Kamis, 15 Juni 2023

Tips meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dengan cara mendengarkan musik

 

https://www.vecteezy.com/vector-art/2401868-vector-cartoon-illustration-of-young-pretty-woman-in-headphones-listening-music-music-lover-relaxing-when-enjoying-her-favorite-song-woman-character-holding-smartphone-in-her-hand-radio-podcast


Belajar bahasa Inggris menjadi lebih mudah karena banyak referensi yang tersedia di dunia maya. Mulai dari yang gratisan sampai yang berbayar pun  ditawarkan kepada para pembelajar yang ingin mengembangkan dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggrs pada keterampilan membaca (Reading), Menyimak (Listening), berbicara (Speaking) dan menulis (Writing). Kemudahan-kemudahan mendapatkan sumber belajar pun didukung dengan pemilihan tema tema yang ingin dibahas dan targetkan. Hal yang dapat mempercepat peningkatan kemampuan bahasa Inggris adalah motivasi dalam diri untuk mau belajar bersungguh-sungguh, melatih keempat ketrampilan bahasa dan pastinya ikut aktif mengaplikasikannya pada kegiatan seperti percakpan, presentasi, diskusi, menyimak pembahasan, memberikan opini, dan mengekpresikan ide melalui tulisan. Dari banyaknya sumber belajar yang tersebar di dunia maya, dan target yang ingin kita capai, maka titik poin yang bisa kita bidik untuk meraihnya adalah dengan memanfaatkan hobi yang menjadi bagian dari kegiatan kita sehari-hari. 

Salah satu hobi yang setiap orang suka melakukannya adalah mendengarkan musik. 


Minggu, 26 Februari 2023

Apakah Harapan itu masih ada?

 


Banyak hal yang kupirkan dua bulan terakhir ini. Hari-hari ku terasa semakin pudar dan hampa ketika apa yang kuimpikan tidak seindah cerita novel. Dua puluh tahun aku mengarungi bahtera rumah tangga, selama itupun aku merasa semakin terpuruk. Hanya tanggung jawab yang masih kumiliki dalam pikiran ku dan kuusahakan untuk dipertahankan selama aku bisa. Bukan karena aku ingin dikasihani atau diapresiasi. tapi, aku masih waras untuk melakukan usaha mempertahankan keluargaku.

"Kamu masih tetap mau bertahan mendampingi suami yang model begitu?", itulah protes ibuku ketika aku mengeluhkan kondisi ekonomi keluarga yang kembang kempis dan terpaksa berhutang kanan kiri hanya untuk menutupi lapar.

"Ya mau gimana lagi, bu? Mas Andi yang memilih pergi dan berjanji akan pulang. Aku sendiri gak sanggup berpisah karena 3 punya anak yang masih sekolah dan butuh biaya banyak". Sementara ini aku punya kerjaan yang bayarannya  gak gede tapi Alhamdulillah, jasaku sebagai buruh cuci di 3 rumah tetangga bisa untuk beli beras dan lauk sekedarnya. Mohon do'akan mas Andi cepat pulang ya bu". 

"Ya, terserah kamu. Hidup ya hidupmu, tapi jangan  suka mengeluh kalau kamu punya masalah!"

Perihnya mendengar kata kata ibu. Padahal aku hanya ingin sedikit berbagi dan melepaskan beban hidup sesaat. 

Aku mencoba memahaminya, beliau yang sudah renta seharusnya tidak memikirkan hal hal yang berat. Waktunya untuk menikmati hidup. Kuhapus bulir airmata yang lolos dari sudut mataku dan bergegas pamit pulang. "Ibu, Marni pulang ya. Salam buat bapak". Ku cium tangan ibu dan melangkah keluar rumah dengan hati sendu.

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, aku masih merasakan sesak dan berat rasanya beban yang harus "kupikul sendiri". Anak sulungku yang baru saja lulus SMK meminta restuku untuk melanjutkan kuliah Anak kedua ku yang naik kelas XI di SMA swasta pun sudah merengek meminta uang SPP yang belum dibayar selama 4 bulan. Belum lagi yang bungsu, saat ini kelas 5 ngambek minta dibelikan telepon genggam. 

