Minggu, 17 Mei 2026

Peristiwa #12

 SANDAL JEPIT


Sudah dua minggu berlalu semenjak Senin 4 Juno 2026 suasana lantai satu serasa senyap, bukan karena jumlah pekerja yang sedikit tetapi suara khas yang membuat heboh ruangan yang menghilang. Terlebih lagi, aku tidak mendapati sandal jepit yang warna dan motifnya lucu pun tidak terlihat di rak. "Kemana sandal itu?, apakah dibawa pulang? Gak mungkin dia bawa ke rumah, alas kaki itu kan memang untuk dipakai di sini", gumam ku sambil mencerna kira-kira apa yang sedang terjadi. Aku sendiri mengambil alas kakiku dan memulai hari kerjaku hari itu. Rasa penasaran semakin membumbung ketika kulirik jam dinding yang menunjukka angka sembilan lewat lima menit. Tidak ada satupun yang datang padahal jam kerja harus sudah mulai pukul sembilan tepat. Perasaan tidak nyaman mulai merambat dan aku tambah gelisah saat waktu terus berlalu di sembilan tiga puluh menit. Aku hanya menghela nafas panjang dan aku putuskan mengirim pesan pendek padanya. Semoga ada jawaban dari ketiadaan sandal jepit itu.

Seperti biasanya aku akan mengawali pesan pendek dengan menilis sapaan salam dan menanyakan kabar.



Kamis, 16 April 2026

Peristiwa #11 Bergerak

 WELCOME TO E-FORM (ENGLISH FOR MOMS)

Ibu Prmbaharu Project #1

Akhirnya, jadi juga program yang sebenarnya sudah hampir tiga atau empat tahun lalu didengungkan. Hanya saja saat itu ada beda nama. FEE-Pro (Fun English for Emak-emak) Profesional. Bila dicolek dari nama programnya pasti sudah jelas yaitu para ibu rumah tangga yang membutuhkan pelatihan bahasa Inggrid untuk lebutuhan pribadi, kerja, keluarga dan juga anak.


 

Rabu, 08 April 2026

Peristiwa #10 Pengakuan

 MELEWATI LITA:  BANGGA MENJADI LANSIA

SDIT BHIS_February 2026

Melangkah memang harus maju ke depan bila labgkahnya mundur namanya berbalik arah. Membersamai semua peristiwa dalam keadaan sadar dan memahami bila mulai tahun ini, semua tidak lagi sama. Belajar dan berkembang sudah melewati fasenya. Maka yang harus disusun dan dirangkai mulai awal tahun ini adalah kesiapan menerima diri dan kesanggupan untuk konsisten berjalan meraih masa depan yang nyata walau baru sebatas fiksi. Bangga menjadi bagian dari rentang usia melebihi angka limapuluh bukan berarti rendah diri apalagi bertahan dan akhirnya malah menyerah dan jatuh tidak berdaya karena pihak lain melihat penurunan kinerja seseorang. Saatnya menunjukkan diri seperti ilmu padi. Semakin berisi semakin berkualitas. Usia boleh lanjut tetapi berkarya dan memberi manfaat bagi yang lain adalah pilihan terbaik dilandasi keikhlasan dan bekal pengalaman hidup serta prestasi dalam menunjukkan hasil kerja cukup untuk melangkah percaya diri bertahan, bersaing dan berdampak.

 Di tengah perasaan gelisah yang semakin hari semakin menumpuk, serta turunnya tingkat kepercayaan diri karena kehadiran fisik tidak menjamin adanya interaksi profesional maka jalan tengahnya adalah tetap berpikir positive, terus menggali ide untuk membantu menyusun, mengembangkan modul pembelajaran dan terus mencari cara mempersiapkan presentasi di kelas untuk tingkat dewasa. Isi kepala yang berisik dan ramai timbul-tenggelam kejadian kejadian yang di sana mengarahkan diri untuk mereka reka arah mana jalur yang harus dipijak. Tidak mudah, karena semakin lama semakin sepi. Semakin jauh raga dan jiwa dari lingkaran kerja.

Melihat dan menimbang kondisi saat ini, maka satu cara yang bisa kita ambil adal tetap KONSISTEN bekerja dalam ranah profesional. Menyelesaikan setiap amanah tugas walau peran itu hanya menjadi pelengkap. karena sejatinya seorang profesional bukan tentang seberapa bangga dia menjabat suatu posisi tetapi bagaimana ketuntasan sebuah pekerjaan menjadi fokus utama karena klien yang kita layani adalah amanah yang harus dirawat. Membuang rasa rendah diri dan terus mengasah dan menajamkan keahlian untuk menjadi yang terbaik adalah prestasi tertinggi dalam lingkup kerja nyata.

peristiwa #9 Penerimaan

 IKHLAS MENJAGAKU TETAP WARAS                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       

Selasa, 31 Maret 2026

Peristiwa #8 Menunduk

 SELALU ADA JALAN

Fizzzo_kuli hina jadi Arsitek Dunia

Hari pertama kerja setelah dua minggu libur hari raya Idul Fitri terasa kembali dalam pusaran kesibukan yang terus merangkak. Kembali ke 

Sabtu, 07 Maret 2026

Ramadhan #12 Badai

 NOMADEN

Tampak depan Rumah TF 12 C/7




Rasanya baru saja menyesuaikan diri dengan lingkungan dan suasana baru, tetiba ada kabar kurang sreg tentang pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan bendungan. 

