yang-perlu-diketahui)

Bila ditanya apa manfaat bagi saya mengikuti terapi Fashdu rutin, maka jawabannya adalah rasa aman dan nyaman. Alasannya sederhana. Pertama saya ingin memastikan kodisi tubuh secaraumum dengan memeriksa darah untuk mengetahui jumlah kadar darah dalam kolesterol, asam urat dan gula darah sewaktu. Sayapun dapat memastikan apa saja yang harus saya waspadai terutama memasuki usia setengah abad, di mana kondisi tubuh mulai berbeda seiring usia dan akan mempengaruhi semua organ vital yang bekerja secara dinamis. Saya pun masih mengkonsumsi obat kolesterol untuk menurunkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, saya juga masih mengkonsumsi herbal dari HNI-HPAI lebih dari 12 tahun. Hasilnya? Alhamdulillah saya merasakan manfaatnya, walau prosesnya menanhun tetapi saya yang menjalankan kesehariannya pun lebih baik. Kalau ada rasa pegal dan lelah, itu hal yang wajar karena usia juga yang membuat saya harus sanggup menjaga ritme kerja tubuh dengan tuntutan realitas hidup. Semoga ikhtiar hidup sehat ini menjadi bekal untuk beramal, bermuamalah berbagi dan melayani. Sehat itu nikmat. Sehat itu mahal dan sehat itu membuka kreatifitas luar biasa.





Jumat, 06 Februari 2026

Cerita Pendek #12 Tenang

 MELENGGANG TENANG

https://www.sendyyunika.com/2024/04/pekerjaan-ibu-rumah-tangga.html

Perempuan adalah makhluk yang  harus serba bisa. Begitulah pemokiran sederhana Hanna, ketika dia merenenungi kondisinya saat ini. Hanna yang sudah menikah dan memiliki dua anak berusia remaja, 11 dan 9 tahun merasakan hiruk pikuknya menjadi ibu rumah tangga. Dia suka membayangkan pengalamannya menjadi ibu rymah tangga yang memiliki dua anak kecil dan juga bekerja di ranah publik. Keseruan menjadi istri dan ibu diwarnai dengan naik turunnya tegangan hidup yang dilalui bersama suami dan  anak anaknya. Keluarga kecil yang harus berjuang menata diri, pasangan dan keluarga. Walaupun sang suami memberi izin bekerja di ranah publik tetapi Hanna memilah dan memilih pekerjaan yang sesuai dengan kondisinya saat itu.

Bekerja dan berperan di dua ranah yang berbeda menuntut konsentrasi yang tidak sama. Yang  pertama, Hanna mencurahkan perhatiannya untuk mengawal kehidupan rumah tangga, dan membagi peran bersama suami untuk menjaga keseimbangan siklus kehidupan keluarga agar tetap berjalan baik dan dinamikanya berjalan harmonis. Hannapun menyadari bila dalam proses kebersamaannya selama 12 tahun terakhir menghadi pasang surut yang melatihnya untuk mengelola emosi  dan merespon masalah dengan cara positif. Hanna memiliki tugas lain di luar rumah, sebagai karyawan paruh waktu yang membutuhkan strategi jitu agar pengaturan perannya dapat selaras satu sama lain. Bila tiga hari kerja yang dia ambil untuk bekerja di kantor maka, empat hari lainnya dia akan mengerjakan pekerjaan rumahnya bersama anggota keluarga. Siasat yang harus diterapkan Hanna melingkupi pengelolaan pekerjaan domestik rutin dan mendampingi rutinitas suami serta anak-anak. Seperti hari ini, yang akan Hanna lalui sejalan dengan perannya di dua ranah; ranah domestik dan lanjut ke ranah publik.