Seandainya, hidup bisa ku disain sendiri sesuka hatiku, aku pilih jadi orang berkecukupan tanpa kekurangan materi dan semua yang dibutuhkan keluarga ku mudah terpenuhi. Tapi, ini bukan mimpi ini kenyataan hidup. Aku harus berjuang 10x lipat untuk mendapatkan penghasilan 700 ribu sebulan buruh mencuci pakaian. "Astagfirullahaladziim, segera aku beristighfar dan memjamkan mata serta menguatkan hati jika semua yang aku hadapi adalah bagian perjuangan hidup ku" "Ayo bangkit, kamu sehat, kamu kuat, kamu pasti bisa!" Kata kata penyemangat itu memberi ku kekuatan untuk menaklukkan setiap tantangan. Semoga hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan semoga hari ini Allah Maha pengasih meridhoi setiap langkah kaki ku bekerja dan bermanfaat untuk keluargaku. 

Sampai rumah dengan selamat dan bertemu anak anakku. Senangnya melihat mereka semua sudah di rumah dan menyambut kedatangan ku. Walau rumah kontrakan ini kecil dan terkesan ala kadarnya, tapi aku bahagia karena ini istanaku dan aku memiliki keleluasaan untuk menjalani hidup bersama keluargaku.

"Anto, Tina, Ratih... ibu udah pulang nih, ada tiga bungkus nasi rames... yuk kita makan!" Segera ku tata nasi beserta lauk makan kami malam ini. Tak lama mereka datang dan memghampiri meja makan dan semuanya tersenyum karena makanan yang mereka lihat adalah lauk "istimewa". 

Melihat mereka tersenyum dan menerima jerih payahku hari ini rasanya indah sekali, segala penat ku hilang sesaat dan kami nikmati makan malam ini dengan do'a kesyukuran.

Semoga hari ini dan selanjutnya menjadi hari hari indah dan mendapat berkah untuk selalu berterima kasih atas anugerah Nya. 




Minggu, 19 Februari 2023

Gerak ku mengejar harapan 2023

 TIDAK PERLU MULUK-MULUK UNTUK MERAIH HARAPAN 2023



Bisa-bisa nya kamu buat timeline "Raih Sukses 2023", apa bedanya dengan timeline kamu tahun lalu? Itu-itu aja! Gak ada yang istimewa, gak ada hal baru yang perlu diperjuangkan, semuanya tetap merujuk pada kenyataan diri, "BERJUANG" menaklukkan asap dapur yang tidak kunjung usai. Begitulah perang rasa yang kualami semenjak PANDEMI awal Maret 2020 yang lalu. Setiap hari otak ku harus ku putar 360 derajat untuk bisa menutupi semua kebutuhan harian keluargaku. yang kuusahakan cuma bagaimana caranya menutupi kebutuhan perut yang tidak bisa ditahan apalagi ditunda. Aku anak pertama, aku tahu diri bila kondisiku tidak sebaik teman-teman sekelasku yang punya banyak mimpi serta cita-cita masa depan. Yang kuhitung sampai akhir Maret 2023 adalah menghabiskan hari demi hari bergelut dengan buku, tugas dan persiapan ujian sekolah SMA ku. Tidak ada harapan lain selain lulus, cari kerja dan penghasilanku untuk kebutuhan keluarga. Sedih?, pasti! Kecewa? Aku sangat kecewa dengan yang kualami. Ujung-ujungnya aku hanya menangis sendiri sambil terus mencari cara untuk mendapat tambahan uang saku ku agar bisa terus berjuang sampai ke sekolah. 


Ibu ku selalu bilang, "Ini ujian, mba. Jangan pernah disesali karena di sisi lain Allah SWT sedang memberi kamu pelajaran untuk bertahan hidup dengan cara kamu." Kamu kan jadi kuat tidak manja dan mau terus berjuang untuk bertahan". Jangan terus bersedih, lihat ke bawah, mereka yang tidak sempurna anggota tubuhnya, mereka yang harus berjuang 3x lipat daripada kita". Begitulah nasehat ibuku yang kudapati setiap kali beliau memergokiku sedang menangis. 