Kamis, 05 Maret 2026

Rhamadan #11 Rezeki

 KARENA IKHLAS REZEKI DATANG

Hadiah Ramadhan 1447H_Al Four 10032026

Notifikasi pesan singkat dari aplikasi Whatsapp muncul di web Nanda, dan dia pun segera bertahmid berkali-kali. Benar adanya, bila Allah SWT memberikan rezeki yang tidak pernah dia sangka-sangka. Teringat beberapa waktu lalu di awal bulan Ramadhan, Nanda beberapa kali menengadahkan tangannya dan menyampaikan curahan hatinya serta berucap, "Ya Allah yang Maha Pemurah, aku ikhlas menerima peran dan kondisiku saat ini. Berikanlah kepadaku kesabaran dan kemudahan jalan untuk menjalankan hidupku bersama keluargaku. Aamiin."

Siang ini Nanda sudah bersiap di depan laptop untuk mengajar kelas privat. Kelas yang khusus memenuhi permintaan klien sesuai dengan target belajarnya. Kebetulan peserta belajar yang mengikuti kelas tersebut adalah mahasiswi semester 4 jurusan bisnis. sebelum Nanda membuka kelas, secara tidak sengaja dia melihat nama klien yang familiar di matanya. Dia pikir akan ada undangan mengisi pelatihan bahasa Inggris, ternyata isi pesannyadi luar dugaannya. Ada sebuah gambar yang pesannya tentang pembagian sembako. Sesaat kemudian, matanya membola dan senyum terukir di bibirnya. "Masya Allah, Alhamdulillah dapat rezeki", gumamnya diiringi tahmid beberapa kali karena begitu bahagia. Nanda menerawang pada keresahannya tentang hadiah lebaran tahun lalu. Pada minggu pertama puasa, Nanda membayangkan jika tidak ada tugas mengisi pelatihan bahasa Inggris di dua tempat berbeda, maka hilang kesempatan mendapatkan hadiah paket hari raya seperti tahun lalu. "Seketika, dia menghela nafas panjang dan beristighfar, diapun mengingat jika kita berharap pada manusia berlebihan maka bersiaplah kecewa.

Ingatan itu kembali berkelebat dalam benak Nanda dan diapun kembali menyampaikan iisi hatinya. Pesan yang dia dapatkan memberikan kesempatan padanya tentang sesuatu. Bila kita ikhlas dan percaya jika rezeki itu sudah Allah SWT tentukan, terukur dan tertakar. Tinggal bagaimana kita mensyukurinya dan memanfaatkannya. Selain kabar yang datang dari pesan singkat, suaminya pun mendapat hadiah lebaran berupa sembilan bahan pokok plus kue kemasan yang menambah rasa syukur Nanda. "Inilah jawaban do'a Allah SWT, ketika dirinya mengikhlaskan sesuatu maka Allah memberikan rezeki yang tidak pernah dia duga. Maka berprasangkalah yang baik kepada Allah SWT karena Dia lebih paham kebutuhan hamba-hambaNya. Tali silaturahim yang terjalin baik akan mendatangkan rezeki lain yang halal, insya Allah berkah. Nanda yakin ketika manusia hanya menggantungkan diri pada penciptanya maka kebahagiaanpun menyertai.


Selasa, 03 Maret 2026

Ramadhan #10 Janji

 KOMITMEN 

KLIP _03032026

Diingatkan oleh koordinator KLIP, teh Shanty Dewi Arifin, tentang aturan main menulis di Ibu Profesional - KLIP. Sedikitnya ada lima bagian penting

Senin, 02 Maret 2026

Ramadhan #9 Tetap waras

 TEMPAT SAMPAH

https://pngtree.com/freepng/trash-can-icon-lgo-vector-illustration-design-template_8247982.html

"Kak, tolong antar tas jinjing ibu yang warna biru yang ada logo perusahaannya. Ibu tunggu di pos satpam". Nada cepat dan terkesan terburu-buru terlontar dari sambungan telepon antara ibu dan Ayana. Dia dengan cepat mengubah panggilan ke mode video. "Tas ibu yang mana? yang ini atau bukan? "Bukan kak, itu kan biru muda. Masa kamu gak hapal tas jinjing ibu yang berlogo itu?" Sahut ibu masih dengan nada terburu buru karena sambil menelepon sambil mengecek apakah pak driver motor sudah datang menjemput. "Gak ada bu," respon Ayana sambil berjalan mengelilingi bagian ruang tamu, lanjut ke kamar dan ke lemari pakaian."Bisa jadi jatuh ya tasnya tadi waktu ikut ayah kamu dan ibu terburu-buru turun untuk pulang ke rumah." Sesal ibu karena ada buku kerja yang berharga dalam tas jinjing itu. "Ya udah, bu diikhlaskan saja". Tanggapan Ayana sambil menutup pembicarannya di telpon.

Ibu seketika terdiam dengan pikiran kosong, tak lama pak driver datang dan ibu naik motor ojol tersebut menuju tempat pemberhentian bus Trans jakarta. Spenjang perjalanan, ibu menangis dalam diam karena potongan-potongan kalimat yang tidak nyaman didengar telinga satu persatu hadir kembali. Ibu merasa tertekan karena kesalahannya membuat kejadian lain terjadi di luar kendalinya. Sang suami marah dan menumpahkan kekesalannya pada istrinya dengan penekanan bila dia akan menghadapi macet sepanjang jalan menuju kantor dan itu akan berimbas pada keterlambatan di kantor. Yang terbayang oleh ibu adalah tatapan marah serta bahasa keras yang menusuk tajam tertuju pada dirinya. Ditambah, sang anak pun memberikan ucapan kasar yang menamba sedih hati ibu. Apakah karena kesalahan kecil ini suami dan anaknya menumpahkan kekesalan mereka padanya dan semuanya salah ibu?. Ibarat pepatah, "karena nila setitik rusak susu sebelanga". Ibu pun merasa menjadi tempat pembuangan amarah tanpa bisa membela diri.