Seperti hari-hari sebelumnya, setiap dua kewajiban datang bersamaan, maka Hanna hanya akan membuat prioritas secara berurutan. Pertama menyelesaikan urusan rumah tangga. Urusan yang harus tuntas sebelum dia keluar rumah dan memastikan setiap anggota keluarga mendapat layanan sempurna. Pag hari ini, contohnya, Hanna sudah bangkit dari tidurnya pada pukul 03.30 wib. Artinya, dia akan melaksanakan serangkaian amanah rumah tangga. Dimulai dengan mencuci pakaian dan meninggalkannya di mesin cuci. Berikutnya, dia akan sibuk dengan persiapan sarapan, bekal makan siang dan mencuci perabot dapur. Setelah selesai pada bagian pertama, Hanna menunaikan kewajibannya sebagai muslimah sementara suami dan anak lelakinya berangkat ke Masjid depan komplek perumahan mereka. Selesai dengan urusan mencuci baju, Hanna akan menjemurnya di belakang rumah dan memastikan semua cuciannya berada dibawah pelindung kanopi yang bila hujan datang, pakaian-pakaiannya aman. Beralih ke dapur, Hanna menyiapkan bekal makan siang mereka sesuai pesanan masing-masing. Menu bekal makan hari ini adalah  nasi, ayam kecap dan capcai. Sedangkan permintaan kedua anaknya adalah roti isi daging asap dan susu kotak serta buah melon. Hana sendiri membuat bekal sama dengan sang suami. Anak-anak dibangunkan oleh sang ayah dan mereka bersiap untuk berangkat, sedangkan Hanna segera membersekan semua perangkat yang masih terserak didapur dan bergegas menyiapkan diri untuk berangkat kerja. 

Semua berjalan seperti biasa. Yang tidak baisa adalah peran setiap anggota keluarga yang memiliki tanggun jawab sesuai porsi masing-masing. Hanna sendiri bersyukur bila suami dan anak-anaknya tidak menunjukkan "masa;lah" yang terkait perlengkapan pakaian atau buku-buku sekolah. Mereka pun berangkat pukul 06.30 wib untuk mengantar si sulung dan adiknya di sekolah yang sama. Sedangkan Hanna dan suami selanjutnya meneruskan langkah mereka ke tempat kerja masing-masing. Hari yang sibuk karena sang manager rumah tangga memiliki tanggung jawab di luar rumah dengan tetap mendapat izin dari suami tercinta. Hanna akan kembali ke dunianya bersama keluarga kecilnya dan menapaki setiap harinya dengan warna cerah yang membahagiakan.

Cerita pendek #11 Amanah

PINJAM SEBENTAR SAJA 

https://www.istockphoto.com/id/foto/tampilan-atas-barang-barang-kantor-dengan-laptop-wireless-mouse-kalkulator-cangkir-gm647123118-117383375

Pesan masuk di hari jum'at pagi ini pukul 08.34 wib via Whatsapp personal yang isinya peminjaman perangkat keras yang bernama komputer jinjing membuat indera penglihatan Rida memebesar sesaat dan bergumam, "Akhirnya bisa juga memanfaatkan fasilitas perusahaan", tetapi sedetik kemudian, netranya menangkap kata kata kunci yang membuatnya berpikir keras, "hanya sampai dia ada laptop". "Ehmmm, kapan ya aku bisa beli laptop bekas? Kalau pinjam uang, rasanya gak bisa bayar cicilannya. Tapi paling gak aku gak minder kalau harus presentasi produk ke calon calon klien." Semoga rezeki ini akan memberi kemudahan aku dalam bekerja. Mendapat kebaikan seperti ini mernurutnya tidak boleh disia-siakan, ini adalah amanah yang harus dijaga fisiknya dan digunakan sesuai kepentingannya. 