Seandainya dunia bisa kuatur semauku, mungkin hidupku gak sesusah ini. Mau makan aja pikir pikir 2x lipat. Mau makan di rumah bareng ketiga adikku atau makan sendiri di warung menikmati hasil kerja ku memunguti botol botol plastik. "Ah, mengapa mimpi itu indah banget. Aku mau apapun pasti bisa kudapatkan dalam mimpu ku". Bangun-bangun, Tuti!, ini kenyataan! terima saja dan terus bangkit walau harus terseok-seok. Lihat tuh ke bawah! lihat mereka yang jauh lebih menderita dan kembalilah bersyukur dengan yang kamu miliki." Kalau saja aku gak kuat iman, aku sudah ngamuk tiap hari di depan orang tua ku. kalau perlu ku maki-maki mereka karena membuat aku dan adik adik ku hidup susah! 

"Tuti...Tuti.... kamu di mana? sini sebentar", Biasanya ibu kalau panggil aku begitu sambil teriak. "Ya, bu. Sebentar, Tuti beresin tugas prakarya dulu". Segera ku tutup tugas prakaryaku dan bergegas menghampiri ibu.

"Ada apa ya bu, kok manggil Tuti sambil teriak?", "Maaf ya nak". Ini ada kerjaan buat kamu, besok Minggu pagi di rumah pak RW. Beliau ada syukuran rumah, terus minta kamu bantu cuci piring. Lumayan lho! kamu dibayar 150 ribu. Tugas kamu simpel, cuci piring ya." Ibu begitu bersemangat menyampaikan info tentang kerjaan.

"Cuci piring bu?" "Berapa jam?" kalau seharian gak bisa bu, tugas menyusun laporan belum kelar bu", begitu protesku kalau waktunya menyita tugasku yang lain. Ibu yang tetap sumringah tidak terpengaruh dengan protesku, "Tenang, nak. kerjaannya cuma dari jam 08 pagi sampe jam 12 siang aja. Gak lama kan?." "Lumayan, nak untuk beli beras 10liter terus sisanya buat kamu. Gimana mau ya?" Aku yang tidak bisa melihat wajah ibu yang penuh harapan, hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaannya. Lumayanlah 60ribu buat tambahan beli pulsa data.

Tidak yang salah dengan pekerjaan mencuci piring kotor sepanjang cara mendapatkannya halal, pekerjaannya ringan dan tempat nya tersembunyi. Aku menghibur diri agar semangat ku tetap terjaga. Walaupun, sbetulnya aku lebih suka mengetik di depan PC dan mendapat bayaran perlembarnya Rp 1500 rupiah, tapi tak apalah, karena ibu yang meminta dan sebagian uangnya untuk dibelikan beras, jadi aku kuatkan diri dengan mengucap basmalah, aku ambil pekerjaan cuci piring minggu ini. Senyuman ibu adalah satu satunya harapan yang kutulis dalam timeline ku di 2023, dan semoga dengan senyuman ibu, aku mendapat ridhanya untuk mendo'akan kumendapatkan pekerjaan setelah aku lulus sekolah. "Ya Allah yang Maha Kasih, kabulkanlah do'aku" Aamiin.

#TATITATU
#RBMIPJakarta

 

Senin, 31 Oktober 2022

Keep on good work or Move back


 What do you mean by 47?

I don't think I'm that old but when it turns 31st of October today, I think hard about what I have been doing so far and what I am going to do for the rest of my life. I am married with 4 children. Three of them are teenagers and the other one is still toddler. I feel exhausted once in a while but when I consider what I have been through for more than 18 years of marriage, I must struggle to keep everything under control and to my surprise, the older I am, the more challenges I am having everyday. I also have to struggle for my family's future and how to make us survive from the economic obstacles. I know I must work harder and I have to be wiser to my problems and try to be tougher and stronger to live with my own strength. 

It is not easy to act but I cannot move back to my past time and give up easily. All I want to do is how to save my religious saving for my future life later after death, and I do realize that I cannot afford to give my green back away for the charity. All I have is knowledge and experience in English. Hopefully, on my 47 years old today is the right moment to declare that my passion project is my passion of sharing. No other motivation than sharing and giving away all I have to the public. 

I do hope that my rest of life will give something beneficial points for surroundings. English and teaching are my bread of butter now and those will be my focus on sharing all I have. Besides, I also want to sharpen my language and teaching competence through practicing again and again. To prove them, I need support and motivation to move forward. Either I like it or not, I must struggle to pursue my happiness by giving, teaching and exploring all of my ability for the public.