Masalah utamanya adalah ibu memberikan seragam yang salah. Seharusnya seragam hari ini adalah putih, biru plus dasi dan topi tetapi ibu malah menyiapkan seragam pramuka. Ibu sendiri benar benar lupa dan menganggap bila hari ini adalah hari rabu dan seragamnya adalah pakaian khas kemeja dan celana panjang coklat. Kalau saja ibu bisa berteriak, "Hello, jangan karena ibu lupa kamu bisa memaki-maki seenaknya. Baru kali ini ibu berbuat salah". Sayang semua untaian kata itu hanya tersekat di trnggorokan tanpa bisa dikeluarkan dari bibirnya. Seburuk itukah kesalahan ibu yang berimbas pada keterlambatan mengantarkan anak lelakinya ke sekolah, memaksa ibu memilih ojol dan kendaraan umum dan  ayah memilih segera pergi untuk mengejar waktu. Ibu hanya bisa menarik nafas, beristigfhar dan mengikhlaskan tas jinjingnya hilang. Padahal dalam tas jinjing itu ada buku kerja berharga yang belum sempat ibu pindahkan ke komputer. Wara, kata itulah yang akhirnya keluar dari lisan ibu. Tetaplah jaga kewarasan, karena dirinya tidak mampu menghalau salah dan memperkirakan akan kejadian yang membuat dirinya merasa buruk dan dijadikan tempat membuang kemarahan dengan kata-kata tidak baik. Ibarat tempat sampah yang memiliki fungsi menampung sisa-sisa makanan atau barang yang usang, rusak dan mungkin sudah berbau atau jelek. 


Minggu, 01 Maret 2026

Ramadhan #8 Menjaga seimbang

 HARUS SANGGUP


Sudah lebih dari 10 hari, uamt Islam menjalankan rangkaian ibadah di bulan penuh berkah. Alhamdulilah, saya pun bersyukur karena sepanjang sepuluh hari pertama kemarin, saya dan keluarga berhasil melampauinya

Sabtu, 28 Februari 2026

Ramadhan #7 Bagian Pertama

 SEPULUH HARI PERTAMA: BERLETIH-LETIH 

https://www.sonora.id/read/423737154/6-keutamaan-10-hari-pertama-bulan-ramadhan-umat-muslim-wajib-tahu

Kemarin, 28 Februari 2026 masuk 10 Ramadhan pertama yang sebagian besar umat iIslam di Indonesia melaksanakan shaum bersama- sekeluarga, sekampung ,senegara. Kebersamaan ini mendukung semua yang berpuasa untuk menjalankannya dengan tenang dan nyaman. Sebaliknya, jauh di belahan dunia yang lain, suara ledakan menjadi bagian sehari-hari karena kesombongan dan ingin menyakiti masyarakat dunia lain sedangkan di sana hanya ada segelintir negara yang berani melawan kejahatan sang penguasa dunia. Saya sendiri pribadi yang memiliki peran ganda, baik sebagai istri, ibu, karyawan serta tetangga mendorong saya menempatkan diri sesuai porsinya dengan tetap memperhatikan kapasitas saya sendiri. bagian pertama puasa sepuluh hari melatih saya untuk menanamkan mindset "Letih". Letih karena memiliki motivasi untuk memperbaiki diri melalui ibadah-ibadah yang akan mendatangkan ridha Allah SWT.

Karakter Konsisten yang pernah saya terapkan beberapa tahun lalu menjadikan saya sebagai karyawan yang disiplin, memenuhi target kerja dan tetap memiliki kemampuan mengelola organisasi yang saya pimpin. Saat ini pun, saya juga seharusnya menjejaki  karakter tersebut sebagai bentuk tanggung jawab saya sebagai hamba Allah SWT. Berbagai gelombang hidup yang saya hadapi setiap hari adalah bagian dari tantangan-tantangan hidup yang harus saya lalui dengan usaha dan do'a. Hanya do'a dan usaha terbaik dibungkus kesabaran membuat saya tetap merasa waras dan menjaga agar langkah kaki tidak oleng. Di rumah saya melakukan kerja ganda; sebagai ibu rumah tangga yang mengurus semua urusan rumah sekaligus sebagai karyawan yang bekerja dari rumah (WFH). Kewarasan dan keseimbangan berpikir dan bekerja menjadi makanan sehari-hari.

Ramadhan adalah bulan di mana saya menetapkan target ibadah. Ibadah sholat lima waktu bersama sholat sunah rawatib, sholat Isya dan Tarawih berjamaah di masjid terdekat, tilawah qur'an satu hari satu juz dan berinfaq. Walaupun target target itu belum maksimal, tetapi konsistensi menjalankannya dipengaruhi oleh suasana fisik dan hati serta pikiran sehingga ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai harapan. Saya merasa berjalan sendiri seolah-olah saya sedang mengejar semuanya dengan berjuang sendiri. Mohon ampun ya Allah yang maha penerima taubat, mohon berikan padaku kemudahan hidup baik untuk diri sendiri, suami, anak-anak. Ungkapan, " Jangan berharap pada manusia" benar adanya, karena aku harus yakin rezeki itu sudah diatur Allah SWT terukur dan tertakar. Ya maha Pemurah, aku ikhlas menjalankan hidup ku hari ini dan seterusnya. Aku padaMu ya Rahman.