Rida pun bersiap memulai kerja hari jum'at ini dengan megikuti pengajian pagi diiringi dengan memyimak ceramah seorang ustadz yang diundang HRD. Rida pun mendapat pencerahan dari isi pesan yang disampaikan penceramah. Intinya, siapapun kita bila pekerjaan itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan maka jadikanlah dia amanah, apalagi kita diberikan kepercayaan menggunakan fasilitas perusahaan. Mari kita biasakan berperilaku Ikhsan. Artinya, di manapun kita berada maka yang akan melihat kita adalah Allah SWT bukan atasan atau kata lainnya manusia. Karena di sanalah kita diuji, baik kejujurannya, dan kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan. Dalam benak Rida, apa yang disampaikan pak ustadz memang yang seharusnya dia lakukan.

Bekerja, menyelesaikan rangkaian tugas adalah keseharian pegawai. Begitupun dengan Rida. Walau dia hanya pegawai biasa, tetapi perannya juga dihitung sebagai kinerja profesional yang balasannya diberikan dalam bentuk gaji bulanan dan bonus.  Sementara fasilitas yang dia dapatkan di tahun keduanya bekerja adalah "buah" dari kerja kerasnya dan pembuktian profesinya sebagai pegawai bagian akuntansi. Hari beranjak siang dan Rida sudah menyiapkan alat tempur untuk dibawa pada pertemuan klien. Dia mendapat tugas mendampingi ibu manager yang akan mempresentasikan produk serta kerja sama layanan masyarakat dengan kementrian Perindustrian. Rida ditugaskan sebagai notulen dan itu membutuhkan perangkat teknologi yang memadai.

 

Selasa, 03 Februari 2026

Kuliner #1 Sugeng Rawuh

 AYAM KREMES MBOK KENCUR


Ayam Kremes Mbok Kencur PGC_04022026

Dari nama dan tampilan brandnya ini adalah khas tempat kuliner jawa; Ayam kremes Mbok Kencur yang cita rasanya pasti berbau kencur. Kukira ada seblak ternyata gagal fokus. Tidak semua makanan yang berbau kencur itu juga harus seblak. Padahal jelas jelas nama makanannya Ayam Kremes. 


2026 #6 Moment

FALSE CELEBRATION

BHIS 04022026

Pagi yang kuawali hari ini adalah pagi yang akan menuntunku menjelajahi petualangan hidup nyata. Bangun pagi dan tugas domestik bagian pertama terlewati dengan hiruk pikuk mempersiapkan anggota keluarga yang akan beraktifitas baik ke lembaga pendidikan juga ke tempat kerja. Sukses bagian pertama mengantarkan anak-anak sekolah dengan selamat membuat aku kembali bersiap untuk menyelesaikan perjalanan transportasi menuju lokasi klien yang berjarak sekitar 20 km. Agenda hari ini adalah menyelaraskan tujuan pembelajaran bersama agar kami dapat beriringan dan saling memberi dukungan untuk mencapai akhir yang baik. 

Tiba di lokasi yang dituju, aku langsung membuka aplikasi note dan mencatat poin-poin penting agar info disajikan dapat sampai dengan utuh dan jelas.  Di sisi lain, aku pun memutuskan untuk mengadakan "False Celebration" selama 10 menit untuk memberikan ruang peserta menyampaikan pencapaian mereka, megakui kekurangan dan menghargai proses serta usaha yang telah dilewati setelah enam bulan. Setiap peserta mendapat porsi waktu untuk mencurahkan apa yang mereka rasa dan raih serta apa saja yang mereka usahakan untuk rentang waktu enam bulan ke depan. Dari sisi aku sebagai fasilitator pun, aku menyampaikan evaluasi umum terhadap pencapaian mereka dan mengingatkan kembali apa yang telah tersampaikan terkait capaian semester satu. Reorientasi target pembelajaran ini akan dilanjutkan ke dalam bahasan bahasan lain yang fokusnya adalah CL, CI dan CM.