 I love my family, I love my children and I fully ask Allah SWT shares His blessings on us everyday. The more I go further to improve my competence the more challenges I have been experiencing. Commitment and consistent are my habits to  prove and I must learn many thing including reading, and practicing. Listening to their needs and try to serve the best thing I could.

Dear Allah, guide me all the way to your Jannah. O. Allah. please give me more effort to be strong and tough and don't let me go ash ray.

Thank to my late beloved father, my mother, my husband, my children and my big family. My colleagues at work and my team at ibu profesional who have been helping me to what I am today. I know I am going to be 50 years old in three years' ahead and I must prepare for the worst thing if no body needs me because of my age. I'm always OK with a "SMILE"

#veztifalshow21_
#Lancarmenulis
#Praktikbaik
#IbuProfesional

Selasa, 25 Oktober 2022

English For Teachers #2 Classroom Language at School

 


CLASSROOM LANGUAGE AT SCHOOL ACTIVITIES

Teachers teaching subject through English find challenges on language expressions when they are talking to students, explaining a topic lesson, asking questions, giving feedback, giving instruction on assessment or doing evaluation on student’s achievement both oral and graph modes. In addition, they cannot mix or translate their language expressions. To meet their need in English communication, a set of habits and an ecosystem to reach the goal need to be designed well. A comprehensive activity should be executed to enable all members of school community practice and apply English in school areas. Whereas, teachers have big role to practice daily both in teaching and non-teaching activities. The support from other parties will encourage every teacher to show efforts and practice some simple expressions over and over again. The next strategic way is by focusing on places to be the point of English day practice such as canteen, library, teacher’s room, field, laboratory, headmaster’s room, parking lot and masjid. The key to practice the language is by practicing and applying classroom language (CL) and classroom instruction (CI) in daily activities.

The first action to be applied by the teachers is practicing classroom language in class. Teachers could explore different kinds activities to be their moment to speak up, explain, cheat-chat, ask and answer questions or to tell stories.  The other thing to prepare is a set of situation and CL as well as CI where teachers could check or refer the expressions they could choose from the simple ones. Practicing the expressions again and again could help their pronunciation better and their self-confident raised. Scheduling and time allocation will also keep them on discipline on speaking English when they do an activity. The most effective way to practice their English is starting from the teaching stages.

Classroom language (CL) is powerful strategic way for every teacher to practice their English in simple way. There are actually some different activities that can be done in class with different CL. In opening stage, for instance, teachers could do the greeting, socialization and praying. The phrases of “Hello, everyone!” or “Hi, champions!” is the simplest way to greet students, for example. Of course, teachers could give other variations on welcoming students. Other examples are, “How are you all today?”, “Everyone seems happy!”, or “You look sad. Is there something wrong with you?”. Simple expressions could trigger teachers to apply them in daily lessons, while the longer ones could be practiced later on when they have good self-confident to go further. Meanwhile, showing a procedure on cookery, for instance, could be a good moment to practice the CL. Moreover, other expressions on CL could be parts of teaching activities in Presentation, Practice and Closing stages.

Developing teachers’ ability in applying classroom language in class activities should be backed up with classroom instruction (CI) where teachers could give command language when the class are doing practice, production or assessment. As a matter a fact, the expressions used in CI has a slightly different from the CL. Teachers give some imperative sentences when they ask the students to open the book, the page of the book, share instructions on exercises or when they do the assessment. CI should be applied in simple sentences as students will catch what their teachers’ quests in a short time. The combination of CL and CI in class activities are good as long as teachers’ utterances are clear, brief and correct.

Teachers have challenges to teach subject and to deliver it through English. However, it can be good if the they know how to apply from the scratch. The two main focus on their language fluency is by applying CL for some time and continue to apply CI in lesson activities. Building teachers’ self-confidence also need support from other team by practicing English as well in daily work activities. This can become a habit and develop an environment where everyone will have roles to succeed the target of English activities at school. Teachers, students, school staff, headmaster and parents take part proactively to support and accomplish the goal on English environment at School. 