Senin, 23 Februari 2026

Ramadhan #6 Langkah maju

 KESEMPATAN ITU PASTI DATANG

Pengumuman seleksi calon pengurus IPM SMAM 12-23022026

Notifikasi masuk via aplikasi Whatsapp kemarin Senin, 23 Pebruari 2026 pada pukul 14.16 wib,  membuat hati saya sebagai ibu tergetar sesaat dan merasakan kebahagiaan tersendiri karena kabar itu membuat hati saya melambung tinggi, seperti sedang terbang mengelilingi tempat yang indah. Kabar tentang lolos seleksi pemilihan pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) tahap 1 merupakan kabar lain yang tidak pernah sedikitpun terlintas dalam benak saya sebagai orang tua. Harapan saya diawal mendaftarkannya di sekolah berbasis keagamaan adalah membantunya berada di lingkungan yang akan senantiasa menggerakkan amalan ibadah dan kebaikan lain. Tetapi kemarin, membuktikan bila anak keduaku memiliki keinginan untuk mencoba hal baru yang positif. Walaupun lingkupannya seputar organisasi sekolah tetapi kemauannya untuk ikut seleksi dan mengikuti semua tahapannya semoga memberikan dia kesempatan untuk belajar sambil memaknai ilmu di dalamnya. Walaupun ada nada pesimis dalam ungkapannya kemarin terkesan bila ada hambatan yang harus membuatnya sadar bila persaingan bukan karena adanya hubungan dekat tetapi keterampilan diri sebagai modal awal sebagai calon pengurus.

Beberapa poin dasar selama percakapan berlangsung via pesan singkat saya gunakan sebak-baiknya. Semangat dan motivasi saya untuk anak laki-laki pertama dalam keluarga dan harapan terbesar saya padanya adalah semoga dia menemukan jalan sukses sesuai passion dan versinya. Terlebih lagi keinginan terbesar saya sebaia seorang ibu adalah memiliki anak-anak salih dan saliha yang akan menjadi penyelamat keluarga kelak di akhirat. Di sisi lain, saya tidak ingin menargetkan tinggi untuknya. Bila menjadi bagian dari pengurus organisasi sekolah adalah salah satu cara Allah SWT menunjukkan jalan kebaikan, maka syukur saya luar biasa. Tetapi, bila dia tidak dapat tiket menjadi salah satu pengurus, saya berharap dia tidak kecewa dan memiliki pengalaman berarti untuk jalan panjang di masa depan.

Satu hal yang saya syukuri sampai hari keenam puasa adalah Allah SWT memberi kemudahan saya dan keluarga. Berkah ikhlas dan terus menerus melantunkan dzikir dan do'a untuk kebaikan saya, suami serta anak-anak. Satu lagi, harapan itu memang sejatinya harus digantungkan kepada Allah SWT karena ketika kita ikhlas menerima rezeki dan tetap terus berharap kebaikanNya maka di sanalah Allah memberi semua rezeki yang kita butuhkan. Semoga Hari ini, anak kedua saya akan menemukan gaya belajarnya dan semoga Allah SWT melindunginya dan memberikan petunjuk kebaikan-kebaikan untuk masa depannya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk membolak-balikkan hati manusia. Ya Allah, maha Pemberi rezeki, berikanlah kami dan keluarga kami kemudahan hidup, mohon ampuni kami dan berikan kami keberkahan hidup di dunia dan kelak di akhirat. Aamiin.


Minggu, 22 Februari 2026

Ramadhan #5 Bila Tiba

LEWAT MESIN WAKTU

Baginda Siregar


Bila tiba-Ungu

Padamu Kubersujud - Afgan

Ramadhan #4 Target

 BIARKAN BUKU ITU MATI

NGS_Foundation English for Nurse, Midwife and Medical profession

Judul tulisan ini bukan bermaksud memberikan kesan negatif pada para penerima manfaatnya. Ungkapan "Biarkan buku itu mati" adalah kiasan yang disampaikan penyusun materi untuk memberikan ruang terbuka pada para fasilitator (pengajar) untuk mengembangkan topik-topik di setiap babnya. Kalaupun pihak lain ingin menyalin dan menggunakan untuk kepentingan mereka sendiri pun sepertinya akan menemui kesulitan karena memang modul-modul yang tersusun sengaja dibuat dalam template yang sama dan bahsan yang tidak rinci. Para pengajar diberikan pelatihan, pendampingan dan pengawasan dalam pelaksanaannya sehari-hari di kelas. Jika mereka menemui kesulitan tentang topik bahasan tertentu maka ruang diskusi terbuka untuk mereka. Salah satu program tersebut masuk dalam kelompok English for Occupational Purposes. Walaupun, kritik, saran serta masukan tetap datang silih berganti dan saya pun menerimanya sebagai umpan balik yang produktif tetap saja betuk dan tampilan serta isinya tidak berubah. 

Kalau mengingat kembali masa lalu, selalu ada saja ungkapan kata yang terlintas dalam benak, dan itu membekas hingga hari ini. Hari di mana motivasi kerja semakin menurun bukan karena tidak ada yang bisa dikerjakan malahan banyak ide yang berseliweran di kepala tetapi karena posisi saat ini yang berbatas dengan kontrak kerja baru. Terngiang-ngiang masukan, kritik,saran hingga rencana revisi besar-besaran agar program pelatihan menjadi dinamis dan berkualitas yang naik level hingga komposisinya dapat besaing dan dipertangung jawabkan hingga para pengguna mendapatkan manfaat nyata. Ungkapan yanag masih berbekas dan tertanam di alam bawah sadar saya adalah kalimat ajakan sederhana yang sebenarnya memiliki simpanan harta karun di dalamnya yang bila kita mampu mengelolanya maka kita akan melalui prosesnya dengan berujung pada kesuksesan di dunia kerja dan dunia usaha serta pendidikan. 