Selama pelatihan berlangsung, aku bisa menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan masukan peserta tentang materi, mengingatkan kembali target sebelumnya dan menyampaikan ulang bahasan umum semua topik di semester ini. Setelah sesi False Celebration rampung, aku menerima special guest yang memantau, mengamatiku menjelaskan dua topik bahasan yang aku selaraskan dengan kegiatan memicu peserta untuk memberikan contoh-contoh berdasarkan pengalaman di kelas mereka. Aku sendiri merasa percaya diri diamato oleh beliau dan sepertinya semua yang hadir tidak terganggu. Apalagi, beliau mendokumentasikan apa yang aku sampaikan sepanjang pelatihan. Rasanya tidak berbebani ketika beliau memperhatikan apa yang kubicarakan dan menuliskannya secara daring via teknologi, sehingga peserta dapat melihat kembali ungkapan-ungkapan bahasa yang aku contohkan di layar TV. Yang menarik dan berkesan dari pertemuan "istimewa" ini adalah pemaran beliau yang menarik untuk kegiatan- kegiatan berikutnya.

Salah satu bagian yang menarik adalah masukan untuk guru dan juga untuk aku sebagai fasilitator. Peserta diarahkan untuk menjawab pertanyaan seputar  topik yang sedang dibahas, atau fasilitator memberikan beberapa situasi dan setiap orang memberikan model jawaban. Di sisi lain, fasilitator bisa meminta peserta untuk menulis jawaban atau respon atau ungkapan bahasa dari situasi atau pertanyaan yang diberikan. Selanjutnya hasil yang mereka buat ditempelkan pada topik dalam modul masing-masing. Masukan positif beliau aku tangkap sebagai umpan berkelas karena setelah hari ini, aku akan merancang seperti apa yang bisa dilakukan di pertemuan berikutnya. Tidak ada perasan tersinggung apalagi marah, yang ada ungkapan bahagia karena yang tersampaikan buka sekedar masukan tetapi kesempatan lain untuk mencapai tujuan yang sama. Terlebih lagi, cara beliau mengungkapkan semua hal di atas adalah profesionalisme sebagai bagian dari monitoring checklist yang elegan dan santun sehingga aku yang menerimanya pun senang dan menjadikannya motivasi untuk berbagi lebih baik di waktu yang akan datang.

Bersyukur dan yakin bila Allah SWT, memberikan warna hidup seperti pelangi dengan ciri khasnya masing-masing. Sehari sebelumnya aku tersentil karena sesuatu yang kupikir bisa disajikan dengan cara yang lebih baik, tetapi hari ini aku mendapatkan sesuatu di luar kendali "out of the box"; kehadiran staf management tidak terencana dan memberikan saran saran baik untuk pelatihan ke depannya. There's always a silver lining", ikhlas menerima sandungan dan yakin bila kuta memiliki niat baik, bersungguh sungguh memperbaikinya dan terus menerus meningkatkan mutunya maka Allah SWT pasti memberi jalan kebaikan yang lain. "Trust me it works!"


 

 

Legowo #3 Nama Pilihan

 DIA YANG TERPILIH

https://ecentral.my/nama-anak-perempuan-dalam-islam/

"Bang, aku mau usul nama buat anak kita, boleh ya?


2026 #5 Warisan

 JEJAK ITU KEBAIKAN

https://red-joss.com/jejak-kebaikan/

Hidup yang kita jalani hari ini adalah tumpukan cerita berangkai yang akan menjadi bekal kebaikan di akhirat kelak. Syukur jika jejak itu memberi dampak, baik secara langsung atau tidak langsung oleh penerima manfaat. 

"Tugas ibu adalah mengajar saja ya, kalau ada pertanyaan, permintaan atau hal yang lain nanti bisa disesuaikan. Ibu bisa hubung Risdebang jika berhubungan dgn materi dan ke PJ program kalau berkaitan dengan administrasi" (30 Sept. 2025)

Hari ini, 3 Pebruari 2026 di sore yang bertabur hujan terjadi lagi sesuatu ya membuat hati *Freeze* sesaat setelah pesan WA dari salah satu ST yang terbaca. Mungkin cara beliau yang mengoreksi materi yang harus diberikan dan informasi *lama* yang aku pegang.