#veztifalshow21_
#Lancarmenulis
#Praktikbaik
#IbuProfesional

Selasa, 18 Oktober 2022

English For Teachers #1 Aplikasi Classroom Language di kelas



 Mempraktekkan Classroom Language di Kelas

Program bilingual yang sedang berkembang di lingkungan sekolah memiliki tujuan dan target menjadikan sekolah tersebut sebagai institusi yang mengaplikasikan dua bahasa (bilingual) pada kegiatan sehari – hari. Sekolah sendiri menerapkan berbagai kegiatan untuk membangun ekosistem yang akan mewujudkan lingkungan yang kondusif, serta peran serta para guru, staff dan murid menjadi tumpuan keberhasilan pembiasaan Bahasa Inggris di sekolah. Banyaknya tuntutan target yang harus terpenuhi baik oleh sekolah, kurikulum dan harapan orang tua, maka pengintegrasian semua kegiatan bermuara pada target di awal. Habitasi adalah kata kunci yang harus diterapkan oleh segenap komponen yang berada di lingkungan sekolah. Termasuk konsistensi penggunana Bahasa Inggris di dalam kelas Ketika pembelajaran beraangsung maupun di luar kelas serta di lingkungan sekolah.

Untuk membangun habitasi yang saling menguatkan maka kesepakatan Bersama (mutual agreement) harus ditaati, suasana yang dibangun pun perlu disiasati agar lingkungan nedukung semua pihak melaksanakan prosesnya Bersama-sama. Peran guru, siswa, staf, orangtua serta manajemen sekolah harus berjalan beriringan. Walaupun ungkapan Bahasa yang diaplikasikan dalam keseharian bentuknya sederhana, pembiasaan dan konsistensi yang akan menjadikan kegiatan tersebut berjalan lancar dan mendukung kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul kemudian adalah seputar apakah harus berbahasa Inggris yang Panjang dan rumit, apakah tata Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Inggris bertingkat atau apa saja ungkapan Bahasa Inggris mana saja yang bisa dilatihkan dalam bentuk sederhana sebagai bentuk penderasan bagi para guru yang harus membiasakan peserta didik berbahasa Inggris baik saat pembelajaran maupun di luar kelas.  

Kegiatan kegiatan yang dapat dijadikan tempat berkomunikasi aktif berbahasa inggris untuk guru dan siswa dapat dilakukan terus menerus dan diawali dengan mengaplikasikan ungkapan Bahasa kelas (Classroom Language). Guru sebagai pengajar di kelas memiliki peran besar membiasakan Bahasa Inggris. Ada beberapa bagian penting yang dapat dilatih oleh guru pada suasana-suasana di kelas. Menyapa siswa, Menanyakan perasaannya, meminta mereka melakukan sesuatu, mengarahkan mereka tentang suatu kegiatan, menjelaskan suatu hal sebelum masuk materi, melakukan tanya jawab di sesi brainstorming, meriviu materi yang sudah selesai dibahas, memberikan umpan balik serta menutup kelas. Selain itu guru pun tetap mengaplikasikan classroom language dan classroom instruction di sesi pokok bahasan.   Berikut ini contoh contoh penggnaan ungkapan bahas kelas (Classroom language) sederhana:

1.      Menyapa para siswa di kelas

Pada sesi ini, guru dapat mempraktekkan beberapa ungkapan Bahasa sederhana yang dapat diulang-ulang setiap waktu. Variasi ungkapan Bahasa dapat ditambah seiring pemahaman siswa terhadap ungkapan Bahasa sebelumnya.

“Good morning, class!” (Selamat pagi, anak anak)

“Hello, everyone!” (Halo, semua!)

“Assalamu’alaikum. Good morning champions!” (Assalamu'alaikum. Selamat pagi juara!)

“How are you all today?” (Apa kabar hari ini?)

2.      Memeriksa kehadiran setiap siswa

Pada bagian ini guru memeriksa kondisi para siswa dengan cara memanggil, atau menanyakan siapa saja yang tidak hadir beserta alasannya.

 

“Attention, please!” (“Perhatian semua!”)

“I will check your attendance”. (“Ibu/Pak guru akan memeriksa kehadiran mu”)

“I’ll call you one by one!”  (“Saya panggil satu persatu ya!”)

“Raise your hand and say, yes or present”. (“Angkat tangan dan katakana Yaa tau hadir!”)