Seiring waktu berjalan, maka penyusunan bahan ajar bahasa Inggris untuk dunia kerjapun terlaksana lebih dari enam belas tahun. Berawal dari pemenuhan paket pembelajaran bahasa Inggris untik para tenaga medis - perawat - yang harus memiliki daya saing      internasional baik dalam keterampilan medis pun keterampilan lunak seperti interaksi komunikasi dan melek teknologi. Karena hubungan interaksi antara pekerja -Nakes- dan kliennya maka bahasa menjadi ketrerampilan yang harus dikuasai dengan baik. Modul-modul yang tersusun pun disesuaikan dengan kebutuhan dasar berbahasa terutama pada kemampuan berbicara, kemudian menyimak, membaca dan menulis. Dari target yang sudah ditentukan di setiap levelnya maka materi ajar yang dirampungkan ada pada enam level.

Level Foundation dan Basic adalah dua Kelompok belajar utama yang harus diikuti oleh para peserta didik.  Keduanya bermuara pada terlatihnya kepercayaan diri dan lancarnya berhasa Inggris sederhana dalam topik bahasan sehari-hari. Sedangkan level Pre-Intermediate membahas topik-topik prosedur medis (keperawatan/kebidanan) yang dilaksanakan sehari-hari. Kemudian level Intermediate memperdalam kemampuan berbicara dalam lingkup interview atau tanya jawab sesuai dengan topik bahasan di setiap bab. Di akhir  Untuk Level Pre Advanced diarahkan untuk kemampuan menulis dokumentasi Keperawatan (Nursing proses) dan juga mengadakan penelitian sederhana dengan mengangkat sebuah kasus kesehatan di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar. Pengalaman ini akan memberikan sedikit bekal bagi mereka ketika menyusun tugas akhir. Dan level pamungkas yang ada pada program HELP (Healthcare Language Program) ini adalah melatih peserta didik untuk langsung menerapkan bahasa Inggris dan keterampilan keperawatan mereka di kehidupan medis baik situasinya di klinik atau Rumah sakit.                     

Kekuatan pengajaran baik metoddan teknik penyampaian adalah poin kunci keberhasilan program EOP tersebut. Pelatihan berjenjang, Peer mentoring, supervisi dan evaluasi menjadi paket terpadu untuk memberikan jaminan baik terhadap proses belajar dan mengajar. Kesan diawal memang terlihat sulit dan menantang karena kosa kata yang kental dengan kata-kata akademik medis, tetapi bila diintegrasikan dengan pelatihan, pengajaran serta rangkaian monitoring dan evaluasi, setiap  hambatan dapat teratasi karena kerja tim dan kesuksesan sebuah program berdasarkan kesuksesan kelompok yang dinamis. Buku itu menjadi mati tetapi bagi para fasilitator yang terlibat di dalamnya akan dipandu dan berjalan bersama hingga mencapai dampak yang diharapkan diakhir; terserapnya tenaga lulusan medis yang memiliki kemampuan ilmu terapan serta keterampilan lunak seperti bahasa Inggris, mampu bersaing dalam dunia internasional. Semoga Tercapai.

Sabtu, 21 Februari 2026

Ramadhan #3 Kenangan

 WAJAH ITU

Alm Fithra Ramadhan_27071980

Bila waktu tlah memanggil.....teman sejati hanyalah amal. Bila waktu tlah terhenti...teman sejati tinggallah....sepi.... Opik-Bila Waktu Tlah Berakhir

"Dri, kok kamu di sini? Kamu kan udah meninggal! Kenapa muncul di rumah ini?" "Gue ke sini mau nengok rumah aja". "Kamu baik baik aja kan di sana? (alam kubur-red), Tanyaku membuat dia tersenyum seperti memperlihatkan kebahagiaan wajahnya yang memang putih serta matanya yang sipit menunjukkan berseri-seri. "Sekarang gue udah jadi orang baik", pungkasnya seraya pergi meninggalkan rumah orang tua kami.

Satu penggalan mimpi yang terjadi beberapa tahun lalu mengusikku ketika secara tidak sengaja aku menemukan satu tempat ijazah SD yang di dalamnya berisi beberapa dokumen penting almarhum. Mulai dari Ijazah SD, Raportnya, Ijazah SMP beserta raportnya juga beberapa lembar piagam dari kegiatan-kegiatan sekolahnya dahulu. Pertama kali aku lihat dan ambil adalah buku laporan belajar yang kudapati sebuah photo di halaman pertamanya. Photo anak laki-laki kecil yang imut dan memberikan kesan lain saat bersamanya. 

Nama adikku yang kelima itu adalah Andri Fithra Ramadhan, hanya saja bapakku lupa mencantumkan nama pertamanya di akte kelahiran. Jadilah nama resmi di raport, pun ijazah "Fithra Ramadhan". Adikku lahir di bulan Ramadhan, saat itu bulan Juli tanggal 27 1980. Lahir normal dan memiliki ciri khas sendiri yaitu berkulit putih serta bermata sipit seperti keturunan orang Cina. Saat masuk sekolah dasarpun, teman-temannya lebih suka memanggilnya acong, walaupun awalnya dia marah tidak terima namanya Andri jadi Acong. Tetapi seiring berjalannya waktu dia menikmatinya. 