Sebagai pribadi yang mengaku profesional, jujur, aku tersentil dengan ungkapan dengan nada tinggi,  "Ms. Ikuti materi yang sudah dilampirkan di link saja."  Sementara itu aku bertanya dalam hati, beliau ini tahu gak sih jika yang buat materinya itu aku. Lanjut, beliaupun menginfokan bila materinya berputar di bagian bagian yang serupa sehingga para peserta pelatihan merasa mereka tidak mengalami kemajuan dalam hal kemampuan berkomunikasi ketika mengajar. Sememtara, Aku sendiri masih berpatokan pada dua hal: Pertama hasil pengamatan sehari sebelumnya  dan materi yang kupahami harus sesuai dengan arahan sebelumnya" aku memutuskan utk mendiskusikan keduanya karena ada bagian yang bisa dibicarakan didiskusikan dan kemudian akan dipandu di sesi praktek. 

Sedikit terkejut karena sepertinya aku dianggap "tidak mengikuti alur" dan memang sepertinya aku yang melakukan kesalahan. Kesalahan ku karena tidak mengikuti jadwal tayang bahasan dalam link. Setelah aku klarifikasi alasannya, akupun segera menyatakan akan mengikuti alur yang sudah *diperbarui* tanpa mengusik keinginan terbeasrku untuk menjelaskan sejarah di belakangnya. Aku harus memahami kembaĺi bila posisi aku terbatas sebagai penyampai materi bukan mengatur alur yang sudah diputuskan tim walau sejujurnya, ada "missing info" di sana. 

Apapun yang aku terima hari ini dan bagaimanapun situasi yang terjadi di lapangan, masukan atau kritikan para peserta menjadi hal positif yang menurut "Ibu Septi Peni" adalah bagian untuk terus mengasah keterampilan mengajar dan menjadi peluang kebaikan untuk memperbaikinya. 

Awalnya berat karena permintaan itu bersasarkan keluhan yang tersampaikan. Tetapi sesungguhnya yang terjadi adalah bagaimana merespon peristiwa tersebut dengan cara profesional. Kejutan yang rasanya langsung masuk ke hati dan kesadaran diri bila apa yang diamanahkan itulah yang harus diselesaikan sedangkan isinya silakan mengaturnya sendiri. Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa, dan kejadian sore ini cukup mengingatkan ku untuk kembali pada Sadar diri, sadar posisi dan sadar batasan. Bisa jadi yang beliau alami berat karena masukan itu datang sebagai kritikan pedas.

Aku sendiri sebagai fasilitator berusaha menempatkan diri dan terus menggali potensi mana yang dapat dijadikan kajian atau diskusi yang merambah ke bagian unjuk kerja sehingga hasilnya dapat  terlihat dalam jangka waktu singkat. Keinginan kuat untuk membantu melengkapi bagian yang kurang lima tahun yang lalu sudah terpenuhi 80%. Bukan untuk dipamerkan sebagai keberhasilan pribadi dan bukan pula untuk diakui sebagai sebuah daya ungkit yang mendatangkan sanjungan. Apa yang sudah terpenuhi adalah bagian perjuanganku untuk memberikan layanan pelatihan standar. Karena sependek pemahamanku, satu program pelatihan harus dilengkapi dengan materi ajar dalam bentuk cetak. Bila nanti isi materi tersebut dilengkapi, direvisi, atau malah diganti tentunya aku pasrahkan pada tim. Yang kuinginkan adalah adanya jejak langkah yang jelas bila program yang baik akan memberikan bekas jejak kaki yang baik pula.