“Where’s Ann?” Is she late?” (“Ann kemanakah hari ini? Apakah dia sakit?”)

“Is there anyone absent, today?” (“Adakah yang tidak masuk hari ini?”)

 

3.      Sosialisasi (Socialization)

Kegiata sosialisasi bertujuan untuk mengakrabkan guru dan siswa. Guru dapat membangun komunikasi yang santai, dan ramah dengan cara bercerita, memberikan pertanyaan agar para siswa aktif merespon sehingga kehangatan tercipta dengan baik.

 

“How is the weather today?” “Is it bright or dark?”

Have you taken your breakfast?

Did you wake up late?

Did you father or mother ride you to school?

“Are you tired?”

“You look all fresh! Are you all happy today?”

“Who woke up earlier today?’

“Who did homework last night?

 

4.      Pendahuluan (Lead in)

Guru yang mengajarkan suatu topik bahasan biasanya akan memulainya dengan melakukan beberapa kegiatan tanya jawab atau bercerita.

“OK. Class. Look at here. I have something for you!” (“OK. Class. Lihat ke sini. Bu/pak guru punya sesuatu untuk kamu”)

“Who can tell me. What is it about?” (Siapa yang bisa beritahu bu/pak guru. Apakah ini?”

“What animal is it?” (“Binatang apakah ini?”)

“Where does it live?” (“Di mana binatang tersebut hidup?”)

“There are a square, a triangle, a rectangle and a circle. What are they called?” (“Ada sebuah kotak, sebuah segitiga, sebuah persegi empat dan sebuah lingkaran. Disebut apakah mereka?”)

“Today, we are going to learn about shape”. (“Hari ini kita akan belajar tentang bentuk”)

 

5.      Sesi Penutup (Closing stage)

Setelah sesi utama selesai. Guru akan melakukan kegiatan riviu untuk mendapatkan umpan balik dari para siswa. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan memberikan rangkuman materi atau tanya jawab agar guru dapat mengevaluasi keterserapan siswa terhadap materi yang sudah dipelajari.

 

             “We have learnt about shape, today.” (“Kita sudah mempelajari tentang bentuk”.)

“What have we learnt today?” (“Apa yang sudah kita pelajari hari ini?”)

“Do you have any questions?” (“Apakah kamu punya pertanyaan?”)

          “Ann, mention three points from our lesson today!” (Ann, sebutkan 3 poin dari pelajaran kita hari ini!)

      “What is it called? (“Ini disebut apa?”)
      “How many shapes are there?’ (“Berapa bayak bentuk yang kita pelajari?”)

     “Can you mention them one by one?” (Dapatkah kamu bisa menyebutkan satu persatu?)

 

6.      Berdo’a (Praying)

Sebelum menutup pertemuan, guru akan mengajak para siswa untuk berdo’a.

“Who wants to lead a pray?” (“Siapa yang ingin memimpin do’a?”)

“Al, could you lead our prayer? (Al, ayo pimpin do’a!”)

“Silent, please. We are going to pray before going home” (“Tenang, semua. Kita akan berdo’a sebelum pulang.”)

“Raise your hands and let’s pray together”. (“Angkat kedua tanganmu dan kita berdo’a”)

 

Rangkaian kegiatan habitasi Bahasa Inggris yang dilakukan para guru setiap hari akan memudahkan para siswa untuk menyimak berulang kali dan mereka pun akan terbiasa dengan berbagai ungkapan Bahasa Inggris sederhana dan singkat, agar penyerapan kosa kata baik oleh guru dan para siswa dapat berproses setiap hari. Pembiasaan para guru dalam kelas pun dapat dilakukan juga Ketika mereka berada di lingkungan sekolah, seperti di ruangan-ruangan lain yang dapat dijadikan tempat untuk berlatih Bahasa Inggris sederhana. Ungkapan-ungkapan Bahasa Inggris seperti menyapa siswa, menanyakan nama panggilan, berasal dari kelas berapa, atau sekedar menanyakan kabar dan kondisinya.

Kegiatan para guru yang sudah membiasakan berbahasa Inggris praktis dan mempraktekan ungkapan hahasa (Classroom Language) dapat memperlancar dan membangun kepercayaan diri mereka secara bertahap.