Walaupun, perjalanan hidupnya di dunia saat itu penuh liku dan tersandung beberapa kali masalah di sekolah, tetapi bapakku tidak pernah menjadikan dia anak terburuk. Beliau selalu mengawal putranya ketika masalah datang satu persatu. Ketika di bangku kelas 7, Ibu Teo-Walas SMPN 97 pernah memanggil bapakku, ibu walas sempat berkomentar, "Saya pikir orang tua Fithra adalah seorang pemulung karena Fithra sendiri penampilannya jauh dari kata rapi dan bersih. Tetapi ayahnya malah sebaliknya; rapi, sopan dan terlihat sebagai pegawai kantoran", kami yang mendengarnyapun hanya bisa menahan nafas dan memandang jika adikku  ini memang berbeda dari yang lain. 

Selain kenangan itu, ada kenangan lain tentang almarhum. Tetangga kontrakanku dahulu senantiasa bercerita bila Acong itu anak baik, ramah, suka menolong dan suka berbagi. Aku sendiri sempat termenung, karena tetanggaku menyampaikan bila adikku adalah orang yang mudah dimintai tolong, terutama bila teman-temnannya membutuhkan pinjaman uang. Sedangkan menurutku selama kami dulu berinteraksi, dia lebih banyak diam dan memilih mengajak keponakan-keponakannya jalan-jalan dan membelikan mereka es Campina. Baik menurut sebagian orang bisa jadi tidfak sama persepsinya dengan sebagian yang lain. Paling tidak ada bagian kenangan yang aku dapatkan sebuah kebaikan dari dirinya saat itu.

Satu potongan kalimat yang dia pernah lontarkan ketika balita,"Ma, katanya kita orang kaya. Kita punya telpon rumah, trus kita bisa teleponan ke orang lain. Tapi kita kok gak punya jam yang di atas dinding?" Pernyataan di luar perkiraan mamaku saat itu adalah kejeliannya menyampaikan apa yang dia rasakan. Jam dinding adalah penanda waktu yang biasanya ada di setiap rumah, di pajang di dinding. Kebetulan kami memang tidak memilikinya, karena bukan menjadi prioritas. Biasanya mama akan memeriksa waktu lewat jam tangan bapak yang disimpan di laci pakaian. 

Dialah almarhum adikku yang meninggal 15 tahun yang lalu pada saat hari keenam idul Fitri-1432H. Di saat terakhir hidupnya, almarhum meminta bapak menuntun sholat dhuhur dalam  satu ruangan IGD RS Cipto MangunKusumo saat menunggu kamar. Tidak disangka, bapak yang telah menuntunnya sholat sambil berbarig mengira dia istirahat tertidur karena lelah. Tetapi saat tim medis menghampirinya untuk memeriksa kondisinya, takdir berkata lain. Allah SWT sayang padanya dan memanggilnya untuk kembali kepangkuanNya. Semoga Allah SWT memberikan kasih sayangNya untuk adikku tercinta. 

Jumat, 20 Februari 2026

Ramadhan #2 Kurikulum Keluarga Al-Qur'an

 

HARAPAN RAMADHAN 1447H
https://quran.nu.or.id/ali-imran/17

Memasuki puasa di hari kedua, Jum'at, 20 Pebruari 2026 terasa berbeda bagi saya dan anak karena malam Jum'at lalu adalah malam kedua Ramadhan bagi saya dan kami sepakat memilih Masjid Baiturrahman sebagai tempat melaksanakan sholat Isya dan Tarawih. Rasanya luar biasa malam itu saya kembali menikmati ibadah sholat berjamaah di bulan yang mulia. Kenangan malam kemarin yang berkesan itu pun mengingatkan saya pada masa-masa muda sekolah yang saat itu ada kegiatan lain yang harus ditunaikan demi mendapat nilai baik untuk kepentingan pendidikan.

Pengalaman lain yang membekas dalam pikiran saya adalah ceramah yang disampaikna oleh Ust. Dr. Ahmad Zain Sartono MA tentang Kurikulum Keluarga di bulan Ramadhan. "Semoga kalian menjadi orang-orang bertaqwa", Taqwa yang dibangun dalam keluarga harmonis. Seperti yang beliau jelaskan dalam Qur'an Surat Ali Imran: 17 Ramadahn ibaratnya bulan latihan yang memberikan lima mata ajar yaitu  kesabaran, kejujuran, komitmen, kemauan berbagi dan keinsyafan pada Allah SWT atau Istighfar. Kelima ini adalah modal orang tua dan para pendidik menjadi mata ajar karakter kita sebagai muslim. Dari lima tema diatas, Allah  hadirkan untuk kita latihkan selama Ramadhan yang nanti akan melahirkan lima karekter lainnya dalam keluarga harmonis seperti tertera dalam Ali Imran 134-135.

Belajar dari Ramadhan, dalam keluarga itu yang pertama adalah  mau berbagi di kala lapang dan sempit. seperti berbagi cerita, berbagi nasehat di antara sesama anggota keluarga. Kedua, mampu menahan emosi. Menahan emosi seperti marah, kecewa, sedih, bahagia. Ketiga, berusaha memaafkan orang lain. Jika bila memiliki masalah, maka hilangkan dendam, maka kata kunci dendam adalah sefera beristighfar kemudian tidak terpancing emosi, tidak ada dendam dan memaafkan adalah yang terbaik. Keempat, memperbanyak berdzikr kepada Allah SWT. Pencitraan suasana Ramadhan adalah tempat kondusif dan yang kelima adalah berusaha perbanyak Istighar di waktu waktu diijabahnya do'a.

Kesimpulannya, ada 5K yang tertera pada surat 3:17 dan terimplementasi membangun keluarga harmonis dengan lima hal juga atau 6M pada surat 3:134-35. Mudah-mudahan kita sukses menjalankannya dengan baik dan menjadikan keluarga kita  ketaqwaan Sakinah Mawaddah wa Rahmah. 