Bila yang sudah aku rampungkan ini memberi manfaat, semoga menjadi bekal kebaikanku di akhirat kelak. Betapa bahagiannya jika mereka yang sudah mengikuti proses pelatihan sudah mampu mengaplikasikannya di kelas. Kesimpulannya, tidak ada yang perlu disalahkan, aku sendiri berusaha menguasai hati agar terjaga emosiku dan tetap tenang ketika menanggapi kejadian hari ini. Sepeeti peoatah, Practice makes perfect itu memang benar adanya, karena dengan aneka lika liku kejutan serta pengalaman di lapangan akan menunjukan seberapa kokoh seseorang bertahan menyelami realitas kerja sesungguhnya. 

Senin, 02 Februari 2026

Syukur #4 Perjuangan

 I'M ALIVE


"Bu, kita harus siap siap menggelar rangkaian acara untuk program anak ya, karena setelah tim merampungkan diversifikasi untuk kids program, hari Kamis besok saya harus berangkat untuk kunjungan cabang secara berkala". Ungkapan pak Manager Cabang Pusat kepada seirang staff membuatku terkesima san secara spontan, aku hanya bergumam, "Kok aku gak diajak lagi. Padahal kan aku juga bisa dan bersedia membantu". Gumam ku sanbil lalu dan tetap tenang menyimak kabar dan siruasi terkini yang lagi-lagi membuatku mereka-reka apa saja yang tim rumuskan untuk prigran revisi ke depan. "Ah, kenapa denagn diriku yang masih berkeluh kesah dan mempertanyakan apa saja yang sedang terjadi." Segera kuenyahkan pikiran buruk yang melintas di kepalaku dan segera meyakinkan diri bila masih ada tempat bermain lain yang tidak kalah seru dan membutuhkan profesionalisme kerja.

Sekembalinya aku ke ruangan setwlah jam istirahat usai adalah kembali konsentrasi pada kegiatan asyik ku "sendiri", seperti anak autis yang betah berlama-lama dan sibuk dengan aktifitas bermain. Yang aku tahu saat ini, aku harus tegak berdiri, tidak kehilangan patokan kerja yang bisa terus digali, dikembangkan dan dituangkan dalam bentuk kelas pelatihan. "Mencuri" informasi yang membuat ku melihat peluang lain yang bisa diulik untuk memperkaya ilmu dan menantang kemmapuan mengemas paket yang mudah diterima publik.

"I'm alive!", seperti lagu Celine Dion yang mewakili semangat dan motivasi yang tidak hanya bertahan dan terpaku pada masa lalu yang indah. Saatnya keluar zona nyaman dan di sanalah aku merasakan uji nyali, apakah sanggup bertahan, mencari banyak jalan variasi yang akan memberikan warna lain pada nilai sebuah program. Ajakan dan dukungan pihak komunitas memberikan jalan lebar untuk sekali lagi menunjukkan kapasitas dan kemampuan diri meramu satu paket kegiatan berjenjang dan menghasilkan output yang jelas. 

"I get wings to fly... I feel that I'm alive". Hidup, denyut nadi kembali berdetak dinamis karena dari tawaran komunitas tersebut, membuka jalan baru bertualang di lingkup yang jauh lebih luas, jangkauan jarak yang lebih jauh serta  keragaman baru yang menjadi warna kelas nanti dan itu semua seperti sayap kanan dan kiri yang siap mengepak, naik ke aras secara perlahan dan mengarungi angkasa beraama sebuah kepastian mimpi yang utuh dan jelas akan ada hasil yang terlihat diakhir. 

Walau semua baru dimulai hari ini, prosesnya masih terus berjalan tetapi vibesnya sudah seperti siap tempur masuk ke arena bermain lain yang menantang dan penuh keseruan di semua wahananya. Yang harus ku yakinkan adalah, jangan gentar dan bulatkan tekad karen niat baik yang dimulai akan mengawal setiap langkah kaki. Kolaborasi, bekerja bersama, salaing berpegangan tangan dan mengikuti alurnya sampai akhir insya Allah akan mencapai hasil yang diinginkan. Break a leg! I'm sure I could go through all pins and needles!