 #veztifalshow21_
#Lancarmenulis
#Praktikbaik
#IbuProfesional

Minggu, 16 Oktober 2022

Writober #10 Ancala

LIHAT MANFAATNYA



Berakit-rakit ke hulu, berenag-renang ke tepian. Pepatah lawas yang sampai hari ini masih ampuh memberikan suntikan semangat adan dukungan kepada siapa saja yang ingin meraih cita-cita. Cita-cita adalah impian setiap anak. Cita-cita itu pula yang memberi motivasi pada siapa saja untuk mencapainya. Kemauan kuat dan motivasi tinggi ditambah dengan latihan keras mungkin menjadi salah satu poin yang akan mengantarkannya menuju gerbang kesuksesan. Apapun yang dihadapi, akan ditaklukan tidak peduli seberapa berat ujian yang harus dilalui. Ketekunan belajar, berlatih mengikuti serangkaia lomba agar menjadi profesional adalah langkah langkah yang ditempuh untuk sukses. Keteguhan hati karena pilihannya sudah bulat dan tidak mudah terpedaya dengan tawaran bakat lain yang aduhai melatih mental untuk tidak mudah mengeluh dan menjadi lecutan semangat untuk maju, 

Seperti guunung yang berdiri tegak, tidak pernah letih dan beranjak dari tempatnya. Tidak iri dengan yang lain yang mungkin dapat menikmati keindahan alam. Gunung dengan penuh percaya diri terus memberi manfaat dengan kekayaan nya sebagai sumber mata air atau bahkan mata pencaharian orang orang yang tinggal di sekitarnya. Dia memiliki segudang keuntungan untuk menjalani kehidupan sehari-hari; mata air jernih, tanah gembur, udara segar tanpa polusi, tanah kosong yang dapat digarap, serta kekayaan bumi di dalamnya yang bisa digali, dieksplorasi dan menghasilkan cuan. Berduyun-duyun orang ingin merebut bahkan mengeksploitasi kekayaannya. Gunung tidak pernah mengeluh atau pun marah karena miliknya diboyong dan meninggalkan kerusakan alam. 

Kejadian akan berbalik arah, ketika gunung erupsi mengeluarka muntahan isi perutnya dan memberikan banyak kemalangan untuk masyarakat sekitar. Mereka yang menjadi korban, mungkin mengutuk perbuatan si gunung yang merampas habis miliknya, korban jiwa pun munkin menjadi rentetan musibah yang mengenaskan. Kerusakan tempat tinggal, ladang, fasilitas umum tidak terkecuali. Hebohnya pemberitaan, kepayahan dan kesusahan yang dialami menjadi bulan bulanan si gunung tanpa memikirkan apa yang sudah ancala berikan untuk kemakmuran rakyat. Harta, benda, nyawa hilang dalam sekejap. Duka mendalam dan proses perbaikan yang memakan waktu lama harus ditwmpuh untuk meenjalani kembali kehidupan nyata.

Lihat hasil yang gunung keluarkan dari perutnya. Dia memberikan manfaatnya. Tanah yang subur, sumber pasir melimpah membuka peluang bisnis yang mengalirkan pundi-pundi kepada mereka yang pandai memanfaatkannya. Hilang cercaan, makian datang keuntungan demi keuntungan yang secara ekonomi membangkitkan sumber kesejahteraan hidup. 

Itulah si ancala, dia tetap tegar berdiri dengan penuh percaya diri. Menetap dan memberikan banyak manfaat untuk mereka yang tinggal di sekelilingnya. Tanpa mengungkit apa yang sudah diperbuat manusia yang jahat dan tidak membalas kebaikannya. Dia tetap memberikan manfaat dan alamnya untuk dinikmati.

Siapapun yang memiliki cita-cita, bisa belajar dari keteguhan Ancala yang senantiasa konsisten dengan keberadaannya. Selalu rendah hati dan senang berbagi manfaat bagi yang lain. 

#writober2022
#Ancala
#RBMJakarta
#IbuProfesional

Peristiwa #20

  HARI BARU: TIDAK MENYERAH Keidupan berjalan seperti roda. Dia berputar ke atas lanjut ke bawah. Seperti aku yang sudah resmi berubah statu...