Ramadhan #1 Bersama Keluarga

 RAMADHAN DAN KELUARGA

https://id.pngtree.com/freepng/ramadan-sahur-and-iftar-doa-with-family-or-berdoa-sebelum-buka-dan-bersama-keluarga_7362240.html

Ramadhan 1447H adalah Ramadhan kesekian kalinya untuk saya dan keluarga. Selama lebih dari 20 tahun pernikahan, kami menjalankannya bersama. Semua tinggal dan berkumpul bersama; sahur dan berbuka bersama. Sejatinya, kebersamaan itu juga diwarnai dengan amalan-amalan yang produktif yang ujungnya adalah keridhaan Allah SWT. Anak adalah ibadah, momentum mendekatkan semua anggota keluarga untuk menggapai seperti yang disamp[aikan dalam Q.S. Al-Baqoroh:183; semoga kalian menjadi orang-orand beriman. Inilah peluang emas yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin, menggumpulkan kepingan-kepingan ibadah yang dikerjakan bersama. Akhirnya kita bisa dipertemukan  kembali dalam syurga bersama keluarga-keluarga muslim sedunia.

Walaupun ada perbedaan kapan mulainya hari pertama, Alhamdulillah kedua anak saya memilih memulainya di tanggal 18 Februari 2026. Saya sebagai ibu, tetap mendukung motivasi mereka untuk mendahului kami yang akan berpuasa pertama di hari berikutnya. Semangat serta motivasi mereka, anak kedua dan bungsu, mendorong saya untuk memberikan fasilitas terbaik dengan membangun kondisi yang mendukung, menghidangkan suguhan sahur dan berbuka sesuai permintaan mereka dan mengunfatkan mereka untuk tetap mengerjakan sholat lima waktu. 

Lain ladang, lain belalang. Lain lagi cerita Ramadhan yang kami jalani di hari pertama. Semua rencana sudah saya sematkan dalam pikiran dan disusun secaral verbal. Target mengkhatamkan membca qur'an sebanyak dua kali, puasa penuh waktu selama satu bulan, berangkat sholat tarawih ke masjid Baiturrahman Jati Asih serta berinfaq dalam bentuk materi ataupun makanan. Semuanya memang rencana yang akan saya dan anak saya yang bungsu kerjakan. Dia yang paling besar motivasinya untuk sholat tarawih di masjid dan memilih masjid Baiturrahman sebagai tempat untuk kami beribadah karena suasana yang nyaman dan tenang selama menjalankannya dan plusnya adalah siraman rohani atau ilmu ilmu islam yang cocok dengan kondisi saya saat ini. 

Semoga niat, rencana dan langkah yang sudah saya susun dapat dikerjakan satu persatu dengan menjaga hati untuk menjalankannya sepenuh hati. Walaupun secara ekonimi, saya pun harus mampu mengatur keuangan selama memnuhi kebutuhan pangan keluarga, semoga Allah memberi jalan kemudahan rezeki tambahan untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh semangat karena ingin mengukir prestasi Ramadhan tahun ini dengan lebih baik. Aamiin.

Minggu, 15 Februari 2026

Peristiwa #7 Matang

I MAY NOT BE A SPRING CHICKEN, BUT AT LEAST I'M STILL KICKING

https://www.lovethispic.com/image/246157/i-may-not-be-a-spring-chicken-but-i-am-still-kickin


Ternyata menjadi MATANG dalam hal usia itu mulai menemukan ketidaknyamanan. Sebagai seorang tenaga kerja di bidang pendidikan, saya senantiasa memposisikan dirinya sebagai seorang yang bersungguh-sungguh menjadi profesional dan mengukir prestasi yang membuat bangga peserta didiknya. Bertambahnya usia sejatinya tidak memudarkan semangat serta motivasi untuk terus bekerja dan berkarya untuk membagikan ilmunya dan tetap berkibar sebanding dengan rentang jam terbangnya yang tinggi. Semenjak masa sekolah tingkat atas dianjut masa menimba ilmu di perguruan tinggi memupuk rasa cinta pada dunia pendidikan dan meniti karir mulai dari level anak, remaja, dewasa sampai pada pelatihan keterampilan bebrbahasa asing secara khusus (ESP). Dalam rangkaian gerbong kereta, ada kalanya menuntut saya untuk bekerja sambil berlari seperti "Argo Bromo" yang harus sampai pada tujuannya dalam waktu singkat dengan tetap memenuhi standar baku yang telah disepakati diawal.

Dihitung-hitung, sepertinya perjalanan kerja saya sudah berada di tiitk dua puluh lima tahun. Angka puluhan yang selayaknya menunjukkan indikator prestasi nyata dan berdampak positif bagi penerima manfaatnya. Motivasi dan semangat untuk naik tingkat menjadi teman sejati. Jika dulu diawal kerja tujuan pertamanya adalah "Yang penting ada materinya" dan disusun bertahap dan bentuknya "hands-out" yang diperbanyak sebelum kelas dimulai. Kenangan itu masih terus terpatri dalam ingatan saya di mana pengalaman tersebut menjadi bagian dari hari-hari kami mengejar target materi setiap minggu. Tim yang terkait saat itu adalah Mr. Hanri Basel sebagai Penanggung jawab Akedemik, serta Mr. Wiyono sebagai Peanggung jawab setting atau layout materi yangtelah saya susun. Bisa dibayangkan bila kelas yang berjalan satu minggu sekali maka tiga hari sebelum pertemuan kelas, saya harus menyerahkan tulisan dalam bentuk MS Word untuk di setting beserta ilustrasinya kepada Mr. Wiyono dan siang hari sebelum mahasiswa masuk kelas, sang OB akan cepat memperbanyak lembaran materi tersebut di tempat Photo Copy terdekat. Semangat 45 kami yang sedang ditantang dalam kerja tim membungkus kesuksesan program pelatihan bahasa Inggris dengan lika liku hambatan yang mengikuti.