Syukur #3 Niat

SEMUA BERAWAL DARI NIAT

 

https://www.surau.co/2025/09/36792/keistimewaan-niat-baik-dalam-islam/

"Dengan menyebut nama Allah, jalani hidupmu yakinkan niatmu, jangan pernah ragu. Dengan menyebut nama Allah, bulatkan tekadmu menempuh nasib mu, kemana pun menuju"

Kemanapun diriku melangkah, hanya satu yang harus kuingat, niatkan selalu untuk kebaikan

2026 #4 Arena Bermain

 E-FORM (ENGLISH FOR MOMS): LET'S THE JOURNEY BEGINS

Istock.com

Hadir di antara banyaknya program yang bermutu untuk kalangan perempuan maka E-form menjadi bagian penguat yang bukan hanya pelengkap gerakan para perempuan dalam lingkungan ekosistem Ibu Pembaharu. Tercetus ide cemerlang dari pimpinan program inovasi; maka nama kegiatan sederhana itu muncul menjadi motivasi besar untuk memperkuat kemampuan soft skill bahasa asing. Kegiatan itu pun akan menjadi rangkaian panjang yang terukur karena akan bermuara pada tujuan akhir; grow together make it matter, ibu profesional mendunia. Maka E-form akan menjadi debutan awal dan langkah kecil yang dibuat dalam bentuk yang tertata dan tersusun selaras dengan tagline Ibu Profesional 2026.

Seperti pekerjaan ku yang serupa sebelumnya, satu bagian yang tidak akan terpisah dari alur pembuatan program kegiatan adalah "Analisis Kebutuhan" klien. Dari di poin ini akan terlihat secara umum seperti apa program yang akan diluncurkan dan ditawarkan kepada para penerima manfaat. Adapun cara penyusunannya bisa dibuat dalam "Design Thinking" atau "Star Bursting" atau template yang paling sederhana adalah "Mind mapping". Semakin banyak data yamg dibutuhkan untuk dianalisa maka akan terlihat bagian mana yang akan menjadi prioritas berjenjang. Semua target sebisa mungkin diselaraskan dengan kemampuan awal calon peserta yang akan mengikuti program tersebut. Karena kegiatan ini adalah bahasa Inggris maka lingkupan yang akan terikat adalah keterampilan empat bahasa; Membaca, Menyimak, Berbicara dan Menulis.

Latar belakang program ini tercetus adalah keinginan komunitas untuk berkembang di ranah internasional, bersanding bersama negara-negara lain untuk bergerak, berbagi dan melayani kebaikan sesuai versi gender kami, perempuan. Perempuan yang tidak hanya mahir dalam lingkup domestik pun diharapkan mampu berjalan beriringan merawat kebaikan peradaban bersama pihak lain di mancanegara. Maka keterampilan berbahasa atau berkomunikasi verbal menjadi titik poin pelatihan. Dari sinilah, susunan kegiatan diarahkan berfokus pada kepercayaan diri (Self-confidence) dan kelancaran saat berbicara (Fluency).  

Ibu yang tergabung di komunitas memiliki tujuan bersama dalam gerakan harmonis. Untuk mengapai target yang luas serta relasi yang kuat maka jembatan komunikasi menjadi penting agar kesamaan perjuangan akan terasa kehadirannya dan dalam prosesnya, jangkauan program bagi penerima manfaatpun akan lebih bermakna. Gerakan harus bersama beriringan saling menyelaraskan dan kebersamaan semua komponen akan memberikan magnet positif. Semoga E-Form menjadi pendukung yang tidak hanya melengkapi langkah tetapi untuk menguatkan pergerakan yang senantiasa memberika kebaikan pada dunia. 

Ramadhan #12 Badai

  NOMADEN Rasanya baru saja menyesuaikan diri dengan lingkungan dan suasana baru, tetiba ada kabar kurang sreg tentang pembebasan lahan untu...