Beberapa waktu berselang, satu demi satu level belajar di program yang saya geluti selesai dengan bahan ajar  dan disertai dengan meningkatnya jumlah siswa yang terdaftar memicu tim untuk segera mencetak semuanya dalam bentuk module dan pastinya baik peserta didik maupun fasilitator nyaman memanfaatkannya dan kamipun bangga bila program kami memiliki buku paket. Kritikan serta saran terus datang secara bergelombang baik terkait penulisan, template penyajian materi serta isi pembahasan. Tidak kurang dari para profesional di bidang kesehatan yang memberikan banyak masukan, seperti Almarhum Mr. Alwi, dr. Asroruddin, Ners Fergus, dr. Nugroho serta Ners Nugi dan Ners Syamsul, Inu Dian dan para dosen yang mendukung terselenggaranya program bahasa Inggris kesehatan dengan memberikan ide-ide dan permintaan materi yang sesuai kekhasan kampus masing masing.  Semakin rinci permintaan para klien semakin besar tantangan saya menaklukkannya. Sampai akhir tahun 2023, saya sudah mampu membantu menyusun materi beserta silabus dan alat evaluasinya. Berlepas banyaknya kekurangan yang harus diperbaiki, paling tidak semua request materi sudah tersedia. 

Saat ini di tahun 2026, usia paruh baya, angka lima puluh tahun sebagai angka "matang" dan jelang lansia, saya harus segera menyadari bila kondisi saya bukan seperti usia muda. Berbagai keluhan fisik mulai menyertai perjalanan kerja sehari-hari. Respon tubuhpun lebih cepat mengalami kelelahan. Ritme kerja yang dulu senang diajak "berlari", saat ini harus disesuaikan kembali agar kinerjanya tetap penuh dan usia matang bisa menjadi indikator bila pengalaman dan jam terbang tinggi memberikan jaminan bila kualitas tetap terjaga. Saya menyadari sepenuhnya bila tahun ini adalah tahun pondasi kedua kerja besar saya untuk mulai lebih banyak berbagi dan melayani serta berani memberikan dan membagikan ilmu secara percuma agar tabungan akhirat saya terkumpul sedikit demi sedikit. Saatnya untuk terus mengasah kemampuan diri dan keterampilan kerja dengan tetap menjaga hati untuk berada di jalur profesional dan tujuan akhirnya adalah Ridha Allah SWT. Usia boleh Matang alias sepuh tetapi Prestasi tetap terukur dan terus mengikuti langkah dalam jejak kebaikan dunia - Janji Saya

Peristiwa #6 Tersembunyi

 MELANGKAH DI AWAN

https://share.google/5xRIQhpQ1fJHMic2A

"Mba, aku.mau ke ruang rapat dulu ya, ada yang memanggìl untuk rapat jam 10.00 pagi ini. Uhm.. itu lanjutan rapat minggu kemarin ya bu yang tentang....,"iyyyyup, mba".

Sekelebat pembicaraan singkat yang Rida tangkap sedikit menggugah rasa ingin tahunya karena dia merasa ada yang disembunyikan dari cara menjawab ibu koordinator ruangan produksi kepada salah satu dari mereka. Memotong ucapan Aura -Salah satu staff- yang tidak tuntas menambah buah pikiran Rida. Apa yang akan mereka bicarakan hingga dia pun merasa seperti ditinggalkan. "Rahasiakah itu?, rasanya aku bertambah jauh semakin berjarak dan mulai merasa sesak hingga harus megap-megap menarik nafas panjang agar oksigen dapat masuk ke ruang paru-parunya agar ada sedikit ruang untuk mencari celah tentang apa saja yang sedang berjalan. "Perasaan, makin ke sini makin jauh aja "jaraknya", seperti rahasia yang di jaga rapat dan hanya segelintir orang yang paham dengan kode-kode tertentu.Rasanya percuma mencuri dengar jika akhirnya kembali mereka-reka apa yang sebenarnya sedang terjadi". Rida kembali ke layar laptop di depannya dan menggunakan earphone untuk sekedar mengalihkan perhatian yang lain agar rasa penasarannya tidak tertebak oleh tim lain. 

Sabtu, 14 Februari 2026

Peristiwa #5 Fokus

 KEBAIKAN PASTI AKAN BERMUARA

Ketika Pria Dingin Jatuh Cinta_Fizzo_Bab 8

Potongan isi cerita itu meyadarkan aku pada satu titik yang selama ini yang kucari; tetaplah bekerja profesional sesuai kapasitasmu walau terkadang aku juga bingung mau dibawa ke arah mana jalanku saat ini. Seperti anak yang kehilangan ibunya, seperti penumpang bus yang bingung di mana harus turun. Di sisi lain keinginan untuk terus mengasah keahlian serta mewujudkanya dalam bentuk presentasi publik semakin kuat, karena saya yakin klien akan melihat, mameantau serta mengalami prosesnya dan merekalah yang akan memberikan u,pan balik baik dalam bentuk penghargaan atau evaluasi yang akan menjadi masukan positif seburuk apapun yang mereka sampaiakna,.  

Peristiwa #12

  SANDAL JEPIT Sudah dua minggu berlalu semenjak Senin 4 Juno 2026 suasana lantai satu serasa senyap, bukan karena jumlah pekerja yang sedik...